Rabu, 10 Maret 2010

Catatan Perjalanan ke Phuket 6-9 Februari 2010

Kali ini adalah perjalananku kedua ke Phuket.

Ya Phuket, kota kecil (lebih tepatnya pulau) di Thailand sebelah selatan, menurut aku ini adalah Bali-nya Thailand.

Ya, mungkin karena aku suka sama liburan ke pantai, jadi semenjak tahun lalu aku ke Phuket (Juli 2009) aku jatuh cinta dengan Phuket.

Untuk sedikit catatan perjalanan ke Phuket dulu bisa dilihat di http://arifien.multiply.com/journal/item/478/Catatan_perjalanan_ke_Phuket_-_Thailand_bagian_1



Ya, akhirnya 6 Februari 2010 kemarin aku dapat kesempatan lagi ke Phuket. Kali ini rute transportasinya berbeda.



Sebelumnya, tahun kemarin aku ke Phuket melalui Kuala Lumpur, tetapi kali ini (sejak Desember 2009) ada direct flight atau penerbangan langsung dari Jakarta ke Phuket. Ya, tentu saja dengan maskapai favoritku, Air Asia.

Setelah sebelumnya di tahun kemarin aku ke Phuket berempat, kali ini aku berdua dengan rekanku, Andhika Nuary.




Sebelum berangkat, tentu saja, dibutuhkan sedikit persiapan. Tidak terlalu repot-repot tentunya, standard saja, seperti biasa sebelum berangkat liburan.

1. Mencari informasi tentang tujuan lokasi, kali ini soal Phuket kita bisa melihat di situs http://www.tourismthailand.org/ atau di situs http://www.wisatathailand.com/ , di situs kedua, versi bahasanya adalah bahasa Indonesia, jadi sangat mudah untuk dipahami. Tur kali ini, aku masih pengen sekali ke Phi-phi Island lagi. Dan tentu saja ke pantai-pantai yang lain di Phuket, seperti Pantai Patong, Pantai Kata dan Pantai Karon. Tetapi di perjalanan kedua ini, ada sedikit perubahan dibanding dengan sebelumnya. Yaitu kita juga mengunjungi Kota Phuket (Phuket Town) yang sebelumnya sempat terlewat. Diharapkan dengan adanya informasi tadi, kita bisa menyusun detail jadwal perjalanan. Sehingga waktu bisa termanfaatkan dengan baik.
2. Setelah detail rencana ini disiapkan. Jangan lupa kalau dibutuhkan di print, biar tidak lupa, atau disimpan di HP. Opps..! tentu saja kali ini kita harus menyipakan penginapan. Tapi jangan kuatir, tempat penginapan banyak sekali di Phuket. Dari hostel backpacker, hotel melati, hotel berbintang, lengkap disana. Tergantung budget kita saja. Untuk informasi pemensanan nya bisa dipesan via internet, tentu saja pembayaran bisa via kartu kredit. Beberapa situs pemesana hotel seperti http://www.agoda.com , http://www.asiarooms.com, atau di http://www.airasiago.com . Tips aku, bandingkan saja harganya, kadang-kadang mereka ada promo harga di masing-masing situs yang berbeda. Untuk hostel backpacker rekomendasi bisa di di book di http://www.hostelworld.com , untuk situs ini, kita hanya perlu bayar DP 10% dulu plus biaya booing 2 USD, sisanya dibayar di tempat, dan biasanya cash. Jangan takut hotel disana mahal. Tidak kok, harganya hampir sama dengan di Indonesia. Jadi untuk hostel backpacker, dalam rupiah semalam rata-rata Rp. 100.000 bahkan banyak yang lebih murah untuk kamar dome. Untuk hotel sampai bintang 3, harga antara dalam rupiah antara Rp. 200.000 – Rp. 500.000 tergantung lokasinya juga. Jadi biasanya di situs pemesanan hotel kita bis alihat peta lokasi hotel. Biasanya di dekat pantai (Pantai Patong adalah yang favorit) akan lebih mahal. Setelah hotel sudah dipesan, jangan lupa di print ya bukti pemesannya. Dan untuk hotel diatas bintang 4 sampai ke villa harganya juga bervariasi. Tetapi harganya masih masuk akal, karena memang harga hotel di Phuket bisa dibilang standardnya hampir sama dengan di Indonesia.
3. Siapkan barang-barang bawaan. Pakai tas punggung tetap menjadi pilihan favorit, simpel. Karena kita mau ke pantai, jangan lupa bawa kaos, celana pendek, celana renang, kaca mata, topi, sun block, sandal dan keperluan pribadi yang dibutuhkan. Kalau menginap di hostel, jangan lupa bawa perlengkapan mandi sendiri ya.
4. Tiket jangan lupa dan tentu saja paspor dan kartu NPWP. Karena Thailand masih di ASEAN, jadi kita tanpa visa, so bisa stay disana maksimal 30 hari, tapi bukan untuk bekerja lho ya. Heheheh...



Semua beres.... yukkk berangkat...



Oya, ke Phuket dengan AirAsia memang sekarang mudah, setelah ada penerbangan AirAsia langsung dari Jakarta, daily pula. Dari Medan juga ada sayangnya hanya 3 kali seminggu.

Jadwal penerbangan ke Phuket dari Jakarta adalah jam 11.20 siang. Jadi paling tidak bisa diatur waktunya sedemikian rupa agar sampai di Bandara Soekarno Hatta paling tidak 2 jam sebelum jadwal agar kita bisa antisipasi waktu



Ya, Sabtu itu, 6 Februari ... aku berangkat dari rumah jam 7.30 pagi. Karena aku harus ke Gambir dulu untuk naik bus Damri, cukup hemat dengan 20rb sudah sampai di Airport. Dari rumahpun cukup naik busway Rp.3.500.

Jam 8.30 pagi bus Damri menuju ke Bandara, jalanan cukup lancar, sehingga jam 9.15 sudah sampai di Terminal 2D Bandara Soekarno Hatta. Disana sudah menunggu teman saya, Andhika.

Sayapun mampir sebentar di money changer, di airport. Untunglah dapat rate yang cukup bagus yaitu 1 THB = Rp. 300,- saat itu aku menukar Rp. 1.500.000,- (hitung sendiri jadi berapa THB yak). Karena aku disana 4 hari 3 malam. Kalaupun ada sisa masih bisa aku pakai lagi, karena bulan April aku ke Bangkok. Itupun aku bawa sisa uang koin dan 40 THB dari sisa perjalanan di Phuket tahun lalu, hehehe.

Setelah masuk ke dalam airport, biar simpel aku memilih self check in yang dijalankan dengan computer touch screen. Cukup mudah, tanpa antri, apalagi saat itu aku dan temenku tidak membawa bagasi. Cukup masukkan kode booking, gesekkan paspor di alatnya dan keluarlah boarding pass nya. Setelah itu boarding pas akan di stempel oleh petugas untuk verifikasi paspor sekalian bayar airport tax Rp. 150.000,- hm... lebih mahal dari tiketnya ya. Soalnya saat itu harga tiketnya adalah oneway Rp. 99.000,-

Setelah mendapat boarding pas, aku menuju ke loket bebas fiskal, siapkan kartu NPWP sebelumnya dan jangan lupa isi kartu keberangkatan dan kedatangan dulu yak. Setelah itu berikan boarding pass, kartu NPWP, paspor dan kartu keberangkatan dan kedatangan.

Setelah mendapat stiker bebas fiskal, dilanjutkan ke bagian imigrasi untuk stempel paspor keberangkatan.

Jika keadaan sepi dan keadaan normal, proses dari awal sampai keluar imigrasi paling tidak 30 menit. Tetapi kalau sedang peak time atau biasanya pagi hari disaat ramai-ramainya jadwal keberangkatan pesawat, bisa sampai 1 jam lebih lho. Jadi siapkan waktu sebaik-baiknya ya.

Setelah itu kita bisa ke gate, saat itu kebagian di Gate D4.

Karena waktu masih beberapa menit, cukup waktu buat aku merokok dulu. Maklum nanti di pesawat 2 jam lebih, xixixixi.

Setelah cukup waktu, kitapun menuju ke Gate D4.

Jangan lupa ya, aturan bagasi kabin international agak berbeda dengan domestik.

Jadi dilarang bawa airminum, dan bawaan cairan maksimal 100ml per kemasan dan maksimal total 1000 ml dan itupun dibungkus ke plastik transparan. So, siapin prosedur tadi. Kalau mau bawa keperluan pribadi, seprti lotion, parfum, odol, dll.



Yes, pukul 11 siang akhirnya kita boarding, tepat waktu rupanya jadwal siang ini.

Dan kali ini pesawatnya menggunakan pesawat Thai Airasia, jadi pilot dan awak kabinnya orang Thailand, dengan kode penerbangan FD (Thai Airasia). Tepat jam 11.20 pesawat akhirnya take off.

Jangan kuatir, pesawatnya masih pesawta baru airbus seri 320.

Akhirnya bisa sedikit memejamkan mata. Setelah tentunya menyantap hidangan lunch di pesawat Nasi Lemak, yang sudah aku book saat pemesanan tiket.

Pukul 14.10 akhirnya mendarat juga di Phuket International Airport. Bandaranya di pinggir laut, kayak Bandara Ngurah Rai di Bali.

Dan begitu keluar dari pesawat, dan bergabung dengan beberapa penumpangd ari pesawat lain buat antri imigrasi, dan bercampur baurlah wisatawan-wisatawan dari seluruh dunia. Sudah kejawab jika memang Phuket adalah salah satu tujuan wisata dunia.

Setelah urusan imigrasi selesai. Eits... jangan langsung kabur keluar bandara. Sebelum keluar airport, sempetin dulu ambil beberapa brosur-brosur, peta dan promo-promo soal Phuket . Banyak banget.. dan itu free... (coba di Indonesia ada yaa)

Setelah itu bisa keluar airport.

Tapi pas kemarin sebelum aku keluar airport, ada promosi sebuah provider Thailand untuk bagi-bagi starter pack, alias nomer baru lokal Thailand, dan sudah ada pulsanya 20 THB pula, lumayan ntar bisa diisi ulang.

Dan.. siaplah dengan sekian tawaran transportasi. Ada bus, taksi dan minibus.

Saran aku, kalau baru pertama kali ke Phuket dan kalian berjumlah 4 orang, naiklah taksi. Dari Bandara ke Pantai Patong tawarlah sampai 400 THB atau sekitar 120 ribu, jadi per-orang iuran Rp. 30.000 hehehehe.

Karena kita berdua jadi kita memilih naik mini bus dan perorang adalah 150 THB atau Rp. 45.000 dan itu akan diantar sampai ke hotel.

Karena kita ingin simpel, dan cepat sampai ke hotel, udah pengen ke pantai nih. Hehehe

Eits, jangan kuatir mendapatkan mini bus, di depan pintu keluar ada beberapa mini bus parkir, dan tiketnya bisa dibeli di dekat situ.



By the way, orang Thailand atau di Phuket lebih tepatnya, banyak kok yang mengerti bahasa Inggris. So, nyantay saja. Tapi jangan takut, ga perlu ahli banget juga gak papa, cukup bisa dikit-dikit juga ok, yang penting PD, ya gak.. sekalian buat belajar juga.



Perjalanan dari Airport ke Pantai Patong kurang lebih 45 menit. Dan kita akan disuguhkan pemandangan yang mungkin tidak jauh beda dengan di Indonesia. Bedanya hanya banyak tulisan-tulisan Thailand, yang tentu saja akupun tidak tahu artinya apa. Tapi, jangan kuatir, .. segala petunjuk ada tulisan latinnya juga kok, jadi ga harus bisa baca tulisan Thailand.

Perjalanan ke Pantai Patong berhenti sejenak di kantor travel dari pemilik mini bus untuk checking tiket, dan disana kita akan ditawari oleh tour-tour di Phuket atau hotel. Tetapi kalau kita tidak tertarik, kita bisa menolaknya. Setelah itu tidak sampai 15 menit, mobil melanjutkan perjalanan.

Setelah melewati bukit kecil, sampai lah kita di daerah Patong. Kayak di Kuta Bali mungkin, dan kita akan diantar satu per satu ke penginapan.

Saat itu kita menginap di Tiger Hotel. Lokasinya cukup dekat dengan pantai, dan memang aku sengaja memilih yang agak premium sedikit, harganya per malam 1600 THB untuk bookingan dari web Agoda.

Setelah check di hotel, rehat sejenak. Saatnya makan..., hahahahah.. lapar...



Karena kondisi siang, warung2 tenda makan, dan beberapa tempat makan banyak yang belum buka.

Biar simpel kita makan fast food di Mc D deket Pantai Patong



Setelah kenyang... menujulah kita ke Pantai Patong, menikmati pemandangan pantai, berjemur dan menanti matahari terbenam.



Di Patong kita pun bisa sewa jet ski, parasailing atau banana boat. Memang hampir sama dengan di Kuta Bali.



Waw...

Sangat indah...



Setelah mata hari terbenam dan gelap, kita pun menuju ke salah satu mall di daerah Patong, yaitu Jungceylon.

Oya disana kita bisa dapet diskon khusus lho apabial kita bisa menunjukkan paspor Indonesia, nanti kita dapat tourism card, dan diskon bisa sampai 50%.



Setelah itu kita keliling Patong, dan termasuk ke Bang La Road, ya jalan utama di Patong yang penuh dengan tempat hiburan malam. Ya, karena sekitar jam 6 sore jalan ini akan ditutup untuk kendaraan umum.

Jadi bisa bebas jalan, seru sih... karena penuh bar dan banyak ”wanita pria” yang tentu saja cantik.. ya cantik.



Waktu sudah menjelang pukul 10 malam, tentu saja akhirnya lapar terasa. Kita pun berjalan menyusuri Rat-U Thit Road di Patong, ya salah satu jalan utama juga yang penuh dengan hotel dan restoran.

Kita menemukan warung tenda khas Malaysia, dan menu-menunya halal.

Dan jangan kaget, harganya sama kayak di Jakarta kok. Pesan nasi goreng harganya hanya 40 THB atau 12 ribu rupiah.

Dan penjualnya tahu kita orang Indonesia, kitapun diajak ngobrol pakai bahasa Indonesia.

Selepas itu kita pulang, dan istirahat. Karena esok pagi ingin beraktivitas pagi.



Esonya, 7 Februari 2010, tepatnya hari Minggu, setelah sarapan di hotel. Sekali lagi kita kembali ke Patong Beach, .. ya Pantai Patong.. untuk berenang dan berjemur.


Cukup ramai pagi itu, dan udara cerah sekali.

Kita sewa kursi berjemur sewanya 100 THB sehari. Dan jangan kuatir disini banyak kok kursi buat berjemurnya.


Aku dan temenku pun bisa berenang dan berjemur sampai puas.

Tak terasa sudah menjelang waktu jam 12 siang, karena siang ini kita harus check out dan pindah hotel di daerah Phuket Town, tepatnya di Rome Place Hotel di Phuket Town.

Setelah check out daru Tiger Inn Hotel, kita sempatin dulu mampir ke mall Jungceylon untuk beli beberapa potong baju, dan tentunya yang diskon, hohohoho.



Akhirnya kita menuju Phuket Town dengan menggunakan taksi, karena sudah panas dan kita sedikit letih. Dengan tarif 500 THB kita diantar sampai ke hotel di Phuket Town.



Tempatnya di tengah kota, dan kita menginap 2 malam disini. Cukup pas harganya, 2 malam hanya 1400 THB.



Sore harinya, aku sendiri berjalan-jalan keliling Kota Phuket, melihat beberapa bangunan tua dan mampir ke beberapa toko dan melihat aktivitas sore warga Phuket.

Tak lupa mampir ke Phuket Square, disana bisa membeli oleh2 khas Phuket. Mulai dari baju, kaos, atau makanan kecil. Jangan lupa cobain dan membawa keripik durian dan kacang khas Thailand.



Hari itupun aku telp kenalanku Mr.Aki. Dia adalah salah satu guide yang aku kenal dari perjalanku sebelumnya di Phuket.

Aku minta bantuan buat bookingkan untuk tour di Phi-phi Island esok harinya, yaitu di Agent Patong Pulse Tour. Sama seperti tahun lalu, aku juga menggunakan agen tour ini.

Tahun kemarin aku bisa dapat tarif tour ke Ph-phi Island 1200 THB, tapi yang sekarang 1300 THB.



Esoknya jam 7 pagi kita sudah dijemput oleh petugas tour untuk ke dermaga buat ikut tour ke Phi-phi Island.

Jam 8.30 pagi kita sudah sampai di dermaga dan siap-siap naik boat untuk ke Phi-phi Island.

Oya, jika kalian nanti akan tour ke Phi-phi Island, pakailah yang pakai boat kecil yang biasanya penumpangnya 20-24 orang jadi boatnya bisa merapat ke pantai.

Untuk one day tour seharga 1300 THB itu udah included boat, alat buat snorkling, minum sepuasnya di boat (cola dan air mineral), buah, dan makan siang di Phi-Phi Island tak lupa juga life jacket bagi yang membutuhkan.

Jarak dari dermaga ke Phi-Phi Island adalah sekitar 45 menit dengan kondisi boat kecil yang cukup ngebut.. wow..! seru abis... siap2 pegangan.

Tujuan tour ke Phi-phi Island adalah Goa Viking, kitapun juga ke Monkey Beach yaitu pantai yang banyak monyetnya, jadi kita bisa memberi makan monyet-monyet dengan kacang.

Setelah itu kita ke masuk ke sebuah teluk kecil yang warna airnya seolah-olah ada 3 warna, yaitu biru, merah dan hijau.

Setelah itu boat berhenti di sebuah titik pantai untuk snorkling.

Buat ngelihat langsung karang dan ikan yang lucu-lucu.



Kemarin itu rombongan satu boat ku ada turis dari Dubai, Cina, Korea, Perancis dan Amerika. Cukup bervariasi bukan..?

Saat ikut tour seperti ini, jangan lupa selalu tepat waktu dari arahan pemberian waktu yang diberikan oleh tour guide saat boat berhenti, agar tidak saling menunggu lama untuk tujuan berikutnya.



Setelah puas snorkling kita ke Maya Beach.


Hm... yang ini bagusssss... pantainya.

Maklum tempat syuting film The Beach yang dibintangi oleh Leonardo Dicaprio.

Disana bisa berjemur dan berenang.



Waktu sudah jam 12 siang lebih, saatnya makan siang.

Jangan kuatir, makan siangnya halal kok di Phi-phi Island. Dengan menu yang nikmat dan variasi seafood tentu saja. Tapi bagi yang alergi seafood ada pilihan lain kok seperti spagethi dan nasi goreng.



Setelah kenyang, kita menuju sebuah pulau kecil. Disana kita diberi waktu cukup lama hampir 2 jam buat berjemur, berenang dan snorkling.



Tak kalah menarik, disini bagus juga karang dan ikan-ikannya.

Btw, jangan lupa ya pakai sun block. Soalnya dan pastinya panas banget. Maklum di tengah lautan lepas.



Menjelang pukul 4. kita berkumpul kembali dan boat kembali ke darmaga.

Setelah itu kita diantar ke hotel atau penginapan kita masing.



Yang kelas puas....

Walaupun ini sudah perjalananku kedua ke Phi-phi Island. Nanti kalau aku ke Phuket, mungkin akan ke Phi-phi Island lagi.



Pilihan lain selain Phi-phi Island kita juga bisa ke James Bond Islands, .. tapi aku belum pernah kesana.



Jam 5 sore kita sudah kembali ke hotel.

Istirahat sejenak.

Dan sore ini menjelang senja, aku jalan-jalan kembali ke Phuket Town. Menikmati udara sore dan mampir ke sebuah kafe untuk memesan kopi khas Phuket ditambah roti bakar.

Nikmat......



Tak terasa sudah malam, aku harus segera pulang.

Membereskan tas, karena esok harinya kita harus kembali ke Jakarta. Dan flight kita adalah jam 7.55 pagi.

Kitapun memutuskan memesan taksi hotel untuk drop ke airport pagi buta.



Karena flight kita jam 7.55 kitapun menuju airport dengan taksi bandara jam 5 pagi dengan tarif 500 THB.

Jarak dari Phuket Town ke Phuket Airport sekitar 40 menit.

Jalanan masih sepi jam 5 pagi saat kita menuju airport, masih gelap.

Kita sampai di airport jam 6 pagi.

Untung di Phuket Airport ada mesin self check in Airasia, dan karena kita tidak bawa bagasi, jadi dengan cepat, mudah dan praktis kita pakai alat itu seperti di Jakarta sebelumnya.

Setelah imigrasi kita pun menuju gate dan siap kembali ke Jakarta.



Dengan mengambil waktu terbang 2 jam dan 50 menit. Jam 10.45 kita sudah sampai di Soekarno Hatta Airport.



Waw... sangat cukup puas juga liburan singkat di Phuket kali ini.

Yang jelas wisata ke Phuket , Thailand selalu membawa keceriaan. Dan karena memang aku suka pantai jadi akan selalu merindukan Phuket, apalagi disana juga murah-murah biaya jalan2nya.



Dan... Tahun inipun aku sudah booking perjalanan akhir tahun ke Phuket lagi...



Dan aku harus melihat Phuket Fantasea (www.phuket-fantasea.com)

Ke Kata Beach..... untuk ketenangan pantai. Dan tentu saja.. ke Phi-phi Island lagi.



Ahhh... tak sabar menanti (kembali)

Cerita Perjalanan Phuket 6-9 Februari 2010




 

 

Kali ini adalah perjalananku kedua ke Phuket.

Ya Phuket, kota kecil (lebih tepatnya pulau) di Thailand sebelah selatan, menurut aku ini adalah Bali-nya Thailand.

Ya, mungkin karena aku suka sama liburan ke pantai, jadi semenjak tahun lalu aku ke Phuket (Juli 2009) aku jatuh cinta dengan Phuket.

 

Ya, akhirnya 6 Februari 2010 kemarin aku dapat kesempatan lagi ke Phuket. Kali ini rute transportasinya berbeda.

Sebelumnya, tahun kemarin aku ke Phuket melalui Kuala Lumpur, tetapi kali ini (sejak Desember 2009) ada direct flight atau penerbangan langsung dari Jakarta ke Phuket. Ya, tentu saja dengan maskapai favoritku, Air Asia.

Setelah sebelumnya di tahun kemarin aku ke Phuket berempat, kali ini aku berdua dengan rekanku, Andhika Nuary.

 

Sebelum berangkat, tentu saja, dibutuhkan sedikit persiapan. Tidak terlalu repot-repot tentunya, standard saja, seperti biasa sebelum berangkat liburan.

   1. Mencari informasi tentang tujuan lokasi, kali ini soal Phuket kita bisa melihat di situs http://www.tourismthailand.org/ atau di situs http://www.wisatathailand.com/ , di situs kedua, versi bahasanya adalah bahasa Indonesia, jadi sangat mudah untuk dipahami. Tur kali ini, aku masih pengen sekali ke Phi-phi Island lagi. Dan tentu saja ke pantai-pantai yang lain di Phuket, seperti Pantai Patong, Pantai Kata dan Pantai Karon. Tetapi di perjalanan kedua ini, ada sedikit perubahan dibanding dengan sebelumnya. Yaitu kita juga mengunjungi Kota Phuket (Phuket Town) yang sebelumnya sempat terlewat. Diharapkan dengan adanya informasi tadi, kita bisa menyusun detail jadwal perjalanan. Sehingga waktu bisa termanfaatkan dengan baik.
   2. Setelah detail rencana ini disiapkan. Jangan lupa kalau dibutuhkan di print, biar tidak lupa, atau disimpan di HP. Opps..! tentu saja kali ini kita harus menyipakan penginapan. Tapi jangan kuatir, tempat penginapan banyak sekali di Phuket. Dari hostel backpacker, hotel melati, hotel berbintang, lengkap disana. Tergantung budget kita saja. Untuk informasi pemensanan nya bisa dipesan via internet, tentu saja pembayaran bisa via kartu kredit. Beberapa situs pemesana hotel seperti http://www.agoda.com , http://www.asiarooms.com, atau di http://www.airasiago.com . Tips aku, bandingkan saja harganya, kadang-kadang mereka ada promo harga di masing-masing situs yang berbeda. Untuk hostel backpacker rekomendasi bisa di di book di http://www.hostelworld.com , untuk situs ini, kita hanya perlu bayar DP 10% dulu plus biaya booing 2 USD, sisanya dibayar di tempat, dan biasanya cash. Jangan takut hotel disana mahal. Tidak kok, harganya hampir sama dengan di Indonesia. Jadi untuk hostel backpacker, dalam rupiah semalam rata-rata Rp. 100.000 bahkan banyak yang lebih murah untuk kamar dome. Untuk hotel sampai bintang 3, harga antara dalam rupiah antara Rp. 200.000 – Rp. 500.000 tergantung lokasinya juga. Jadi biasanya di situs pemesanan hotel kita bis alihat peta lokasi hotel. Biasanya di dekat pantai (Pantai Patong adalah yang favorit) akan lebih mahal. Setelah hotel sudah dipesan, jangan lupa di print ya bukti pemesannya. Dan untuk hotel diatas bintang 4 sampai ke villa harganya juga bervariasi. Tetapi harganya masih masuk akal, karena memang harga hotel di Phuket bisa dibilang standardnya hampir sama dengan di Indonesia.
   3. Siapkan barang-barang bawaan. Pakai tas punggung tetap menjadi pilihan favorit, simpel. Karena kita mau ke pantai, jangan lupa bawa kaos, celana pendek, celana renang, kaca mata, topi, sun block, sandal dan keperluan pribadi yang dibutuhkan. Kalau menginap di hostel, jangan lupa bawa perlengkapan mandi sendiri ya.
   4. Tiket jangan lupa dan tentu saja paspor dan kartu NPWP. Karena Thailand masih di ASEAN, jadi kita tanpa visa, so bisa stay disana maksimal 30 hari, tapi bukan untuk bekerja lho ya. Heheheh...

 

Semua beres.... yukkk berangkat...

 

Oya, ke Phuket dengan AirAsia memang sekarang mudah, setelah ada penerbangan AirAsia langsung dari Jakarta, daily pula. Dari Medan juga ada sayangnya hanya 3 kali seminggu.

Jadwal penerbangan ke Phuket dari Jakarta adalah jam 11.20 siang. Jadi paling tidak bisa diatur waktunya sedemikian rupa agar sampai di Bandara Soekarno Hatta paling tidak 2 jam sebelum jadwal agar kita bisa antisipasi waktu

 

Ya, Sabtu itu, 6 Februari ... aku berangkat dari rumah jam 7.30 pagi. Karena aku harus ke Gambir dulu untuk naik bus Damri, cukup hemat dengan 20rb sudah sampai di Airport. Dari rumahpun cukup naik busway Rp.3.500.

Jam 8.30 pagi bus Damri menuju ke Bandara, jalanan cukup lancar, sehingga jam 9.15 sudah sampai di Terminal 2D Bandara Soekarno Hatta. Disana sudah menunggu teman saya, Andhika.

Sayapun mampir sebentar di money changer, di airport. Untunglah dapat rate yang cukup bagus yaitu 1 THB = Rp. 300,- saat itu aku menukar Rp. 1.500.000,- (hitung sendiri jadi berapa THB yak). Karena aku disana 4 hari 3 malam. Kalaupun ada sisa masih bisa aku pakai lagi, karena bulan April aku ke Bangkok. Itupun aku bawa sisa uang koin dan 40 THB dari sisa perjalanan di Phuket tahun lalu, hehehe.

Setelah masuk ke dalam airport, biar simpel aku memilih self check in yang dijalankan dengan computer touch screen. Cukup mudah, tanpa antri, apalagi saat itu aku dan temenku tidak membawa bagasi. Cukup masukkan kode booking, gesekkan paspor di alatnya dan keluarlah boarding pass nya. Setelah itu boarding pas akan di stempel oleh petugas untuk verifikasi paspor sekalian bayar airport tax Rp. 150.000,- hm... lebih mahal dari tiketnya ya. Soalnya saat itu harga tiketnya adalah oneway Rp. 99.000,-

Setelah mendapat boarding pas, aku menuju ke loket bebas fiskal, siapkan kartu NPWP sebelumnya dan jangan lupa isi kartu keberangkatan dan kedatangan dulu yak. Setelah itu berikan boarding pass, kartu NPWP, paspor dan kartu keberangkatan dan kedatangan.

Setelah mendapat stiker bebas fiskal, dilanjutkan ke bagian imigrasi untuk stempel paspor keberangkatan.

Jika keadaan sepi dan keadaan normal, proses dari awal sampai keluar imigrasi paling tidak 30 menit. Tetapi kalau sedang peak time atau biasanya pagi hari disaat ramai-ramainya jadwal keberangkatan pesawat, bisa sampai 1 jam lebih lho. Jadi siapkan waktu sebaik-baiknya ya.

Setelah itu kita bisa ke gate, saat itu kebagian di Gate D4.

Karena waktu masih beberapa menit, cukup waktu buat aku merokok dulu. Maklum nanti di pesawat 2 jam lebih, xixixixi.

Setelah cukup waktu, kitapun menuju ke Gate D4.

Jangan lupa ya, aturan bagasi kabin international agak berbeda dengan domestik.

Jadi dilarang bawa airminum, dan bawaan cairan maksimal 100ml per kemasan dan maksimal total 1000 ml dan itupun dibungkus ke plastik transparan. So, siapin prosedur tadi. Kalau mau bawa keperluan pribadi, seprti lotion, parfum, odol, dll.

 

Yes, pukul 11 siang akhirnya kita boarding, tepat waktu rupanya jadwal siang ini.

Dan kali ini pesawatnya menggunakan pesawat Thai Airasia, jadi pilot dan awak kabinnya orang Thailand, dengan kode penerbangan FD (Thai Airasia). Tepat jam 11.20 pesawat akhirnya take off.

Jangan kuatir, pesawatnya masih pesawta baru airbus seri 320.

Akhirnya bisa sedikit memejamkan mata. Setelah tentunya menyantap hidangan lunch di pesawat Nasi Lemak, yang sudah aku book saat pemesanan tiket.

Pukul 14.10 akhirnya mendarat juga di Phuket International Airport. Bandaranya di pinggir laut, kayak Bandara Ngurah Rai di Bali.

Dan begitu keluar dari pesawat, dan bergabung dengan beberapa penumpangd ari pesawat lain buat antri imigrasi, dan bercampur baurlah wisatawan-wisatawan dari seluruh dunia. Sudah kejawab jika memang Phuket adalah salah satu tujuan wisata dunia.

Setelah urusan imigrasi selesai. Eits... jangan langsung kabur keluar bandara. Sebelum keluar airport, sempetin dulu ambil beberapa brosur-brosur, peta dan promo-promo soal Phuket . Banyak banget.. dan itu free... (coba di Indonesia ada yaa)

Setelah itu bisa keluar airport.

Tapi pas kemarin sebelum aku keluar airport, ada promosi sebuah provider Thailand untuk bagi-bagi starter pack, alias nomer baru lokal Thailand, dan sudah ada pulsanya 20 THB pula, lumayan ntar bisa diisi ulang.

Dan.. siaplah dengan sekian tawaran transportasi. Ada bus, taksi dan minibus.

Saran aku, kalau baru pertama kali ke Phuket dan kalian berjumlah 4 orang, naiklah taksi. Dari Bandara ke Pantai Patong tawarlah sampai 400 THB atau sekitar 120 ribu, jadi per-orang iuran Rp. 30.000 hehehehe.

Karena kita berdua jadi kita memilih naik mini bus dan perorang adalah 150 THB atau Rp. 45.000 dan itu akan diantar sampai ke hotel.

Karena kita ingin simpel, dan cepat sampai ke hotel, udah pengen ke pantai nih. Hehehe

Eits, jangan kuatir mendapatkan mini bus, di depan pintu keluar ada beberapa mini bus parkir, dan tiketnya bisa dibeli di dekat situ.

 

By the way, orang Thailand atau di Phuket lebih tepatnya, banyak kok yang mengerti bahasa Inggris. So, nyantay saja. Tapi jangan takut, ga perlu ahli banget juga gak papa, cukup bisa dikit-dikit juga ok, yang penting PD, ya gak.. sekalian buat belajar juga.

 

Perjalanan dari Airport ke Pantai Patong kurang lebih 45 menit. Dan kita akan disuguhkan pemandangan yang mungkin tidak jauh beda dengan di Indonesia. Bedanya hanya banyak tulisan-tulisan Thailand, yang tentu saja akupun tidak tahu artinya apa. Tapi, jangan kuatir, .. segala petunjuk ada tulisan latinnya juga kok, jadi ga harus bisa baca tulisan Thailand.

Perjalanan ke Pantai Patong berhenti sejenak di kantor travel dari pemilik mini bus untuk checking tiket, dan disana kita akan ditawari oleh tour-tour di Phuket atau hotel. Tetapi kalau kita tidak tertarik, kita bisa menolaknya. Setelah itu  tidak sampai 15 menit, mobil melanjutkan perjalanan.

Setelah melewati bukit kecil, sampai lah kita di daerah Patong. Kayak di Kuta Bali mungkin, dan kita akan diantar satu per satu ke penginapan.

Saat itu kita menginap di Tiger Hotel. Lokasinya cukup dekat dengan pantai, dan memang aku sengaja memilih yang agak premium sedikit, harganya per malam 1600 THB untuk bookingan dari web Agoda.

Setelah check di hotel, rehat sejenak. Saatnya makan..., hahahahah.. lapar...

 

Karena kondisi siang, warung2 tenda makan, dan beberapa tempat makan banyak yang belum buka.

Biar simpel kita makan fast food di Mc D deket Pantai Patong

 

Setelah kenyang... menujulah kita ke Pantai Patong, menikmati pemandangan pantai, berjemur dan menanti matahari terbenam.

 

Di Patong kita pun bisa sewa jet ski, parasailing atau banana boat. Memang hampir sama dengan di Kuta Bali.

 

Waw...


Sangat indah...

 

Setelah mata hari terbenam dan gelap, kita pun menuju ke salah satu mall di daerah Patong, yaitu Jungceylon.

Oya disana kita bisa dapet diskon khusus lho apabial kita bisa menunjukkan paspor Indonesia, nanti kita dapat tourism card, dan diskon bisa sampai 50%.

 

Setelah itu kita keliling Patong, dan termasuk ke Bang La Road, ya jalan utama di Patong yang penuh dengan tempat hiburan malam. Ya, karena sekitar jam 6 sore jalan ini akan ditutup untuk kendaraan umum.

Jadi bisa bebas jalan, seru sih... karena penuh bar dan banyak ”wanita pria” yang tentu saja cantik.. ya cantik.

 

Waktu sudah menjelang pukul 10 malam, tentu saja akhirnya lapar terasa. Kita pun berjalan menyusuri Rat-U Thit Road di Patong, ya salah satu jalan utama juga yang penuh dengan hotel dan restoran.

Kita menemukan warung tenda khas Malaysia, dan menu-menunya halal.

Dan jangan kaget, harganya sama kayak di Jakarta kok. Pesan nasi goreng harganya hanya 40 THB atau 12 ribu rupiah.

Dan penjualnya tahu kita orang Indonesia, kitapun diajak ngobrol pakai bahasa Indonesia.

Selepas itu kita pulang, dan istirahat. Karena esok pagi ingin beraktivitas pagi.

 

Esonya, 7 Februari 2010, tepatnya hari Minggu, setelah sarapan di hotel. Sekali lagi kita kembali ke Patong Beach, .. ya Pantai Patong.. untuk berenang dan berjemur.

Cukup ramai pagi itu, dan udara cerah sekali.

Kita sewa kursi berjemur sewanya 100 THB sehari. Dan jangan kuatir disini banyak kok kursi buat berjemurnya.

Aku dan temenku pun bisa berenang dan berjemur sampai puas.

Tak terasa sudah menjelang waktu jam 12 siang, karena siang ini kita harus check out dan pindah hotel di daerah Phuket Town, tepatnya di Rome Place Hotel di Phuket Town.

Setelah check out daru Tiger Inn Hotel, kita sempatin dulu mampir ke mall Jungceylon untuk beli beberapa potong baju, dan tentunya yang diskon, hohohoho.

 

Akhirnya kita menuju Phuket Town dengan menggunakan taksi, karena sudah panas dan kita sedikit letih. Dengan tarif 500 THB kita diantar sampai ke hotel di Phuket Town.

 

Tempatnya di tengah kota, dan kita menginap 2 malam disini. Cukup pas harganya, 2 malam hanya 1400 THB.

 

Sore harinya, aku sendiri berjalan-jalan keliling Kota Phuket, melihat beberapa bangunan tua dan mampir ke beberapa toko dan melihat aktivitas sore warga Phuket.

Tak lupa mampir ke Phuket Square, disana bisa membeli oleh2 khas Phuket. Mulai dari baju, kaos, atau makanan kecil. Jangan lupa cobain dan membawa keripik durian dan kacang khas Thailand.

 

Hari itupun aku telp kenalanku Mr.Aki. Dia adalah salah satu guide yang aku kenal dari perjalanku sebelumnya di Phuket.

Aku minta bantuan buat bookingkan untuk tour di Phi-phi Island esok harinya, yaitu di Agent Patong Pulse Tour. Sama seperti tahun lalu, aku juga menggunakan agen tour ini.

Tahun kemarin aku bisa dapat tarif tour ke Ph-phi Island 1200 THB, tapi yang sekarang 1300 THB.

 

Esoknya jam 7 pagi kita sudah dijemput oleh petugas tour untuk ke dermaga buat ikut tour ke Phi-phi Island.

Jam 8.30 pagi kita sudah sampai di dermaga dan siap-siap naik boat untuk ke Phi-phi Island.


Oya, jika kalian nanti akan tour ke Phi-phi Island, pakailah yang pakai boat kecil yang biasanya penumpangnya 20-24 orang jadi boatnya bisa merapat ke pantai.

Untuk one day tour seharga 1300 THB itu udah included boat, alat buat snorkling, minum sepuasnya di boat (cola dan air mineral), buah, dan makan siang di Phi-Phi Island tak lupa juga life jacket bagi yang membutuhkan.

Jarak dari dermaga ke Phi-Phi Island adalah sekitar 45 menit dengan kondisi boat kecil yang cukup ngebut.. wow..! seru abis... siap2 pegangan.

Tujuan tour ke Phi-phi Island adalah Goa Viking, kitapun juga ke Monkey Beach yaitu pantai yang banyak monyetnya, jadi kita bisa memberi makan monyet-monyet dengan kacang.

Setelah itu kita ke masuk ke sebuah teluk kecil yang warna airnya seolah-olah ada 3 warna, yaitu biru, merah dan hijau.


Setelah itu boat berhenti di sebuah titik pantai untuk snorkling.

Buat ngelihat langsung karang dan ikan yang lucu-lucu.

 

Kemarin itu rombongan satu boat ku ada turis dari Dubai, Cina, Korea, Perancis dan Amerika. Cukup bervariasi bukan..?

Saat ikut tour seperti ini, jangan lupa selalu tepat waktu dari arahan pemberian waktu yang diberikan oleh tour guide saat boat berhenti, agar tidak saling menunggu lama untuk tujuan berikutnya.

 

Setelah puas snorkling kita ke Maya Beach.

Hm... yang ini bagusssss... pantainya.


Maklum tempat syuting film The Beach yang dibintangi oleh Leonardo Dicaprio.

Disana bisa berjemur dan berenang.

 

Waktu sudah jam 12 siang lebih, saatnya makan siang.

Jangan kuatir, makan siangnya halal kok di Phi-phi Island. Dengan menu yang nikmat dan variasi seafood tentu saja. Tapi bagi yang alergi seafood ada pilihan lain kok seperti spagethi dan nasi goreng.

 

Setelah kenyang, kita menuju sebuah pulau kecil. Disana kita diberi waktu cukup lama hampir 2 jam buat berjemur, berenang dan snorkling.


 

Tak kalah menarik, disini bagus juga karang dan ikan-ikannya.

Btw, jangan lupa ya pakai sun block. Soalnya dan pastinya panas banget. Maklum di tengah lautan lepas.

 

Menjelang pukul 4. kita berkumpul kembali dan boat kembali ke darmaga.

Setelah itu kita diantar ke hotel atau penginapan kita masing.

 

Yang kelas puas....

Walaupun ini sudah perjalananku kedua ke Phi-phi Island. Nanti kalau aku ke Phuket, mungkin akan ke Phi-phi Island lagi.

 

Pilihan lain selain Phi-phi Island kita juga bisa ke James Bond Islands, .. tapi aku belum pernah kesana.

 

Jam 5 sore kita sudah kembali ke hotel.

Istirahat sejenak.

Dan sore ini menjelang senja, aku jalan-jalan kembali ke Phuket Town. Menikmati udara sore dan mampir ke sebuah kafe untuk memesan kopi khas Phuket ditambah roti bakar.

Nikmat......

 

Tak terasa sudah malam, aku harus segera pulang.

Membereskan tas, karena esok harinya kita harus kembali ke Jakarta. Dan flight kita adalah jam 7.55 pagi.

Kitapun memutuskan memesan taksi hotel untuk drop ke airport pagi buta.

 

Karena flight kita jam 7.55 kitapun menuju airport dengan taksi bandara jam 5 pagi  dengan tarif 500 THB.

Jarak dari Phuket Town ke Phuket Airport sekitar 40 menit.

Jalanan masih sepi jam 5 pagi saat kita menuju airport, masih gelap.

Kita sampai di airport jam 6 pagi.

Untung di Phuket Airport ada mesin self check in Airasia, dan karena kita tidak bawa bagasi, jadi dengan cepat, mudah dan praktis kita pakai alat itu seperti di Jakarta sebelumnya.

Setelah imigrasi kita pun menuju gate dan siap kembali ke Jakarta.

 

Dengan mengambil waktu terbang 2 jam dan 50 menit. Jam 10.45 kita sudah sampai di Soekarno Hatta Airport.

 

Waw... sangat cukup puas juga liburan singkat di Phuket kali ini.

Yang jelas wisata ke Phuket , Thailand selalu membawa keceriaan. Dan karena memang aku suka pantai jadi akan selalu merindukan Phuket, apalagi disana juga murah-murah biaya jalan2nya.

 

Dan... Tahun inipun aku sudah booking perjalanan akhir tahun ke Phuket lagi...

 

Dan aku harus melihat Phuket Fantasea (www.phuket-fantasea.com)

Ke Kata Beach..... untuk ketenangan pantai. Dan tentu saja.. ke Phi-phi Island lagi.

 

Ahhh... tak sabar menanti (kembali)


 

Rabu, 03 Maret 2010

Jilid I (Dec 09-Feb10)





Sekian fakta dan asumsi pribadi

Jilid I (Singapore, Yogjakarta, Solo, Phuket, Kinabalu),
Hanya sekilas ringkas dan sekian fakta yang saya temui dari perjalanan saya di bulan Desember-Januari-Februari yang disponsori oleh AirAsia.

Singapore (18-20 Dec 09)
1. Cek dulu schedule SALE, karena disini surga belanja. Mall melimpah ruah, dan jangan lupa minta form refund GST saat belanja di toko-toko. Lumayan hemat 7%
2. Negara minimalis, dengan konsep budaya yang melimpah. Chinatown, Little India, Kampung Glam, Peranakan, Kampong Malay. Icip-icip kuliner, bisa jadi target utama. Dan semua itu di mix oleh kemajuan negara Singa.
3. Rapi dan teraturlah di jalan dan di keramaian.
4. Jangan takut tersesat di Singapore. Cukup bawa peta yang bisa diambil di airport, semuanya beres.
5. 3 hari 2 malam, sudah cukup buat wisata ke Singapore. Jangan kuatir, hostel backpacker sangat banyak di Singapore.
6. Jangan lupa ambil brosur informasi di Airport Changi pas datang ke Singapore.
7. Pastikan kuat jalan kaki, dan bawa obat pegal-pegal, karena banyak spot di Singapore nikmat dinikmati dengan jalan kaki.
8. Pakailah sandal atau sepatu yang nyaman buat jalan kaki, dan pakailah kaos yang menyerap keringat.
9. Jangan kuatir, flight ke Singapore dari Jakarta 7 kali setiap hari. Dan juga dari Yogjakarta, Bandung, dan Surabaya juga ada.

Penang (24-26 Dec 09)
1. Pulau kecil di Malaysia yang unik dengan George Town nya, kota tua peninggalan Inggris. Bagus.
2. Keliling kota naek bus yang simpel dan nyaman, cukup hemat.
3. Dari segi makanan dan kuliner, ga jauh beda ama Malaysia lah, .. harganya... cukup terjangkau.
4. Paling suka nongkrong di kafe-kafe pinggir laut deket George Town awaktu senja. Hmmm....
5. Main ke Mall juga ada, deket ama Penang Bridge, kalo ga salah namanya QueenBay.
6. Ke Bukit Bendera atau Penang Hills, naek kereta keliling hutan di atas bukit.
7. Banyak nemuin orang Indonesia disini, plus produk-produk Indonesia.
8. Transportasi cukup naek bus Rapid KL, murah meriah deh.


Yogjakarta (1-2 Jan 10)
1. Kota pusat kebudayaan Jawa, yang tentunya cukup nyaman buat tujuan wisata.
2. Terkenal dengan wisata murah, makanan murah, dan penginapan murah.
3. Wisata batik, kuliner, pantai dan candi, tetap menjadi tujuan utama.
4. Keramahan orang Yogja tetap menjadi keramahan yang berbeda.
5. Siap-siap dengan konsep makanan yang manis.
6. Keliling kota dengan TransJogja, cukup dengan 3000 rupiah.
7. Kunjungi juga Keraton Yogja sebagai wisata budaya. Mampir ke Alun-Alunnya juga.
8. Tak sudah ragu menawar saat bertransaksi membeli.
9. Janan lupa bawa oleh-oleh bakpia pathok.
10. Jadwal penerbangan ke Yogjakarta dari Jakarta 2 kali sehari. Dan dari Yogjakarta juga ada yang ke Kuala Lumpur dan Singapore.

Solo/Surakarta (2-4 Jan 10)
1. Di Solo wisata batik yang paling unik. Kunjungi Kampung Batik Kauman dan Laweyan.
2. Nikmati perjalanan wisata kota dengan naik becak.
3. Jangan lupa nikmati makanan khas Solo yang unik dan nikmat, dan tentunya dengan harga dan murah. Serabi Notosuman jangan lupa, maknyus!
4. ke Solo dari Jogja? Jangan khawatir, bisa naik kereta Prambanan Express dari stasiun Maguwo, tepat persis di depan Airport Adi Sucipto Yogjakarta, dan hanya menempuh waktu 45 menit.
5. Jangan salah, penerbangan Solo-Kuala Lumpur juga ada lho.
6. Kalau sempat kunjungi Keraton Solo sebagai referensi budaya.

Phuket (6-9 Feb 10)
1. Wisata pantai yang beda di luar Indonesia, dan tentu saja dekat dari Indonesia.
2. Ada direct flight dari Jakarta dan Medan ke Phuket.
3. Jangan lupa ke Patong, Kata, Karon Beach. Dan yang pasti, ikut tour ke Phi-Phi Island. Kepulauan Phi2 yang sangat unik.
4. Jangan kuatir, biaya wisata di Phuket murah meriah. Mau hotel berbintang atau hostel backpacker, semuanya ada.
5. Rekomendasi tempat penginapan dan tempat main di daerah Patong Beach saja.
6. Ambil brosur informasi soal Phuket di Airport, sangat membantu, jangan lupa ambil sebanyak-banyaknya.
7. Baju-baju di Phuket cukup murah, kalo suka hunting baju, jangan lupa mampir ke mall nya.
8. Banyak sekali turis asing disini, siap-siap saja melihat orang cakep. Bawa kacamata hitam ya dan juga sunblock jangan lupa.
9. Tawarlah sampai 30% jika sedang berbelanja oleh-oleh di tempat yang bisa ditawar.

Kinabalu (20-23 Feb 10)
1. Kota Kinabalu, kota di Sabah di Malaysia Timur, kotanya dipinggir laut, lebih tepatnya di Laut Cina Selatan.
2. Jangan kuatir, orang Indonesia sangat banyak disini. Jadi pakai bahasa Indonesia dikenali.
3. Wisata pulau di Tunku Abdur Rahman Park, ada beberapa pulau yang bisa dikunjungi dalam satu hari. Bisa berenang, berjemur, menyelam dan snorkling.
4. Wisata ke Gunung Kinabalu, kalau tidak memungkinkan untuk mendaki jangan lupa ke Kinabalu Park dan mencoba berjalan di Canopy Walk (berjalan di jembatan tali yang dikaitkan di pohon).
5. Hotel dan penginapan sangat mudah dan banyak disini. Dari hostel baclpacker sampai ke hotel berbintang.
6. Makanan seafood sangat khas disini, jangan lupa mencoba udang, ikan atau cumi-cumi.
7. Suka shopping, tak usah khawatir ada 1Borneo, Suria Sabah, Warisan Square, dan beberapa mall lainnya.
8. Ada direct flight dari Jakarta ke Kota Kinabalu. Kalau mau sekalian ke Brunei atau Filipina sudah dekat, jadi bisa sekalian kalo memungkinkan.



Special thanks to :
AirAsia
Tune Hotels

Jilid 1 -- Desember 09 - Februari 10







Sekian fakta dan asumsi pribadi

Jilid I (Singapore, Penang, Yogjakarta, Solo, Phuket, Kinabalu),
Hanya sekilas ringkas dan sekian fakta yang saya temui dari perjalanan saya di bulan Desember-Januari-Februari yang disponsori oleh AirAsia.

Singapore (18-20 Dec 09)
1.    Cek dulu schedule SALE, karena disini surga belanja. Mall melimpah ruah, dan jangan lupa minta form refund GST saat belanja di toko-toko. Lumayan hemat 7%
2.    Negara minimalis, dengan konsep budaya yang melimpah. Chinatown, Little India, Kampung Glam, Peranakan, Kampong Malay. Icip-icip kuliner, bisa jadi target utama. Dan semua itu di mix oleh kemajuan negara Singa.
3.    Rapi dan teraturlah di jalan dan di keramaian.
4.    Jangan takut tersesat di Singapore. Cukup bawa peta yang bisa diambil di airport, semuanya beres.
5.    3 hari 2 malam, sudah cukup buat wisata ke Singapore. Jangan kuatir, hostel backpacker sangat banyak di Singapore.
6.    Jangan lupa ambil brosur informasi di Airport Changi pas datang ke Singapore.
7.    Pastikan kuat jalan kaki, dan bawa obat pegal-pegal, karena banyak spot di Singapore nikmat dinikmati dengan jalan kaki.
8.    Pakailah sandal atau sepatu yang nyaman buat jalan kaki, dan pakailah kaos yang menyerap keringat.
9.    Jangan kuatir, flight ke Singapore dari Jakarta 7 kali setiap hari. Dan juga dari Yogjakarta, Bandung, dan Surabaya juga ada.

Penang (24-26 Dec 09)
1.    Pulau kecil di Malaysia yang unik dengan George Town nya, kota tua peninggalan Inggris. Bagus.
2.    Keliling kota naek bus yang simpel dan nyaman, cukup hemat.
3.    Dari segi makanan dan kuliner, ga jauh beda ama Malaysia lah, .. harganya... cukup terjangkau.
4.    Paling suka nongkrong di kafe-kafe pinggir laut deket George Town awaktu senja. Hmmm....
5.    Main ke Mall juga ada, deket ama Penang Bridge, kalo ga salah namanya QueenBay.
6.    Ke Bukit Bendera atau Penang Hills, naek kereta keliling hutan di atas bukit.
7.    Banyak nemuin orang Indonesia disini, plus produk-produk Indonesia.
8.    Transportasi cukup naek bus Rapid KL, murah meriah deh.


Yogjakarta (1-2 Jan 10)
1.    Kota pusat kebudayaan Jawa, yang tentunya cukup nyaman buat tujuan wisata.
2.    Terkenal dengan wisata murah, makanan murah, dan penginapan murah.
3.    Wisata batik, kuliner, pantai dan candi, tetap menjadi tujuan utama.
4.    Keramahan orang Yogja tetap menjadi keramahan yang berbeda.
5.    Siap-siap dengan konsep makanan yang manis.
6.    Keliling kota dengan TransJogja, cukup dengan 3000 rupiah.
7.    Kunjungi juga Keraton Yogja sebagai wisata budaya. Mampir ke Alun-Alunnya juga.
8.    Tak sudah ragu menawar saat bertransaksi membeli.
9.    Janan lupa bawa oleh-oleh bakpia pathok.
10.    Jadwal penerbangan ke Yogjakarta dari Jakarta 2 kali sehari. Dan dari Yogjakarta juga ada yang ke Kuala Lumpur dan Singapore.

Solo/Surakarta (2-4 Jan 10)
1.    Di Solo wisata batik yang paling unik. Kunjungi Kampung Batik Kauman dan Laweyan.
2.    Nikmati perjalanan wisata kota dengan naik becak.
3.    Jangan lupa nikmati makanan khas Solo yang unik dan nikmat, dan tentunya dengan harga dan murah. Serabi Notosuman jangan lupa, maknyus!
4.    ke Solo dari Jogja? Jangan khawatir, bisa naik kereta Prambanan Express dari stasiun Maguwo, tepat persis di depan Airport Adi Sucipto Yogjakarta, dan hanya menempuh waktu 45 menit.
5.    Jangan salah, penerbangan Solo-Kuala Lumpur juga ada lho.
6.    Kalau sempat kunjungi Keraton Solo sebagai referensi budaya.

Phuket (6-9 Feb 10)
1.    Wisata pantai yang beda di luar Indonesia, dan tentu saja dekat dari Indonesia.
2.    Ada direct flight dari Jakarta dan Medan ke Phuket.
3.    Jangan lupa ke Patong, Kata, Karon Beach. Dan yang pasti, ikut tour ke Phi-Phi Island. Kepulauan Phi2 yang sangat unik.
4.    Jangan kuatir, biaya wisata di Phuket murah meriah. Mau hotel berbintang atau hostel backpacker, semuanya ada.
5.    Rekomendasi tempat penginapan dan tempat main di daerah Patong Beach saja.
6.    Ambil brosur informasi soal Phuket di Airport, sangat membantu, jangan lupa ambil sebanyak-banyaknya.
7.    Baju-baju di Phuket cukup murah, kalo suka hunting baju, jangan lupa mampir ke mall nya.
8.    Banyak sekali turis asing disini, siap-siap saja melihat orang cakep. Bawa kacamata hitam ya dan juga sunblock jangan lupa.
9.    Tawarlah sampai 30% jika sedang berbelanja oleh-oleh di tempat yang bisa ditawar.

Kinabalu (20-23 Feb 10)
1.    Kota Kinabalu, kota di  Sabah di Malaysia Timur, kotanya dipinggir laut, lebih tepatnya di Laut Cina Selatan.
2.    Jangan kuatir, orang Indonesia sangat banyak disini. Jadi pakai bahasa Indonesia dikenali.
3.    Wisata pulau di Tunku Abdur Rahman Park, ada beberapa pulau yang bisa dikunjungi dalam satu hari. Bisa berenang, berjemur, menyelam dan snorkling.
4.    Wisata ke Gunung Kinabalu, kalau tidak memungkinkan untuk mendaki jangan lupa ke Kinabalu Park dan mencoba berjalan di Canopy Walk (berjalan di jembatan tali yang dikaitkan di pohon).
5.    Hotel dan penginapan sangat mudah dan banyak disini. Dari hostel baclpacker sampai ke hotel berbintang.
6.    Makanan seafood sangat khas disini, jangan lupa mencoba udang, ikan atau cumi-cumi.
7.    Suka shopping, tak usah khawatir ada 1Borneo, Suria Sabah, Warisan Square, dan beberapa mall lainnya.
8.    Ada direct flight dari Jakarta ke Kota Kinabalu. Kalau mau sekalian ke Brunei atau Filipina sudah dekat, jadi bisa sekalian kalo memungkinkan.



Special thanks to :
AirAsia
Tune Hotels