Facebook Badge

Tampilkan postingan dengan label haduh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label haduh. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Juni 2012

Ini tertidur atau bermimpi..



Kadang aku tertidur seperti bermimpi

Memimpikan hal-hal yang kadang bisa membuatku tertidur

 

Ya, mungkin orang bilang disaat kita bermimpi, disitulah cita-cita sebenarnya ada.

Tapi itu bermimpi disaat kita tidak tertidur, bukan saat tertidur kita bermimpi

 

Aku suka bermimpi, apapun yang membuat angan ini menari-nari, berjalan melewati batas angan, serta menepi disaat aku sendiri

Tidak seperti hujan yang menangis menerus, tidak memelankan diri walau ada yang menjerit.

Tidak juga seperti mentari, menerikkan sinar, disaat kadang orang justru butuh mendinginkan pikiran

 

Mimpi ini mungkin sempurna, membenarkan jiwa kadang malah membuat kita seperti berada di nirwana.

Saat tertidur, buatkan bagian kisah mimpi, rangkaian dengan penuh kepastian, dan juga rasa ingin menyudahi saat ini berlebihan.

 

Kalau mimpi itu terlalu sempurna, bangunlah.. ingat dirimu sudah dimana.

Bahagiakan dirimu senyaman apa yang kamu impikan, namun jangan berusaha meninggikan langit dari apa yang sudah kamu pijak.

 

Berdoalah, semua itu bisa mewujudkan angan serta mimpi yang telah diangankan

Dan berusahalah bijak dari yang terjadi dan melewatkan dari kenyataan

 

Ini terbaik, ya terbaik,.. bukan tidak diluluskan dan dinyatakan, tapi ini adalah pengganti dari mimpi-mimpi yang tidak sempurna itu

 

Akupun berusaha memberikan mimpi yang seindah apa yang aku bayangkan, dan menerima apa tercipta kemudian, serta membagi kisah mimpi dan kenyataan itu sebagai bagian kasih untuk aku bagi...

Selasa, 20 Maret 2012

(Bag.1) Cerita menuju ke Nanggroe Aceh Darussalam

Trip ke Banda Aceh ini sudah sebenarnya antara siap dan gak siap. Eh.

Siap karena tiket sudah aku siapin sangat jauh-jauh hari bahkan berbulan-bulan, gak siapnya karena karena kesibukan baru menjelang beberapa hari sibuk kasak-kusuk cari informasi trnasportasi dan akomodasi. *sok sibuk

 

Awalnya sudah direncanakan mengunjungi Sabang, ya Pulau Weh di ujung barat Pulau Sumatera alias pulau di bagian paling barat Indonesia.

Tapi, sempat berpikir akan menghabiskan waktu di Banda Aceh saja, karena hopeless sudah malas menyeberang ke Pulau Weh.

Secara awalnya ada kawan mau bersama trip bareng, dan akhirnya gak jadi.

 

 

Tapi, mau gak mau emang trip ke Banda Aceh ini harus dijalankan, ya dilakukan walaupun sendiri dan dengan persiapan yang menurut aku kurang matang.

Bongkar file, cari info di internet mengenai interest place, penginapan, merancang anggaran dan juga transportasi dalam kota.

 

So, rencana 23-26 Maret 2012 harus terlaksana mengunjungi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Sangat tak sabar, juga akhirnya, karena ini kali pertama saya ke NAD.

Walaupun saya cukup sering ke Medan di Sumatera Utara untuk urusan kantor, alias sudah dekat sekali ke Banda Aceh, tapi baru kali ini saya benar-benar akan menginjakkan kaki di propinsi terbarat di Indonesia

 

Ya saat itu ada long weekend tanggal 23 libur tanggal merah. Dan parahnya saya agak miss disini, saat seminggu sebelumnya aku buat detail rencana perjalanan dengan salah satunya mengunjungi Sabang, akhirnya aku kesulitan mendapatkan penginapan disana.

Penginapan favorit disana full,… kasak-kusuk mencari, browsing sana sini, mulai dari tripadvisor, milis dan juga blogs.

Sebelum trip ke Banda Aceh ini, saya harus ke Bali, ke Surabaya dan Makassar.

 

Finally dapat penginapan di daerah Pantai Kasih di Sabang. Dan Gajah Putih Guest House di Banda Aceh. Booked! Walaupun hanya lewat e-mail dan telepon.

Ya rencana akan 2 malan di Sabang dan 1 malam di Banda Aceh.

Rencana detail sudah ditetapkan 4 hari menjelang keberangkatan.

Bulan Maret 2012, salah satu bulan tersibuk di kantor, karena beberapa project yang aku pegang cukup menyita waktu dan salah satunya harus bisnis trip ke beberapa kota.

Ya salah satunya ke Makassar, di tanggal 20 Maret dan aku paksa kembali ke Jakarta 22 Maret 2 hari kemudian.

Karena di tanggal 22 Maret malam jam 20.30 start perjalanan trip ke Banda Aceh dimulai.

Flight malam? Ya flight malam, karena aku akan transit di Kuala Lumpur?

Hah? Ke Banda Aceh via Kuala Lumpur?

Ya mau gak mau seperti itu, seperti itu akhirnya harus aku tempuh, demi menghemat uang.

Serius menghemat sampai harus ke luar negeri dulu dan balik Indonesia?

Begitulah faktanya, aku menggunakan AirAsia, salahs atu maskapai low cost yang setelah aku hitung dan hitung plus total airport tax bolak-balik di dua negara total jendral aku hanya menghabiskan tidak lebih dari 800 ribu rupiah. Kok bisa? Ya bisa lah pastinya..

 

Aku landing dari Makassar jam 3 sore masih membawa koper dan pakaian masih rapi, ya maklum habis urusan gawean.

Buru-buru pulang buat ganti baju dan ganti ransel. Untung sudah menyiapkan ransel dan segala macam keperluan buat trip ke Banda Aceh. Jadi cukup tinggal mandi, ganti koper ke ransel, ganji baju pake jeans dan kaos plus sandal dan berangkat lagi ke bandara Soekarno Hatta.

 

Jam 7 malam, sudah nangkring lagi di airport Soetta. Masih ada 1,5jam lagi menunggu flight ke Kuala Lumpur.

Penerbangan malam itu agak molor, karena antrian take-off sekitar 30 menit. Jam 9 baru take-off meninggalkan Jakarta.

 

Jam 12 malam waktu Kuala Lumpur mendarat disana, dan penerbangan ke Banda Aceh akan ditempuh keesokan harinya jam 11.20 so masih banyak cukup waktu.

 

Sebelum keluar airport di Kuala Lumpur sempat menukar rupiah sebanyak 200ribu menjadi Ringgit Malaysia.

Buat bekal makan saat transit 2x, saat berangkat dan baliknya nanti.

 

Melangkah keluar di LCC Terminal KLIA malam itu, masih cukup ramai.

Beberapa kafe dan restoran dipenuhi orang yang memang mungkin senasib denganku, transit di Kuala Lumpur.

Ya, Kuala Lumpur memang hub airport untuk AirAsia, jadinya mau gak mau malam hari memang ramai sekali.

 

Rencana awal aku menuju Food Garden di ujung kompleks terminal, ya sebuah food court yang buka 24 jam dimana aku bisa menghabiskan waktu sambil internetan, makan atau baca buku, dan tentu saja isi batere buat ponsel.

 

Begitu sampai disana. Tutup.

Dan tertulis, sedang ada pemeliharaan pets control.

Baiklah..

Aku kembali ke main terminal, mencari mini market buat membeli air mineral dan setelah itu mencari tempat duduk yang nyaman menurut aku di dekat Food Garden tersebut.

Duduk, dengar musik sambil merokok. Menghabiskan waktu sebentar menunggu kantuk, dan berpikir akan tidur dimana malam itu. Karena aku sendirian, dan sekiranya tempat aman dan nyaman, karena tas berisi salah satunya kamera, laptop, ponsel, dan tentu saja dompet dengan uang cash 2 juta rupiah.

So, bagi kalian yang transit di LCCT KLIA jangan kuatir, temannya bejibun.

Ada sih hotel dekat airport, tapi demi menghemat uang aku skip aja.

 

 

Di dekat ku ternyata ada beberapa orang juga menunggu penerbangan esok hari, aku perhatikan mereka logat jawa tulen, ya logat jawa tengah. Rupanya mereka menunggu pesawat esok pagi jam 6 menuju Yogyakarta.

 

Dan di sebelahku, ada bapak-bapak dari Kinabalu juga menunggu pesawat jam 6 pagi menuju kesana. Kami sempat mengobrol membahas tentang Pulau Sumatera, dan beliau sangat tertarik sekali dengan pulau itu.

 

Mataku mulai mengantuk, kantuk sudah datang rupanya. Aku menguap.

Aku taruh tas ransel di bangku panjang, dan aku merebahkan tubuh degan ransel sebagai bantalnya, aku pikir lebih aman.

Mencoba tidur sambil deru suara mesin pesawat masih terengar.

Melihat beberapa bintang yang agak sedikit tertutup awan, ya tidak beratap. Alhamdulilah tidak hujan malam itu.

Mencoba tidur tapi sudah sekali rasanya, mungkin karena bangkunya keras dan badanku yang terasa capek membuat semakin pegal dan sakit terasa.

 

Aku duduk kembali, dan aku lihat bapak disebelahku sudah tertidur pulas, terbukti dengan suara terhembus dari mulut dan hidungnya.

Aku nyalakan korek, dan menghisap batang nikotin kembali. Sambil berpikir akan tidur dimana? Karena food court itu akan bukan pagi jam 4, ahh.. masih terlalu lama. Aku lirik jam tangan baru menunjukkan pukul 01.30.

 

Mata tertuju di samping bangunan food court, terlihat bayangan orang menggelepar tidur tenang.

Ah! Aku kan dulu pernah tidur disana juga. Ide cemerlang.

Langsung aku menuju tempat itu, aku buka ransel aku keluarkan jaket pasasitku sebagai alas tidur. Bagus.. posisi sudah nyaman sepertinya.

Aku set alarm ponsel di jam 05.30. Ya, masih terdengar deru mesin pesawat. Ah, tapi tidak mengapa.

Tak lama aku tertidur rupanya. Bagus.

 

Alarm ponsel berbunyi, aku matikan dan aku tertidur kembali.

Entah sudah kebiasaan atau memang aku terlalu letih pagi itu.

Aku justru terbangun karena suara orang berjalan dan berbicara di sekitarnya.

Aku membuka mata, masih gelap dan jam di tangan menunjukkan pukul 06.00 pagi.

Dan diskeitarku sudah tidak ada orang tidur lagi. Ok, aku terakhir bangun pagi. Kucek mata. Berusaha bangun serta mengingat-ingat dimana aku berasa #halah

 

Ok, aku menuju Food Garden yang rupanya sudah buka dan ramai pengunjung.

Menuju toilet buat cuci muka dan sikat gigi serta sholat shubuh.

 

Selanjutnya, aku menuju food courtnya, memesan nasi lemak plus beli susu kedelai sebagai menu sarapan pagi itu. Cukup lezat dan membuat perutku agak bergejolak.

 

Aku buka laptop dan menghibur diri dengan beberapa situs sosial media dan berita, yang lebih penting menghabiskan waktu pagi itu.

 

Sudah menunjuukan pukul 9 pagi. Aku menuju terminal kembali. Dan karena aku sudah web-check in dan mencetak boarding pass jadinya langsung masuk dan menuju imigrasi serta ruang tunggu keberangkatan.

Antrian imigrasi tidak begitu panjang, cukup beberapa orang dan hitungan menit aku sudah melewati imigrasi Malaysia dan menuju ke ruang tunggu keberangkatan.

Masih 1 jam lebih pikirku sebelum boarding.

Ruang tunggu LCC KLIA cukup kecil, tidak terlalu banyak yang bisa dinikmati. Akhirnya cukup duduk, menikmati musik dan membaca buku, pilihan telat pagi itu sepertinya.

 

Sambil aku lirik jam, rupanya sebentar lagi boarding, tak terasa.

Benar saja, beberapa saat kemudian panggilan untuk penerbangan ke Banda Aceh dengan AK1305 berkumandang.

Dan dipersilahkan menuju ke pesawat. Ya kami harus antri, dan setelah petugas pintu keberangkatan menyobek dan inspeksi paspor terakhir, aku menuju ke pesawat.

Di sebelahku aku lihat ada bule sendirian juga sepertinya, sama dengan diriku.

Aku sapa (dalam bahasa inggris), „ Mau liburan ke Banda Aceh atau ke Sabang?“

Dia jawab „Ya, ke Sabang akan menyelam disana“

Singkat cerita, kami berkenalan, namanya Christ berkebangsaan Amerika.

Sambil berjalan menuju pesawat kami mengobrol singkat tentang Sabang dan Indonesia.

Sayang sekali saat di pesawat seat kami terpisah jauh, dan keadaan pesawat siang itu menuju Banda Aceh full alis penuh, sehingga kami tidak bisa bertukar tempat duduk dengan penumpang yang lain.

Aku duduk di seat 15A dan Christ di 5F.

Rata-rata penumpang siang itu aku perhatikan adalah warga negara Malaysia, hmmm.. ramai juga rupanya di Banda Aceh pengunjung dari Malaysia.

Disebelahku ada anak kecil, perempuan, umur sekitar 3 tahun, ditemani ibunya di sebelahnya.

Dan, ternyata di pesawat ibunya tadi bertemu dengan kawan lamanya dan posisi tempat duduk kawannya itu di seberangnya, sepertinya bakal ada reuni dadakan di pesawat pikirku.

Benar saja, cukup riuh renyah dan ramai seru 2 ibu-ibu itu. Entah sudah berapa lama mereka tidak bertemu, sebenarnya bisa aku kuping dan aku mengerti arti bahasa melayu yang mereka riuh perbincangkan, tapi aku sedang malas mendengar, badanku masih terlalu letih dan merasa kurang tidur sepertinya.

Ah,.. rupanya suara lagu di kupingku bakal kalah nih dengan suara obrolan penuh ceria 2 ibu-ibu itu dalam reuni dadakan di pesawat, pikirku.

 

Pesawat sudah siap, berangkat. Pramugari sudah selesai melukan demo keselamatan dan persiapan untuk take off dan menuju runway.

Tapi oh ternyata, 2 ibu-ibu itu tak henti berbicara dan ketawa, sepertinya tak mau melewatkan kesempatan waktu 2 jam kurang dipesawat sebagai ajang reuni gratis.

 

Masih ingat anak kecil 3 tahun perempuan disebelahku.

 

Ya, kasihan dia.. dia sepertinya dicuekin oleh ibu nya. L

Pesawat sudah berjalan menuju runway, anak kecil itu manggil ibunya “mama…mama..” tapi ibunya asyik terus bercanda gelagak tawa dengan wanita di sebelahnya.

Ya tak dihiraukan, anaknya langsung berdiri dan di kursi trus loncat-loncat.

Hey.. ini pesawat sudah jalan kondisinya… tapi ibunya malah asyik dengan aktivitas yang lain.

Arggh.. kasihan..

 

Aku?? Aaah! Mendadak menjadi seperti pengasuhnya.

Aku suruh anak itu duduk dan memasangkan sabuk pengaman.

Dia diam saja dan menurut.

Duh, semoga anak kecil itu tidak berpikir aku benar-benar pengasuh dadakannya, atau aku ini bapaknya.

Oh no!!!

 

Anak kecil itu kemudian, mengambil majalah pesawat di kantung depan dan membuka, dan kemudian... .. menyobek-nyobeknya sambil dia bernyanyi kecil, entah apa lagunya.

 

Aku mengela nafas,...

Kemana ibunya..??

Ya tentu saja masih asyik dengan teman lamanya.

 

Aku dengan sabar mengambil dan dengan bahasa tubuhku aku melarang untuk disobek-sobek.

 

Tak lama kemudian pesawat A320 itu take-off dan meninggalkan Malaysia menuju ke Indonesia kembali, tepatnya ke Banda Aceh.

 

Bismillah.. semoga lancar dan selamat perjalanku ke Banda Aceh nanti.. doaku dalam hati…

Perjalanan kali ini ditempuh dalam waktu 1 jam dan 25 menit.

 

Bagaimana nasib anak kecil dan ibunya di sebelahku.

Apa kabar Christ kawan bule baru ku itu?

 

Apa kejutan setelah aku landing di Banda Aceh, dan bagaimana akhirnya aku bisa sampai ke Pulau Weh

 

Selasa, 02 November 2010

[CGK-HKT-BKK-HAN-KUL-SIN] 15-16 Agustus 2010 dari Phuket ke Bangkok, dan tertahan di Bangkok :(

Pukul 10 malam lebih 15 menit pesawat Thai AirAsia akhirnya landingdi Suvarnabhumi Internatonal Airport di Bangkok Thailand, udara cerah..

Dan karena ini penerbangan lokal di Thailand, jadi cukup cepat gate dan akupun bergegas menuju lantai 1 alias turun 3 lantai dari lantai kedatangan di airport itu,..

Rencanaku malam itu aku akan menghabiskan malam di Bangkok lebih tepatnya aku akan menuju Khaosan Road sebuah kawasan turis di Bangkok Thailand, seprti Kemang-nya Jakarta lah.

Aku pun bergegas ke loket bus yang menuju ke Khaosan.

 

Dan, ternyata, loket tersebut sudah tutup. What? Dan ternyata sudah tutup jam 10 dari informasi yang aku dapatkan..

Duhh.. mepet waktunya..

*Bingung saat itu.. jelas lah..

Karena malam itu rencana A gagal..

Dan keputusan malam itu menjalankan rencana B yaitu tetap stay di airport..

Ow ow..!

 

Akhirnya menujulah ke lantai 3, disana ada mushola..  waktunya sholat dulu..

Yang jelas mushola di Suvarnabhumi ini salah satu mushola di airport yang nyaman, bersih, fasilitasnya pas dan juga tenang.

 

Setelah sholat.. waktu masih menunjukkan jam 11 malam.

Bandara masih ramai, maklum Bangkok juga salah satu kota besar dan banyak maskapai dari Eropa dan Timur Tengah yang landing dan take off di malam hari.

 

Perut terasa lapar.. dan saatnya mencari makanan dulu. Ada banyak pilihan kafe dan resto, tapi aku penasaran dengan foodcourt di lantai bawah, yang mayoritas pengunjungnya adalah pegawai yang bekerja di airport.

 

Masuk kesana aku harus beli kupon makan dulu, dengan total harga 200 THB, nanti kalau kupon ga habis bisa dituker lagi ke uang. Kupon terdiri dari 10 lembar.

 

Bagi yang muslim, jangan kuatir disana ada counter makanan halal dan satu-satunya di foodcourt itu leaknya di paling pojok ujung. Aku akhirnya milih itu dan makan dengan nasi sayur dan ayam goreng total habis 40 THB, cukup murah hanya setara 12.000 rupiah.

 

Selepas makan maish jam 12 malam, waktu dihabiskan buat mencoba keliling airport, menghabiskan koin2 THB buat dipakai di mesin internet.

Dan salah satunya beli cemilan dan nescafe kaleng di minimart dan dihasbikan di smoking room lantai bawah.

 

Bandara Suvarnabhumi salah satu airport yang nyaman, tak pelak lagi airport tax disini cukup mahal setara dengan Rp. 200.000. tapi worth it lah..

 

Mata udah agak terasa ngantuk akhirnya, begitu melihat jam tangan sudah menunjukkan pukul 01.30.

 

Setelah keliling bandara dan melihat ternyata banyak juga pengunjung yang menghabiskan malam itu di airport. Mungkin karena transit atau memang menunggu pesawat pagi buta.

So, ada yang menghabiskan waktu duduk dan mengobrol, ada yang menghabiskan waktu di kafe atau resto, ada yang tertidur di lantai ada yang di kursi.

Dan aku..??

Setelah mendapat tempat yang nyaman di sebuah bangku berjajar 3. aku akhirnya meletakkan ransel di bangku membuka selimut kecil, memasang alarm jam 4.30 pagi. Dan tertidur meringkuk di bangku tersebut di lantai 3.

 

Alarm berbunyi tepat jam 4.30 pagi. Terbangun dengan keadaan bandara yang masih ramai, orang lalu-lalang disekitar.

Dan beberapa tempat masih banyak orang yang tertidur. Seberangku juga masih ada 2 bapak2 yang masih tertidur juga, padahal tidurnya duluan mereka daripada aku.

 

Ok, saatnya cuci muka, sikat gigi dan menuju lantai atas buat check in.

Ya pagi ini aku harus check in buat menuju ke Hanoi –Vietnam dengan pesawat Thai Airasia jam 7 pagi.

Ruangan check in sangat ramai, seperti biasa sangat banyak schedule penerbangan pagi di beberapa maskapai.

Jam 5.30 sudah selesai check in dan menuju mushola dulu buat sholat shubuh.

Dan ternyata benar antrian imigrasi keluar Thailand pagi itu cukup panjang. Padahal ada 20 lebih counter tetapi rata2 per counter loket imigrasi bisa sampai 15 orang antrian.

 

Ok lah.. selepas keluar imigrasi waktunya cuci mata di Suvarnabhumi, dank arena jarak menuju gate nya cukup jauh jadi sekalian berjalan menuju gate juga.

 

Kali ini tidak beli apa-apa dulu, karena budget juga terbatas jadi uang dipakai saja di Hanoi.

 

Pagi itu ternyata agak gerimis sedikit, jam 6.30 sudah panggilan boarding. Dan masih mendung serta matahari belum muncul tetapi sudah agak terang sedikit langitnya.

 

Kali ini dengan Thai Airasia FD3700 dari Bangkok menuju Hanoi – Vietnam. Penerbangan kali ini akan ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam.

Menuju pesawat diiringi dengan rintik hujan dan hwa terasa dingin.

Sapaan pramugari dan pramugara Thai AirAsia dengan logat Thailand menambah keceriaan pagi itu.

Kali ini siap menuju Hanoi di Vietnam dan akan disana selama 3 hari.

 

Siap..?

Ada apa saja di Hanoi..? Dan ada kejutan apa saja selama disana?

Terjadi kejadian tak terduga ada juga disana?

Dan bertemu dengan siapakah di Hanoi...?

 

Tunggu ya sambungan ceritanya...

[CGK-HKT-BKK-HAN-KUL-SIN] Sabtu, 14-15 Agustus 2010… CGK-HKT --> BKK

Hari ini, sabtu di pertengahan bulan agustus 2010, lebih tepatnya puasa ramadhan di tahun ini baru jalan sekitar semingguan..

Dan bertepatan saya ada schedule mengunjungi Thailand dan Vietnam untuk event jalan-jalan bareng AirAsia di bulan ramadhan 2010.

Sebetulkan saya untuk trip kali ini berdua bersama rekan dari Jakarta, tapi karena rekan saya mengcancel perjalanan ini, akhirnya saya sendirian saja.

Lebih tepatnya hari ini saya ada ada flight ke Phuket dari Jakarta di jam 11.20 WIB.

Ya saya ke Phuket kembali, dan ini kunjungan saya ke 3 ke pulau kecil di sebelah selatan Thailand.

Pagi hari jam 10 saya sudah menginjakkan kaki di terminal 2D Bandara Soekarno Hatta, sesampainya disana saya mengambil uang di ATM dan menuju counter Bank Mandiri di dekat pintu masuk D4. Ini adalah counter favorit saya untuk penukaran uang di Bandara Soetta. Sayapun membeli 200 USD dengan mendapat rate Rp. 9.050 per USD.

Karena saya sudah web check ini sebelumnya, jadi saya hanya ke counter pembayaran aiport tax dan dilanjutkan ke free fiskal.

 

Pukul 10.30 saya sudah berada di antrian imigrasi, dank arena siang itu tidak begitu banyak penerbangan disbanding pagi, jadi antrian hanya 5 menit saja sudah bisa keluar dari jalur imigrasi.

Berbekal satu backpack menuju lah ke gate D3. Dan menunggu hanya beberapa menit saja, jam 11 pagi sudah boarding call. Alhamdulilah ontime kali ini.

Maklum penerbangan ke Phuket menggunakan 1st flight jam 7.55 dari Phuket ke Jakarta.

Jam 11.20 tepat pesawat FD3941 meningggalkan Jakarta dan menuju Phuket, dengan waktu tempuh 2 jam 50 menit.

FD ini adalah maskapai Thai AirAsia, jadi jangan kaget nanti jika di pesawat awak kabinnya adalah orang Thailand dan bahasanya juga memakai bahasa Thai dan Inggris.

Cuaca  cukup baik, dan sayapun bisa menikmati dengan selimut saya pesan di paket kenyamanan AirAsia.

 

Jam menjelang jam 2 siang, pesawat sudah akan landing, sepertinya cuaca di Phuket agak mendung.. yang biasanya pesawat menuju Airport Phuket dari sebelah selatan, sekarang dari sebelah utara. Memang ternyata mendung dan hujan.

Alhamdulilah landing dengan mulus di Phuket International Airport disambut guyuran hujan.

Tapi jangan kuatir, Phuket Airport sudah cukup bagus, setiap gate ada belalai nya jadi tidak terkena hujan.

Antrian imigrasi cukup panjang siang itu, maklum ada barengan 3 pesawat yang landing hampir bersamaan.

Begitu keluar dari imigrasi Phuket. Saya menuju deretan rak informasi booklet gratis di dekat pengambilan bagasi, dan mengambil map Phuket.

So jangan lupa kalo ke Phuket sebelum keluar airport ambil booklet sebanyak-banyaknya.. its free.!

Dan sebelum keluar, saya menyempatkan menghampiri stand salah satu provider telekomunikasi di Thailand untuk mendapatkan nomer gratis Thailand, jadi kita tinggal isi pulsa di 7/11 nantinya.

 

Begitu keluar bandara di Phuket, saya menuju penukaran uang dan menukar 100 USD ke THB (Thailand Bath) dan dapatlah saya 3175 THB. Cukup bagus rate nya.

 

Bergegas saya menuju loket minibus untuk menuju ke Patong dengan harga THB 150.

Menunggu mini bus penuh tidak sampai 10 menit, minubus pun berjalan meninggalkan bandara, dan masih hujan.

 

20 menit kemudian minibus berhenti di check point, sambil kita didata mau diantar kemana di Patong, saat itu saya akan menginap di Patong Premiere Resort.

Di check in point tersebut ada travel agent yang menawarkan paket tour selama di Phuket, sayapun menolak halus karena saya hanya semalam saja di Phuket.

Perjalanan dilanjutkan kembali dan masih sekitar 30 menit lagi.

Untunglah saya orang kedua yang diantar ke hotel, dan untungnya sesampai di Patong cuaca sudah cerah walaupun agak sedikit mendung.

Sesampainya di Patong Premiere Resort.. saya pun disambut dengan sapaan khas Thailand dan diberikan welcome drink serta handuk untuk mengusap keringat.

Karena saya sedang puasa, sayapun tidak meminum welcome drink tersebut dan ternyata resepsionis mengerti dengan keadaan ini.

 

Oya, di Phuket itu rata-rata untuk tarif hotel dan penginapan mempunyai 3 seasion yaitu Low Season (Mar-Okt), High Season (Nov-Des dan Jan-Apr), Peak Season (Des-Jan).

 

Untungna kemarin saya pas Low Seasion jadi harga kamar penginapan 50% dari High Season.

Hotel menginap saya cukup nyaman, dan unik.

Lokasinya di jalan utama di Phuket di 118 Rat-U-Thid 200 Pee Road. Ke pantai Patong hanya 100 meter.

Kamar yang nyaman dan kamar mandi ada bath up dan dari kamar mandi ada jendela ke kamar tidur J

Kamar dan interior hotel sebagian adalah dari kayu, jadi cukup unik. Ada kolam renang mungil asri.

Sore itu saya mandi dulu membersihkan tubuh dan langsung menuju ke pantai sekalian menunggu sunset dan berbuka puasa yang sebelumnya sudah membawa bekal air mineral dan beberapa potong kue yang saya bawa dari Jakarta.

Dan sebelumnya mampir buat isi pulsa nomer Thailaland sebanyak THB 100 agar bisa online unlimited seharian dan sms murah ke nomer Indonesia.

Di pantai sudah sangat ramai, ada yang berenang, berjemur, joging atau jalan.

Dan pemandangan segar dimana-mana. *halah

 

Setelah sunset menggelap saya melewati Bang La Road jalan yang penuh bar dan tempat hiburan di Patong.

Wow.. ramai... dan karena perut agak sedikit lapar, saya menuju Junceylon Mall untuk makan di Mc D.

Mall dengan tata letak unik yang didalamnya ada interior kapal laut dan air mancur.

Setelah makan dan kenyang, dilanjutkan dengan hunting beberapa kaos dan melihat lihat pernak-pernik di pasar malam belakang mall.

 

Jangan lupa kalo ke mall minta voucher diskon 5% untuk turis dan juja kalau belanja kita dalam satu struk lebih dari THB 2000 kita bisa refund VAT 7%, lumayan kan..?

 

Tak terasa sudah jam 10 malam, sayapun kembali berjalan menuju hotel melewati jalanan pinggir pantai.

Mampir dulu ke 7/11 untuk membeli kudapan dan air mineral.

Sesampainya di hotel, mandi berendam dan turun lagi, kebetulan di sekitar hotel banyak sekali tempat makan seperti warung tenda. Dengan harga-harga yang miring tentunya.

 

Pilihan tertuju pada warung Malaysia.. saya terpilihlah menu nasi goreng seafood dan jus nanas, oya di Thailand buah-buahan itu sangat murah dan banyak pilihan. Jadi kalau pergi ke Thailand sempatkan beli jus buah segar yak.

Seporsi nasi goreng dan jus nanas dihargai THB 70, dan ini adalah menu sahur saya malam itu. J

Menjelang jam 1 malam sayapun kembali ke hotel dan beristirahat, karena esok paginya saya berencana ke Pantai Karon.

 

Esok harinya, jam 8 saya menuju Pantai Karon naek tuk-tuk dengan tarif THB 60, sudah malas menawar pagi itu, maklum masih sepi jalanan.

Oya dari Patong ke Karon naek tuk-tuk sekitar 30 menit saja.

Tuk-tuk itu semacam bemo kalo di Indonesia.

Tapi jangan kuatir selin tuk-tuk disana juga bisa naek bus atau sewa motor.

Berjalan menyusuri pantai Patong sambil mendengarkan ipod. Berjalan dari ujung ke ujung sampai lebih dari 1 jam tak membosankan.

Dan menjelang jam 9, saya menghampiri kursi malas buat berjemur dan tidur rebahan. Dan menyewa dengan harga THB 100 sampai puas.

Saya pun menaruh barang bawaan disana dan tentu saja handuk berjemur dari hotel.

Udara  pagi itu cukup menyegarkan dan menyenangkan, pantai belum terlalu ramai.

 

Karena jam 12 siang harus check out dari hotel saya pun menuju hotel kembali, mandi dan bergeas check out.

 

Kebetulan di lobby hotel ada counter travel, disana saya memesan tiket minibus untuk transfer ke airport Phuket, seharga THB 250,.. lebih mahal THB 100 dibanding dari Airport ke Patong, tapi ini cukup lumayan lah dibanding harus naek taksi.

Tapi bisa sih naek bus ke airpot tapi harus ke Phuket town dulu, dan total waktu yangd iperlukan hampir 3 jam.

Kalau kesana ber 3 atau ber 4 mendingan naek taksi, karena taksi bisa ditawar sampai 400-500 dari Patong ke Airport.

 

Untuk menghabiskan siang itu, saya pun pergi ke Junceylon mall untuk mendinginkan badan, karena udara siang itu sangat terik sekali.

Di mall ini banyak sekali baju2 sport seperti Adidas, Nike, dll.

Disana saya putar dari ujung ke ujung. Dan ujung2nya saya berjalan-jalan menuju pasar dan pemukiman penduduk disana.

 

Jam 5 sore saya berjalan menuju hotel dan menunggu minibus yang mengantarkan ke airport Phuket jam 6 sore,

Tepat jam 6 sore, minibus menjemput di lobby hotel.

Penumpang penuh dan saya nomer 2 terkahir dijemput sebelum menjemput satu penumpang yang lain.

Dan setelah itu menuju ke Phuket International Airport, di jalan menuju bandara, bedug magrib berkumandang, maklum sebagian penduduk Phuket juga muslim karena memang Thailand Selatan cukup banyak juga muslim disana.

 

Kali ini memang cukup cepat saya berada di Phuket, ya.. hanya semalam saja. Tapi memang saya di Phuket hanya transit doang sebetulnya, tapi cukup lumayan lah, bisa semalem disini udah cukup.

 

Berbekal biscuit dan air mineral berbuka puasa sore itu. Mini bus agak lamban berjalan, lebih satu jam di jalan dan jam 7.30 sampai juga di Phuket Airport.

Suasana tidak terlalu ramai dan cerah, tidak seperti hari sebelumnya yang hujan.

 

Menyempatkan saya merokok beberap batang dulu diluar sebelum memasuki ruang check in.

 

Malam ini saya akan terbang ke Bangkok, dan dari Phuket ke Bangkok naek pesawat kurang lebih 1 jam 15 menit, seperti dari Jakarta ke Surabaya.

Dan pesawat saya saat itu jam 9 malam.

 

Dan karena kembali lagi saya hanya membawa backpack saja, saya memilih untuk self check ini disana.

Cukup menuju ke mesin self check in, masukkan kode booking, dan beres sudah keluar boarding pas, disana ada petugas yang jaga untuk verifikasi paspor, setelah distempel telah diverifikasi, saya pun menuju gate untuk menunggu boarding ke Bangkok.

Phuket ke Bangkok terhitung adalah perjalanan lokal dan bisa dipastikan 80% penumpang pesawat itu adalah orang Thailand J

 

Jam 9 lebih 15 akhirnya boarding dan siap-siap menuju Bangkok malam itu...

 

Ada apa di Bangkok..? Dan bagaimana pengalaman saya di Bangkok malam itu..?

Dan kemana lagi setelah di Bangkok dan berapa lama disana..?

 

Tunggu ya...

 

(bersambung)

Kamis, 15 April 2010

Terubahlah, demi dulu, kalau itu dimaui


Ya
Kali ini mungkin sudah diatas kata cukup hati.

Mungkin kamu sudah sangat kecewa atas perlakuanku selama ini ke dia.
Tapi asal kamu tahu ya, ... aku mungkin lebih kecewa lagi atas perlakukan dia ke aku

Aku bukan mencari siapa yang salah dan yang benar
Aku mengakui aku salah, dan mungkin kamu akan bilang kalau aku ini seorang pengecut.

Ya aku yakin begitu,
Tidak mengapa lah.. apalah artinya semua ini, jika memang harga diri harus dikorbankan

Kamu tidak salah, dan kamu berhak memberikan apa saja tentang aku
Berbicara kepada duniamu bagaimana buruk rupanya aku, kejamnya aku atau malah pengecutnya aku

Aku sudah lebih dari tersakiti hati, ... kamu tidak tahu itu
Aku begini, dan aku tidak mau membuka hati untuk berbagi, bukan berarti aku tak menganggap kamu ada, tapi aku tidak ingin pedih darahku sampai ke kamu.

Baiklah,... aku masih seperti dulu ke kamu.
Dan aku sama sekali gak menyuruh kamu seperti dulu ke aku

Semua punya kesempatan dan hak berbicara lebih dalam dan bijaksana,
Semua ada waktu menjelaskan lebih dalam suatu saat nanti..

Dan,.. kalaupun hal ini terbiarkan dan terdiam sampai beribu tahun... aku rela..
Karena aku yakin, bukan aku begini,.. namun hanya memang kita belum menyatu dalam sebuah arti kepercayaan..

Bukan hanya cerita bohong dan lugas...

Dan sesuai keputusanmu... aku rela ada pengganti bakal singgasanamu...
Dan itupun, semua orang dan manusia tahu.. apa dan siapa penggantiku itu

Ya, aku tidak kecewa, sangat tidak kecewa, jauh dari kata benci dan marah...
Aku sudah memaafkanmu dari awal, dan jangan pernah menyesal mengenalku, aku harap...

#sebuah tulisan untuk seseorang yang ada di kantor ku#

Minggu, 07 Februari 2010

..gw capek jalan-jalan....

plis...plis....plis......
AirAsia...jangan suruh aku jalan2 lagi doong...

aku capek..capek.. banget!

schedule per 2 minggu ini.. membuat badanku rontok...

set dahh...... bingung mo ngeluh ama siapa...



*tertuntuk lesu.. di lobby Rome Placa Hotel, Phuket Town...*

(bingung mo ngapain)

Sabtu, 06 Februari 2010

..tahun 2010... tahun yang melelahkan..

ya... melelahkan...
sangat.....




dalam artian, sekian schedule job benar-benar membuat mabuk kepayang...
dalam artian, jadwal keluar kota dan keluar negeri...

bulan januari 2010... sudah dsambut dengan Yogjakarta dan Solo selama 4 hari....
disambung seminggu kemudian ke Medan 2 hari..

lanjut, selang beberapa hari ke Surabaya... selama 3 hari
hanya semalam di Jakarta... esoknya ke Medan lagi dan Balige selama 4 hari..

dan di penghujung Januari, ditutup ke Singapore selama 3 hari...

eits... di Februari.. dibuka dengan ke Phuket, Thailand selama 4 hari... seminggu lagi ke Medan selama 3 hari.... minggu depannya lagi.... ke Kinabalu selama 4 hari..

oh maaakkk....

mulut rasanya kesumbat, pengen cerita-cerita.. tapi badan rontok duluan..

kerjaan kantor dibawa kesana-kemari..... kerjaan kuliah dikerjain jarak jauh...
sering bolos kuliah... titip absen.....
wew..wew..

pengen mengeluh....
tapi... ya dijalani aja dulu ya....

ini baru 2 bulan di tahun 2010....

cerita selanjutnya....

let's see...


*besok pengen berjemur aaaahh di Patong Beach*

Sabtu, 22 Agustus 2009

..buat seseorang yang saya sebut anda.. (saya yakin anda membaca ini)

bapak/ibu/om/tante/kakak/adik.. yang terhormat..
dan sekarang mungkin kurang saya hormati.. kepada seseorang yang saya sebut anda..


(sebuah resiko menyimpan data di dunia maya adalah.. data tersebut bisa terekam, direkam, terambil dan diambil..

dan yang paling buruk adalah.. disalah gunakan

ya disalah gunakan oleh salah seorang oknum yang (mungkin) saya pun tidak tahu pasti apa misi dari orang tersebut...dan oang tersebut adalah anda

ini adalah pengalaman saya,.. bagaimana data saya di e-mail, di facebook, di sms dan di telepon telah disadap oleh orang lain
dan tentunya disalah gunakan..)



sekian e-mail, sms, dan telepon muncul atas nama saya dan merekapun mengambil data-data saya tanpa ijin dari saya..

saya tahu ini resiko saya... saya tahu ini (mungkin) bagi saya sebagai orang awam di dunia teknologi informasi akan merasa kesulitan untuk melacak ini.. dan mempermasalahkan ini..

dan saya tahu siapapun anda yang mempunyai akses mengambil data base saya dan apapun itu.. anda memang mempunyai keahlian dan mungkin juga diberikan hak akses untuk itu..

mohon dengan sangat.. hormati saya.. hormati kolega saya.. hormati teman-teman saya..
kita sama manusia.. apa yang mau anda cari.. apa kepuasan anda setelah semua yang anda lakukan berakibat fitnah, bohong dan memporak porandakan kehidupan sosial orang lain..
apa yang anda dapatkan dengan anda tahu semua kehidupan saya, apa yang saya lakukan 24 jam, .. setiap detik, setiap jam, setiap hari...

dari lubuk hati yang paling dalam dari diri saya.
tolong hentikan perbuatan anda yang tidak semestinya ini, mencampuri urusan orang lain, membuat berita tidak benar dengan mengatas namakan orang lain.. yang kesemua itu bersumber dari pengambilan database saya di dunia maya.

saya mohon dengan sangat..

siapapun anda.. bisa segera menghentikan perbuatan tidak bermoral ini.

anda mungkin mengira saya tidak tahu hukum, anda mungkin mengira saya tidak mempunyai kekuatan mengalahkan misi anda, atau bahkan anda mengira saya tidak bisa membalas anda..

sebelum sebuah jalur lain yang akan saya ambil, dan pastinya bisa merugikan anda..
penuhi tuntutan saya diatas..

hentikan perbuatan tidak bermoral anda

siapapun anda..
dan saya tidak mengenal anda..
jika anda merasa manusia yang ingin dimanusiakan..
tunjukkan wujud anda di hadapan saya..

kalaupun ini wujud balas dendam kepada saya atas kesalahan saya, tunjukkan dengan jiwa manusia kesalahan saya terhadap anda..


saya tunggu inisiatif dari anda, dan jika anda manusia...
ingat.. kuasa dari Tuhan.. akan menjawab semua ini
anda bukan Tuhan..

terima kasih

Jumat, 17 April 2009

Dan maaf.. tidak bisa aku jaga cinta.. malahan sayang itu juga

 

Ya nelangsa..

Aku lagi nelangsa

Aku bukan bersalah

Bukan aku yang menyalahi semua

Tapi..

Seolah aku sudah dipojok derita..

Rela menerima caci dan ucap serapah untuk menyumpahi

Agar aku mengaku, jika aku bersalah

Salah!

Aku ... ini sudah apa adanya

Bukan aku yang menyalahi bagian detik sampai berputar tak tentu itu

Sebuah jawab sekarang sudah ada

Bukan aku bukan yang mengaku

Dan dari ini sudah tahu, ... dan ternyata sudah terjawab

Selama kurun waktu ini

Bukan

Sekali lagi aku bukan menyalahimu juga

Tapi..

Tolong... jangan kau sudutkan aku lagi kedalam bagian itu

Janji..

Sejak kemarin aku berucap bagian janji ..

Tidak akan aku mengumbar itu..

Apalagi ke kamu

Dan sekian lagi...

Aku sudah mengirim titian kata

Maaf pun sudah aku hantar lewatnya

Dan berharap... tidak ada bahagia lagi

Tidak ada salah.. ataupun marah

Aku tak sesempurna itu..

Dan maaf.. tidak bisa aku jaga cinta.. malahan sayang itu juga

 

Jumat, 10 April 2009

bingung ..besok.....

uuffgghh!!

menerima tantangan buat 1000 foto yang berbeda selama di Singapura, .. esok pagi buta berangkat...

Ergggghh!!

 

Jujur, bingung!! Mo kemana ya..?? trus.. ngapain aja....

Dan... mo ngabisin waktu dimana....

Bingung..bingung.. aku pikirkan..

Padahal 2 minggu lalu juga baru pulang dari sana..

Ah....

*ada usul..*

 

Selasa, 07 April 2009

tak banyak.... hanya...

hanya maaf saja...

 

iya untuk kamu di seberang sana...

 

ya.... aku hanya bisa memandang saja dari sini... semoga kamu.. baik-baik saja disana...

 

Minggu, 05 April 2009

mendua... (T-Five - The Legacy)

bersamanya... indah hiasai hariku
tak berdaya.. runtuhkan dinding hatiku
tak terlintas.. ada ikatan cintaku, kepadau..
slama ini mengharapkan hadirku...


indahnya cinta.. bila terus mendua
kusadari semua... takkan pernah adil untukmu

salahkah bila,.. ku tak bisa lepaskan..
cintanya kepadaku.
maaf kekasih hatiku

tiada ku sangka akan begini jadinya
takkan pernah aku bisa, memilih dua cinta
ku mohonkan maaf darimu

na..na...na..na...na...na..
maafkan lah.. maafkan lah.. diriku..


by T-Five
Song & Lyrics : Tabriz Muhajjer E.M.S & Gordon Abraham L.L.



*lagu baru dari T-Five di Album The Legacy yang saat ini bener-bener... aku sukai...*

 

dan entah selama 2 hari ini aku sudah mendengarkan berapa puluh kali..

parah!!

 

 


 

Kamis, 02 April 2009

..ternafsu, sendiri

Malu aku

Seakan diperhatikan dalam seolah telanjang

Menatap bagian demi bagian

Setiap detil, lekuk serta serasa terbayang semua

 

Ya...

Sekaligus sama di dalam hati

Lebih dari malu, tapi terpisah seperti bagian nafsu

 

Ah...

Aku ingin bernafsu..

Seperti itu menjalari diri.. dan ternikmati dari detik

 

Dan hanya 3 detik saja, itu sudah terjadi

 

Nyatanya, justru aku membayangi diri dia semua

 

Ah.. aku malu.. aku ternafsu tadi sejenak..

 

Selasa, 04 November 2008

..lagi, kok masih sibuk terus ..???

ya..

sekian dealine menanti..
setelah minggu kemarin bener-benar dihajar laporan bulanan kantor dan itu sendirian.. (secara 2 orang temenku training...)

sabtu full seharian kerja di bogor sampe malam.. *banget*
minggu pagi buta berangkat ke semarang...
dan baru nyampe kembali semalem jam 10 malam...

today...
wedew...

report hardcopy gawean begitu numpuk..

eits.. ternyata today sampe 6-7x di telp konsultant pajak..
wo ow...

bukannya seharusnya udah bulan2 kemarin..???


dan...

ntar ditarget buat edit foto2 webnya Pak Budi
belum lagi edit2 foto nya Ian & Nadia
belum lagi edit foto2nya Prast..

Belum lagi konsep prewednya Syarief..

wedew...

dan ini semua aku target minggu ini..
karena minggu depan...????

entahlah...

kayaknya aku harus pending seminggu acara di Lampung, karena senin aku kudu ke transtv..
dan eh.. sabtu.. aku ada undangan buat kenalan yang mo naik haji..
trus.. minggu udah teken kontrak pemotretan...



sorry...
aku bingung harus gimana lagi..??

Minggu, 02 November 2008

susahnya nyari makan malam..

susahnya nyari makan malam ini..

udah dalan sekitar 5km..
ujung2nya dapat nasi pecel...

peluh... diademkan dengan jus jeruk dingin...
ademmmmmmm...

tidur..????
ga yakin...

mo sortir foto...
tadi barusan pemotretan....

Jumat, 31 Oktober 2008

SIALAN!

SIALAN...


SUSAH BENER SIH INI SYNERGY...

MANA GW BUAT KESALAHAN KARENA SURUHAN ORANG LAEN PULA

SIAL...

SUMPAH BENERAN...

Kamis, 30 Oktober 2008

capeks..

ya today aku capek sekali..
ini itu ini itu..

duh...
bener2 deh otak rasanya mikir macem-macem..

besok kayaknya makin padet aja jadwal kantor... maklum last day for this month.. biasa lah orang commercial project..banyak report yg kudu dikelarin..

sorry temans.. kalo banyak janji yang kepending..

sabtu minggu senin.. udh siap segudang agenda menanti..

waw...

sumpek!

weekend kok lama banget yaaa....

masih hari kamis...

besok masih sangat ada kerjaan proyeck dari pagi..

Inet..! kamu besok jangan cuti,.. kudu berangkat pagi..
Pak Dian..! Siap menjadi Commercial Project Manager aku untuk proyek Simpang Haru di Padang..
Heru..!! ajarin Synergy+ dong.. sebelum kamu ke Dubai..


duh...
pak Budi..! ntar dibantuin moto2nya...
Prazt..! See u at Semarang yaks...
Sop!... hehehe.. kerja yang rajin ya... hehehe... thx buat inspirasinya..
Emir..! jangan bosen2 ditanyain soal selingkuh.. ntar ajarin selingkuh ya...



aku letih... sumpek rasanaya..

Selasa, 21 Oktober 2008

..ketika aku patah hati..




Oh.. benar – benar terkutuklah.. negera ini… telah membiarkan seorang warganya patah hati. Sementara elit politiknya sibuk korupsi….


Kalau dipikirkan… patah hati itu merupakan bahaya laten yang seharusnya ditanggapi dengan serius oleh pemerintah. Bayangkan, kalau sehari saja dinegara yang berpenduduk 200 juta ini ada 1% orang patah hati, berarti akan ada 2 juta orang yang beremosi labil.



Apa yang bisa dilakukan orang dengan emosi labil? Ah.. tentu aparatur negara bernama kepolisian sudah tahu tentang ini, kalau masih belum jelas.. tanyakan aja pada kak seto, pengarang lyric lagunya doraemon, pasti terjawab.



Kalau saja, 2 juta orang yang patah hati itu mempunyai ide untuk memanjat menara BTS seperti di berita - berita, bayangkan saja, berapa banyak waktu warga dan aparatur negara tersita hanya untuk membujuknya turun.



Belum lagi kalau 2 juta orang itu menjadi stress, bisa dibayangkan, rumah sakit jiwa pasti penuh, dan ini tentunya akan menjadi beban pemerintah, karena 2 juta orang itu kebanyakan dari kalangan ekonomi yang tidak bisa dikatakan berada, jadi pemerintahlah yang harus menanggung biayanya, tentunya dari uang pajak masyarakat.



Seandainya 2 juta orang patah hati itu melarikan masalahnya ke narkoba, bayangkan saja, berapa banyak kejadian criminal akibat excess kecanduan narkoba ini, pencurian, perampokan, premanisme sampai penularan virus HIV pun akan meningkat akibat sex bebas dan tukar jarum suntik.



Bayangkan saja, kalau 2 juta orang patah hati itu mengambil jalan pintas dengan bunuh diri untuk mengatasi masalahnya, berapa banyak orang tua akan menangis sedih karena kehilangan anak tercintanya, berapa luas lahan kuburan dibutuhkan tiap harinya, ini akan menjadi semacam “pagebluk” (wabah penyakit) yang mengerikan.



Tapi dari itu semua, yang seharusnya diperhatikan pemerintah adalah bahwa negara akan kehilangan 2 juta generasi mudanya dengan sia – sia.



Lihatlah fakta tersebut diatas, bukan kah ini adalah gejala yang sangat serius? Bahkan bisa dibilang lebih serius dari pornografi dan pornoaksi. Karena emosi labil dan keputusasaan akan membuat orang berbuat nekat, membahayakan dirinya sendiri dan membahayakan orang lain.



Coba saja kalau 2 juta orang patah hati ini turun kejalan untuk berunjuk rasa meminta pemerintah memperhatikan nasib mereka?? Bisa dipastikan akan ada kerusuhan, tindakan anarkhis, bentrok dengan aparat… ingat lawannya adalah orang patah hati yang rela mati.



Untuk itulah, sudah seharusnya pemerintah lebih proaktif dalam memperhatikan nasib warganya yang patah hati. Sudah sepatutnya di buat undang – undang tentang cinta, Isinya tak perlu muluk2, intinya adalah pemerataan cinta, seperti orang cakep hanya boleh menikah dengan orang jelek dan sebaliknya, orang kaya hanya boleh menikah dengan orang miskin demikian juga sebaliknya, orang pinter hanya boleh menikah dengan orang bodoh demikian pula sebaliknya, dan larangan menikah satu ras, biar gak ada yang merasa cakep banget.. dan tidak ada yang merasa minder banget karena terlalu jelek.



Kalau hal tersebut diatas dilaksanakan, bayangkan berapa banyak senyum akan bertebaran dibumi Indonesia ini. Masalah kesenjangan social yang selama ini tak mampu diatasi oleh pemerintah pun akan terselesaikan. Masalah pembauran etnis pun akan bisa dilakukan, sehingga tidak ada lagi prilaku rasis.



Tentunya itu akan tercapai kalau Undang – undang tentang cinta itu di sahkan, dan ditaati oleh semua warganya, Untuk itu perlu ada sangsi yang tegas dan berat, kalau perlu sampai bentuk hukuman pengasingan dan doa istigozah buat yang melanggar agar mengalami patah hati tujuh turunan.



Tapi sepertinya pemerintah saat ini mustahil berani mengambil tindakan nyata, karena itu sudah saatnya kita, para warga yang akan, sedang atau pernah patah hati untuk mengambil langkah nyata, yaitu mendirikan partai patah hati, dimana dengan kendaraan politik ini, kita bisa menekan pemerintah untuk segera merancang dan mensyahkan undang – undang cinta.



Mengingat jumlah orang yang patah hati dari tahun ke tahun terus bertambah, tentunya partai patah hati sangat potensial dalam merebut suara di pemilu nanti.



Ada yang mau mendukung saya????? (tolong disebar luaskan)





*

Malam ini.. ku sendiri.. tak ada yang menemani.. seperti malam – malam.. yang sudah – sudah…

(langsung ref aja dech) tuhan kirimkanlah aku.. kekasih yang baik hatii……yang mencintai aku…. Apa adanya….



Duh.. duh.. maaf.. malam ini saya lagi gak dapat tidur karena patah hati… sekarang sudah hampir jam 2, padahal besok harus bekerja… apalagi tidak ada cuti patah hati dinegara ini…., udah gitu… gak ada temen ngobrol lagi… hiks.. betapa malangnya aku… (apa gara –gara dulu aku kuliah dimalang.. so sekarang nasibku jadi malang melulu.. hiks)



Tapi.. aku tetap gak setuju dengan nyanyian meggi Z… bagaimanapun tetap lebih baik sakit hati karena cinta.. dari pada harus sakit gigi karena gigi berlubang..…., buat yang belum pernah sakit gigi.. jangan coba – coba membantah dech…



“Ohh… yaa ALLAH.. Obatilah rasa sakit hatiku karena patah hati yang tak terkira ini dengan hadiah tiket travelling ke EURO gratis selama 5 tahun… atau door prize mobil dari tabungan mandiriku…. Atau Undian rumah mewah… Atau KAU izinkan aku ikut kuis who want to be millionaire…. dan menang 2 milyar tanpa dipungut pajak… atau KAU jatuhkan satu bidadarimu dari langit… jangan cantik.. cantik yaa ALLAH.. yang biasa saja, yang penting dia setia.. ceria.. baik hatinya… dan bisa membawaku jalan – jalan ke surga…… ooh… yaaa ALLAH…. Tentu ENGKAU tahu… bahwa lebih mudah mencari cinta..kalau aku kaya… karena itu.. kabulkanlah doaku… Amin.”



01.55 –Dini- hari

Jumat, 17 Oktober 2008

CITIBANK gw kebobolan..!

Gw udah capek buat protes.. gw capek nulis ke media..

Gw hari ini begitu surprise saat nerima tagihan citibank
Whats..??
Gw udah 3 bulan ini tagihan gw 0 di Citibank, karena emang udah ga pernah make lagi.

Trus begitu terima electronic statement di e-mail..
Ada tagihan senilai Rp.158.005 tanggal transaksi 14 Oktober 2008.

Wo ow..! barusan kemarin dong… dan gw pas tanggal tersebut sangat tidak merasa melakukan tagihan.. apalagi belanja…

Telp langsung ke 2529999..
Bujubuneng…… biasa lah dilempar kesana kemari.. kalo udah ada nasabah yang merasa klaim tagihan semuanya udah maen lempar…
Dilemparlah ke Tanti… wuik.. nunggu 20 menit.. kebayang dong.. nunggunya..
Hasilnya tidak membuahkan hasil..

Dilemparlah ke Revi.. nunggu 15 menit… ehm.. mereka berdalih itu transaski bulan Maret… wo ow.. 7 bulan yang lalu…
Padahal sudah 3 bulan tagihan saya 0 dan kredit limit saya full… kemana aja tuh… trus aku tetap berdalih ada apa ini, kok ada permainan dibelakang ini..??

Argh… !
Kembali ujung2nya Citibank mencari keuntungan dengan menawarkan investigasi, yang pasti kena charge 25 ribu rupiah..

Ogaaaahh ah.. siapa yang salah..

Apa gw tutup aja ya kartunya..

Ayook aja wes.. lagian malas punya2 citibank kalo ujung2nya udah ada indikasi ga aman..

Bentar lagi aku mo bayarin semuanya dah.. capek kalo cuman belain 150an rb tetapi tetep ntar bakalan selamanya ga aman…

Ntar lagi mo bayar via m-banking lunasin… trus tutup..!


Nah.. skrg udah gw bayar semuanya..
Dan skrg udah online dengan 2529999!

Barusan dibantu dengan Miranda, dan surprise lagi…
Ga bisa hari ini ditutup..
Kenapa..????? ga tahu wes…. Ada aja alesannya..
Padahal kan pembayaran udah masuk dan udah aku lebihin malahan..

Capek deh Citibank!!