Kamis, 09 Oktober 2008

apa kabar, pengecut!

kata-kata yang mungkin begitu miris aku dengar, aku ucap, dan sungguh disayangkan...

ya pengecut!
apa kabar kamu..?

dari dulu, aku tidak pernah dididik menjadi seorang pengecut, kalaupun kamu terpojok.. atau tersudut hati.
ya bukan dengan ini caranya...
aku sayangkan..

karena dulu (mungkin) kamu terlalu main hati..
dan akhirnya sekarang malah seperti ini
pengecut!

kamu terlalu pintar mengumbar rasa itu, malah kamu merasa seperti soerang raja sekian saat.
apa yang kamu cari..
apa yang kamu mau...

silahkan kamu menjadi seperti ini,
aku tak menggangumu lagi

pengecut!

lihat dirimu, apa yang sudah kamu lakukan, sungguh kejutan!!

aku salut..
aku acungin jempol dan sekian tepukan tangan
buat kamu pengecut!

ingatlah disaat kamu sepi..
disaat kamu tidak punya apa-apa..

sekarang mungkin kamu bagahia.. atau malah semu dari apa yang sudah berusaha kamu bangun dengan keringatmu..

tunggu saja,
pengecut!

suatu saat kamu akan tahu, sekian orang yang sudah menyayangi kamu akan berpikir juga
bukan karena akal bulus dan mulut manismu.. bahkan rupa wajahmu..
tapi seorang pengecut ya itu!

ya kamu,
karena kamu pengecut..
sebelum kamu mati,.. akuilah sekian salahmu.. bukan ke kita.. tetapi ke Tuhanmu..

bersabarlah, buat orang-orang yang sudah menyayangimu dengan begitu tulus dan jujur.

tapi, kamu masih terlalu pengecut!

apa aku masih harus menunggu lagi sampai pengecutmu itu hilang..

doakan aku saja

Tidak ada komentar: