Rabu, 27 Februari 2013

Jalan-Jalan anti Galau ke Krabi, Thailand


Krabi, sebuah kota kecil di Thailand bagian selatan kali ini menjadi tujuan destinasi aku jalan-jalan.

Rencana ke Krabi ini sebenarnya antara siap dan gak siap.
Awalnya aku hanya mempunyai tiket pulang pergi (PP) JakartaKuala Lumpur tgl. 23-25 Febuari 2013 yang sudah aku beli beberapa bulan sebelumnya dengan harga tiket PP itu sebesar Rp. 270,000.

Karena (mungkin) sudah merasa bosan dengan Kuala Lumpur, dan memang dari awal juga punya rencana membeli tiket terusan dari Kuala Lumpur.
Maka menjelang tanggal keberangkatan, aku kasak-kusuk mencari sekian cara untuk mendapatkan tiket terusan tersebut, dan menentukan mau ke kota mana selanjutnya.

Proses mencari sponsor tiket agak menguras tenaga setelah mencari schedule yang benar-benar cocok, akhirnya terpilihlah tujuannya adalah kota Krabi di Thailand ini.
Walaupun sebenarnya sudah beberapa kali ke Phuket dan Bangkok, tapi ke Krabi aku belum pernah. Jarak Phuket dan Krabi sebenarnya tidak terlalu jauh juga. Tapi entah kenapa ada sebuah rasa penasaran mengunjungi Krabi yang terkenal dengan perbukitan yang bertebing-tebing.
So, terima kasih untuk AirAsia yang sudah menjadi sponsor perjalanan kali ini.

Dan disaat tiket sudah diterima, urusan penginapan sampai H -2 belum mendapatkan konfirmasi dari hotelnya.
Maklum pesan sponsor juga.
Akhirnya di hari H siang, beberapa jam sebelum sampai hotel baru mendapatkan jawaban e-mail untuk konfirmasi hotelnya.

Okay, kita mulai cerita perjalanan aku ke Krabi yang aku lakukan hari Sabtu 23 Februari dan hanya 3 hari 2 malam menghabiskan Krabi.

Jakarta, Sabtu 23 Februari 2013.

Sabtu pagi itu, Jakarta terlihat agak mendung. Waktu menunjukkan pukul 6.30 pagi. Cukup sejuk terasa, udara ini mengantarkanku menuju ke halte bus busway depan komplek menuju ke Gambir. Cukup dengan tiket bus Rp. 2,000 pagi itu membutuhkan waktu kurang dari 30 menit.
Sampai di Stasiun Gambir aku masih bisa menaiki bus damri yang bertolak jam 6 pagi menuju ke Bandara Soekarno Hatta.
Tiket bus damri ini sudah naik beberapa minggu yang lalu yang sekarang menjadi Rp. 25,000 apa mungkin karena ada tambahan fasilitas wifi itu ya.
Pagi itu masih cukup sepi jalanan di Jakarta dan juga di jalan tol menuju bandara. Jam 7 kurang saya sudah sampai di Terminal 3 Soekarno Hatta International Airport (SHIA).

Karena sebelumnya sudah web check-in dan sudah print boarding pass dan kebetulan hanya membawa 1 tas ransel saja, jadinya saya tinggal menaiki eskalator menuju ke Gate International.
Melirik isi dompet, masih tersisa sisa uang Ringgit Malaysia sebanyak 70MYR dan juga Rupiah tinggal 300ribu saja.
Mau tak mau biar aman aku ke ATM dulu mengambil uang sekitar Rp. 800,000.
Setelah melewati imigrasi, bayar airport tax Rp. 150,000 akhirnya sudah duduk manis di ruang tunggu boarding sambil melhat Metro TV yang kebetulan pagi itu lagi gencar-gencarnya berita Anas Urbaningrum ditetapkan sebagai tersangka. Hmm..*penting

Flight pagi itu saya menuju ke Kuala Lumpur dengan AK1381 schedule flight jam 08.30 pagi dan sampai di Kuala Lumpur jam 11.30 pagi.

Jam 8.05 waktunya boarding. Cukup ramai penumpang pagi ini rupanya, dan karena seat saya di 18D saya memilih akhir saja menaiki pesawat. Males antri yang terburu-buru.


Sekitar jam 8.40 pagi pesawat sudah terbang meninggalkan Jakarta. Dengan cuaca yang agak mendung, tetapi akhirnya setelah melewati sekian menit awan tebal bisa merasakan matahari pagi juga didalam pesawat.

Setelah itu di dalam pesawat disajikan menu sarapan Nasi Lemak Pak Nasser yang memang sudah saya pesan sebelumnya melalui website. Cukup enak, pengganjal perut lapar pagi itu.

Di sisa perjalanan aku sebenarnya ingin sekali memejamkan mata, mencoba tidur dan menutup kekurangan waktu tidur semalam. Karena semalam aku baru tidur jam 12 malam dan bangun jam 4.30 shubuh.
Tetapi nyatanya tidak bisa tidur. Karena dibelakangku ternyata ada sekian orang rombongan tour yang cukup berisik, ramai sekali saling bergurau yang menurut aku guyonan yang cukup garing dan seharusnya mereka bisa begurau macam itu diluar pesawat saja.

Jam 11.30 tepat pesawat mendapat di KLIA LCCT Kuala Lumpur. Hmm, tepat waktu rupanya.
Disaat pesawat masih berjalan menuju gate tempat pemberhentian parkir pesawat, terjadi kejadian yang menurut aku memalukan. Duh!
Seperti biasanya, setelah pesawat mendapat Flight Attendant pasti akan memberikan informasi yang salah satunya penumpang harus tetap duduk sampai pesawat benar-benar berhenti dan lampu tanda sabuk pengaman padam.
Dan ini pesawat masih berjalan cukup cepat terdapat 3 bapak-bapak berdiri, hanya untuk mengambil tas mereka dikabin penyimpanan. Dan mereka adalah orang Indonesia. Duh..!
Dari segi penampilan sih bapak-bapak itu cukup rapi, pastinya berpendidikan. Tapi entah kenapa berlaku seperti itu.

Setelah turun dari pesawat yang kebetulan parkir cukup jauh dari pintu kedatangan international di LCCT saya harus buru-buru keluar imigrasi, dengan harapan menghindari antrian panjang, karena saya harus mengejar flight lanjutan ke Krabi dengan schedule jam 13.30 waktu KUL alias punya waktu 2 jam setelah landing pesawat tadi.
Antrian imigrasi pagi itu menghabiskan waktu sekitar 15 menit.
Setelah itu aku buru-buru keluar airport dan mencari money changer disana.

Terpilihlah money changer CIMB yang aku pikir aku bisa menukar MYR plus IDR ku ke THB dengan rate yang bagus, kaena CIMB mempunyai jaringan di Indonesia, Malaysia dan juga Thailand.
Tapi, ternyata petugas money changer itu menyarankan aku menukarnya di Thailand. Akhirnya buat aku jaga-jaga aku menukar IDR ku ke MYR sebanyak Rp. 600,000 menjadi 170 MYR saja L takutnya di Krabi money changer tidak mau menerima Rupiah.

Setelah mengambil boarding pass dari web check-in, aku menuju gate T International untuk melanjutkan penerbangan ke Krabi dan harus masuk imigrasi kembali.

Kenapa harus melewati imigrasi kembali?
Karena tiket AirAsia dari Jakarta ke Krabi tidak bisa dengan layanan transit satu tiket atau di iastilah AirAsia adalah fly-thru. Jadinya tiket dianggap terpisah dan harus keluar-masuk imigrasi.

Jam tangan menunjukkan waktu jam 12.15. Disaat saya melewati pemeriksaan boarding pas di Gate T. petugas memberi tahu jika tujuan Krabi melalui Gate Y.

Gate baru pikirku. Rupanya gate Y ini lokasinya berseblahan dengan Gate P (domestic), dan sebenarnya gate ini adalah pecahan gate domestic dengan ruang tunggu boarding yang sangat kecil.
Dan saat akan masuk di Gate Y petugas memberi tahu baru bisa masuk jam 12.30. So harus menunggu sejenak.


Jam 12.30 masuk ke Gate Y dan melewati imigrasi yang sangat kecil dan ruang tunggu yang cukup kecil juga. Ingat, di Gate Y ini tidak terdapat toilet di dalam, jadi usahakan ke toilet dulu sebelum masuk imigrasi gate Y.
Di dalam gate Y yang terdapat 1 gate Y yaitu Y1 dan Y2 hanya terdapat 1 toko coklat saja.


Dan akhirnya jam 13.10 kita boarding. Yeah!
Jam 13.45 baru bisa take-off nih, karena KLIA siang itu cukup padat antrian take-offnya.



Siang ini aku pesan pre-book meal favorit aku di AirAsia yaitu Beefstew,.. yang pasti enak banget! Cobain deh ntar kalo naik AirAsia (AK).



Perjalanan di udara siang itu cukup lancar dan nyaman.
Tak terasa 1 jam 25 menit cepat berlalu dan bersiap landing di Krabi.


Landing siang itu mundur 10 menit dari schedule. Baiklah, yang penting selamat sampai tujuan.
Keluar dari pesawat disambut dengan bandara Krabi yang bersih dan sepi. Sepertinya siang itu hanya pesawat kita dari international yang landing.
Masuk ke imigrasi dan lancar. Karena kartu isian imigrasi sudah aku isi selama di pesawat.
Oiya, di meja imigrasi terdapat tumpukan simcard gratis loh, aku malah ambil 2 buah J tinggal diaktifkan dan diisi pulsa di 7/11 ntar


Kelar imigrasi, turun escalator dan masuklah di ruang kedatangan.
Sebelum keluar bandara aku sengaja mau nyari money changer. Yak, mo nuker Ringgit Malaysia-ku, karena aku benar-benar tidak ada stock uang Baht.


Ada 2 money changer. 1 tutup dan yang 1 buka tapi penjaganya ga ada.
Walah..

Akhirnya, mampir ke ATM, karena emergency pikirku dan mengambil 500 THB dan kena charge 150THB. Oalah..
Kelar narik di ATM, terpampang nyata. Kalau money changer yang tadi buka dan ga ada yang jaga rupanya sekarang ada yang jaga dan ada 2 orang antri. Duh!
Tahu gitu aku tadi sabar nungguin ya, biar ga kena charge 150 THB :P
Akhirnya aku tukar MYR ke THB.

Habis itu ke counter bus, dan bayar THB 150 untuk tiket ke Aonang.
Loket bus gampang kok, tulisannya gedhe banget setelah turun escalator.
Jika turun di Krabi Town cukup bayar THB 90.

Tiket bus sudah ditangan, dan melangkahkan kaki keluar airport. Di luar airport disambut mbak-mbak petugas bus dan didata mau turun di hotel mana nantinya.


Setelah itu menunggu sekitar 30 menit dan di jam 2 kurang dikit bus meninggalkan bandara menuju Aonang.

Mengantar dulu penumpang di Krabi Town, dan setelah itu menuju Aonang.

Jam 3 sore bus sudah sampai di kawasan Aonang, dan aku penumpang yang terakhir diantarkan ke hotel. Sampai hotel jam 3.15.

Begitu sampai hotel. Langsung kagum sama penginapan ini… amazing!
Aonang Cliff Vew Resot.


Rehat sebentar, sambil nyemil roti yang semalam aku beli di Setiabudi One sambil menikmati hawa segar dengan pemandangan asyik di teras kamar.




Setelah itu  pesan tour ke 4 Island  di resepsionis hotel dengan harga THB 400 yang besok dimulai jam 9 pagi sampai jam 3 sore. Sudah aku tawar harga tournya THB 300 dan THB 350 ga dikasih. Karena aku sempat baca review ada yang dapat


Jam 5 sore, dengan menggunakan free shuttle, menuju ke Aonang Beach. Ingin melihat senja disana. Dan mencicipi beberapa cemilan disana.

Ingin melihat senja disana. Dan mencicipi beberapa cemilan disana.

Setelah menyenja, mencoba berjalanan menyusuri pantai. Menemukan beberapa penjaja cemilan khas Thailand dengan bergerobak.

Dan rata-rata penjaja makanannya adalah berkerudung serta di terdapat tulisan halal.
Nice..
Sore itu nyemil spring roll dan juga udang goreng, sebanyak 4 buah, dengan harga THB 50. Plus minum jus nanas yang segar seharga THB 20.

Cukup mengganjal perut. Setelah itu jalan menyusuri jalanan Aonang sepanjang sekitar 3 km dan balik lagi.
Berderet restoran, toko souvernir, kafe, bar.

Yang aku rasakan. Krabi orang-orangnya lebih ramah dan sepi. Udaranya juga cukup sejuk, karena perbukitan banyak disana.

Lebih sepi disini jika aku bandingkan dengan Phuket. Di Phuket kita jalan saja, sudah penuh hiruk pikuk dan ditawarin macam2. Tapi kalo di Krabi lebih slowdown.
Tempat bar dan pub aku perhatiin agak tersembunyi tidak di jalan utama. Sehingga tidak terlalu Nampak di jalan utama pinggir pantai.
Mungkin karena di Krabi muslim masih mayoritas yak..

Menjelang malam, perutku minta disini. Setelah memilih yang sesuai budget. Terpilihkan Jamai Restaurant. Terlihat cukup bersih dan ramai dan yang pasti harga yang ditawarkan tidak terlalu mahal, serta penjualnya berkerudung dan terdapat tulisan halal.


Malam itu aku pesan makan malam Tomyam Kung dan juga Nasi dengan Beef dgn daun basil  dan telor goreng.


Makanan di restaurant ini ditawarkan dengan harga rata-rata antara THB 30 – 80 per porsi.
Sumpah perutku kenyang banget setelah makan ini.

Sampai jam 10 malam aku habiskan waktu di daerah Aonang. Dan kembali ke penginapan dengan berjalan kaki. Sengaja sambil olahraga menghabiskan makanan di perut J

24 Februari 2013

Esok paginya, udara agak mendung. Jam 8 pagi sudah nongkrong di restoran hotel untuk sarapan pagi.
Sarapan dengan menu nasi goreng, omelet, roti plus buah. Puas dan kenyang!

Jam 9 pagi dijemput buat tour dan berkumpul di pinggir pantai Aonang.
Jam 9.30 kita sudah naik perahu mengawai tour kali ini.


Ini beberapa foto selama tour tersebut.

















Pemandangan di laut ini memang asyik, bagus, sayang cuaca agak mendung, tampak sesekali matahari muncul tapi sembunyi lagi.

2 kali berhenti untuk spot snorkling. Tapi sayang sekali pemandangan bawah lautnya sangat biasa saja. Tidak menarik bagi aku.

Jam 1 siang kita makan siang di Tup Island. Berbekal menu yang sudah dibawa sama orang kapalnya dengan menu Nasi, cap cay, ayam goreng dan tumis ayam bawang.
Petugas tournya bilang makanan ini halal karena yang punya tour mereka orang muslim.




Jam 3 sore sudah kembal lagi ke Pantai Aonang dan diantarkan lagi ke  penginapan.
Setelah beberes dan bersih-bersih. Saatnya berenang di hotel.

Keren. Berenang dengan pemandangan bukit tebing. Dan setelah itu aku sauna bentar biar badan segar kembali.

Setelah maghrib, jam 7 malam jalan kaki menuju jalan utama, untuk mencari makan malam sekalian jalan melewati perkampungan di Aonang.

Teprlihkan Sareefa restaurant. Pesan Mie Goreng Udang plus Banan with cocont milk.
Sumpah enak mie gorengnya, ada taburan kacang cincang sangrai dan serbuk cabe.
Banana with coconut milknya juga milky banget, pisangnya manis. Yummy!


Ditutup dengan secangkir kopi panas.
Oiya, penjaga restoran ini cakep lho.. hahahah.. J *bonus*

Jam 10 malam jalan kembali ke penginapan, dan merogoh kocek uang logam.
Dapet 40 baht, aku belikan gorengan di pinggir jalan. Yaitu sate bakso goreng isi 4 pertusuk dengan harga 10 baht.
Buat bekal cemilan malam itu.. hihihihihi..

Jam 12 malam gerimis menderam dan rupanya bertahan sampai pagi.
Nyaman banget tidur di kamar dengan berlantaikan kayu dan berdinding kayu. Taman di sekita kamar, mendengar suara gerimis hujan di dedaunan.
Sayang sendirian.. :P

25 Februari 2013

Jam 9 pagi sarapan di restoran hotel. Sengaja sarapan bantak biar ga lapar siangnya J

Di restoran sempat ambil 2 potong muffin dan pisang. Buat bekal nyemil di kamar sambil menunggu siang J

Jam 11.30 siang check out dari kamar, karena siang itu jam 11.50 akan dijemput van menuju ke Bandara Krabi yang sehari sebelumnya sudah pesan di hotel dengan harga THB 150.

Pesawat siang itu adalah jam 14.35 dari Krabi menuju Kuala Lumpur.
Ternyata jempuran mini van baru datang jam 12.10. Dan aku orang terakhir yang dijemput.
Perjalanan ke Bandara Krabi ditempuh dalam waktu 45 menit.
Sampai di Bandara Krabi, di terminal 1.

Oiya di Krabi ada 2 terminal, untuk AirAsia ke Kuala Lumpur di Terminal 1.

Karena sudah web check-in dan tidak ada bagasi, tinggal menuju ke document check desk dan melewati imigrasi.

Terminal keberangkatan ini kecil, hanya terdapat beberapa toko souvenir kecil, kantor maskapai Bangkok Airways, dan Thai Airways yang besar.
1 food court dan 2 kafe.


Melewati imigrasi dan masuk ke ruang tunggu boarding.

Cukup bersih. Dan nyaman ruang tunggu ini, kursinya empuk, bikin nyaman duduk.

Cukup ramai siang itu, karena ada 1 pesawat yang notabene penumpangnya rata-rata orang Eropa, bisa menebak ini maskapai mana?


Jam 14.00 siang pesawat AirAsia dari Kuala Lumpur mendarat. So bentar lagi akan boarding.

Benar saja, waktunya boarding dan menuju ke Kuala Lumpur dan dilanjutkan ke Jakarta.


Bye Krabi.


Menu late lunch aku adalah Sky Rider Club Meal, sebenarnya ini makanan anak-anak sih.
Rame kan isinya..:)


Jam 16.50 tepat mendadat di Kuala Lumpur KLIA LCCT. Mendung, dan sepanjang perjalanan di pesawat juga mendung, tak tampak matahari sama sekali -_-

Cukup lama sore itu proses keluar pesawat dan psawat parkir cukup jauh juga dari Terminal Kedatangan International.
Aku harus berjalan cepat dan agak berlari menuju imigrasi.
Untungnya tidak terlalu antri sore itu.
Ya maklum sekali lagi karena ke Krabi tidak bisa dengan fasilitas fly-thru alhasil harus keluar masuk imigrasi.
Waktu keluar imigrasi sudah jam 17.30 dan pesawat selanjutnya adalah jam 18.50.

Setelah itu keluar, masuk lagi ke Keberangkatan International. Antrian imigrasi lancar tapi antrian security check poin sore itu cukup antri. Wuoh!
Butuh waktu 20 menit disini.

Kelar semuanya, masih ada waktu buat sholat dan nukar Baht ke Rupiah *rugi dah, aku masih ada sisa THB 1120*

Boarding jam 18.30 tepat! Yay, ontime!

Pesawat petang itu menuju Jakarta cukup sepi, hanya berisi sekitar 70% saja.
Disajikan menu makan malam Nasi Bhukara Chicken Briyani,.. enak!


Jam 8 malam landing Jakarta. Alhamdulilah… lancar kembali ke Jakarta lagi..
Kelar liburan dan kelar galaunya yak
Eaaaa...



So, ini beberapa informasi tambahan dari aku jika kalian ingin menuju Krabi.
  1. Ke Krabi bisa kok lewat darat, saran sih jika kalian ke Phuket, sempetin aja ke Krabi naik bus, tiket bus murah dan dekat juga.
  2. Ke Phi-phi Island bisa dari Phuket dan bisa dari Krabi.
  3. Jika naik pesawat via Kuala Lumpur dan naik AirAsia kalian harus keluar masuk imigrasi, maklum tujuan Krabi tidak bisa melalui fly-thru. Dari Kuala Lumpur ke Krabi dengan AirAsia 2x daily. Bisa juga dari Bangkok naik Airasia dengan flight 6x daily.
  4. Jika ingin naik maskapai full service ke Krabi ya bisa dengan Thai Airways tansit di Bangkok.
  5. Rekomen stay di Aonang Cliff View Resort, bisa liat webnya langsung dan pesan disana juga ini webnya. http://www.aonangcliffviewresort.com/ biar hemat dan kali aja ada promo cek aja di airasiago.com , agoda, atau asia rooms.
  6. Ikut tour 4 Island dengan Long Tail Boat, yaitu perahu kayu, tapi cukup nyaman kok kalau bisa dapetin harga THB 300 maksimal THB 400.
  7. Jika kalian naik pesawat dan lebih dari 4 orang. Better naik taksi. Taksi dari bandara ke Aonang adalah THB 600. Dan dari Aonang ke bandara Krabi adalah THB 500.
  8. Makanan halal di Krabi banyak sekali, jangan kuatir. Masjid juga cukup banyak.
  9. Krabi menurut aku sangat cocok buat bulan madu. Hahahaha.. J