Selasa, 21 Oktober 2008

..ketika aku patah hati..




Oh.. benar – benar terkutuklah.. negera ini… telah membiarkan seorang warganya patah hati. Sementara elit politiknya sibuk korupsi….


Kalau dipikirkan… patah hati itu merupakan bahaya laten yang seharusnya ditanggapi dengan serius oleh pemerintah. Bayangkan, kalau sehari saja dinegara yang berpenduduk 200 juta ini ada 1% orang patah hati, berarti akan ada 2 juta orang yang beremosi labil.



Apa yang bisa dilakukan orang dengan emosi labil? Ah.. tentu aparatur negara bernama kepolisian sudah tahu tentang ini, kalau masih belum jelas.. tanyakan aja pada kak seto, pengarang lyric lagunya doraemon, pasti terjawab.



Kalau saja, 2 juta orang yang patah hati itu mempunyai ide untuk memanjat menara BTS seperti di berita - berita, bayangkan saja, berapa banyak waktu warga dan aparatur negara tersita hanya untuk membujuknya turun.



Belum lagi kalau 2 juta orang itu menjadi stress, bisa dibayangkan, rumah sakit jiwa pasti penuh, dan ini tentunya akan menjadi beban pemerintah, karena 2 juta orang itu kebanyakan dari kalangan ekonomi yang tidak bisa dikatakan berada, jadi pemerintahlah yang harus menanggung biayanya, tentunya dari uang pajak masyarakat.



Seandainya 2 juta orang patah hati itu melarikan masalahnya ke narkoba, bayangkan saja, berapa banyak kejadian criminal akibat excess kecanduan narkoba ini, pencurian, perampokan, premanisme sampai penularan virus HIV pun akan meningkat akibat sex bebas dan tukar jarum suntik.



Bayangkan saja, kalau 2 juta orang patah hati itu mengambil jalan pintas dengan bunuh diri untuk mengatasi masalahnya, berapa banyak orang tua akan menangis sedih karena kehilangan anak tercintanya, berapa luas lahan kuburan dibutuhkan tiap harinya, ini akan menjadi semacam “pagebluk” (wabah penyakit) yang mengerikan.



Tapi dari itu semua, yang seharusnya diperhatikan pemerintah adalah bahwa negara akan kehilangan 2 juta generasi mudanya dengan sia – sia.



Lihatlah fakta tersebut diatas, bukan kah ini adalah gejala yang sangat serius? Bahkan bisa dibilang lebih serius dari pornografi dan pornoaksi. Karena emosi labil dan keputusasaan akan membuat orang berbuat nekat, membahayakan dirinya sendiri dan membahayakan orang lain.



Coba saja kalau 2 juta orang patah hati ini turun kejalan untuk berunjuk rasa meminta pemerintah memperhatikan nasib mereka?? Bisa dipastikan akan ada kerusuhan, tindakan anarkhis, bentrok dengan aparat… ingat lawannya adalah orang patah hati yang rela mati.



Untuk itulah, sudah seharusnya pemerintah lebih proaktif dalam memperhatikan nasib warganya yang patah hati. Sudah sepatutnya di buat undang – undang tentang cinta, Isinya tak perlu muluk2, intinya adalah pemerataan cinta, seperti orang cakep hanya boleh menikah dengan orang jelek dan sebaliknya, orang kaya hanya boleh menikah dengan orang miskin demikian juga sebaliknya, orang pinter hanya boleh menikah dengan orang bodoh demikian pula sebaliknya, dan larangan menikah satu ras, biar gak ada yang merasa cakep banget.. dan tidak ada yang merasa minder banget karena terlalu jelek.



Kalau hal tersebut diatas dilaksanakan, bayangkan berapa banyak senyum akan bertebaran dibumi Indonesia ini. Masalah kesenjangan social yang selama ini tak mampu diatasi oleh pemerintah pun akan terselesaikan. Masalah pembauran etnis pun akan bisa dilakukan, sehingga tidak ada lagi prilaku rasis.



Tentunya itu akan tercapai kalau Undang – undang tentang cinta itu di sahkan, dan ditaati oleh semua warganya, Untuk itu perlu ada sangsi yang tegas dan berat, kalau perlu sampai bentuk hukuman pengasingan dan doa istigozah buat yang melanggar agar mengalami patah hati tujuh turunan.



Tapi sepertinya pemerintah saat ini mustahil berani mengambil tindakan nyata, karena itu sudah saatnya kita, para warga yang akan, sedang atau pernah patah hati untuk mengambil langkah nyata, yaitu mendirikan partai patah hati, dimana dengan kendaraan politik ini, kita bisa menekan pemerintah untuk segera merancang dan mensyahkan undang – undang cinta.



Mengingat jumlah orang yang patah hati dari tahun ke tahun terus bertambah, tentunya partai patah hati sangat potensial dalam merebut suara di pemilu nanti.



Ada yang mau mendukung saya????? (tolong disebar luaskan)





*

Malam ini.. ku sendiri.. tak ada yang menemani.. seperti malam – malam.. yang sudah – sudah…

(langsung ref aja dech) tuhan kirimkanlah aku.. kekasih yang baik hatii……yang mencintai aku…. Apa adanya….



Duh.. duh.. maaf.. malam ini saya lagi gak dapat tidur karena patah hati… sekarang sudah hampir jam 2, padahal besok harus bekerja… apalagi tidak ada cuti patah hati dinegara ini…., udah gitu… gak ada temen ngobrol lagi… hiks.. betapa malangnya aku… (apa gara –gara dulu aku kuliah dimalang.. so sekarang nasibku jadi malang melulu.. hiks)



Tapi.. aku tetap gak setuju dengan nyanyian meggi Z… bagaimanapun tetap lebih baik sakit hati karena cinta.. dari pada harus sakit gigi karena gigi berlubang..…., buat yang belum pernah sakit gigi.. jangan coba – coba membantah dech…



“Ohh… yaa ALLAH.. Obatilah rasa sakit hatiku karena patah hati yang tak terkira ini dengan hadiah tiket travelling ke EURO gratis selama 5 tahun… atau door prize mobil dari tabungan mandiriku…. Atau Undian rumah mewah… Atau KAU izinkan aku ikut kuis who want to be millionaire…. dan menang 2 milyar tanpa dipungut pajak… atau KAU jatuhkan satu bidadarimu dari langit… jangan cantik.. cantik yaa ALLAH.. yang biasa saja, yang penting dia setia.. ceria.. baik hatinya… dan bisa membawaku jalan – jalan ke surga…… ooh… yaaa ALLAH…. Tentu ENGKAU tahu… bahwa lebih mudah mencari cinta..kalau aku kaya… karena itu.. kabulkanlah doaku… Amin.”



01.55 –Dini- hari

Tidak ada komentar: