Sabtu, 16 April 2011

Selasa, 12 April 2011

The AFX Top Fashion Bloggers Competition 2011


Wow, soon there will be events Asia Fashion Exchange (AFX) 2011. 
Following the success of last year, the Asian Fashion Exchange back again held in Singapore in the month. Of course, this event aims to develop Singapore's fashion industry in the long term. In addition to its own also build skills and talents that exist in the world of Asian fashion. It's not an overstatement when then Singapore can serve as the fashion center of Asia. 
Lasted for 11 days, Singapore's largest fashion event has 3 main events 
- Audi Fashion Festival 
- Blueprint 
- Star Creation 
- Asia Fashion Summit. 
Is it ..? 

There will be four AFX series of events in this time as the data above it., Asia Fashion Summit, Audi Fashion Festival, Star Creation, and Blueprint. 

Blueprint is a fashion show held on May 19 to 22 next. The 10 young designers from Indonesia will display their work at the Blueprint stage. 

They are Some Are Thieves, Danjyo + Hiyoji, Geulis, Isis, KLE, Monday to Sunday, STAB, Caligula, Seba Shoes and Soe Hoe. Brand Some Are Thieves will appear in the zone 'Blueprint presents' as a brand 'under the radar of young contemporary fashion' from Indonesia. 

Then Danjyo + Hiyoji, Geulis, Isis, KLE, Monday to Sunday and STAB will display their fashion collections in the zone 'Blueprint Next Gen'. This zone is intended for a brand that is focusing on innovative fashion and oriented forward. 

And last Caligula, Seba Shoes and Soe Hoe will appear in the zone 'Blueprint Accessorize' 
Why do I have to attend ..? 
Wow ... because there will be many Indonesian designers who will appear, I am proud and how I can provide information and applaus incredible to them. And supporting the development and potential of their talent on the international scene. 
I as a blogger will be ready to provide information through social networking sites, photos are interesting and also update via facebook, twitter, foursquare to liven up the event. 
Where will the designers from different countries will come together, can learn from each other to create, compete and make the fashion industry is growing. 
We know Singapore is one of the greatest fashion capital in Southeast Asia, how could eventually be processed through this event makes a positive event for the development of fashion in Singapore and in Asia in general. 

I really like fashion. How could appear attractive, and fit with my personality. 
And I also wanted to enjoy this amazing event, yes Asian Fashion Exchange (AFX) 2011 which will be held in Singapore. 
Wow .. I want to go there, enjoy the city of Singapore and also the best contribution as a blogger for the success of this event. 

The AFX Top Fashion Bloggers Competition 2011

Wow, sebentar lagi akan ada event Asia Fashion Exchange (AFX) 2011.

Membuntuti kesuksesan tahun lalu, maka Asia Fashion Exchange kembali lagi digelar di Singapura pada bulan nanti. Tentunya acara ini bertujuan untuk mengembangkan industri fashion Singapura dalam jangka panjang. Disamping dengan sendiri juga membangun kemampuan dan talenta yang ada pada dunia fashion Asia. Memang tak berlebihan bila kemudian Singapura dapat dijadikan sebagai pusat fashion Asia.

Berlangsung selama 11 hari, acara fashion terbesar di Singapura ini memiliki 3 event utama yaitu
- Audi Fashion Festival
- Blueprint
- Star Creation
- Asia Fashion Summit.

Apakah itu..?

 

Akan ada empat rangkaian acara dalam AFX kali ini seperti data diatas itu., yaitu Asia Fashion Summit, Audi Fashion Festival, Star Creation, dan Blueprint.

Blueprint merupakan pameran mode yang diadakan pada 19-22 Mei mendatang. Ke-10 desainer muda asal Indonesia akan menampilkan karya mereka pada panggung Blueprint tersebut.

Mereka adalah Some Are Thieves, Danjyo + Hiyoji, Geulis, Isis, KLE, Monday to Sunday, STAB, Kaligula, Seba Shoes dan Soe Hoe. Brand Some Are Thieves akan tampil dalam zona 'Blueprint presents' sebagai brand 'under the radar contemporary young fashion' dari Indonesia.

Lalu Danjyo + Hiyoji, Geulis, Isis, KLE, Monday to Sunday dan STAB akan menampilkan koleksi busana mereka dalam zona 'Blueprint Next Gen'. Zona ini ditujukan untuk sejumlah merek yang memfokuskan diri pada fesyen inovatif dan berorientasi ke depan.

Dan terkahir Kaligula, Seba Shoes dan Soe Hoe akan tampil dalam zona 'Blueprint Accessorize'

Kenapa saya harus hadir..?

Wow… karena di sana akan banyak designer Indonesia yang akan tampil, saya bangga dan bagaimana saya bisa memberikan informasi dan applaus luar biasa ke mereka. Serta mendukung pengembangan dan potensi bakat mereka di kancah internasional.

Saya sebagai blogger akan siap memberikan informasi lewat situs jejaring sosial, foto yang menarik dan juga update via facebook, twitter, foursquare untuk menyemarakkan acara ini.

Dimana nanti para designer dari berbagai negara akan berkumpul, bisa saling belajar berkreasi, berkompetisi serta membuat industri mode semakin berkembang.

Kita tahu Singapura adalah salah satu kota mode terbesar di Asia Tenggara, bagaimana bisa akhirnya diolah lewat event ini menjadikan suatu ajang yang positif untuk pengembangan mode di Singapura dan di Asia pada umumnya.

 

Saya sangat suka mode. Bagaimana bisa tampil menarik, serta sesuai dengan kepribadian saya.

Dan saya pun ingin sekali menikmati event luar biasa ini, ya Asia Fashion Exchange (AFX) 2011 yang akan segera diselenggarakan di Singapura.

Wow.. aku ingin kesana, menikmati kota Singapura serta memberikan kontribusi terbaik sebagai seorang blogger untuk mensukseskan acara ini.

 

 

Rabu, 06 April 2011

..(kalau) kamu tak seperti dulu


Dulu sih bukan begini
Tapi bukan berarti sekarang mulai kembali

Memang aku seperti ini,
Bukan karena kamu aku bisa semaumu..
Boleh lah kamu mengajariku,
Boleh juga menyayangiku..

Tapi bukan lebih baik kamu dan aku beda saja
Kalo sama, ya seperti ini, capek bercerita..

Dan berujung duka semestinya..

Entah karena apa kamu begitu, aku tak tahu..
Dulu kupenuhi maumu..
Sekarang kau tinggalkan aku.. bukan ku tak tahu..

Tapi aku menahu..
Yak.. kamu berubah..
Sudah tak berteman
Apakah aku salah, tapi benar..
Kau hapus semua ingatan.. kau hilangkan kenangan..

Baiklah, teman…
Walau kita terpisah lautan sepenggal..
Tapi aku selalu masih menjadi temanku..
Kalau kamu masih seperti dulu..
Apa adanya.. dan jujur
Baiknya..

..(kalau) kamu tak seperti dulu


Dulu sih bukan begini

Tapi bukan berarti sekarang mulai kembali

 

Memang aku seperti ini,

Bukan karena kamu aku bisa semaumu..

Boleh lah kamu mengajariku,

Boleh juga menyayangiku..

 

Tapi bukan lebih baik kamu dan aku beda saja

Kalo sama, ya seperti ini, capek bercerita..

 

Dan berujung duka semestinya..

 

Entah karena apa kamu begitu, aku tak tahu..

Dulu kupenuhi maumu..

Sekarang kau tinggalkan aku.. bukan ku tak tahu..

 

Tapi aku menahu..

Yak.. kamu berubah..

Sudah tak berteman

Apakah aku salah, tapi benar..

Kau hapus semua ingatan.. kau hilangkan kenangan..

 

Baiklah, teman…

Walau kita terpisah lautan sepenggal..

Tapi aku selalu masih menjadi temanku..

Kalau kamu masih seperti dulu..

Apa adanya.. dan jujur

Baiknya..

Jumat, 01 April 2011

Hemat listrik yuk di kantor.

Energi listrik saat ini masih menjadi sorotan pemerintah saat ini. Entah itu subsidi yang diturunkan atau jumlah supply yang memang masih kurang.
Dilema memang. Tapi ada baiknya kita bisa menerapkan konsep Go Green di kantor untuk menghemat energi listrik, dalam hal ini tentu saja menghemat penggunaan listrik selama dikantor.

Banyak aspek yang berperan disini, baik dari diri kita sendiri, sekitar dan juga manajemen tentunya.

Kita sendiri sudah tahu, jika konsumsi listrik di Jakarta pada khususnya masih menjadi sorotan, salah satunya masih terjadinya pemadaman bergilir. Tidak usah kita membahas lebih detail masalah kebutuhan ini, karena kita harapkan pemerintah lebih bisa mengatur konsumsi ini dan pemerataannya. Tapi inisiatif dari kita saja dulu untuk dimulai untuk penghematan.

Dan juga yang sudah kita tahu saat ini tarif listrik sudah mengalami kenaikan. So, pasti dan seharusnya benar slogan Hemat Energi Hemat Biaya. Benar telak pastinya.
Eits, jangan langsung berpikir kan ini di kantor, kantor yang bayar listriknya, cuek saja lah.
Ini adalah habit atau kebiasaan yang harus kita hindari. Walaupun kita di lingkungan kantor, tetapi ini berefek ke jangka panajang dan sekitar juga tentunya.
Tak pelak lagi, konsumsi biaya listrik juga menjadi salah satu pos pengeluaran yang besar di setiap kantor, kalau bisa dihemat kenapa tidak? Reduce cost, of course! 
Selain menjaga penghematan energi, menghemat biaya, kita pun juga bisa toleran terhadap pengguna lain yang mungkin sedang mengalami pemadaman bergilir.

Bagaimana caranya?

Tidak susah, cukup simpel sebenarnya. Dari hal-hal kecil di sekitar meja kita, area kerja kita saja dahulu.
Menggunakan konsumsi alat yang membutuhkan energy listrik seperlunya. Bisa dilakukan dengan tidak mencolokkan USB, Speaker aktif, radio tape di tempat kerja yang kurang berguna. Yang pasti sedikit, demi sedikit aktivitas itu akan memakan energy listrik disaat tidak digunakan tetapi masih tertancap di jaringan listrik.
Selama layar laptop atau komputer bisa sedikit diredupkan kenapa tidak? Lumayan lho bisa menghemat listrik juga, asal mata kita cukup nyaman dan tidak terganggu juga.
Mematikan lampu di kantor disaat tidak digunakan. Mungkin ruangan kita dahulu di design dengan konsep terang dan banyak lampu, coba buat simulasi mati dan nyalakan lampu yang ada, mungkin ada salah satu lampu yang bisa dimatikan tanpa harus mematikan semua, jadi kita masih bisa terus bekerja dengan nyaman. Dan lampu ini bisa kita matikan disaat kita keluar makan siang, atau istirahat.
Matikan AC jika memang tidak terlalu penting dan digunakan, mungkin di ruangan kita ada bagian AC sentral yang bisa dimatikan. Wow, kalo memang kita bisa menghemat salah satu bagian penggunaan pendingin ruangan, bisa menghemat reservasi alam juga tentunya.

Dan juga peran manajemen disini juga sangat diperlukan.
Salah satunya adalah pihak dari maintenance perusahaan bisa mengganti bola lampu dan penerangan dengan menggunakan produk yang hemat energy listrik, alias hanya mengkonsumsi listrik lebih sedikit dengan kualitas penerangan yang tak kalah dengan yang konsumsi listriknya tinggi.
Manajemen juga bisa membantu mendesign ruangan yang eco green, alias ekomonis dan ramah lingkungan. Mungkin design dengan banyak jendela kaca, menempatkan beberapa tanaman yang ramah lingkungan di ruangan akan membuat hemat penggunaan listrik dan membuat semakin asri lingkungan kantor. Yang tentu saja semua ini diusahan tidak mengganggu pekerjaan karyawannya.
Berdasarkan salah satu penelitian, penggunaan laptop jauh lebih hemat daripada PC, salah satunya berdasarkan penelitian ini penggunaan PC memakan energy listrik 5x dari menggunaan laptop atau notebook. Jadi ini menjadi salah satu pertimbangan manajemen tentunya.

Secara periodik puk manajemen harus melakukan evaluasi dan inspeksi terhadap penggunaan listrik di setaip bagian.
Hal ini semata-mata dilakukan sebagai wujud kepedulian kita terhadap konsumsi energy listrik dan yang lebih penting untuk perawatannya. Yang jelas kalau kita bisa merawat apapun alat yang menggunakan energy listrik dengan baik, selain bisa menghemat dan mengontrol penggunaan energy listrik hal ini juga mengantisipasi agar tidak sampai tejadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam kaitannya dengan kefatalan gangguan yang disebabkan oleh jaringan listrik.

Manajemen pun melalui managernya mungkin bisa membantu karyawan-karyawan lain untuk bekerja secara efektif dan efisien. Dengan begitu diharapkan di bagian tertentu dan bila memungkinkan tidak adanya overtime di kantor. Sehingga konsumsi listrik pun bisa dihemat pemaikainnya.

Mungkin selama ini separuh waktu kita berada di kantor, sebuah kebiasaan kecil ini mungkin hanya sedikit menghemat energy listrik per orang. Tetapi coba bayangkan jika sebuah perusahaan memmpunyai ribuan karyawan. Kita bisa menghemat energy listrik berapa banyak? Dan berapa rupiah yang bisa kita hemat?
Ini bukan hanya untuk anda atau perusahaan. Tetapi jauh lebih penting ini buat lingkungan, dan juga sebagai wujud kepedulian kita terhadap orang lain yang mungkin masih membutuhkan konsumsi listrik.

Saya yakin, kebiasaan positif ini bisa dibawa ke tempat tinggal kita selebihnya. Bagaimana kita bisa menghemat konsumsi listrik di rumah, melakukan evaluasi dan perawatan beberapa alat-alat listrik yang kita pakai.
Atau dengan mudah kita bisa mendesign rumah dengan konsep eco green? Kenapa tidak?
Dan anggaran listrik kita sendiri pun bisa kita hemat bukan?

So simple bukan?

Semangat Go Green dengan 3R (Reduce, Reuse dan Recyle)

Go Green saat ini masih menjadi bahasan utama dan sorotan negera-negara di dunia serta disemboyankan dengan begitu meluas dimana-mana.
Ya dunia sedang terancam, bukan masalah kriminal atau kekerara. Tetapi lebih kepada kelestarian alamiahnya dunia.
Semua yang ada di dunia ini terbatas. Dan seperti yang kita lihat disini, dunia sudah mulai menggeliat. Pemanasan global salah satu isu penting yang terjadi saat ini.

Apa itu?
Tak usahlah diceritakan dan dibahas lebih detail lagi, kita lihat saja sehari-hari disekitar kita.
Mulai dari sampah menggunung dimana-mana. Anda tahu berapa tahun sampah anorganik akan bisa terurai? Penggunaan air bersih, polusi dimana-mana. Huff..

Kurangi sampah sekarang!
Bagaimana?
Reduce, semua bisa dikurangi. Kurangi pemakaian plastik. Usahakan kalau di supermarket atau toko jika kita membeli sesuatu dan barang tersebut masih bisa dimasukkan ke tas bawaan kita, tak usah lah meminta pembungkus kantong plastik dari kasir. Jadi jangan ragu dan jangan malu untuk mengurangi penggunaan plastik sebagai sebuah sarana atau alat pembungkus sehari-hari kita.
Dan untuk yang lain, bisa juga konsep paperless untuk mengurangi sampah kertas. Sistematika konsep bisnis yang sudah terkomputerisasi diharapkan memang bisa meminimalisasi penggunaan kertas.
Reuse, salah satunya di kantor yang cukup simpel adalah menggunakan kertas bekas yang masih bisa digunakan di sisi sebaliknya. Selama data di sebaliknya tidak terlalu ”rahasia” dan masih bisa digunakan kenapa tidak? Atau sebagai buku catatan untuk menulis hal-hal yang simpel. Tindakan simpel yang lain salah satunya mengurangi konsumsi kertas tissue disaat kita di toilet manapun itu.
Recycle, jangan malu untuk berkreasi dengan memakai barang daur ulang sampah. Mungkin di tempat sampah sekitar kita ada kaleng, atau botol. Bisa kita gunakan untuk wadah, pot atau vas bunga. Berguna bukan?
Dan juga tindakan yang cukup mudah adalah, membagi sampah kita dari yang tidak bisa diluar ulang dan bisa didaur ulang. Apalagi sekarang banyak tong atau tempat sampah yang membagi berdasarkan kelompok tersebut. Diharapkan pihak pengelola sampah bisa memproses ulang menjadi produk yang berguna. Entah tas, buku atau hiasan dari sampah daur ulang. Kreativitas akan diperlukan disini, bagaimana dengan tekun dan kreatif kita dituntut untuk memanfaatkan dan mendesign semenarik mungkin pemanfaatan sampah tersebut.

Hemat air dan hemat listrik, sekarang!
Ini adalah salah satu kebutuhan vital setiap orang dan keluarga dimana pun dia berada.
Pergunakan air seperlunya. Matikan kran dan cek disaat tidak diperlukan. Design kamar mandi dengan menggunakan shower daripada bak mandi. Dan untuk membersihkan kendaraan pakailah selang shower, daripada disiram dengan bak atau gayung. Dengan cara seperti ini akan menghemat penggunaan air.
Buatlah saluran air yang bagus agar aliran air kotor di rumah kita bisa mengalir dengan lancar sehingga tidak mengganggu lingkungan di sekitar kita.
Hemat listrik, ini juga tak kalah penting. Dengan kondisi negara kita yang masih defisit untuk supply listrik, setidaknya tindakan bijak adalah penghemat penggunaan listrik.
Tindakan mudah dan semua orang tahu adalah mematikan lampu dan mengurangi konsumsi listrik di saat siang hari.
Selama di kantor, hindari penggunaan tambahan alat konsumi listrik yang berlebihan dan tidak terkontrol.
Pengaturan jadwal pekerjaan yang bagus dan terenana setiap hari setidaknya akan membantu pekerjaan kita lebih terjadwal, efeknya kita bisa pulang tepat waktu tanpa harus lembur di kantor, jadi penggunaan listrikpun bisa dihemat.
Konsep ini akan lebih terkonsep dengan baik apalagi rumah atau ruangan kita di design dengan jendela atau ventilasi yang cukup, dengan begitu cahaya matahari akan dengan mudah memasuki ruangan dan tidak perlu menggunakan lampu bukan? Lebih sehat pastinya. Lebih hemat? Jelas itu, hemat biaya tagihan listrik tentunya.
Segera analisa alat-alat yang menggunakan konsumsi listrik, awasi penggunaannya juga. Selain untuk pengamanan hal ini juga untuk perawatan dan kontroling penggunaan listrik.
Sudah tahu kan bahaya jika terjadi konsleting listrik?
Segera ganti alat dan lampu yang hemat energy dengan begitu konsumsi penggunaan listrikpun bisa ditekan.

Kurangi polusi udara, sekarang!
Apalagi di Jakarta, kondisi udara berpolusi sudah menjadi hal yang mudah kita temui.
Secara umum ini disebabkan oleh kemacetan di jalan. Baik karena volume kendaraan yang berlebihan, sarana jalan raya yang kurang memadai atau malah ada kendaraan yang tidak disiplin berlalu lintas sehingga menimbulkan kemacetan.
Memang banyak sekali penyebabnya.
Tapi setidaknya kita bisa ambil beberapa solusi pribadi untuk diri kita sendiri.
Bagi yang mempunyai kendaraan roda empat, apakah sudah lolos uji emisi? Segeralah diuji, dengan begitu bisa mengurangi dampak negatif dari polusi udara juga.
Selebihnya, kita bisa menggunakan sarana transportasi umum, baik bus, kereta atau yang lainnya.
Solusi berikutnya adalah berangkat ke kantor dengan grup teman atau tetangga. Siapa tahu kita mempunyai tetangga di dekat rumah kita yang kantornya dekat. Jadi kita bisa bergabung atau gantian bawa kendaraan. Selain mungkin bisa melewati jalur 3 in 1 di saat jam sibuk, penghematan bahan bakar, uang dan tenaga bisa dilakukan bukan.
Bike to Work atau naik sepeda ke kantor. Bila memungknkan kenapa tidak? Malah kita akan tambah sehat bukan? Tentunya perlu persiapan juga disini, selain menyiapkan sepedanya itu sendiri, kita pun harus bisa menguasai medan jalanan yang memang mungkin agak sedikit padat.
Dan yang tak kalah penting, kita bisa mengatur jadwal dan rute jalur perjalanan kita dari dan ke tempat tujuan.
Mungkin kita bisa berangkat lebih pagi atau pulang lebih lambat untuk menghindari kemacetan, atau mengubah rute perjalanan mungkin saja ada jalur alternatif. So silakan buka peta untuk mendapatkan jalur alternatif tersebut.

Dan, untuk menghijaukan serta membuat udara lebih nyaman tidak ada salahnya kita menanam tanaman di sekitar kita.
Bisa ditanam di tanah, di pot, di halaman atau berkreasi dengan yang lain.
Banyak sekali referensi taman yang mungil dan asri saat ini. Kalau memang adanya keterbatasan lahan, kenapa kan bisa dilakukan di dalam pot, dengan jenis tamanam yang disesuaikan dengan keadaan tempat dan ukuran, dan mungkin sesuai favorit kita.
Cobalah berkreasi. Dengan begitu udara akan lebih bersih karena seperti kita tahu tanaman-tanaman ini akan mensupply oksigen.

Ingat, bumi ini terdapat banyak keterbatasan, dan manusia semakin banyak serta kebutuhan akan energy semakin meningkat.
Jaga bumi ini untuk anak cucu kita, biar bisa menikmati isi bumi lewat adanya sebuah hirarki alam yang asri dan sesungguhnya.
Sebuah tindakan kecil kita dalam menyelamatkan bumi lewat semangat Go Green ini diharapkan bisa menciptakan keadaan yang lebih baik dan menjadi semangat yang luar biasa untuk berubah ke hal yang lebih baik.

Hemat listrik yuk di kantor.


 

Energi listrik saat ini masih menjadi sorotan pemerintah saat ini. Entah itu subsidi yang diturunkan atau jumlah supply yang memang masih kurang.

Dilema memang. Tapi ada baiknya kita bisa menerapkan konsep Go Green di kantor untuk menghemat energi listrik, dalam hal ini tentu saja menghemat penggunaan listrik selama dikantor.

 

Banyak aspek yang berperan disini, baik dari diri kita sendiri, sekitar dan juga manajemen tentunya.

 

Kita sendiri sudah tahu, jika konsumsi listrik di Jakarta pada khususnya masih menjadi sorotan, salah satunya masih terjadinya pemadaman bergilir. Tidak usah kita membahas lebih detail masalah kebutuhan ini, karena kita harapkan pemerintah lebih bisa mengatur konsumsi ini dan pemerataannya. Tapi inisiatif dari kita saja dulu untuk dimulai untuk penghematan.

 

Dan juga yang sudah kita tahu saat ini tarif listrik sudah mengalami kenaikan. So, pasti dan seharusnya benar slogan Hemat Energi Hemat Biaya. Benar telak pastinya.

Eits, jangan langsung berpikir kan ini di kantor, kantor yang bayar listriknya, cuek saja lah.

Ini adalah habit atau kebiasaan yang harus kita hindari. Walaupun kita di lingkungan kantor, tetapi ini berefek ke jangka panajang dan sekitar juga tentunya.

Tak pelak lagi, konsumsi biaya listrik juga menjadi salah satu pos pengeluaran yang besar di setiap kantor, kalau bisa dihemat kenapa tidak? Reduce cost, of course! J

Selain menjaga penghematan energi, menghemat biaya, kita pun juga bisa toleran terhadap pengguna lain yang mungkin sedang mengalami pemadaman bergilir.

 

Bagaimana caranya?

 

Tidak susah, cukup simpel sebenarnya. Dari hal-hal kecil di sekitar meja kita, area kerja kita saja dahulu.

Menggunakan konsumsi alat yang membutuhkan energy listrik seperlunya. Bisa dilakukan dengan tidak mencolokkan USB, Speaker aktif, radio tape di tempat kerja yang kurang berguna. Yang pasti sedikit, demi sedikit aktivitas itu akan memakan energy listrik disaat tidak digunakan tetapi masih tertancap di jaringan listrik.

Selama layar laptop atau komputer bisa sedikit diredupkan kenapa tidak? Lumayan lho bisa menghemat listrik juga, asal mata kita cukup nyaman dan tidak terganggu juga.

Mematikan lampu di kantor disaat tidak digunakan. Mungkin ruangan kita dahulu di design dengan konsep terang dan banyak lampu, coba buat simulasi  mati dan nyalakan lampu yang ada, mungkin ada salah satu lampu yang bisa dimatikan tanpa harus mematikan semua, jadi kita masih bisa terus bekerja dengan nyaman. Dan lampu ini bisa kita matikan disaat kita keluar makan siang, atau istirahat.

Matikan AC jika memang tidak terlalu penting dan digunakan, mungkin di ruangan kita ada bagian AC sentral yang bisa dimatikan. Wow, kalo memang kita bisa menghemat salah satu bagian penggunaan pendingin ruangan, bisa menghemat reservasi alam juga tentunya.

 

Dan juga peran manajemen disini juga sangat diperlukan.

Salah satunya adalah pihak dari maintenance perusahaan bisa mengganti bola lampu dan penerangan dengan menggunakan produk yang hemat energy listrik, alias hanya mengkonsumsi listrik lebih sedikit dengan kualitas penerangan yang tak kalah dengan yang konsumsi listriknya tinggi.

Manajemen juga bisa membantu mendesign ruangan yang eco green, alias ekomonis dan ramah lingkungan. Mungkin design dengan banyak jendela kaca, menempatkan beberapa tanaman yang ramah lingkungan di ruangan akan membuat hemat penggunaan listrik dan membuat semakin asri lingkungan kantor. Yang tentu saja semua ini diusahan tidak mengganggu pekerjaan karyawannya.

Berdasarkan salah satu penelitian, penggunaan laptop jauh lebih hemat daripada PC, salah satunya berdasarkan penelitian ini penggunaan PC memakan energy listrik 5x dari menggunaan laptop atau notebook. Jadi ini menjadi salah satu pertimbangan manajemen tentunya.

 

Secara periodik puk manajemen harus melakukan evaluasi dan inspeksi terhadap penggunaan listrik di setaip bagian.

Hal ini semata-mata dilakukan sebagai wujud kepedulian kita terhadap konsumsi energy listrik dan yang lebih penting untuk perawatannya. Yang jelas kalau kita bisa merawat apapun alat yang menggunakan energy listrik dengan baik, selain bisa menghemat dan mengontrol penggunaan energy listrik hal ini juga mengantisipasi agar tidak sampai tejadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam kaitannya dengan kefatalan gangguan yang disebabkan oleh jaringan listrik.

 

Manajemen pun melalui managernya mungkin bisa membantu karyawan-karyawan lain untuk bekerja secara efektif dan efisien. Dengan begitu diharapkan di bagian tertentu dan bila memungkinkan tidak adanya overtime di kantor. Sehingga konsumsi listrik pun bisa dihemat pemaikainnya.

 

Mungkin selama ini separuh waktu kita berada di kantor, sebuah kebiasaan kecil ini mungkin hanya sedikit menghemat energy listrik per orang. Tetapi coba bayangkan jika sebuah perusahaan memmpunyai ribuan karyawan. Kita bisa menghemat energy listrik berapa banyak? Dan berapa rupiah yang bisa kita hemat?

Ini bukan hanya untuk anda atau perusahaan. Tetapi jauh lebih penting ini buat lingkungan, dan juga sebagai wujud kepedulian kita terhadap orang lain yang mungkin masih membutuhkan konsumsi listrik.

 

Saya yakin, kebiasaan positif ini bisa dibawa ke tempat tinggal kita selebihnya. Bagaimana kita bisa menghemat konsumsi listrik di rumah, melakukan evaluasi dan perawatan beberapa alat-alat listrik yang kita pakai.

Atau dengan mudah kita bisa mendesign rumah dengan konsep eco green? Kenapa tidak?

Dan anggaran listrik kita sendiri pun bisa kita hemat bukan?

 

So simple bukan? 

Semangat “Go Green” dalam kehidupan kita sehari-hari

Bumi sudah mulai menua, butuh perawatan, energy di bumi terbatas jumlahnya butuh penghematan.
Pemanasan global dimana-mana, akibat dari penggunaan energi yang berlebihan tanpa dibarengi oleh tindakan penyelamatan konservasi alam.
Banjir, tanah longsor, cuaca yang tidak menentu lewat perubahan iklim yang ekstrem, macet, polusi, dll.. adalah sedikit kisah dari derita penghuni bumi akhir-akhir ini. Ya itu biasa sudah kita alami bukan?
Tapi kita, dan dimulai oleh kita di sekitar kehidupan masing-masing, tidak ada salahnya bertindak sederhana, ya cukup dan sangat sederhana untuk mengajak diri sendiri dan orang di sekitar kita untuk menyelamatkan bumi, menjaga konservasi alam ini, dan tentu saja menghemat energy bumi. Di dalam semuanya ini, diharapkan semangat Go Green bisa menyatu di diri kita dan tingkah laku serta kebiasaan kita.
Pilih-pilih hal yang berguna dengan adanya transformasi budaya saat ini , juahkan dari budara konsumerisme, juga salah satu yang bisa kita lakukan untuk menjaga kebiasaan baik kita ini.

Coba deh beberapa cara murah di bawah ini, mungkin ada yang cocok dan bisa kita lakukan dengan murah dan tanpa beban di keseharian kita.


1. Menghemat energi untuk menghemat uang.
# Mengatur pemanas ruangan beberapa derajat lebih rendah di musim dingin dan beberapa derajat lebih tinggi di musim panas untuk menghemat biaya pemanasan dan pendinginan dan sebaliknya untuk pendingin ruangan yang kita pakai juga.
# Pakai bola lampu neon yang hemat energy daripada lampu bola pijar yang lebih boros energy.
# Cabut peralatan saat saat tidak menggunakannya. Pastikan dan rajin cek and ricek.
# Cuci pakaian dalam air dingin jika memungkinkan. Sebanyak 85 persen dari energi yang digunakan untuk mesin-cuci pakaian pergi ke pemanas air.
# Gunakan rak pengeringan atau jemuran untuk mengeringkan pakaian daripada menggunakan mesin untuk mengeringkan.

2. Hemat air untuk menghemat uang.
# Ambil pancuran lebih pendek untuk mengurangi penggunaan air. Ini akan menurunkan air dan tagihan pemanas juga jika kita memakai pemanas air.
# Pasang pancuran aliran rendah.
# Pastikan memiliki aerator keran pada setiap keran. Peralatan ini menghemat energy panas dan air, sekaligus menjaga tekanan air yang tinggi.
# Pilih tanaman-tanaman hiasan di rumah yang bisa tahan panas, alias tidak memerlukan banyak air untuk disiram.

3. Kurangi gas = lebih banyak uang (dan kesehatan yang lebih baik!).
# Berjalan atau bersepeda untuk bekerja. Ini menghemat biaya bahan bakar dan parker. Serta juga meningkatkan kesehatan jantung kita dan mengurangi risiko obesitas.
# Pertimbangkan posisi akomodasi dan sisi lokasi jika kita tinggal jauh dari pekerjaan kita. Memungkinkan kah kita bisa bergerak lebih dekat. Bahkan jika ini berarti membayar sewa lebih, bisa menghemat uang dalam jangka panjang.
# Lobby pemerintah setempat, mulai dari RT, RW, Kelurahan dan Kecamatan untuk meningkatkan pembangunan trotoar dan jalur sepeda. Dengan biaya sedikit, perbaikan ini mungkin dapat mengeluarkan biaya yang besar tapi dapat memperbaiki kesehatan kita dan mengurangi kepadatan lalu lintas.
#Buat taman di rumah, taman di lingkungan RT dan kompleks kita masing-masing. Ajak mereka dan lebih banyak penghuni untuk bergabung. Cukup nyaman bukan untuk dibuat refreshing dari dari minggu.

4. Makanlah dengan pintar!
# Jika anda makan daging, tambahkan satu kali makan tanpa daging dalam seminggu. Harga daging akan sangat terlihat lebih mahal jika kita juga mempertimbangkan biaya lingkungan dan kesehatan yang terkait.
# Beli produk lokal, lebih tepatnya beli sayuran, buah dan daging dari petani dan perternak lokal. Pembelian dari petani setempat dapat meningkatkan juga taraf perekonomian lokal. Apa yang dihemat jika kita menggunakan produk lokal dibanding import? Kita sudah tahu bukan?
# Apapun diet kita, berdietlah secara wajar. Apalagi untuk mengkonsumsi makanan dalam kemasan, pertimbangkan limbahnya.
# Analisa menu makanan kita sehari-hari, selain menghemat uang, konservasi alam dari kemasan, juga untuk kesehatan kita.

5. Air dalam kemasan? Pikir lagi.
# Gunakan air filter untuk memurnikan air keran daripada membeli air kemasan. Tidak hanya air kemasan mahal, tapi menghasilkan sejumlah besar limbah wadah.
# Bawalah botol air dapat digunakan kembali, sebaiknya aluminium bukan plastik, saat kita bepergian atau di tempat kerja.
# Kalaupun terpaksa minum air dalam kemasan, buanglah sampah kemasan tersebut di tempat sampah daur ulang.

6. Berpikirlah sebelum membeli.
# Go online bisa lewat ebay atau datanglah ke pasar untuk menemukan baru dan trendy yang menggunakan produk bekas. Apakah kita baru saja pindah atau mencari untuk mendekorasi ulang, pertimbangkan untuk mengikuti trend terkini yang mahal dan belum tentu ramah lingkungan
# Check out garage sale, toko barang bekas, dan toko-toko unik dan antik untuk pakaian dan barang-barang sehari-hari lainnya.
# Ketika melakukan pembelian, pastikan kita tahu apa yang "Good Stuff" dan apa yang tidak.
# Mempertimbangkan lebih lanjut tentang apa yang terjadi saat kita membeli sesuatu. pembelian tadi memiliki dampak nyata, untuk lebih baik atau lebih buruk.

7. Pinjam daripada membeli.
# Pinjam dari perpustakaan daripada membeli buku pribadi dan film (DVD, VCD). Ini menghemat uang, belum lagi tinta dan kertas yang masuk ke dalam percetakan untuk mencetak buku-buku baru.
# Berbagi alat-alat listrik dan peralatan lainnya. Kenalilah tetangga kita saat sehingga mungkin kita bisa meminjam beberapa peralatan yang besar dan mahal.

8. Beli lah dengan lebih cerdas
# Membeli dalam jumlah besar. Pembelian makanan dari tempat grosir dapat menghemat uang dan kemasan. Dengan jumlah yang sesuai juga tentunya.
# Memakai pakaian yang tidak perlu di dry-clean di laundry. Hal ini menghemat uang dan penggunaan bahan kimia beracun.
# Investasi untuk barang yang berkualitas tinggi untuk produk tahan lama. Kita mungkin membayar lebih sekarang, tapi kita akan bahagia saat kita tidak perlu mengganti item sebagai sering (dan ini berarti limbah kurang!).

9. Jauhkan elektronik dari tempat sampah!
# Jaga selalu HP, komputer, dan elektronik lainnya selama mungkin.
# Donasi kan barang elektronik tersebut kalau kita ingin mengganti.. E-limbah mengandung merkuri dan racun lainnya dan merupakan masalah lingkungan yang berkembang.
# Mendaur ulang ponsel kita, biasanya produsen HP secara berkala membuat promo program daur ulang lho? Update saja beritanya.
# Mencari informasi dimana bisa mendaur ulang barang elektronik, sehingga semua limbah elektronik tersebut aman.

10. Buatlah persediaan pembersihan sendiri.
# Rahasia besar : kita dapat membuat dengan lebih efektif, produk pembersih tidak beracun kapanpun saat membutuhkannya. Yang kita butuhkan adalah bahan sederhana seperti baking soda, cuka, lemon, dan sabun.
# Dengan memakai pembersih sendiri ini, itu artinya menghemat uang, waktu, dan kemasan-belum lagi kualitas udara dalam ruangan kita.


Semoga kita lebih bahagia dengan hidup yang lebih sehat.

Semangat Go Green dengan 3R (Reduce, Reuse dan Recyle)


Go Green saat ini masih menjadi bahasan utama dan sorotan negera-negara di dunia serta disemboyankan dengan begitu meluas dimana-mana.

Ya dunia sedang terancam, bukan masalah kriminal atau kekerara. Tetapi lebih kepada kelestarian alamiahnya dunia.

Semua yang ada di dunia ini terbatas. Dan seperti yang kita lihat disini, dunia sudah mulai menggeliat. Pemanasan global salah satu isu penting yang terjadi saat ini.

 

Apa itu?

Tak usahlah diceritakan dan dibahas lebih detail lagi, kita lihat saja sehari-hari disekitar kita.

Mulai dari sampah menggunung dimana-mana. Anda tahu berapa tahun sampah anorganik akan bisa terurai? Penggunaan air bersih, polusi dimana-mana. Huff..

 

Kurangi sampah sekarang!

Bagaimana?

Reduce, semua bisa dikurangi. Kurangi pemakaian plastik. Usahakan kalau di supermarket atau toko jika kita membeli sesuatu dan barang tersebut masih bisa dimasukkan ke tas bawaan kita, tak usah lah meminta pembungkus kantong plastik dari kasir. Jadi jangan ragu dan jangan malu untuk mengurangi penggunaan plastik sebagai sebuah sarana atau alat pembungkus sehari-hari kita.

Dan untuk yang lain, bisa juga konsep paperless untuk mengurangi sampah kertas. Sistematika konsep bisnis yang sudah terkomputerisasi diharapkan memang bisa meminimalisasi penggunaan kertas.

Reuse, salah satunya di kantor yang cukup simpel adalah menggunakan kertas bekas yang masih bisa digunakan di sisi sebaliknya. Selama data di sebaliknya tidak terlalu ”rahasia” dan masih bisa digunakan kenapa tidak? Atau sebagai buku catatan untuk menulis hal-hal yang simpel. Tindakan simpel yang lain salah satunya mengurangi konsumsi kertas tissue disaat kita di toilet manapun itu.

Recycle, jangan malu untuk berkreasi dengan memakai barang daur ulang sampah. Mungkin di tempat sampah sekitar kita ada kaleng, atau botol. Bisa kita gunakan untuk wadah, pot atau vas bunga. Berguna bukan?

Dan juga tindakan yang cukup mudah adalah, membagi sampah kita dari yang tidak bisa diluar ulang dan bisa didaur ulang. Apalagi sekarang banyak tong atau tempat sampah yang membagi berdasarkan kelompok tersebut. Diharapkan pihak pengelola sampah bisa memproses ulang menjadi produk yang berguna. Entah tas, buku atau hiasan dari sampah daur ulang. Kreativitas akan diperlukan disini, bagaimana dengan tekun dan kreatif kita dituntut untuk memanfaatkan dan mendesign semenarik mungkin pemanfaatan sampah tersebut.

 

Hemat air dan hemat listrik, sekarang!

Ini adalah salah satu kebutuhan vital setiap orang dan keluarga dimana pun dia berada.

Pergunakan air seperlunya. Matikan kran dan cek disaat tidak diperlukan. Design kamar mandi dengan menggunakan shower daripada bak mandi. Dan untuk membersihkan kendaraan pakailah selang shower, daripada disiram dengan bak atau gayung. Dengan cara seperti ini akan menghemat penggunaan air.

Buatlah saluran air yang bagus agar aliran air kotor di rumah kita bisa mengalir dengan lancar sehingga tidak mengganggu lingkungan di sekitar kita.

Hemat listrik, ini juga tak kalah penting. Dengan kondisi negara kita yang masih defisit untuk supply listrik, setidaknya tindakan bijak adalah penghemat penggunaan listrik.

Tindakan mudah dan semua orang tahu adalah mematikan lampu dan mengurangi konsumsi listrik di saat siang hari.

Selama di kantor, hindari penggunaan tambahan alat konsumi listrik yang berlebihan dan tidak terkontrol.

Pengaturan jadwal pekerjaan yang bagus dan terenana setiap hari setidaknya akan membantu pekerjaan kita lebih terjadwal, efeknya kita bisa pulang tepat waktu tanpa harus lembur di kantor, jadi penggunaan listrikpun bisa dihemat.

Konsep ini akan lebih terkonsep dengan baik apalagi rumah atau ruangan kita di design dengan jendela atau ventilasi yang cukup, dengan begitu cahaya matahari akan dengan mudah memasuki ruangan dan tidak perlu menggunakan lampu bukan? Lebih sehat pastinya. Lebih hemat? Jelas itu, hemat biaya tagihan listrik tentunya.

Segera analisa alat-alat yang menggunakan konsumsi listrik, awasi penggunaannya juga. Selain untuk pengamanan hal ini juga untuk perawatan dan kontroling penggunaan listrik.

Sudah tahu kan bahaya jika terjadi konsleting listrik?

Segera ganti alat dan lampu yang hemat energy dengan begitu konsumsi penggunaan listrikpun bisa ditekan.

 

Kurangi polusi udara, sekarang!

Apalagi di Jakarta, kondisi udara berpolusi sudah menjadi hal yang mudah kita temui.

Secara umum ini disebabkan oleh kemacetan di jalan. Baik karena volume kendaraan yang berlebihan, sarana jalan raya yang kurang memadai atau malah ada kendaraan yang tidak disiplin berlalu lintas sehingga menimbulkan kemacetan.

Memang banyak sekali penyebabnya.

Tapi setidaknya kita bisa ambil beberapa solusi pribadi untuk diri kita sendiri.

Bagi yang mempunyai kendaraan roda empat, apakah sudah lolos uji emisi? Segeralah diuji, dengan begitu bisa mengurangi dampak negatif dari polusi udara juga.

Selebihnya, kita bisa menggunakan sarana transportasi umum, baik bus, kereta atau yang lainnya.

Solusi berikutnya adalah berangkat ke kantor dengan grup teman atau tetangga. Siapa tahu kita mempunyai tetangga di dekat rumah kita yang kantornya dekat. Jadi kita bisa bergabung atau gantian bawa kendaraan. Selain mungkin bisa melewati jalur 3 in 1 di saat jam sibuk, penghematan bahan bakar, uang dan tenaga bisa dilakukan bukan.

Bike to Work atau naik sepeda ke kantor. Bila memungknkan kenapa tidak? Malah kita akan tambah sehat bukan? Tentunya perlu persiapan juga disini, selain menyiapkan sepedanya itu sendiri, kita pun harus bisa menguasai medan jalanan yang memang mungkin agak sedikit padat.

Dan yang tak kalah penting, kita bisa mengatur jadwal dan rute jalur perjalanan kita dari dan ke tempat tujuan.

Mungkin kita bisa berangkat lebih pagi atau pulang lebih lambat untuk menghindari kemacetan, atau mengubah rute perjalanan mungkin saja ada jalur alternatif. So silakan buka peta untuk mendapatkan jalur alternatif tersebut.

 

Dan, untuk menghijaukan serta membuat udara lebih nyaman tidak ada salahnya kita menanam tanaman di sekitar kita.

Bisa ditanam di tanah, di pot, di halaman atau berkreasi dengan yang lain.

Banyak sekali referensi taman yang mungil dan asri saat ini. Kalau memang adanya keterbatasan lahan, kenapa kan bisa dilakukan di dalam pot, dengan jenis tamanam yang disesuaikan dengan keadaan tempat dan ukuran, dan mungkin sesuai favorit kita.

Cobalah berkreasi. Dengan begitu udara akan lebih bersih karena seperti kita tahu tanaman-tanaman ini akan mensupply oksigen.

 

Ingat, bumi ini terdapat banyak keterbatasan, dan manusia semakin banyak serta kebutuhan akan energy semakin meningkat.

Jaga bumi ini untuk anak cucu kita, biar bisa menikmati isi bumi lewat adanya sebuah hirarki alam yang asri dan sesungguhnya.

Sebuah tindakan kecil kita dalam menyelamatkan bumi lewat semangat Go Green ini diharapkan bisa menciptakan keadaan yang lebih baik dan menjadi semangat yang luar biasa untuk berubah ke hal yang lebih baik. 


10 cara simpel untuk ber "Go Green"

 

Semangat “Go Green” dalam kehidupan kita sehari-hari

 

Bumi sudah mulai menua, butuh perawatan, energy di bumi terbatas jumlahnya butuh penghematan.

Pemanasan global dimana-mana, akibat dari penggunaan energi yang berlebihan tanpa dibarengi oleh tindakan penyelamatan konservasi alam.

Banjir, tanah longsor, cuaca yang tidak menentu lewat perubahan iklim yang ekstrem, macet, polusi, dll.. adalah sedikit kisah dari derita penghuni bumi akhir-akhir ini. Ya itu biasa sudah kita alami bukan?

Tapi kita, dan dimulai oleh kita di sekitar kehidupan masing-masing, tidak ada salahnya bertindak sederhana, ya cukup dan sangat sederhana untuk mengajak diri sendiri dan orang di sekitar kita untuk menyelamatkan bumi, menjaga konservasi alam ini, dan tentu saja menghemat energy bumi. Di dalam semuanya ini, diharapkan semangat Go Green bisa menyatu di diri kita dan tingkah laku serta kebiasaan kita.

Pilih-pilih hal yang berguna dengan adanya transformasi budaya saat ini , juahkan dari budara konsumerisme, juga salah satu yang bisa kita lakukan untuk menjaga kebiasaan baik kita ini.

 

Coba deh beberapa cara murah di bawah ini, mungkin ada yang cocok dan bisa kita lakukan dengan murah dan tanpa beban di keseharian kita.

 

 

1.Menghemat energi untuk menghemat uang.

# Mengatur pemanas ruangan beberapa derajat lebih rendah di musim dingin dan beberapa derajat lebih tinggi di musim panas untuk menghemat biaya pemanasan dan pendinginan dan sebaliknya untuk pendingin ruangan yang kita pakai juga.

# Pakai bola lampu neon yang hemat energy daripada lampu bola pijar yang lebih boros energy.

# Cabut peralatan saat saat tidak menggunakannya. Pastikan dan rajin cek and ricek.

# Cuci pakaian dalam air dingin jika memungkinkan. Sebanyak 85 persen dari energi yang digunakan untuk mesin-cuci pakaian pergi ke pemanas air.

# Gunakan rak pengeringan atau jemuran untuk mengeringkan pakaian daripada menggunakan mesin untuk mengeringkan.

 

2. Hemat air untuk menghemat uang.

 # Ambil pancuran lebih pendek untuk mengurangi penggunaan air. Ini akan menurunkan air dan tagihan pemanas juga jika kita memakai pemanas air.

# Pasang pancuran aliran rendah.
# Pastikan memiliki aerator keran pada setiap keran. Peralatan ini menghemat energy panas dan air, sekaligus menjaga tekanan air yang tinggi.
# Pilih tanaman-tanaman hiasan di rumah yang bisa tahan panas, alias tidak memerlukan banyak air untuk disiram.


3. Kurangi gas = lebih banyak uang (dan kesehatan yang lebih baik!).

# Berjalan atau bersepeda untuk bekerja. Ini menghemat biaya bahan bakar dan parker. Serta juga meningkatkan kesehatan jantung kita dan mengurangi risiko obesitas.
# Pertimbangkan posisi akomodasi dan sisi lokasi  jika kita tinggal jauh dari pekerjaan kita. Memungkinkan kah
kita bisa bergerak lebih dekat. Bahkan jika ini berarti membayar sewa lebih, bisa menghemat uang dalam jangka panjang.
# Lobby pemerintah setempat, mulai dari RT, RW, Kelurahan dan Kecamatan  untuk meningkatkan pembangunan trotoar dan jalur sepeda. Dengan biaya sedikit, perbaikan ini mungkin dapat mengeluarkan biaya yang besar tapi dapat memperbaiki kesehatan kita dan mengurangi kepadatan lalu lintas.

#Buat taman di rumah, taman di lingkungan RT dan kompleks kita masing-masing. Ajak mereka dan lebih banyak penghuni untuk bergabung. Cukup nyaman bukan untuk dibuat refreshing dari dari minggu.

 

4. Makanlah dengan pintar!

# Jika anda makan daging, tambahkan satu kali makan tanpa daging dalam seminggu. Harga daging akan sangat terlihat lebih mahal jika kita juga mempertimbangkan biaya lingkungan dan kesehatan yang terkait.
# Beli produk lokal, lebih tepatnya beli sayuran, buah dan daging dari petani dan perternak lokal. Pembelian dari petani setempat dapat meningkatkan juga taraf perekonomian lokal. Apa yang dihemat jika kita menggunakan produk lokal dibanding import? Kita sudah tahu bukan?
# Apapun diet kita, berdietlah secara wajar. Apalagi untuk mengkonsumsi makanan dalam kemasan, pertimbangkan limbahnya.

# Analisa menu makanan kita sehari-hari, selain menghemat uang, konservasi alam dari kemasan, juga untuk kesehatan kita.

 

5. Air dalam kemasan? Pikir lagi.

# Gunakan air filter untuk memurnikan air keran daripada membeli air kemasan. Tidak hanya air kemasan mahal, tapi menghasilkan sejumlah besar limbah wadah.
# Bawalah botol air dapat digunakan kembali, sebaiknya aluminium bukan plastik, saat kita  bepergian atau di tempat kerja.
# Kalaupun terpaksa minum air dalam kemasan, buanglah sampah kemasan tersebut di tempat sampah daur ulang.

 

6. Berpikirlah sebelum membeli.

# Go online bisa lewat ebay atau datanglah ke pasar untuk menemukan baru dan trendy yang  menggunakan produk bekas. Apakah kita baru saja pindah atau mencari untuk mendekorasi ulang, pertimbangkan untuk mengikuti trend terkini yang mahal dan belum tentu ramah lingkungan
# Check out garage sale, toko barang bekas, dan toko-toko unik dan antik untuk pakaian dan barang-barang sehari-hari lainnya.
# Ketika melakukan pembelian, pastikan kita tahu apa yang "Good Stuff" dan apa yang tidak.
# Mempertimbangkan lebih lanjut tentang apa yang terjadi saat kita membeli sesuatu. pembelian tadi memiliki dampak nyata, untuk lebih baik atau lebih buruk.

 

7. Pinjam daripada membeli.

# Pinjam dari perpustakaan daripada membeli buku pribadi dan film (DVD, VCD). Ini menghemat uang, belum lagi tinta dan kertas yang masuk ke dalam percetakan untuk mencetak buku-buku baru.
# Berbagi alat-alat listrik dan peralatan lainnya. Kenalilah tetangga kita saat sehingga mungkin kita bisa meminjam beberapa peralatan yang besar dan mahal.

 

8. Beli lah dengan lebih cerdas

# Membeli dalam jumlah besar. Pembelian makanan dari tempat grosir dapat menghemat uang dan kemasan. Dengan jumlah yang sesuai juga tentunya.
# Memakai pakaian yang tidak perlu di dry-clean di laundry.
Hal ini menghemat uang dan  penggunaan bahan kimia beracun.
# Investasi untuk barang yang berkualitas tinggi untuk produk tahan lama. Kita mungkin membayar lebih sekarang, tapi kita akan bahagia saat kita tidak perlu mengganti item sebagai sering (dan ini berarti limbah kurang!).

 

9. Jauhkan elektronik dari tempat sampah!

# Jaga selalu HP, komputer, dan elektronik lainnya selama mungkin.
# Donasi kan barang elektronik tersebut kalau kita ingin mengganti.. E-limbah mengandung merkuri dan racun lainnya dan merupakan masalah lingkungan yang berkembang.
# Mendaur ulang ponsel kita, biasanya produsen HP secara berkala membuat promo program daur ulang lho? Update saja beritanya.
# Mencari informasi dimana bisa mendaur ulang barang elektronik, sehingga semua limbah elektronik tersebut aman.

 

10. Buatlah persediaan pembersihan sendiri.

# Rahasia besar : kita dapat membuat dengan lebih  efektif, produk pembersih tidak beracun kapanpun saat membutuhkannya. Yang kita butuhkan adalah bahan sederhana seperti baking soda, cuka, lemon, dan sabun.
# Dengan memakai pembersih sendiri ini, itu artinya menghemat uang, waktu, dan kemasan-belum lagi kualitas udara dalam ruangan kita.

 

 

Semoga kita lebih bahagia dengan hidup yang lebih sehat.