Jumat, 18 September 2009

mudik atau ke udik..?

 

Sudah menjadi sebuah tradisi di Indonesia, atau mungkin di belahan bumi yang lain..

Ahh!

Mudik.. mungkin lebih familiar terdengar disaat menjelang Idul Fitri, atau lebaran bagi umat Islam..

Pulang kampung,.. ya mudik itulah… Walapun tempat asal kita bukan kampung, tapi lebih nyaman memakai istilah kampung..

(mungkin) konsentrasi lebih banyak dari Jakarta.. maklum kota berjuta umat.. sebagian lagi (mungkin) dari Surabaya, Bandung, Semarang, Balikpapan, Medan, dll.

Apalagi hari ini.. dan kemarin malah, saatnya puncak mudik itu berlangsung..

Ah so…

Ada yang lewat darat, laut dan udara..

Lebih spesifik mungkin naik mobil, motor, kereta api, bus, kereta api, pesawat udara dan kapal laut..

Hm….. mo pilih mana..??

Mobil à pilihan yang menyenangkan.. bisa bersama kerabat atau teman dalam satu mobil… eits.. tapi info kemarin tol arah Cikampek macet parah… mo nyebrang ke Lampung pun antri 6 jam… wew..! manfaatkan pos mudik yang dibuat oleh beberapa operator seluler dan produsen makanan untuk tempat beristirahat, baikd I jalur selatan atau pantura. Dan jangan lupa, tetap update radio untuk memantau arus kendaraan. Peta jangan lupa dibawa bagi yang masih pemula mudik dengan menyatir sendiri. Pantau juga berita di internet untuk memantau titik-titik yang macet.

Motor à hm… pengguna motor mungkin hari ini sangat berkurang di jabodetabek.. ya sebagian sudah pada mudik, terbukti pagi ini jalanan agak lengang oleh pengendara sepeda motor. Banyak pemudik menggunakan sarana ini, katanya mungkin hemat, tapi sebanarnya jauh lebih beresiko…Sudah sekian banyak memakan korban, dan bagi yang mempunayi balita, sangat tidak disarankan sebenarnya, kasihan..! bahkan banyak sekian pemudik yang (mungkin) mudik naek kereta atau bus tetapi motor tetap di kirim untuk dipakai di kampung halaman.. ehm…ongkos dobel..???

Bus à oogghh! Pasti lebih terkonsentrasi di Pulogadung, Kampung Rambutan, Kalideres… wew..wew… sungguh disayangkan sekian terminal utama di Jakarta minim sarana dan prasarana.. gudang preman, bau, tak teratur. Harga tiket plus tuslahpun kadang sangat diresahkan oleh pengguna angkutan ini. Bisa dibayangkan tiket bisa naik 2-3 kali lipat dari harga normal.

Kereta Api à ini pilihan favorit buat pemudik menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dengan konsep pemesanan H-30 udah bisa dipesan, membuat sekian hari-hari kemarin beberapa stasiun berjubel untuk melakukan pembelian tiket. Sangat disayangkan pembelian online tiket kereta api tidak maksimal. Dan tentu saja, calo dimana-mana.. hahaha.. hari ini pasti stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir sedang padat-padatnya yak..

Pesawat Udara à sarana ini juga tak kalah menjadi sarana favorit buat mudik, apalagi sekarang sudah banyak maskapai baru yang memberikan kemudahan dalam reservasi. Maskapai baru sebut saja Sriwijaya Air, AirAsia, Mandala, Citilink. Dengan layanan rute yang semakin banyak dan pilihan harga yang bervariasi tentunya. Kemudahan reservasi online juga membuat sarana ini menjadi favorit. Sebut saja Garuda Indonesia, Mandala, Batavia Air, Air Asia, Citilink, Lion Air yang sudah menerapkan pembelian online dengan pembayaran kartu kredit. Jika anda ingin mudik dengan sarana ini, saran saya belilah 3-6 bulan sebelum keberangkatan (kecuali Lion Air), contohnya harga untuk Garuda Indonesia saja 6 bulan yang lalu untuk mudik ini hanya IDR 600K untuk CKG-SUB one way, saat itu AirAsia di IDR 300K oneway CKG-SUB.

Kapal Laut à mungkin ini pilihan untuk pemudik yang spesifik ke wilayah tertentu. Seperti antar pulau dan memungkinkan masih memiliki libur yang cukup lama. Sayang sekali saja belum pernah menggunakan sarana ini, jadi tidak bisa berkomentar banyak. Mungkin pihak Departemen Perhubungan atau pihak swasta yang menangani sarana transportasi ini bisa lebih gesit memebrikan informasi serta pastinya didukung oleh armada yang terjamin keamanannya. Seprti yang kita tahu, sepertinya sarana ini kurang mendapat sorotan pemerintah, sampai-sampai beberapa saat yang lalu beberapa kali terjadi musibah tenggelamnya kapal penumpang.

Yang jelas…

Apapun alasan, dan akan menggunakan sarana transportasi apa..  mudik harus tetap dilakukan dengan damai, aman dan bersemangat.

Apalagi saat ini masih bulan puasa..

Tetap waspada, dan tentunya lebih banyak bersabar mengingat kondisi mudik pastinya penuh dengan hiruk pikuk.

Manfaatkan layanan tempat peristirahatan, layanan informasi real time untuk lebih mengakses informasi yang diperlukan dalam hal mudik..

 

 

 

 

 

Buat mudikers…

Selamat bermudik ria tahun ini.. semoga bisa lancar, aman dan nyaman selama mudik.

Salam buat teman, saudara, keluarga dan handai taulan di kampong sana..

Selamat menjelang hari Idul Fitri.. dan bisa menikmati liburan

Tetap semangat sampai akhirnya kembali lagi ke tempat semula…