Rabu, 15 Desember 2010

Selasa, 02 November 2010

[CGK-HKT-BKK-HAN-KUL-SIN] 15-16 Agustus 2010 dari Phuket ke Bangkok, dan tertahan di Bangkok :(

Pukul 10 malam lebih 15 menit pesawat Thai AirAsia akhirnya landingdi Suvarnabhumi Internatonal Airport di Bangkok Thailand, udara cerah..

Dan karena ini penerbangan lokal di Thailand, jadi cukup cepat gate dan akupun bergegas menuju lantai 1 alias turun 3 lantai dari lantai kedatangan di airport itu,..

Rencanaku malam itu aku akan menghabiskan malam di Bangkok lebih tepatnya aku akan menuju Khaosan Road sebuah kawasan turis di Bangkok Thailand, seprti Kemang-nya Jakarta lah.

Aku pun bergegas ke loket bus yang menuju ke Khaosan.

 

Dan, ternyata, loket tersebut sudah tutup. What? Dan ternyata sudah tutup jam 10 dari informasi yang aku dapatkan..

Duhh.. mepet waktunya..

*Bingung saat itu.. jelas lah..

Karena malam itu rencana A gagal..

Dan keputusan malam itu menjalankan rencana B yaitu tetap stay di airport..

Ow ow..!

 

Akhirnya menujulah ke lantai 3, disana ada mushola..  waktunya sholat dulu..

Yang jelas mushola di Suvarnabhumi ini salah satu mushola di airport yang nyaman, bersih, fasilitasnya pas dan juga tenang.

 

Setelah sholat.. waktu masih menunjukkan jam 11 malam.

Bandara masih ramai, maklum Bangkok juga salah satu kota besar dan banyak maskapai dari Eropa dan Timur Tengah yang landing dan take off di malam hari.

 

Perut terasa lapar.. dan saatnya mencari makanan dulu. Ada banyak pilihan kafe dan resto, tapi aku penasaran dengan foodcourt di lantai bawah, yang mayoritas pengunjungnya adalah pegawai yang bekerja di airport.

 

Masuk kesana aku harus beli kupon makan dulu, dengan total harga 200 THB, nanti kalau kupon ga habis bisa dituker lagi ke uang. Kupon terdiri dari 10 lembar.

 

Bagi yang muslim, jangan kuatir disana ada counter makanan halal dan satu-satunya di foodcourt itu leaknya di paling pojok ujung. Aku akhirnya milih itu dan makan dengan nasi sayur dan ayam goreng total habis 40 THB, cukup murah hanya setara 12.000 rupiah.

 

Selepas makan maish jam 12 malam, waktu dihabiskan buat mencoba keliling airport, menghabiskan koin2 THB buat dipakai di mesin internet.

Dan salah satunya beli cemilan dan nescafe kaleng di minimart dan dihasbikan di smoking room lantai bawah.

 

Bandara Suvarnabhumi salah satu airport yang nyaman, tak pelak lagi airport tax disini cukup mahal setara dengan Rp. 200.000. tapi worth it lah..

 

Mata udah agak terasa ngantuk akhirnya, begitu melihat jam tangan sudah menunjukkan pukul 01.30.

 

Setelah keliling bandara dan melihat ternyata banyak juga pengunjung yang menghabiskan malam itu di airport. Mungkin karena transit atau memang menunggu pesawat pagi buta.

So, ada yang menghabiskan waktu duduk dan mengobrol, ada yang menghabiskan waktu di kafe atau resto, ada yang tertidur di lantai ada yang di kursi.

Dan aku..??

Setelah mendapat tempat yang nyaman di sebuah bangku berjajar 3. aku akhirnya meletakkan ransel di bangku membuka selimut kecil, memasang alarm jam 4.30 pagi. Dan tertidur meringkuk di bangku tersebut di lantai 3.

 

Alarm berbunyi tepat jam 4.30 pagi. Terbangun dengan keadaan bandara yang masih ramai, orang lalu-lalang disekitar.

Dan beberapa tempat masih banyak orang yang tertidur. Seberangku juga masih ada 2 bapak2 yang masih tertidur juga, padahal tidurnya duluan mereka daripada aku.

 

Ok, saatnya cuci muka, sikat gigi dan menuju lantai atas buat check in.

Ya pagi ini aku harus check in buat menuju ke Hanoi –Vietnam dengan pesawat Thai Airasia jam 7 pagi.

Ruangan check in sangat ramai, seperti biasa sangat banyak schedule penerbangan pagi di beberapa maskapai.

Jam 5.30 sudah selesai check in dan menuju mushola dulu buat sholat shubuh.

Dan ternyata benar antrian imigrasi keluar Thailand pagi itu cukup panjang. Padahal ada 20 lebih counter tetapi rata2 per counter loket imigrasi bisa sampai 15 orang antrian.

 

Ok lah.. selepas keluar imigrasi waktunya cuci mata di Suvarnabhumi, dank arena jarak menuju gate nya cukup jauh jadi sekalian berjalan menuju gate juga.

 

Kali ini tidak beli apa-apa dulu, karena budget juga terbatas jadi uang dipakai saja di Hanoi.

 

Pagi itu ternyata agak gerimis sedikit, jam 6.30 sudah panggilan boarding. Dan masih mendung serta matahari belum muncul tetapi sudah agak terang sedikit langitnya.

 

Kali ini dengan Thai Airasia FD3700 dari Bangkok menuju Hanoi – Vietnam. Penerbangan kali ini akan ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam.

Menuju pesawat diiringi dengan rintik hujan dan hwa terasa dingin.

Sapaan pramugari dan pramugara Thai AirAsia dengan logat Thailand menambah keceriaan pagi itu.

Kali ini siap menuju Hanoi di Vietnam dan akan disana selama 3 hari.

 

Siap..?

Ada apa saja di Hanoi..? Dan ada kejutan apa saja selama disana?

Terjadi kejadian tak terduga ada juga disana?

Dan bertemu dengan siapakah di Hanoi...?

 

Tunggu ya sambungan ceritanya...

[CGK-HKT-BKK-HAN-KUL-SIN] Sabtu, 14-15 Agustus 2010… CGK-HKT --> BKK

Hari ini, sabtu di pertengahan bulan agustus 2010, lebih tepatnya puasa ramadhan di tahun ini baru jalan sekitar semingguan..

Dan bertepatan saya ada schedule mengunjungi Thailand dan Vietnam untuk event jalan-jalan bareng AirAsia di bulan ramadhan 2010.

Sebetulkan saya untuk trip kali ini berdua bersama rekan dari Jakarta, tapi karena rekan saya mengcancel perjalanan ini, akhirnya saya sendirian saja.

Lebih tepatnya hari ini saya ada ada flight ke Phuket dari Jakarta di jam 11.20 WIB.

Ya saya ke Phuket kembali, dan ini kunjungan saya ke 3 ke pulau kecil di sebelah selatan Thailand.

Pagi hari jam 10 saya sudah menginjakkan kaki di terminal 2D Bandara Soekarno Hatta, sesampainya disana saya mengambil uang di ATM dan menuju counter Bank Mandiri di dekat pintu masuk D4. Ini adalah counter favorit saya untuk penukaran uang di Bandara Soetta. Sayapun membeli 200 USD dengan mendapat rate Rp. 9.050 per USD.

Karena saya sudah web check ini sebelumnya, jadi saya hanya ke counter pembayaran aiport tax dan dilanjutkan ke free fiskal.

 

Pukul 10.30 saya sudah berada di antrian imigrasi, dank arena siang itu tidak begitu banyak penerbangan disbanding pagi, jadi antrian hanya 5 menit saja sudah bisa keluar dari jalur imigrasi.

Berbekal satu backpack menuju lah ke gate D3. Dan menunggu hanya beberapa menit saja, jam 11 pagi sudah boarding call. Alhamdulilah ontime kali ini.

Maklum penerbangan ke Phuket menggunakan 1st flight jam 7.55 dari Phuket ke Jakarta.

Jam 11.20 tepat pesawat FD3941 meningggalkan Jakarta dan menuju Phuket, dengan waktu tempuh 2 jam 50 menit.

FD ini adalah maskapai Thai AirAsia, jadi jangan kaget nanti jika di pesawat awak kabinnya adalah orang Thailand dan bahasanya juga memakai bahasa Thai dan Inggris.

Cuaca  cukup baik, dan sayapun bisa menikmati dengan selimut saya pesan di paket kenyamanan AirAsia.

 

Jam menjelang jam 2 siang, pesawat sudah akan landing, sepertinya cuaca di Phuket agak mendung.. yang biasanya pesawat menuju Airport Phuket dari sebelah selatan, sekarang dari sebelah utara. Memang ternyata mendung dan hujan.

Alhamdulilah landing dengan mulus di Phuket International Airport disambut guyuran hujan.

Tapi jangan kuatir, Phuket Airport sudah cukup bagus, setiap gate ada belalai nya jadi tidak terkena hujan.

Antrian imigrasi cukup panjang siang itu, maklum ada barengan 3 pesawat yang landing hampir bersamaan.

Begitu keluar dari imigrasi Phuket. Saya menuju deretan rak informasi booklet gratis di dekat pengambilan bagasi, dan mengambil map Phuket.

So jangan lupa kalo ke Phuket sebelum keluar airport ambil booklet sebanyak-banyaknya.. its free.!

Dan sebelum keluar, saya menyempatkan menghampiri stand salah satu provider telekomunikasi di Thailand untuk mendapatkan nomer gratis Thailand, jadi kita tinggal isi pulsa di 7/11 nantinya.

 

Begitu keluar bandara di Phuket, saya menuju penukaran uang dan menukar 100 USD ke THB (Thailand Bath) dan dapatlah saya 3175 THB. Cukup bagus rate nya.

 

Bergegas saya menuju loket minibus untuk menuju ke Patong dengan harga THB 150.

Menunggu mini bus penuh tidak sampai 10 menit, minubus pun berjalan meninggalkan bandara, dan masih hujan.

 

20 menit kemudian minibus berhenti di check point, sambil kita didata mau diantar kemana di Patong, saat itu saya akan menginap di Patong Premiere Resort.

Di check in point tersebut ada travel agent yang menawarkan paket tour selama di Phuket, sayapun menolak halus karena saya hanya semalam saja di Phuket.

Perjalanan dilanjutkan kembali dan masih sekitar 30 menit lagi.

Untunglah saya orang kedua yang diantar ke hotel, dan untungnya sesampai di Patong cuaca sudah cerah walaupun agak sedikit mendung.

Sesampainya di Patong Premiere Resort.. saya pun disambut dengan sapaan khas Thailand dan diberikan welcome drink serta handuk untuk mengusap keringat.

Karena saya sedang puasa, sayapun tidak meminum welcome drink tersebut dan ternyata resepsionis mengerti dengan keadaan ini.

 

Oya, di Phuket itu rata-rata untuk tarif hotel dan penginapan mempunyai 3 seasion yaitu Low Season (Mar-Okt), High Season (Nov-Des dan Jan-Apr), Peak Season (Des-Jan).

 

Untungna kemarin saya pas Low Seasion jadi harga kamar penginapan 50% dari High Season.

Hotel menginap saya cukup nyaman, dan unik.

Lokasinya di jalan utama di Phuket di 118 Rat-U-Thid 200 Pee Road. Ke pantai Patong hanya 100 meter.

Kamar yang nyaman dan kamar mandi ada bath up dan dari kamar mandi ada jendela ke kamar tidur J

Kamar dan interior hotel sebagian adalah dari kayu, jadi cukup unik. Ada kolam renang mungil asri.

Sore itu saya mandi dulu membersihkan tubuh dan langsung menuju ke pantai sekalian menunggu sunset dan berbuka puasa yang sebelumnya sudah membawa bekal air mineral dan beberapa potong kue yang saya bawa dari Jakarta.

Dan sebelumnya mampir buat isi pulsa nomer Thailaland sebanyak THB 100 agar bisa online unlimited seharian dan sms murah ke nomer Indonesia.

Di pantai sudah sangat ramai, ada yang berenang, berjemur, joging atau jalan.

Dan pemandangan segar dimana-mana. *halah

 

Setelah sunset menggelap saya melewati Bang La Road jalan yang penuh bar dan tempat hiburan di Patong.

Wow.. ramai... dan karena perut agak sedikit lapar, saya menuju Junceylon Mall untuk makan di Mc D.

Mall dengan tata letak unik yang didalamnya ada interior kapal laut dan air mancur.

Setelah makan dan kenyang, dilanjutkan dengan hunting beberapa kaos dan melihat lihat pernak-pernik di pasar malam belakang mall.

 

Jangan lupa kalo ke mall minta voucher diskon 5% untuk turis dan juja kalau belanja kita dalam satu struk lebih dari THB 2000 kita bisa refund VAT 7%, lumayan kan..?

 

Tak terasa sudah jam 10 malam, sayapun kembali berjalan menuju hotel melewati jalanan pinggir pantai.

Mampir dulu ke 7/11 untuk membeli kudapan dan air mineral.

Sesampainya di hotel, mandi berendam dan turun lagi, kebetulan di sekitar hotel banyak sekali tempat makan seperti warung tenda. Dengan harga-harga yang miring tentunya.

 

Pilihan tertuju pada warung Malaysia.. saya terpilihlah menu nasi goreng seafood dan jus nanas, oya di Thailand buah-buahan itu sangat murah dan banyak pilihan. Jadi kalau pergi ke Thailand sempatkan beli jus buah segar yak.

Seporsi nasi goreng dan jus nanas dihargai THB 70, dan ini adalah menu sahur saya malam itu. J

Menjelang jam 1 malam sayapun kembali ke hotel dan beristirahat, karena esok paginya saya berencana ke Pantai Karon.

 

Esok harinya, jam 8 saya menuju Pantai Karon naek tuk-tuk dengan tarif THB 60, sudah malas menawar pagi itu, maklum masih sepi jalanan.

Oya dari Patong ke Karon naek tuk-tuk sekitar 30 menit saja.

Tuk-tuk itu semacam bemo kalo di Indonesia.

Tapi jangan kuatir selin tuk-tuk disana juga bisa naek bus atau sewa motor.

Berjalan menyusuri pantai Patong sambil mendengarkan ipod. Berjalan dari ujung ke ujung sampai lebih dari 1 jam tak membosankan.

Dan menjelang jam 9, saya menghampiri kursi malas buat berjemur dan tidur rebahan. Dan menyewa dengan harga THB 100 sampai puas.

Saya pun menaruh barang bawaan disana dan tentu saja handuk berjemur dari hotel.

Udara  pagi itu cukup menyegarkan dan menyenangkan, pantai belum terlalu ramai.

 

Karena jam 12 siang harus check out dari hotel saya pun menuju hotel kembali, mandi dan bergeas check out.

 

Kebetulan di lobby hotel ada counter travel, disana saya memesan tiket minibus untuk transfer ke airport Phuket, seharga THB 250,.. lebih mahal THB 100 dibanding dari Airport ke Patong, tapi ini cukup lumayan lah dibanding harus naek taksi.

Tapi bisa sih naek bus ke airpot tapi harus ke Phuket town dulu, dan total waktu yangd iperlukan hampir 3 jam.

Kalau kesana ber 3 atau ber 4 mendingan naek taksi, karena taksi bisa ditawar sampai 400-500 dari Patong ke Airport.

 

Untuk menghabiskan siang itu, saya pun pergi ke Junceylon mall untuk mendinginkan badan, karena udara siang itu sangat terik sekali.

Di mall ini banyak sekali baju2 sport seperti Adidas, Nike, dll.

Disana saya putar dari ujung ke ujung. Dan ujung2nya saya berjalan-jalan menuju pasar dan pemukiman penduduk disana.

 

Jam 5 sore saya berjalan menuju hotel dan menunggu minibus yang mengantarkan ke airport Phuket jam 6 sore,

Tepat jam 6 sore, minibus menjemput di lobby hotel.

Penumpang penuh dan saya nomer 2 terkahir dijemput sebelum menjemput satu penumpang yang lain.

Dan setelah itu menuju ke Phuket International Airport, di jalan menuju bandara, bedug magrib berkumandang, maklum sebagian penduduk Phuket juga muslim karena memang Thailand Selatan cukup banyak juga muslim disana.

 

Kali ini memang cukup cepat saya berada di Phuket, ya.. hanya semalam saja. Tapi memang saya di Phuket hanya transit doang sebetulnya, tapi cukup lumayan lah, bisa semalem disini udah cukup.

 

Berbekal biscuit dan air mineral berbuka puasa sore itu. Mini bus agak lamban berjalan, lebih satu jam di jalan dan jam 7.30 sampai juga di Phuket Airport.

Suasana tidak terlalu ramai dan cerah, tidak seperti hari sebelumnya yang hujan.

 

Menyempatkan saya merokok beberap batang dulu diluar sebelum memasuki ruang check in.

 

Malam ini saya akan terbang ke Bangkok, dan dari Phuket ke Bangkok naek pesawat kurang lebih 1 jam 15 menit, seperti dari Jakarta ke Surabaya.

Dan pesawat saya saat itu jam 9 malam.

 

Dan karena kembali lagi saya hanya membawa backpack saja, saya memilih untuk self check ini disana.

Cukup menuju ke mesin self check in, masukkan kode booking, dan beres sudah keluar boarding pas, disana ada petugas yang jaga untuk verifikasi paspor, setelah distempel telah diverifikasi, saya pun menuju gate untuk menunggu boarding ke Bangkok.

Phuket ke Bangkok terhitung adalah perjalanan lokal dan bisa dipastikan 80% penumpang pesawat itu adalah orang Thailand J

 

Jam 9 lebih 15 akhirnya boarding dan siap-siap menuju Bangkok malam itu...

 

Ada apa di Bangkok..? Dan bagaimana pengalaman saya di Bangkok malam itu..?

Dan kemana lagi setelah di Bangkok dan berapa lama disana..?

 

Tunggu ya...

 

(bersambung)

Perjalanan menuju Soetta Airport hari itu (22 Oktober 2010)

Ya, hari ini aku rencana berlibur ke Padang, Sumatera Barat. Sekalian memenuhi undangan teman di Padang sekalian ngerayain ulang tahun bersama 2 orang yang tanggal lahirnya hampir bersamaan.
Karena tidak ada direct flight dari Jakarta ke Padang sekarang, jadi aku harus via Kuala Lumpur. Maklum, masih memakai free tiket dari AirAsia.
Dan flight ke Padang dari KL adalah jam 7 pagi, jadi aku sudah set ke KL pakai last flight hari ini.
Sudah terbiasa aku pakai web check in sebelum berangkat. Dan ini ternyata penyelamatku hari ini.
Jadwal flght ke KL adalah jam 20.30 dan boarding jam 19.50.
Jam 5 sore pas jam kantor habis, aku bergegas berangkat. Kali ini nebeng Maria pakai taksi, karena dia mau ke Thamrin. Rencana mau naik bus damri nyetop dari perempatan Rawasari, naik bus damri dari Rawamangun. Ini lebih simpel dan murah.
Sebelumnya saat sholat ashar jam 4, aku agak lega, karena cuaca cerah, ada matahari masih bersinar. Tapi, menjelang jam 4.30 sore sampai berangkat di taksi, awan hitam tiba2 menyelimuti langit. Wow! Keadaan berubah. Prediksiku bakal ada hujan deras.
Menjelang sampai di perempatan Rawasari terlihat dari jalur seberang bus damri berjalan memasuki gerbang tol.
What?!
Ketinggalan bus jam 5.
Untung pas di perempatan lampu pas merah, bergegas keluar taksi dan menyebrang di halte jalan sebelah. Thanks Mar atas tumpangannya.
Baru saja di halte bus. Tiba2 angin kencang berhembus. Debu dimana-mana. 5 menit kemudian hujan deras, plus angin plus petir. Sempurna pikirku.
Kecilnya halte bus tak dapat terasa sesak menampung belasan orang yg berteduh. Ditambah ada angin dalam derasnya hujan. Fiuh!
Langsung pakai jaket parasit, tapi celana akhirnya basah juga.
Lama menanti bus tak datang jua. Menit demi menit terasa lama.
Sampai akhirnya di jam 5.45 disaat hujan deras. Dari kejauhan aku melihat seperti ada bus damri melintas. Agak tak yakin awalnya. Tapi pas lewat di depan ternyata benar bus damri.
Ow ow. Dia berjalan kencang. Langsung aku lari mengejar bus dalam deras hujan.
200 meter lari mengejar bus sampai dia mau memasuki pintu tol dan mengurangi kecepatan. Yak, dapat!
Aku duduk di deret belakang yg kosong. Dengan keadaan basah dimana-mana.
Ngos2an? Jelas!
Membenahi baju basah dan mengecek isi tas yang kehujanan, untungnya aman.
Dingin di dalam bus menambah menggigil tubuhku. Huff!
Melepas sandal, dan menaikkan kaki di kursi biar hangat.
Begitu memasuki tol arah bandara, baru aku sadar. Macet luar biasa. O o..
Bus berjalan semeter dua meter per menit..
Sambil menikmati alunan musik di bus, tak terasa sudah jam 6.15. Dan bus masih di sekitar Honda di Yos Sudarso. Ow ow. Parah ternyata..
Mulai agak panik.. Sambil mengisi kepanikan dengan maen BB.
Tetap aja khawatir. Soalnya mendekati jam 7. Bus masih di kawasan Priuk.
Berdoa, dan mencoba sabar. Kalau ga jadi berangkat ya tak apa2, belum rejeki jalan2.
Jam 7.30 bus memasuki kawasan ancol, masih agak padat, walau udah agak lancar dibanding sebelumnya.
Disaat bus memasuki area Mangga Dua, dan waktu menunjukkan pukul 7.45 tiba2 jalanan lancar. Dan bus pun melaju kencang.
Mukjizat, alhamdulilah. Jam 8.00 tepat bus berhenti di terminal 2D International, setelah sebelumnya ke terminal 1 dulu.
Keluar bus, langsung tancap lari.
Ga berenti sampai depan pintu D2 untung pemeriksaan pertama.
Untung ga antri, jadi hitungan detik sudah ada di dalam ruang check in.
Secara sudah web check in, aku siapkan print out boarding pas.
Tapi ternyata counter AirAsia sepi. Dan ada tulisan CLOSED.
Aku mencari petugas yang ada. Ketemu!
Aku bilang, "Mas, flight ke KL belum berangkat kan?" ,"Sudah closed mas" jawabnya. "Tuh ada 3 orang juga terlambat check in, sudah boarding sekarang" tambahnya.
"Tapi aku sudah web check in mas, aku perlu bayar airport tax saja" kataku sambil menyodorkan boarding passku dan uang 150rb rupiah.
Yes!
Bergegas ke counter Bebas Fiskal.
Dan untungnya dari kantor aku sudah isi form keberangkatan dan kedatangan, karena aku punya stok kartu kosong, so membantu sekali juga.
Di depan loket pajak aku sodorin boarding pass dan kartu NPWP, hanya sekian detik karena ga antri dapat juga stiket bebas fiskal.
Next? Lari!
Ke imigrasi.. Yes, antrian masing2 barisan hanya 3-4 orang.
Berhasil dan lancar melewati imigrasi.
Next? Lari ke Gate D4.
Bentar lagi gate ditutup, rupanya pesawat ontime. Wow!
Cukup jauh dari imigrasi ke gate D4, karena gatenya di ujung buanget. Dan kembali melewati pemeriksaan x-ray kedua. Yes, lancar.
Terus lari..
Menjelang masuk gate D4 terlihat antrian boarding. Waktu menunjukkan jam 8.05. Wow, 5 menit dari saat turun bus. Amazing!
Sambil ngos2an masuk gate. Untung antrian masih ada. Aku duduk dulu mengatur nafas, dan masuk belakangan aja.
Sempetin update status sebelum matiin BB. Dan infoin teman minta maaf ga bisa nemuin di bandara, karena awalnya mau nemuin teman yang bekerja di bank mandiri di airport. Tapi sudahlah, ga cukup waktu.
Bergegas matikan hp dan masuk pesawat.
Wow!
Badan gemetaran, masih sedikit ngos2an.
Pesawat AirAsia AK389 akhirnya take off tepat jam 20.30 menuju Kuala Lumpur Malaysia.
Alhamdulilah, cuaca bagus di perjalanan. Jadi bisa leluasa menikmati Chicken BBQ dan Teh tarik di pesawat sambil dengerin ipod.
Pukul 23.30 waktu Malaysia pesawat landing.
Alhamdulilah selamat sampai KL.
Sekarang menunggu pesawat ke Padang jam 7.50 waktu KL dan diharap sampai di Padang jam 8 pagi WIB.
Now? Mau ngemper dulu di airport. Mau nemenin?
Good night!

Perjalanan menuju airport Soetta malam itu (22 Oktober 2010)

Ya, hari ini aku rencana berlibur ke Padang, Sumatera Barat. Sekalian memenuhi undangan teman di Padang sekalian ngerayain ulang tahun bersama 2 orang yang tanggal lahirnya hampir bersamaan.
Karena tidak ada direct flight dari Jakarta ke Padang sekarang, jadi aku harus via Kuala Lumpur. Maklum, masih memakai free tiket dari AirAsia.
Dan flight ke Padang dari KL adalah jam 7 pagi, jadi aku sudah set ke KL pakai last flight hari ini.
Sudah terbiasa aku pakai web check in sebelum berangkat. Dan ini ternyata penyelamatku hari ini.
Jadwal flght ke KL adalah jam 20.30 dan boarding jam 19.50.
Jam 5 sore pas jam kantor habis, aku bergegas berangkat. Kali ini nebeng Maria pakai taksi, karena dia mau ke Thamrin. Rencana mau naik bus damri nyetop dari perempatan Rawasari, naik bus damri dari Rawamangun. Ini lebih simpel dan murah.
Sebelumnya saat sholat ashar jam 4, aku agak lega, karena cuaca cerah, ada matahari masih bersinar. Tapi, menjelang jam 4.30 sore sampai berangkat di taksi, awan hitam tiba2 menyelimuti langit. Wow! Keadaan berubah. Prediksiku bakal ada hujan deras.
Menjelang sampai di perempatan Rawasari terlihat dari jalur seberang bus damri berjalan memasuki gerbang tol.
What?!
Ketinggalan bus jam 5.
Untung pas di perempatan lampu pas merah, bergegas keluar taksi dan menyebrang di halte jalan sebelah. Thanks Mar atas tumpangannya.
Baru saja di halte bus. Tiba2 angin kencang berhembus. Debu dimana-mana. 5 menit kemudian hujan deras, plus angin plus petir. Sempurna pikirku.
Kecilnya halte bus tak dapat terasa sesak menampung belasan orang yg berteduh. Ditambah ada angin dalam derasnya hujan. Fiuh!
Langsung pakai jaket parasit, tapi celana akhirnya basah juga.
Lama menanti bus tak datang jua. Menit demi menit terasa lama.
Sampai akhirnya di jam 5.45 disaat hujan deras. Dari kejauhan aku melihat seperti ada bus damri melintas. Agak tak yakin awalnya. Tapi pas lewat di depan ternyata benar bus damri.
Ow ow. Dia berjalan kencang. Langsung aku lari mengejar bus dalam deras hujan.
200 meter lari mengejar bus sampai dia mau memasuki pintu tol dan mengurangi kecepatan. Yak, dapat!
Aku duduk di deret belakang yg kosong. Dengan keadaan basah dimana-mana.
Ngos2an? Jelas!
Membenahi baju basah dan mengecek isi tas yang kehujanan, untungnya aman.
Dingin di dalam bus menambah menggigil tubuhku. Huff!
Melepas sandal, dan menaikkan kaki di kursi biar hangat.
Begitu memasuki tol arah bandara, baru aku sadar. Macet luar biasa. O o..
Bus berjalan semeter dua meter per menit..
Sambil menikmati alunan musik di bus, tak terasa sudah jam 6.15. Dan bus masih di sekitar Honda di Yos Sudarso. Ow ow. Parah ternyata..
Mulai agak panik.. Sambil mengisi kepanikan dengan maen BB.
Tetap aja khawatir. Soalnya mendekati jam 7. Bus masih di kawasan Priuk.
Berdoa, dan mencoba sabar. Kalau ga jadi berangkat ya tak apa2, belum rejeki jalan2.
Jam 7.30 bus memasuki kawasan ancol, masih agak padat, walau udah agak lancar dibanding sebelumnya.
Disaat bus memasuki area Mangga Dua, dan waktu menunjukkan pukul 7.45 tiba2 jalanan lancar. Dan bus pun melaju kencang.
Mukjizat, alhamdulilah. Jam 8.00 tepat bus berhenti di terminal 2D International, setelah sebelumnya ke terminal 1 dulu.
Keluar bus, langsung tancap lari.
Ga berenti sampai depan pintu D2 untung pemeriksaan pertama.
Untung ga antri, jadi hitungan detik sudah ada di dalam ruang check in.
Secara sudah web check in, aku siapkan print out boarding pas.
Tapi ternyata counter AirAsia sepi. Dan ada tulisan CLOSED.
Aku mencari petugas yang ada. Ketemu!
Aku bilang, "Mas, flight ke KL belum berangkat kan?" ,"Sudah closed mas" jawabnya. "Tuh ada 3 orang juga terlambat check in, sudah boarding sekarang" tambahnya.
"Tapi aku sudah web check in mas, aku perlu bayar airport tax saja" kataku sambil menyodorkan boarding passku dan uang 150rb rupiah.
Yes!
Bergegas ke counter Bebas Fiskal.
Dan untungnya dari kantor aku sudah isi form keberangkatan dan kedatangan, karena aku punya stok kartu kosong, so membantu sekali juga.
Di depan loket pajak aku sodorin boarding pass dan kartu NPWP, hanya sekian detik karena ga antri dapat juga stiket bebas fiskal.
Next? Lari!
Ke imigrasi.. Yes, antrian masing2 barisan hanya 3-4 orang.
Berhasil dan lancar melewati imigrasi.
Next? Lari ke Gate D4.
Bentar lagi gate ditutup, rupanya pesawat ontime. Wow!
Cukup jauh dari imigrasi ke gate D4, karena gatenya di ujung buanget. Dan kembali melewati pemeriksaan x-ray kedua. Yes, lancar.
Terus lari..
Menjelang masuk gate D4 terlihat antrian boarding. Waktu menunjukkan jam 8.05. Wow, 5 menit dari saat turun bus. Amazing!
Sambil ngos2an masuk gate. Untung antrian masih ada. Aku duduk dulu mengatur nafas, dan masuk belakangan aja.
Sempetin update status sebelum matiin BB. Dan infoin teman minta maaf ga bisa nemuin di bandara, karena awalnya mau nemuin teman yang bekerja di bank mandiri di airport. Tapi sudahlah, ga cukup waktu.
Bergegas matikan hp dan masuk pesawat.
Wow!
Badan gemetaran, masih sedikit ngos2an.
Pesawat AirAsia AK389 akhirnya take off tepat jam 20.30 menuju Kuala Lumpur Malaysia.
Alhamdulilah, cuaca bagus di perjalanan. Jadi bisa leluasa menikmati Chicken BBQ dan Teh tarik di pesawat sambil dengerin ipod.
Pukul 23.30 waktu Malaysia pesawat landing.
Alhamdulilah selamat sampai KL.
Sekarang menunggu pesawat ke Padang jam 7.50 waktu KL dan diharap sampai di Padang jam 8 pagi WIB.
Now? Mau ngemper dulu di airport. Mau nemenin?
Good night!

Selasa, 12 Oktober 2010

[CGK-HKT-BKK-HAN-KUL-SIN] 15-16 Agustus 2010 BKK-HAN

Pukul 10 malam lebih 15 menit pesawat Thai AirAsia akhirnya landingdi Suvarnabhumi Internatonal Airport di Bangkok Thailand, udara cerah..
Dan karena ini penerbangan lokal di Thailand, jadi cukup cepat gate dan akupun bergegas menuju lantai 1 alias turun 3 lantai dari lantai kedatangan di airport itu,..
Rencanaku malam itu aku akan menghabiskan malam di Bangkok lebih tepatnya aku akan menuju Khaosan Road sebuah kawasan turis di Bangkok Thailand, seprti Kemang-nya Jakarta lah.
Aku pun bergegas ke loket bus yang menuju ke Khaosan.

Dan, ternyata, loket tersebut sudah tutup. What? Dan ternyata sudah tutup jam 10 dari informasi yang aku dapatkan..
Duhh.. mepet waktunya..
*Bingung saat itu.. jelas lah..
Karena malam itu rencana A gagal..
Dan keputusan malam itu menjalankan rencana B yaitu tetap stay di airport..
Ow ow..!

Akhirnya menujulah ke lantai 3, disana ada mushola.. waktunya sholat dulu..
Yang jelas mushola di Suvarnabhumi ini salah satu mushola di airport yang nyaman, bersih, fasilitasnya pas dan juga tenang.

Setelah sholat.. waktu masih menunjukkan jam 11 malam.
Bandara masih ramai, maklum Bangkok juga salah satu kota besar dan banyak maskapai dari Eropa dan Timur Tengah yang landing dan take off di malam hari.

Perut terasa lapar.. dan saatnya mencari makanan dulu. Ada banyak pilihan kafe dan resto, tapi aku penasaran dengan foodcourt di lantai bawah, yang mayoritas pengunjungnya adalah pegawai yang bekerja di airport.

Masuk kesana aku harus beli kupon makan dulu, dengan total harga 200 THB, nanti kalau kupon ga habis bisa dituker lagi ke uang. Kupon terdiri dari 10 lembar.

Bagi yang muslim, jangan kuatir disana ada counter makanan halal dan satu-satunya di foodcourt itu leaknya di paling pojok ujung. Aku akhirnya milih itu dan makan dengan nasi sayur dan ayam goreng total habis 40 THB, cukup murah hanya setara 12.000 rupiah.

Selepas makan maish jam 12 malam, waktu dihabiskan buat mencoba keliling airport, menghabiskan koin2 THB buat dipakai di mesin internet.
Dan salah satunya beli cemilan dan nescafe kaleng di minimart dan dihasbikan di smoking room lantai bawah.

Bandara Suvarnabhumi salah satu airport yang nyaman, tak pelak lagi airport tax disini cukup mahal setara dengan Rp. 200.000. tapi worth it lah..

Mata udah agak terasa ngantuk akhirnya, begitu melihat jam tangan sudah menunjukkan pukul 01.30.

Setelah keliling bandara dan melihat ternyata banyak juga pengunjung yang menghabiskan malam itu di airport. Mungkin karena transit atau memang menunggu pesawat pagi buta.
So, ada yang menghabiskan waktu duduk dan mengobrol, ada yang menghabiskan waktu di kafe atau resto, ada yang tertidur di lantai ada yang di kursi.
Dan aku..??
Setelah mendapat tempat yang nyaman di sebuah bangku berjajar 3. aku akhirnya meletakkan ransel di bangku membuka selimut kecil, memasang alarm jam 4.30 pagi. Dan tertidur meringkuk di bangku tersebut di lantai 3.

Alarm berbunyi tepat jam 4.30 pagi. Terbangun dengan keadaan bandara yang masih ramai, orang lalu-lalang disekitar.
Dan beberapa tempat masih banyak orang yang tertidur. Seberangku juga masih ada 2 bapak2 yang masih tertidur juga, padahal tidurnya duluan mereka daripada aku.

Ok, saatnya cuci muka, sikat gigi dan menuju lantai atas buat check in.
Ya pagi ini aku harus check in buat menuju ke Hanoi –Vietnam dengan pesawat Thai Airasia jam 7 pagi.
Ruangan check in sangat ramai, seperti biasa sangat banyak schedule penerbangan pagi di beberapa maskapai.
Jam 5.30 sudah selesai check in dan menuju mushola dulu buat sholat shubuh.
Dan ternyata benar antrian imigrasi keluar Thailand pagi itu cukup panjang. Padahal ada 20 lebih counter tetapi rata2 per counter loket imigrasi bisa sampai 15 orang antrian.

Ok lah.. selepas keluar imigrasi waktunya cuci mata di Suvarnabhumi, dank arena jarak menuju gate nya cukup jauh jadi sekalian berjalan menuju gate juga.

Kali ini tidak beli apa-apa dulu, karena budget juga terbatas jadi uang dipakai saja di Hanoi.

Pagi itu ternyata agak gerimis sedikit, jam 6.30 sudah panggilan boarding. Dan masih mendung serta matahari belum muncul tetapi sudah agak terang sedikit langitnya.

Kali ini dengan Thai Airasia FD3700 dari Bangkok menuju Hanoi – Vietnam. Penerbangan kali ini akan ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam.
Menuju pesawat diiringi dengan rintik hujan dan hwa terasa dingin.
Sapaan pramugari dan pramugara Thai AirAsia dengan logat Thailand menambah keceriaan pagi itu.
Kali ini siap menuju Hanoi di Vietnam dan akan disana selama 3 hari.

Siap..?
Ada apa saja di Hanoi..? Dan ada kejutan apa saja selama disana?
Terjadi kejadian tak terduga ada juga disana?
Dan bertemu dengan siapakah di Hanoi...?

Tunggu ya sambungan ceritanya...

Jumat, 08 Oktober 2010

[CGK-HKT-BKK-HAN-KUL-SIN] Sabtu, 14-15 Agustus 2010… CGK-HKT --> BKK

Sabtu, 14-15 Agustus 2010… hari pertama di Phuket



Hari ini, sabtu di pertengahan bulan agustus 2010, lebih tepatnya puasa ramadhan di tahun ini baru jalan sekitar semingguan..

Dan bertepatan saya ada schedule mengunjungi Thailand dan Vietnam untuk event jalan-jalan bareng AirAsia di bulan ramadhan 2010.

Sebetulkan saya untuk trip kali ini berdua bersama rekan dari Jakarta, tapi karena rekan saya mengcancel perjalanan ini, akhirnya saya sendirian saja.

Lebih tepatnya hari ini saya ada ada flight ke Phuket dari Jakarta di jam 11.20 WIB.

Ya saya ke Phuket kembali, dan ini kunjungan saya ke 3 ke pulau kecil di sebelah selatan Thailand.

Pagi hari jam 10 saya sudah menginjakkan kaki di terminal 2D Bandara Soekarno Hatta, sesampainya disana saya mengambil uang di ATM dan menuju counter Bank Mandiri di dekat pintu masuk D4. Ini adalah counter favorit saya untuk penukaran uang di Bandara Soetta. Sayapun membeli 200 USD dengan mendapat rate Rp. 9.050 per USD.

Karena saya sudah web check ini sebelumnya, jadi saya hanya ke counter pembayaran aiport tax dan dilanjutkan ke free fiskal.



Pukul 10.30 saya sudah berada di antrian imigrasi, dank arena siang itu tidak begitu banyak penerbangan disbanding pagi, jadi antrian hanya 5 menit saja sudah bisa keluar dari jalur imigrasi.

Berbekal satu backpack menuju lah ke gate D3. Dan menunggu hanya beberapa menit saja, jam 11 pagi sudah boarding call. Alhamdulilah ontime kali ini.

Maklum penerbangan ke Phuket menggunakan 1st flight jam 7.55 dari Phuket ke Jakarta.

Jam 11.20 tepat pesawat FD3941 meningggalkan Jakarta dan menuju Phuket, dengan waktu tempuh 2 jam 50 menit.

FD ini adalah maskapai Thai AirAsia, jadi jangan kaget nanti jika di pesawat awak kabinnya adalah orang Thailand dan bahasanya juga memakai bahasa Thai dan Inggris.

Cuaca cukup baik, dan sayapun bisa menikmati dengan selimut saya pesan di paket kenyamanan AirAsia.



Jam menjelang jam 2 siang, pesawat sudah akan landing, sepertinya cuaca di Phuket agak mendung.. yang biasanya pesawat menuju Airport Phuket dari sebelah selatan, sekarang dari sebelah utara. Memang ternyata mendung dan hujan.

Alhamdulilah landing dengan mulus di Phuket International Airport disambut guyuran hujan.

Tapi jangan kuatir, Phuket Airport sudah cukup bagus, setiap gate ada belalai nya jadi tidak terkena hujan.

Antrian imigrasi cukup panjang siang itu, maklum ada barengan 3 pesawat yang landing hampir bersamaan.

Begitu keluar dari imigrasi Phuket. Saya menuju deretan rak informasi booklet gratis di dekat pengambilan bagasi, dan mengambil map Phuket.

So jangan lupa kalo ke Phuket sebelum keluar airport ambil booklet sebanyak-banyaknya.. its free.!

Dan sebelum keluar, saya menyempatkan menghampiri stand salah satu provider telekomunikasi di Thailand untuk mendapatkan nomer gratis Thailand, jadi kita tinggal isi pulsa di 7/11 nantinya.



Begitu keluar bandara di Phuket, saya menuju penukaran uang dan menukar 100 USD ke THB (Thailand Bath) dan dapatlah saya 3175 THB. Cukup bagus rate nya.



Bergegas saya menuju loket minibus untuk menuju ke Patong dengan harga THB 150.

Menunggu mini bus penuh tidak sampai 10 menit, minubus pun berjalan meninggalkan bandara, dan masih hujan.



20 menit kemudian minibus berhenti di check point, sambil kita didata mau diantar kemana di Patong, saat itu saya akan menginap di Patong Premiere Resort.

Di check in point tersebut ada travel agent yang menawarkan paket tour selama di Phuket, sayapun menolak halus karena saya hanya semalam saja di Phuket.

Perjalanan dilanjutkan kembali dan masih sekitar 30 menit lagi.

Untunglah saya orang kedua yang diantar ke hotel, dan untungnya sesampai di Patong cuaca sudah cerah walaupun agak sedikit mendung.

Sesampainya di Patong Premiere Resort.. saya pun disambut dengan sapaan khas Thailand dan diberikan welcome drink serta handuk untuk mengusap keringat.

Karena saya sedang puasa, sayapun tidak meminum welcome drink tersebut dan ternyata resepsionis mengerti dengan keadaan ini.



Oya, di Phuket itu rata-rata untuk tarif hotel dan penginapan mempunyai 3 seasion yaitu Low Season (Mar-Okt), High Season (Nov-Des dan Jan-Apr), Peak Season (Des-Jan).



Untungna kemarin saya pas Low Seasion jadi harga kamar penginapan 50% dari High Season.

Hotel menginap saya cukup nyaman, dan unik.

Lokasinya di jalan utama di Phuket di 118 Rat-U-Thid 200 Pee Road. Ke pantai Patong hanya 100 meter.

Kamar yang nyaman dan kamar mandi ada bath up dan dari kamar mandi ada jendela ke kamar tidur J

Kamar dan interior hotel sebagian adalah dari kayu, jadi cukup unik. Ada kolam renang mungil asri.

Sore itu saya mandi dulu membersihkan tubuh dan langsung menuju ke pantai sekalian menunggu sunset dan berbuka puasa yang sebelumnya sudah membawa bekal air mineral dan beberapa potong kue yang saya bawa dari Jakarta.

Dan sebelumnya mampir buat isi pulsa nomer Thailaland sebanyak THB 100 agar bisa online unlimited seharian dan sms murah ke nomer Indonesia.

Di pantai sudah sangat ramai, ada yang berenang, berjemur, joging atau jalan.

Dan pemandangan segar dimana-mana. *halah



Setelah sunset menggelap saya melewati Bang La Road jalan yang penuh bar dan tempat hiburan di Patong.

Wow.. ramai... dan karena perut agak sedikit lapar, saya menuju Junceylon Mall untuk makan di Mc D.

Mall dengan tata letak unik yang didalamnya ada interior kapal laut dan air mancur.

Setelah makan dan kenyang, dilanjutkan dengan hunting beberapa kaos dan melihat lihat pernak-pernik di pasar malam belakang mall.



Jangan lupa kalo ke mall minta voucher diskon 5% untuk turis dan juja kalau belanja kita dalam satu struk lebih dari THB 2000 kita bisa refund VAT 7%, lumayan kan..?



Tak terasa sudah jam 10 malam, sayapun kembali berjalan menuju hotel melewati jalanan pinggir pantai.

Mampir dulu ke 7/11 untuk membeli kudapan dan air mineral.

Sesampainya di hotel, mandi berendam dan turun lagi, kebetulan di sekitar hotel banyak sekali tempat makan seperti warung tenda. Dengan harga-harga yang miring tentunya.



Pilihan tertuju pada warung Malaysia.. saya terpilihlah menu nasi goreng seafood dan jus nanas, oya di Thailand buah-buahan itu sangat murah dan banyak pilihan. Jadi kalau pergi ke Thailand sempatkan beli jus buah segar yak.

Seporsi nasi goreng dan jus nanas dihargai THB 70, dan ini adalah menu sahur saya malam itu. J

Menjelang jam 1 malam sayapun kembali ke hotel dan beristirahat, karena esok paginya saya berencana ke Pantai Karon.



Esok harinya, jam 8 saya menuju Pantai Karon naek tuk-tuk dengan tarif THB 60, sudah malas menawar pagi itu, maklum masih sepi jalanan.

Oya dari Patong ke Karon naek tuk-tuk sekitar 30 menit saja.

Tuk-tuk itu semacam bemo kalo di Indonesia.

Tapi jangan kuatir selin tuk-tuk disana juga bisa naek bus atau sewa motor.

Berjalan menyusuri pantai Patong sambil mendengarkan ipod. Berjalan dari ujung ke ujung sampai lebih dari 1 jam tak membosankan.

Dan menjelang jam 9, saya menghampiri kursi malas buat berjemur dan tidur rebahan. Dan menyewa dengan harga THB 100 sampai puas.

Saya pun menaruh barang bawaan disana dan tentu saja handuk berjemur dari hotel.

Udara pagi itu cukup menyegarkan dan menyenangkan, pantai belum terlalu ramai.



Karena jam 12 siang harus check out dari hotel saya pun menuju hotel kembali, mandi dan bergeas check out.



Kebetulan di lobby hotel ada counter travel, disana saya memesan tiket minibus untuk transfer ke airport Phuket, seharga THB 250,.. lebih mahal THB 100 dibanding dari Airport ke Patong, tapi ini cukup lumayan lah dibanding harus naek taksi.

Tapi bisa sih naek bus ke airpot tapi harus ke Phuket town dulu, dan total waktu yangd iperlukan hampir 3 jam.

Kalau kesana ber 3 atau ber 4 mendingan naek taksi, karena taksi bisa ditawar sampai 400-500 dari Patong ke Airport.



Untuk menghabiskan siang itu, saya pun pergi ke Junceylon mall untuk mendinginkan badan, karena udara siang itu sangat terik sekali.

Di mall ini banyak sekali baju2 sport seperti Adidas, Nike, dll.

Disana saya putar dari ujung ke ujung. Dan ujung2nya saya berjalan-jalan menuju pasar dan pemukiman penduduk disana.



Jam 5 sore saya berjalan menuju hotel dan menunggu minibus yang mengantarkan ke airport Phuket jam 6 sore,

Tepat jam 6 sore, minibus menjemput di lobby hotel.

Penumpang penuh dan saya nomer 2 terkahir dijemput sebelum menjemput satu penumpang yang lain.

Dan setelah itu menuju ke Phuket International Airport, di jalan menuju bandara, bedug magrib berkumandang, maklum sebagian penduduk Phuket juga muslim karena memang Thailand Selatan cukup banyak juga muslim disana.



Kali ini memang cukup cepat saya berada di Phuket, ya.. hanya semalam saja. Tapi memang saya di Phuket hanya transit doang sebetulnya, tapi cukup lumayan lah, bisa semalem disini udah cukup.



Berbekal biscuit dan air mineral berbuka puasa sore itu. Mini bus agak lamban berjalan, lebih satu jam di jalan dan jam 7.30 sampai juga di Phuket Airport.

Suasana tidak terlalu ramai dan cerah, tidak seperti hari sebelumnya yang hujan.



Menyempatkan saya merokok beberap batang dulu diluar sebelum memasuki ruang check in.



Malam ini saya akan terbang ke Bangkok, dan dari Phuket ke Bangkok naek pesawat kurang lebih 1 jam 15 menit, seperti dari Jakarta ke Surabaya.

Dan pesawat saya saat itu jam 9 malam.



Dan karena kembali lagi saya hanya membawa backpack saja, saya memilih untuk self check ini disana.

Cukup menuju ke mesin self check in, masukkan kode booking, dan beres sudah keluar boarding pas, disana ada petugas yang jaga untuk verifikasi paspor, setelah distempel telah diverifikasi, saya pun menuju gate untuk menunggu boarding ke Bangkok.

Phuket ke Bangkok terhitung adalah perjalanan lokal dan bisa dipastikan 80% penumpang pesawat itu adalah orang Thailand J



Jam 9 lebih 15 akhirnya boarding dan siap-siap menuju Bangkok malam itu...



Ada apa di Bangkok..? Dan bagaimana pengalaman saya di Bangkok malam itu..?

Dan kemana lagi setelah di Bangkok dan berapa lama disana..?



Tunggu ya...



(bersambung)

Kamis, 19 Agustus 2010

, dan benar.. ternyata..

hah...
semuanya membuatku ga nyaman sekarang..

Sabtu, 10 Juli 2010

finally, disini...

Wah..
Sepertinya gw udah lama ga nulis disini yak
Heheheh..
Secara minggu kemarin, gw lagi kena UAS di kampus..
Dan UAS kali ini menurutku UAS paling berat.. yaitu untuk mata kuliah Perpajakan 2 dan Akuntansi Sektor Publik,
Ah sudahlah, gw tidak mau membahas soal ujian kala itu, berdoa saja tidak mendapat nilai C, minimal B saja.
Amin..

Oya, hari selasa kemarin 6 Juli aku berangkat ke Medan..
Ya setelah sekian lama tarik ulur dengan Project Manager dan juga Commercial,akhirnya gw berangkat ke site project di daerah Porsea di Toba Samosir.

Untung hari selasa kemarin gw tidak dapat pesawat paling pagi, dapet pesawat yang jam 9.10 pagi, jadi aman masih berangkat jam 7 dari rumah
Tapi pagi itu ada sedikit insiden..
Ehm.. bukan insiden sebenarnya.. tapi sedikit keteledoran.
Entah malam harinya gw tidur jam berapa, karena gw masih ujian di kampus dan kudu packing sekoper kecil juga.
Tiba2 pagi harinya aku dibangunkan oleh suara ”Fiiin... taksi sudah menunggu!!”
Oops.. gw sontak kaget dan terbangun..??
Masih agak2 ngantuk. Taksi.??? Oh iya... gw harus ke Medan, kemarin pesan taksi jam 6.45 dijemput. Ini jam berapa..??
Gw lihat jam menunjukkan jam 6.15. ow ow... 30 menit lagi nih..
Tapi yang gw sayangkan kenapa taksi datangnya sangat awal sekali..???
Baiklah... gw langsung mandi cepat-cepat.. ganti baju..
Dan menyambar 2 roti yang malam sebelumnya gw beli di stb one.
Go..! berangkatlah jam 7 kurang ke airport, untung pesawat tenggo jadi ga terlalu bete nunggunya.

Jam 11.30 mendarat juga di Polonia, dan pak supir dan kali ini pak Ade, sudah menunggu untuk mengantarkan ke Balige.

Jauh.. pasti...
Sampai Balige jam 5.30 sore, itung aja berapa jam..
Langsung check in hotel dan rehat...
Capek di jalan...

Esoknya baru menuju site pagi2 dengan Irvien dan bebeapa anggota team lain yang kebetulan sehotel.
Secara hotel gw di pinggir Danau Toba, jadi sejuk dan ga butuh ac serta kipas angin, huehuehue..
Pagi itu jam 7 gw langsung ke tempat sarapan dan habis itu cabut ke site di Porsea, sekitar 1 jam dari Balige.

Mampir dulu di Warung Barokah, basecamp kita di Porsea..
Iseng2 mo buka laptop, mo lihat e-mail..
Pas buka backpack...
Ow ow.....
Laptop ga ada...

Panikkk!!!
Dimana laptopku...???

Ehm, tapi gw tenang2 aja, nunjukin seolah-olah ga terjadi apa2..

Langsung nyari nomer telp hotel..
Dan dari 2 nomer.. semuanya ga ada yang angkat..
Entah berpuluh2 kali gw telp...
Huh!!!

Akhirnya telp orang kantor di jakarta minta bantuan telponin hotel..
Tapi ternyata sampe sore dan malam tetap ga diangkat

Ketar-ketir ..?? jelas..
Coba kalau ilang..?? data2 pribadi dan kantor ada disana..
Iya sih ada passwordnya tapi kan tetap beresiko..
Mo balik ke hotel.. jauuuhh.. dan ga ada mobil, karena mobil proyek sibuk dipakai.

Baiklah.. tinggal berdoa dalam harap2 cemas..

Dan seharian di site itu hjan, kabut turun dan dingin sekali..
Hadeeeh.... bener2 tersiksa, dan kayaknya jaket yang dipakai kurang tebel,..

Jam 7 kita turun dari site trus makan malam di warung padang di Balige..
Inilah makanan paling lezat disini, dan tentu saja halal

Maklum disini agak2 susah mencari makanan halal, so warung padang menjadi pilihan, walaupun lauknya gak terlalu lengkap.. its okay..

Sampe hotel langsung ke resepsionis buat ambil kunci dan tanya :
”Mas, kenapa hotel ini ditelp ga pernah angkat ya..?”
Resepsonisnya diam saja dan seolah-olah gw dicuekin
Gw ulang pertanyaan gw ”Mas saya tadi seharian telp sini kok ga ada yang angkat, kenapa? Emang ga bisa telponnya?”
Baru deh salah satu dari mereka menjawab ”Iya, dari pagi rusak”
”ooh..begitu, ya udah soalnya barang saya ada yang ketinggalan di kamar, kamar tadi dibersihkan kan? Ok saya cek dulu barangnya di kamar, makasih mas”

Langsun gw berlalu ke kamar..
Dan....


Alhamdulilah...
Laptopku dengan manisnya tetap teronggok di meja..

Huff!!!
Jadi lega..
Langsung mandi, sholat dan internetan sebentar sambl nonton tv.. dah ngantuk banget..
Tertidur deh...
Hahahaha

Karena siaran piala dunia juga diacak di tv hotel, lebih baik tidur biar besok bisa fresh kembali.
Dan tertidur pulaslah..

Paginya, jam 7 sudah nongkrong di kafe depan hotel buat sarapan...
Nyam2.. minum teh panas plus roti bakar..

Dijemputlah jam 7.30 di sana dan meluncurlah kita

Rabu, 30 Juni 2010

selalu..selalu.. gw yang salah

Nasibnya,… jadi orang yang disalahin mulu..
Padahal secara logika, sudah bisa dibaca dan dipahami hal tersebut..
Whew….

Nasib ya nasib…


dimata dia gw selalu salah.. salah dan salah
coba dia berpikir pakai logika,...
dan berpikir sedikit cerdas

Selasa, 29 Juni 2010

apakah..?

apakah gw jadi berangkat ke site minggu depan..?
apakah jadi disananya selama minimal 2 minggu..? atau malah sebulan..?

apakah seperti itu keputusannya..??

Selasa,
Ya hari ini ada salah satu PM dari site (dan tentunya yang mo resign) ke kantor..
Ehm.. dingin... mungkin karena akan resign kali ya..

Ah btw, no matter..

Tapi,.. hari ini masih agak ringan, karena sang PM yang satunya tidak masuk ke kantor lagi..
Agak tenang tidak diganggu telpon, pesan, sms dari dia..

But..??? tadi barusan diskusi dengan PM ke 2..
Dan... sepertinya minggu depan akan berangkat ke site selama minimal 2 minggu..
Serius..??????

Dan kuliahku bagaimana ??
Kalo seminggu sih ok lah.. kalo 2 minggu..???
Tapi ini sudah komitmen, dan ini tanggung jawab..

Insya allah gw lakukan dengan ikhlas.. sebatas kemampuan gw tentunya...

Begitu bukan..??

Senin, 28 Juni 2010

mo perang..??

hohoho.. itu PM emang ga tahu malu yak..
berani kirim e-mail ke gw dan menjudge gw seperti itu..

ok, gw balas e-mail anda dan saya cc ke sekian orang dari team.

hohoho!!

Jumat, 25 Juni 2010

Jumat ini, seharusnya.. tapi, belum tercium ada sesuatu

Hari ini hari jumat, 25 juni 2010.
2 orang PM baru pulang dari site.
Ya... yang seharusnya (mungkin) ada meeting hari ini, untuk membahas kisruh, masalah, dan sekian sengketa diantara pemain2 di project ini.

Gw.. hari ini seharusnya ada flight ke Bangkok, ya hari ini jam 16.20 ke Bangkok... dari airasia..

Tapi, demi menghormati sang tuan saya sampai membatalkan perjalanan ke Bangkok kali ini, ...

Pagi tadi..., gw sudah semangat. Menyusun sekian strategi dan peluru2 untuk berperang jika dimungkinkan nantinya..

Gw sudah memasang tampang standard,.. tidak menyapa 2 orang itu dari pagi...
Mukgw gw pasang standard aja, seolah-olah tidak terjadi apa-apa..
Ya gw berusaha netral..

Dia dan dia.. pun diam,.. mereka juga standard dan seolah-olah tidak ingin membahas lagi masalah2 kemarin..

Ooooh.. baiklah
Mungkin buat mereka ini sudah selesai,.. beres..
Atau ingin menyimpan dulu masalah ini...

Ow ow...

So..??? apakah harus ditunggu sampai kapan..??
Disaat gw sudah siap membuka kedok-kedok mereka, dan aib tentu saja..

Disaat gw juga udah kepepet dan dipepet oleh keadaan.. dan gw pikir itu wajar dan manusiawi..
Mereka, dia dan keadaan yang membuatku tersudut bagai tak termanusiawikan..

Sampai menjelang jam 3 sore ini, tidak ada kabar kalau ada meeting,..
Mereka sembunyi tangankah..?????

Aarhhhh......

Tapi, gw tak menyesali telah membatalkan penerbangan ke Bangkok... dan itu no refund juga..

Baiklah...
Bersabar masih lebih baik, sampai saat ini..

Kamis, 24 Juni 2010

Lirih - Chrisye (Original Version) I Like this song,..now!

,.. kicauan pun muncul di "pusat" sana... xoxoxoxo

Ooh... corporate...
Kenapa selalu kurang support terhadap kami di bisnis unit...
Padahal secara tidak langsung corporate dibiayaainoleh bisnis unit..
So sombong...

Masya Allah,...
Udah kantornya lebih elit, ... fasilitas lebih nyaman...
Bicaranya selalu... ”Anda...anda..anda... dan anda..”
Seolah2 gw orang lain terus..

Baiklah..
Kalau itu mau anda..

rame lagi, dan semua bikin gw naik darah, kemarin itu

Hari kemarin,..
Ya hari rabu lebih tepatnya,.. sesuai yang diperkirakan.. bakalan rame..
Rameee..!!! si SPM itu selalu tidak terima dengan apa yang sudah gw kerjakan, selalu ga bener dan selalu salah..
Gw juga bingung mo gimana lagi, gw udah lakukan yang terbaik.. gw udah kerjakan semampu gw..
Dan yang gw sesalkan adalah,.. dia selalu lupa, lupa.. lupa... apa yang sudah terjadi sebelumnya..

Dengan gampangnya dia selalu menyalahkan akan keadaan sebelumnya, dia seperti baru lahir dan tidak tahu apa-apa akan kejadian dulu..
Berat..!!!!

Itulah yang gw pikir, dia adalah orang yang licik.. maunya menang sendiri, tidak mau disalahkan..
Main perintah, tapi poor untuk manajemen, dan sangat tidak bijaksana sekali..
Kadang gw tertawa akan keadaan kek begini...
Tapi ya mo gimana lagi.. project ini kudu berlanjut.. ya berlanjut..

Dan untungnya project team yang lain sependapat ama gw..
Jadi siapa yang salah sebenarnya..??

Tidak perlu dijawab sebenarnya...

hahahahaha

Selasa, 22 Juni 2010

si PM yang selalu bikin gempar..!!

dan,
hari ini ada sebuah sejarah..
gw maah besar sama project manager,.. sumpah ini orang bener2 bikin sebel banyak orang
bisanya marah.. marah .marah...
nyuruh..nyuruh..nyuruh...
beuh..
plin..plan...
ga jelas.... ga mau ambil keputusan

dan penakut...

oalah...

gw sebagai commercial project managernya, bener2 kelimpungan...
asli... ngiktuin gaya dia..

keputusan dan kelakuan dia bikin gempar mulu di kantor..

ohh... semoga besok keadaan semakin membaik...

Senin, 21 Juni 2010

kisah ini, akan dimulai sebentar lagi...

Ini mungkin baru sepenggal saja cerita gw
Ya gw, mungkin kisah ini sudah menyeruak di hati gw sejak 6 bulan terakhir ini, atau lebih tepatnya sejak masuk di tahun 2010

Dan lebih banyak tentang, dilema di karir gw.
Lebih tepatnya, hiruk pikuk, suka duka, kisruh dan petualangan mengenaskan mengenai pekerjaan gw

Ah… sebenarnya begitu panjang dan bikin tersenyum kecut,..
Pasrah, ikhlas dan lebih cenderung berserah pada Tuhan saja mengenai apa yang sudah gw alamin dang w jalanin kali ini..

Lebih tepat dan detail ceritanya, mungkin gw akan mulai melebar dan menyeruakkan satu per satu rentetan kisah.. mulai besok.. ya besok..
Gw akan mencoba merangkai menjadi sebuah tatanan cerita, entah kalian menganggap ini sebagai apa, yang ini jujur apa adanya dari gw..

Bukan untuk kenapa, tetapi hanya ingin sekedar berbagi kisah hati saja

(bersambung)

kisah ini, akan dimulai sebentar lagi...

Ini mungkin baru sepenggal saja cerita gw
Ya gw, mungkin kisah ini sudah menyeruak di hati gw sejak 6 bulan terakhir ini, atau lebih tepatnya sejak masuk di tahun 2010

Dan lebih banyak tentang, dilema di karir gw.
Lebih tepatnya, hiruk pikuk, suka duka, kisruh dan petualangan mengenaskan mengenai pekerjaan gw

Ah… sebenarnya begitu panjang dan bikin tersenyum kecut,..
Pasrah, ikhlas dan lebih cenderung berserah pada Tuhan saja mengenai apa yang sudah gw alamin dang w jalanin kali ini..

Lebih tepat dan detail ceritanya, mungkin gw akan mulai melebar dan menyeruakkan satu per satu rentetan kisah.. mulai besok.. ya besok..
Gw akan mencoba merangkai menjadi sebuah tatanan cerita, entah kalian menganggap ini sebagai apa, yang ini jujur apa adanya dari gw..

Bukan untuk kenapa, tetapi hanya ingin sekedar berbagi kisah hati saja

(bersambung)

Senin, 07 Juni 2010

Foto jalan2 ke Universal Studios Singapore bareng @nobarsimPATI - Telkomsel

mau tahu foto2 gw selama ke Universal Studios Singapore bareng @nobarsimPATI 29-13 Mei 2010 kemarin..???

http://arifien.multiply.com/photos/album/143/Jalan2_ke_Universal_Studios_Singapore_dengan_nobarsimPATI_-_Telkomsel

Jumat, 07 Mei 2010

mau lihat Premiere Film Robin Hood di Singapore dan Bali bareng simPATI Telkomsel???

Setelah sukses dengan film yang menggebrak Oscar di tahun 2001 yaitu Gladiator dengan 12 nominasi Piala Oscar dan mendapatkan 5 Piala Oscar dan tahun 2002 dengan film The Beautiful Mind dengan moninasi 8 Piala Oscar dan mendapatkan 4 Piala Oscar.

Tahun 2010 ini, Russell Crowe akan menggebrak dunia perfilman dengan film ROBIN HOOD.

Sebuah film yang disutradarai oleh Ridley Scott
Salah satu film yang ditunggu pecinta film di dunia dan tentu saja pecinta Russell Crowe.
Sinopsis film yang diambil dari 21cineplex.com :

Akhir abad ke-12 Inggris dan Sir Robin Longstide, Earl of Huntington (Russell Crowe) kembali ke desanya di utara Inggris setelah pertempuran dalam Perang Salib Ketiga. Disana, para bangsawan dan para pengikutnya melakukan penindasan kepada rakyat disebabkan tekanan Sheriff Nottingham yang baru (Matius Macfadyen). Sir Robin membebaskan desanya dari tirani dan korupsi, pemulihan perdamaian dan keadilan di Inggris. Robin juga memenangkan hati Lady Marian (Cate Blanchett) saat memimpin orang-orangnya di Hutan Sherwood Merry



Yeah, bisa dipastikan film ini mempunyai tatanan cerita yang apik, editing yang menarik serta kualitas acting para pemain yang pasti bagus.

Dan akan dirilis minggu depan…
Wooowww... tak sabar bukan..???

Apalagi kali ini Telkomsel dengan programnya nobarsimPATI memberikan 1500 tiket gratis film Robin Hood ini,... gila...!! hebat!!
Info selanjutnya..??? cukup follow di twitter @nobarsimPATI karena disana infonya lengkap..
Atau di Fan Page dari Telkomsel di http://www.facebook.com/simPATI.Tsel

Dan lebih serunya Telkomsel mengajak para pecinta film dan blogger untuk melihat langsung premiere film Robin Hood di Singapore dan Bali...
Dan (jangan kuatir) biasa akomodasi nya ditanggung..! seru gag sih..???

Siapa juga yang ga tahu Telkomsel... provider telekomunikasi besar di Indonesia dengan kualitas layanan jaringan yang bagus, pelayanan pelanggan yang baik..

Dan tahun 2010 ini.. simPATI telah berusia 15 tahun...
Hore...!! selamat... dengan usia 15 tahun, layanan dan kualitas Telkomsel tidak diragukan lagi...
Siapa sih yang ga tahu Kartu Halo layanan pascabayar Telkomsel yang menyediakan paket menarik, atau simPATI layanan prabayar yang menawan, atau KartuAS dengan promosi aduhay...

Mo Bban, sms-an, telp2an, internetan.. lengkap!!

Ahh.... so..!

Mumpung masih ada waktu... yukkk follow @nobarsimPATI di twitter dan ikutan jalan-jalan ke Singapore dan Bali barengan Telkomsel...
Sambil.... tentu saja... lihat Premiere Film ”Robin Hood”

Nanti kita bisa2 jalan2 keliling Singapore bersama-sama… ke Merlion, Clarke Quay, belanja di Orchard Road.
Atau jika ke Bali bisa berjemur di Kuta, selancar di DreamLand atau nongkrong di Legian…

Ngecess kan…

Buruaaan….

mau lihat Premiere Film Robin Hood di Singapore dan Bali bareng simPATI Telkomsel???



Setelah sukses dengan film yang menggebrak Oscar di tahun 2001 yaitu Gladiator dengan 12 nominasi Piala Oscar dan mendapatkan 5 Piala Oscar dan tahun 2002 dengan film The Beautiful Mind dengan moninasi 8 Piala Oscar dan mendapatkan 4 Piala Oscar.

Tahun 2010 ini, Russell Crowe akan menggebrak dunia perfilman dengan film ROBIN HOOD.

Sebuah film yang disutradarai oleh Ridley Scott
Salah satu film yang ditunggu pecinta film di dunia dan tentu saja pecinta Russell Crowe.
Sinopsis film yang diambil dari 21cineplex.com :

Akhir abad ke-12 Inggris dan Sir Robin Longstide, Earl of Huntington (Russell Crowe) kembali ke desanya di utara Inggris setelah pertempuran dalam Perang Salib Ketiga. Disana, para bangsawan dan para pengikutnya melakukan penindasan kepada rakyat disebabkan tekanan Sheriff Nottingham yang baru (Matius Macfadyen). Sir Robin membebaskan desanya dari tirani dan korupsi, pemulihan perdamaian dan keadilan di Inggris. Robin juga memenangkan hati Lady Marian (Cate Blanchett) saat memimpin orang-orangnya di Hutan Sherwood Merry



Yeah, bisa dipastikan film ini mempunyai tatanan cerita yang apik, editing yang menarik serta kualitas acting para pemain yang pasti bagus.

Dan akan dirilis minggu depan…
Wooowww... tak sabar bukan..???

Apalagi kali ini Telkomsel dengan programnya nobarsimPATI memberikan 1500 tiket gratis film Robin Hood ini,... gila...!! hebat!!
Info selanjutnya..??? cukup follow di twitter @nobarsimPATI karena disana infonya lengkap..
Atau di Fan Page dari Telkomsel di http://www.facebook.com/simPATI.Tsel

Dan lebih serunya Telkomsel mengajak para pecinta film dan blogger untuk melihat langsung premiere film Robin Hood di Singapore dan Bali...
Dan (jangan kuatir) biasa akomodasi nya ditanggung..! seru gag sih..???

Siapa juga yang ga tahu Telkomsel... provider telekomunikasi besar di Indonesia dengan kualitas layanan jaringan yang bagus, pelayanan pelanggan yang baik..

Dan tahun 2010 ini.. simPATI telah berusia 15 tahun...
Hore...!! selamat... dengan usia 15 tahun, layanan dan kualitas Telkomsel tidak diragukan lagi...
Siapa sih yang ga tahu Kartu Halo layanan pascabayar Telkomsel yang menyediakan paket menarik, atau simPATI layanan prabayar yang menawan, atau KartuAS dengan promosi aduhay...

Mo Bban, sms-an, telp2an, internetan.. lengkap!!

Ahh.... so..!

Mumpung masih ada waktu... yukkk follow @nobarsimPATI di twitter dan ikutan jalan-jalan ke Singapore dan Bali barengan Telkomsel...
Sambil.... tentu saja... lihat Premiere Film ”Robin Hood”

Nanti kita bisa2 jalan2 keliling Singapore bersama-sama… ke Merlion, Clarke Quay, belanja di Orchard Road.
Atau jika ke Bali bisa berjemur di Kuta, selancar di DreamLand atau nongkrong di Legian…

Ngecess kan…

Buruaaan….

Rabu, 05 Mei 2010

kuliah malam ini..

ya..
malam ini aku ada kuliah dengan mata kuliah internal audit.
hmmm.... sambil aku mengetik ini, aku sambil mendengarkan pak dosen mengajar..

wew..
anak bandel..

tahu gak sih..? dosen malam ini garing banget..
kriuk2.. dah!

celotehannya sangat gak lucu... dan garing..
mo ketawa kayakanya kepaksa abis..

ah.. kuliah masih lama..

dan aku... masih ngantuk...

hahahha

agak update!

malam, ...
sepertinya sudah lama aku ga posting tulisan di blogspot ini..
entahlah, apa karena aku terlalu sibuk, huff...
tidak juga...
walaupun sekarang ini pekerjaan semakin banyak, salah satunya menyelesaikan project di medan untuk simangkuk, ... sering pulang-pergi ke medan meeting dengan PLN atau meminta tanda tangan surat untuk laporan pekerjaan..

wew..

begitulah..

dan kan aku juga sudah kuliah mulai dari september tahun kemarin, jadi angatlah tentuya menyita waktu..
ya kuliah ini mengkin sangat menyita waktu karena prinsipnya adalah per quarter.. dan tidak ada libur semester..
baiklah..

tugas jalan2 airasia pun masih sangat menyita, setiap bulan minimal 1 trip baik lokal atau international..

dan bulan ini di awal bulan aku sudah ke kuala lumpur (lagi) dan juga minggu depan aku akan ke bali... dan akhir bulan juga masih ada trip..

ahhhh... memang bikin pusing..

so, malam ini aku masih di kelas..
mengikuti kuliah..

..

Selasa, 20 April 2010

Senin, 19 April 2010

Jumat, 16 April 2010

Terubahlah, demi dulu, kalau itu dimaui

Ya
Kali ini mungkin sudah diatas kata cukup hati.

Mungkin kamu sudah sangat kecewa atas perlakuanku selama ini ke dia.
Tapi asal kamu tahu ya, ... aku mungkin lebih kecewa lagi atas perlakukan dia ke aku

Aku bukan mencari siapa yang salah dan yang benar
Aku mengakui aku salah, dan mungkin kamu akan bilang kalau aku ini seorang pengecut.

Ya aku yakin begitu,
Tidak mengapa lah.. apalah artinya semua ini, jika memang harga diri harus dikorbankan

Kamu tidak salah, dan kamu berhak memberikan apa saja tentang aku
Berbicara kepada duniamu bagaimana buruk rupanya aku, kejamnya aku atau malah pengecutnya aku

Aku sudah lebih dari tersakiti hati, ... kamu tidak tahu itu
Aku begini, dan aku tidak mau membuka hati untuk berbagi, bukan berarti aku tak menganggap kamu ada, tapi aku tidak ingin pedih darahku sampai ke kamu.

Baiklah,... aku masih seperti dulu ke kamu.
Dan aku sama sekali gak menyuruh kamu seperti dulu ke aku

Semua punya kesempatan dan hak berbicara lebih dalam dan bijaksana,
Semua ada waktu menjelaskan lebih dalam suatu saat nanti..

Dan,.. kalaupun hal ini terbiarkan dan terdiam sampai beribu tahun... aku rela..
Karena aku yakin, bukan aku begini,.. namun hanya memang kita belum menyatu dalam sebuah arti kepercayaan..

Bukan hanya cerita bohong dan lugas...

Dan sesuai keputusanmu... aku rela ada pengganti bakal singgasanamu...
Dan itupun, semua orang dan manusia tahu.. apa dan siapa penggantiku itu

Ya, aku tidak kecewa, sangat tidak kecewa, jauh dari kata benci dan marah...
Aku sudah memaafkanmu dari awal, dan jangan pernah menyesal mengenalku, aku harap...

#sebuah tulisan untuk seseorang yang ada di kantor ku#

Kamis, 15 April 2010

Terubahlah, demi dulu, kalau itu dimaui


Ya
Kali ini mungkin sudah diatas kata cukup hati.

Mungkin kamu sudah sangat kecewa atas perlakuanku selama ini ke dia.
Tapi asal kamu tahu ya, ... aku mungkin lebih kecewa lagi atas perlakukan dia ke aku

Aku bukan mencari siapa yang salah dan yang benar
Aku mengakui aku salah, dan mungkin kamu akan bilang kalau aku ini seorang pengecut.

Ya aku yakin begitu,
Tidak mengapa lah.. apalah artinya semua ini, jika memang harga diri harus dikorbankan

Kamu tidak salah, dan kamu berhak memberikan apa saja tentang aku
Berbicara kepada duniamu bagaimana buruk rupanya aku, kejamnya aku atau malah pengecutnya aku

Aku sudah lebih dari tersakiti hati, ... kamu tidak tahu itu
Aku begini, dan aku tidak mau membuka hati untuk berbagi, bukan berarti aku tak menganggap kamu ada, tapi aku tidak ingin pedih darahku sampai ke kamu.

Baiklah,... aku masih seperti dulu ke kamu.
Dan aku sama sekali gak menyuruh kamu seperti dulu ke aku

Semua punya kesempatan dan hak berbicara lebih dalam dan bijaksana,
Semua ada waktu menjelaskan lebih dalam suatu saat nanti..

Dan,.. kalaupun hal ini terbiarkan dan terdiam sampai beribu tahun... aku rela..
Karena aku yakin, bukan aku begini,.. namun hanya memang kita belum menyatu dalam sebuah arti kepercayaan..

Bukan hanya cerita bohong dan lugas...

Dan sesuai keputusanmu... aku rela ada pengganti bakal singgasanamu...
Dan itupun, semua orang dan manusia tahu.. apa dan siapa penggantiku itu

Ya, aku tidak kecewa, sangat tidak kecewa, jauh dari kata benci dan marah...
Aku sudah memaafkanmu dari awal, dan jangan pernah menyesal mengenalku, aku harap...

#sebuah tulisan untuk seseorang yang ada di kantor ku#

Rabu, 10 Maret 2010

Catatan Perjalanan ke Phuket 6-9 Februari 2010

Kali ini adalah perjalananku kedua ke Phuket.

Ya Phuket, kota kecil (lebih tepatnya pulau) di Thailand sebelah selatan, menurut aku ini adalah Bali-nya Thailand.

Ya, mungkin karena aku suka sama liburan ke pantai, jadi semenjak tahun lalu aku ke Phuket (Juli 2009) aku jatuh cinta dengan Phuket.

Untuk sedikit catatan perjalanan ke Phuket dulu bisa dilihat di http://arifien.multiply.com/journal/item/478/Catatan_perjalanan_ke_Phuket_-_Thailand_bagian_1



Ya, akhirnya 6 Februari 2010 kemarin aku dapat kesempatan lagi ke Phuket. Kali ini rute transportasinya berbeda.



Sebelumnya, tahun kemarin aku ke Phuket melalui Kuala Lumpur, tetapi kali ini (sejak Desember 2009) ada direct flight atau penerbangan langsung dari Jakarta ke Phuket. Ya, tentu saja dengan maskapai favoritku, Air Asia.

Setelah sebelumnya di tahun kemarin aku ke Phuket berempat, kali ini aku berdua dengan rekanku, Andhika Nuary.




Sebelum berangkat, tentu saja, dibutuhkan sedikit persiapan. Tidak terlalu repot-repot tentunya, standard saja, seperti biasa sebelum berangkat liburan.

1. Mencari informasi tentang tujuan lokasi, kali ini soal Phuket kita bisa melihat di situs http://www.tourismthailand.org/ atau di situs http://www.wisatathailand.com/ , di situs kedua, versi bahasanya adalah bahasa Indonesia, jadi sangat mudah untuk dipahami. Tur kali ini, aku masih pengen sekali ke Phi-phi Island lagi. Dan tentu saja ke pantai-pantai yang lain di Phuket, seperti Pantai Patong, Pantai Kata dan Pantai Karon. Tetapi di perjalanan kedua ini, ada sedikit perubahan dibanding dengan sebelumnya. Yaitu kita juga mengunjungi Kota Phuket (Phuket Town) yang sebelumnya sempat terlewat. Diharapkan dengan adanya informasi tadi, kita bisa menyusun detail jadwal perjalanan. Sehingga waktu bisa termanfaatkan dengan baik.
2. Setelah detail rencana ini disiapkan. Jangan lupa kalau dibutuhkan di print, biar tidak lupa, atau disimpan di HP. Opps..! tentu saja kali ini kita harus menyipakan penginapan. Tapi jangan kuatir, tempat penginapan banyak sekali di Phuket. Dari hostel backpacker, hotel melati, hotel berbintang, lengkap disana. Tergantung budget kita saja. Untuk informasi pemensanan nya bisa dipesan via internet, tentu saja pembayaran bisa via kartu kredit. Beberapa situs pemesana hotel seperti http://www.agoda.com , http://www.asiarooms.com, atau di http://www.airasiago.com . Tips aku, bandingkan saja harganya, kadang-kadang mereka ada promo harga di masing-masing situs yang berbeda. Untuk hostel backpacker rekomendasi bisa di di book di http://www.hostelworld.com , untuk situs ini, kita hanya perlu bayar DP 10% dulu plus biaya booing 2 USD, sisanya dibayar di tempat, dan biasanya cash. Jangan takut hotel disana mahal. Tidak kok, harganya hampir sama dengan di Indonesia. Jadi untuk hostel backpacker, dalam rupiah semalam rata-rata Rp. 100.000 bahkan banyak yang lebih murah untuk kamar dome. Untuk hotel sampai bintang 3, harga antara dalam rupiah antara Rp. 200.000 – Rp. 500.000 tergantung lokasinya juga. Jadi biasanya di situs pemesanan hotel kita bis alihat peta lokasi hotel. Biasanya di dekat pantai (Pantai Patong adalah yang favorit) akan lebih mahal. Setelah hotel sudah dipesan, jangan lupa di print ya bukti pemesannya. Dan untuk hotel diatas bintang 4 sampai ke villa harganya juga bervariasi. Tetapi harganya masih masuk akal, karena memang harga hotel di Phuket bisa dibilang standardnya hampir sama dengan di Indonesia.
3. Siapkan barang-barang bawaan. Pakai tas punggung tetap menjadi pilihan favorit, simpel. Karena kita mau ke pantai, jangan lupa bawa kaos, celana pendek, celana renang, kaca mata, topi, sun block, sandal dan keperluan pribadi yang dibutuhkan. Kalau menginap di hostel, jangan lupa bawa perlengkapan mandi sendiri ya.
4. Tiket jangan lupa dan tentu saja paspor dan kartu NPWP. Karena Thailand masih di ASEAN, jadi kita tanpa visa, so bisa stay disana maksimal 30 hari, tapi bukan untuk bekerja lho ya. Heheheh...



Semua beres.... yukkk berangkat...



Oya, ke Phuket dengan AirAsia memang sekarang mudah, setelah ada penerbangan AirAsia langsung dari Jakarta, daily pula. Dari Medan juga ada sayangnya hanya 3 kali seminggu.

Jadwal penerbangan ke Phuket dari Jakarta adalah jam 11.20 siang. Jadi paling tidak bisa diatur waktunya sedemikian rupa agar sampai di Bandara Soekarno Hatta paling tidak 2 jam sebelum jadwal agar kita bisa antisipasi waktu



Ya, Sabtu itu, 6 Februari ... aku berangkat dari rumah jam 7.30 pagi. Karena aku harus ke Gambir dulu untuk naik bus Damri, cukup hemat dengan 20rb sudah sampai di Airport. Dari rumahpun cukup naik busway Rp.3.500.

Jam 8.30 pagi bus Damri menuju ke Bandara, jalanan cukup lancar, sehingga jam 9.15 sudah sampai di Terminal 2D Bandara Soekarno Hatta. Disana sudah menunggu teman saya, Andhika.

Sayapun mampir sebentar di money changer, di airport. Untunglah dapat rate yang cukup bagus yaitu 1 THB = Rp. 300,- saat itu aku menukar Rp. 1.500.000,- (hitung sendiri jadi berapa THB yak). Karena aku disana 4 hari 3 malam. Kalaupun ada sisa masih bisa aku pakai lagi, karena bulan April aku ke Bangkok. Itupun aku bawa sisa uang koin dan 40 THB dari sisa perjalanan di Phuket tahun lalu, hehehe.

Setelah masuk ke dalam airport, biar simpel aku memilih self check in yang dijalankan dengan computer touch screen. Cukup mudah, tanpa antri, apalagi saat itu aku dan temenku tidak membawa bagasi. Cukup masukkan kode booking, gesekkan paspor di alatnya dan keluarlah boarding pass nya. Setelah itu boarding pas akan di stempel oleh petugas untuk verifikasi paspor sekalian bayar airport tax Rp. 150.000,- hm... lebih mahal dari tiketnya ya. Soalnya saat itu harga tiketnya adalah oneway Rp. 99.000,-

Setelah mendapat boarding pas, aku menuju ke loket bebas fiskal, siapkan kartu NPWP sebelumnya dan jangan lupa isi kartu keberangkatan dan kedatangan dulu yak. Setelah itu berikan boarding pass, kartu NPWP, paspor dan kartu keberangkatan dan kedatangan.

Setelah mendapat stiker bebas fiskal, dilanjutkan ke bagian imigrasi untuk stempel paspor keberangkatan.

Jika keadaan sepi dan keadaan normal, proses dari awal sampai keluar imigrasi paling tidak 30 menit. Tetapi kalau sedang peak time atau biasanya pagi hari disaat ramai-ramainya jadwal keberangkatan pesawat, bisa sampai 1 jam lebih lho. Jadi siapkan waktu sebaik-baiknya ya.

Setelah itu kita bisa ke gate, saat itu kebagian di Gate D4.

Karena waktu masih beberapa menit, cukup waktu buat aku merokok dulu. Maklum nanti di pesawat 2 jam lebih, xixixixi.

Setelah cukup waktu, kitapun menuju ke Gate D4.

Jangan lupa ya, aturan bagasi kabin international agak berbeda dengan domestik.

Jadi dilarang bawa airminum, dan bawaan cairan maksimal 100ml per kemasan dan maksimal total 1000 ml dan itupun dibungkus ke plastik transparan. So, siapin prosedur tadi. Kalau mau bawa keperluan pribadi, seprti lotion, parfum, odol, dll.



Yes, pukul 11 siang akhirnya kita boarding, tepat waktu rupanya jadwal siang ini.

Dan kali ini pesawatnya menggunakan pesawat Thai Airasia, jadi pilot dan awak kabinnya orang Thailand, dengan kode penerbangan FD (Thai Airasia). Tepat jam 11.20 pesawat akhirnya take off.

Jangan kuatir, pesawatnya masih pesawta baru airbus seri 320.

Akhirnya bisa sedikit memejamkan mata. Setelah tentunya menyantap hidangan lunch di pesawat Nasi Lemak, yang sudah aku book saat pemesanan tiket.

Pukul 14.10 akhirnya mendarat juga di Phuket International Airport. Bandaranya di pinggir laut, kayak Bandara Ngurah Rai di Bali.

Dan begitu keluar dari pesawat, dan bergabung dengan beberapa penumpangd ari pesawat lain buat antri imigrasi, dan bercampur baurlah wisatawan-wisatawan dari seluruh dunia. Sudah kejawab jika memang Phuket adalah salah satu tujuan wisata dunia.

Setelah urusan imigrasi selesai. Eits... jangan langsung kabur keluar bandara. Sebelum keluar airport, sempetin dulu ambil beberapa brosur-brosur, peta dan promo-promo soal Phuket . Banyak banget.. dan itu free... (coba di Indonesia ada yaa)

Setelah itu bisa keluar airport.

Tapi pas kemarin sebelum aku keluar airport, ada promosi sebuah provider Thailand untuk bagi-bagi starter pack, alias nomer baru lokal Thailand, dan sudah ada pulsanya 20 THB pula, lumayan ntar bisa diisi ulang.

Dan.. siaplah dengan sekian tawaran transportasi. Ada bus, taksi dan minibus.

Saran aku, kalau baru pertama kali ke Phuket dan kalian berjumlah 4 orang, naiklah taksi. Dari Bandara ke Pantai Patong tawarlah sampai 400 THB atau sekitar 120 ribu, jadi per-orang iuran Rp. 30.000 hehehehe.

Karena kita berdua jadi kita memilih naik mini bus dan perorang adalah 150 THB atau Rp. 45.000 dan itu akan diantar sampai ke hotel.

Karena kita ingin simpel, dan cepat sampai ke hotel, udah pengen ke pantai nih. Hehehe

Eits, jangan kuatir mendapatkan mini bus, di depan pintu keluar ada beberapa mini bus parkir, dan tiketnya bisa dibeli di dekat situ.



By the way, orang Thailand atau di Phuket lebih tepatnya, banyak kok yang mengerti bahasa Inggris. So, nyantay saja. Tapi jangan takut, ga perlu ahli banget juga gak papa, cukup bisa dikit-dikit juga ok, yang penting PD, ya gak.. sekalian buat belajar juga.



Perjalanan dari Airport ke Pantai Patong kurang lebih 45 menit. Dan kita akan disuguhkan pemandangan yang mungkin tidak jauh beda dengan di Indonesia. Bedanya hanya banyak tulisan-tulisan Thailand, yang tentu saja akupun tidak tahu artinya apa. Tapi, jangan kuatir, .. segala petunjuk ada tulisan latinnya juga kok, jadi ga harus bisa baca tulisan Thailand.

Perjalanan ke Pantai Patong berhenti sejenak di kantor travel dari pemilik mini bus untuk checking tiket, dan disana kita akan ditawari oleh tour-tour di Phuket atau hotel. Tetapi kalau kita tidak tertarik, kita bisa menolaknya. Setelah itu tidak sampai 15 menit, mobil melanjutkan perjalanan.

Setelah melewati bukit kecil, sampai lah kita di daerah Patong. Kayak di Kuta Bali mungkin, dan kita akan diantar satu per satu ke penginapan.

Saat itu kita menginap di Tiger Hotel. Lokasinya cukup dekat dengan pantai, dan memang aku sengaja memilih yang agak premium sedikit, harganya per malam 1600 THB untuk bookingan dari web Agoda.

Setelah check di hotel, rehat sejenak. Saatnya makan..., hahahahah.. lapar...



Karena kondisi siang, warung2 tenda makan, dan beberapa tempat makan banyak yang belum buka.

Biar simpel kita makan fast food di Mc D deket Pantai Patong



Setelah kenyang... menujulah kita ke Pantai Patong, menikmati pemandangan pantai, berjemur dan menanti matahari terbenam.



Di Patong kita pun bisa sewa jet ski, parasailing atau banana boat. Memang hampir sama dengan di Kuta Bali.



Waw...

Sangat indah...



Setelah mata hari terbenam dan gelap, kita pun menuju ke salah satu mall di daerah Patong, yaitu Jungceylon.

Oya disana kita bisa dapet diskon khusus lho apabial kita bisa menunjukkan paspor Indonesia, nanti kita dapat tourism card, dan diskon bisa sampai 50%.



Setelah itu kita keliling Patong, dan termasuk ke Bang La Road, ya jalan utama di Patong yang penuh dengan tempat hiburan malam. Ya, karena sekitar jam 6 sore jalan ini akan ditutup untuk kendaraan umum.

Jadi bisa bebas jalan, seru sih... karena penuh bar dan banyak ”wanita pria” yang tentu saja cantik.. ya cantik.



Waktu sudah menjelang pukul 10 malam, tentu saja akhirnya lapar terasa. Kita pun berjalan menyusuri Rat-U Thit Road di Patong, ya salah satu jalan utama juga yang penuh dengan hotel dan restoran.

Kita menemukan warung tenda khas Malaysia, dan menu-menunya halal.

Dan jangan kaget, harganya sama kayak di Jakarta kok. Pesan nasi goreng harganya hanya 40 THB atau 12 ribu rupiah.

Dan penjualnya tahu kita orang Indonesia, kitapun diajak ngobrol pakai bahasa Indonesia.

Selepas itu kita pulang, dan istirahat. Karena esok pagi ingin beraktivitas pagi.



Esonya, 7 Februari 2010, tepatnya hari Minggu, setelah sarapan di hotel. Sekali lagi kita kembali ke Patong Beach, .. ya Pantai Patong.. untuk berenang dan berjemur.


Cukup ramai pagi itu, dan udara cerah sekali.

Kita sewa kursi berjemur sewanya 100 THB sehari. Dan jangan kuatir disini banyak kok kursi buat berjemurnya.


Aku dan temenku pun bisa berenang dan berjemur sampai puas.

Tak terasa sudah menjelang waktu jam 12 siang, karena siang ini kita harus check out dan pindah hotel di daerah Phuket Town, tepatnya di Rome Place Hotel di Phuket Town.

Setelah check out daru Tiger Inn Hotel, kita sempatin dulu mampir ke mall Jungceylon untuk beli beberapa potong baju, dan tentunya yang diskon, hohohoho.



Akhirnya kita menuju Phuket Town dengan menggunakan taksi, karena sudah panas dan kita sedikit letih. Dengan tarif 500 THB kita diantar sampai ke hotel di Phuket Town.



Tempatnya di tengah kota, dan kita menginap 2 malam disini. Cukup pas harganya, 2 malam hanya 1400 THB.



Sore harinya, aku sendiri berjalan-jalan keliling Kota Phuket, melihat beberapa bangunan tua dan mampir ke beberapa toko dan melihat aktivitas sore warga Phuket.

Tak lupa mampir ke Phuket Square, disana bisa membeli oleh2 khas Phuket. Mulai dari baju, kaos, atau makanan kecil. Jangan lupa cobain dan membawa keripik durian dan kacang khas Thailand.



Hari itupun aku telp kenalanku Mr.Aki. Dia adalah salah satu guide yang aku kenal dari perjalanku sebelumnya di Phuket.

Aku minta bantuan buat bookingkan untuk tour di Phi-phi Island esok harinya, yaitu di Agent Patong Pulse Tour. Sama seperti tahun lalu, aku juga menggunakan agen tour ini.

Tahun kemarin aku bisa dapat tarif tour ke Ph-phi Island 1200 THB, tapi yang sekarang 1300 THB.



Esoknya jam 7 pagi kita sudah dijemput oleh petugas tour untuk ke dermaga buat ikut tour ke Phi-phi Island.

Jam 8.30 pagi kita sudah sampai di dermaga dan siap-siap naik boat untuk ke Phi-phi Island.

Oya, jika kalian nanti akan tour ke Phi-phi Island, pakailah yang pakai boat kecil yang biasanya penumpangnya 20-24 orang jadi boatnya bisa merapat ke pantai.

Untuk one day tour seharga 1300 THB itu udah included boat, alat buat snorkling, minum sepuasnya di boat (cola dan air mineral), buah, dan makan siang di Phi-Phi Island tak lupa juga life jacket bagi yang membutuhkan.

Jarak dari dermaga ke Phi-Phi Island adalah sekitar 45 menit dengan kondisi boat kecil yang cukup ngebut.. wow..! seru abis... siap2 pegangan.

Tujuan tour ke Phi-phi Island adalah Goa Viking, kitapun juga ke Monkey Beach yaitu pantai yang banyak monyetnya, jadi kita bisa memberi makan monyet-monyet dengan kacang.

Setelah itu kita ke masuk ke sebuah teluk kecil yang warna airnya seolah-olah ada 3 warna, yaitu biru, merah dan hijau.

Setelah itu boat berhenti di sebuah titik pantai untuk snorkling.

Buat ngelihat langsung karang dan ikan yang lucu-lucu.



Kemarin itu rombongan satu boat ku ada turis dari Dubai, Cina, Korea, Perancis dan Amerika. Cukup bervariasi bukan..?

Saat ikut tour seperti ini, jangan lupa selalu tepat waktu dari arahan pemberian waktu yang diberikan oleh tour guide saat boat berhenti, agar tidak saling menunggu lama untuk tujuan berikutnya.



Setelah puas snorkling kita ke Maya Beach.


Hm... yang ini bagusssss... pantainya.

Maklum tempat syuting film The Beach yang dibintangi oleh Leonardo Dicaprio.

Disana bisa berjemur dan berenang.



Waktu sudah jam 12 siang lebih, saatnya makan siang.

Jangan kuatir, makan siangnya halal kok di Phi-phi Island. Dengan menu yang nikmat dan variasi seafood tentu saja. Tapi bagi yang alergi seafood ada pilihan lain kok seperti spagethi dan nasi goreng.



Setelah kenyang, kita menuju sebuah pulau kecil. Disana kita diberi waktu cukup lama hampir 2 jam buat berjemur, berenang dan snorkling.



Tak kalah menarik, disini bagus juga karang dan ikan-ikannya.

Btw, jangan lupa ya pakai sun block. Soalnya dan pastinya panas banget. Maklum di tengah lautan lepas.



Menjelang pukul 4. kita berkumpul kembali dan boat kembali ke darmaga.

Setelah itu kita diantar ke hotel atau penginapan kita masing.



Yang kelas puas....

Walaupun ini sudah perjalananku kedua ke Phi-phi Island. Nanti kalau aku ke Phuket, mungkin akan ke Phi-phi Island lagi.



Pilihan lain selain Phi-phi Island kita juga bisa ke James Bond Islands, .. tapi aku belum pernah kesana.



Jam 5 sore kita sudah kembali ke hotel.

Istirahat sejenak.

Dan sore ini menjelang senja, aku jalan-jalan kembali ke Phuket Town. Menikmati udara sore dan mampir ke sebuah kafe untuk memesan kopi khas Phuket ditambah roti bakar.

Nikmat......



Tak terasa sudah malam, aku harus segera pulang.

Membereskan tas, karena esok harinya kita harus kembali ke Jakarta. Dan flight kita adalah jam 7.55 pagi.

Kitapun memutuskan memesan taksi hotel untuk drop ke airport pagi buta.



Karena flight kita jam 7.55 kitapun menuju airport dengan taksi bandara jam 5 pagi dengan tarif 500 THB.

Jarak dari Phuket Town ke Phuket Airport sekitar 40 menit.

Jalanan masih sepi jam 5 pagi saat kita menuju airport, masih gelap.

Kita sampai di airport jam 6 pagi.

Untung di Phuket Airport ada mesin self check in Airasia, dan karena kita tidak bawa bagasi, jadi dengan cepat, mudah dan praktis kita pakai alat itu seperti di Jakarta sebelumnya.

Setelah imigrasi kita pun menuju gate dan siap kembali ke Jakarta.



Dengan mengambil waktu terbang 2 jam dan 50 menit. Jam 10.45 kita sudah sampai di Soekarno Hatta Airport.



Waw... sangat cukup puas juga liburan singkat di Phuket kali ini.

Yang jelas wisata ke Phuket , Thailand selalu membawa keceriaan. Dan karena memang aku suka pantai jadi akan selalu merindukan Phuket, apalagi disana juga murah-murah biaya jalan2nya.



Dan... Tahun inipun aku sudah booking perjalanan akhir tahun ke Phuket lagi...



Dan aku harus melihat Phuket Fantasea (www.phuket-fantasea.com)

Ke Kata Beach..... untuk ketenangan pantai. Dan tentu saja.. ke Phi-phi Island lagi.



Ahhh... tak sabar menanti (kembali)

Cerita Perjalanan Phuket 6-9 Februari 2010




 

 

Kali ini adalah perjalananku kedua ke Phuket.

Ya Phuket, kota kecil (lebih tepatnya pulau) di Thailand sebelah selatan, menurut aku ini adalah Bali-nya Thailand.

Ya, mungkin karena aku suka sama liburan ke pantai, jadi semenjak tahun lalu aku ke Phuket (Juli 2009) aku jatuh cinta dengan Phuket.

 

Ya, akhirnya 6 Februari 2010 kemarin aku dapat kesempatan lagi ke Phuket. Kali ini rute transportasinya berbeda.

Sebelumnya, tahun kemarin aku ke Phuket melalui Kuala Lumpur, tetapi kali ini (sejak Desember 2009) ada direct flight atau penerbangan langsung dari Jakarta ke Phuket. Ya, tentu saja dengan maskapai favoritku, Air Asia.

Setelah sebelumnya di tahun kemarin aku ke Phuket berempat, kali ini aku berdua dengan rekanku, Andhika Nuary.

 

Sebelum berangkat, tentu saja, dibutuhkan sedikit persiapan. Tidak terlalu repot-repot tentunya, standard saja, seperti biasa sebelum berangkat liburan.

   1. Mencari informasi tentang tujuan lokasi, kali ini soal Phuket kita bisa melihat di situs http://www.tourismthailand.org/ atau di situs http://www.wisatathailand.com/ , di situs kedua, versi bahasanya adalah bahasa Indonesia, jadi sangat mudah untuk dipahami. Tur kali ini, aku masih pengen sekali ke Phi-phi Island lagi. Dan tentu saja ke pantai-pantai yang lain di Phuket, seperti Pantai Patong, Pantai Kata dan Pantai Karon. Tetapi di perjalanan kedua ini, ada sedikit perubahan dibanding dengan sebelumnya. Yaitu kita juga mengunjungi Kota Phuket (Phuket Town) yang sebelumnya sempat terlewat. Diharapkan dengan adanya informasi tadi, kita bisa menyusun detail jadwal perjalanan. Sehingga waktu bisa termanfaatkan dengan baik.
   2. Setelah detail rencana ini disiapkan. Jangan lupa kalau dibutuhkan di print, biar tidak lupa, atau disimpan di HP. Opps..! tentu saja kali ini kita harus menyipakan penginapan. Tapi jangan kuatir, tempat penginapan banyak sekali di Phuket. Dari hostel backpacker, hotel melati, hotel berbintang, lengkap disana. Tergantung budget kita saja. Untuk informasi pemensanan nya bisa dipesan via internet, tentu saja pembayaran bisa via kartu kredit. Beberapa situs pemesana hotel seperti http://www.agoda.com , http://www.asiarooms.com, atau di http://www.airasiago.com . Tips aku, bandingkan saja harganya, kadang-kadang mereka ada promo harga di masing-masing situs yang berbeda. Untuk hostel backpacker rekomendasi bisa di di book di http://www.hostelworld.com , untuk situs ini, kita hanya perlu bayar DP 10% dulu plus biaya booing 2 USD, sisanya dibayar di tempat, dan biasanya cash. Jangan takut hotel disana mahal. Tidak kok, harganya hampir sama dengan di Indonesia. Jadi untuk hostel backpacker, dalam rupiah semalam rata-rata Rp. 100.000 bahkan banyak yang lebih murah untuk kamar dome. Untuk hotel sampai bintang 3, harga antara dalam rupiah antara Rp. 200.000 – Rp. 500.000 tergantung lokasinya juga. Jadi biasanya di situs pemesanan hotel kita bis alihat peta lokasi hotel. Biasanya di dekat pantai (Pantai Patong adalah yang favorit) akan lebih mahal. Setelah hotel sudah dipesan, jangan lupa di print ya bukti pemesannya. Dan untuk hotel diatas bintang 4 sampai ke villa harganya juga bervariasi. Tetapi harganya masih masuk akal, karena memang harga hotel di Phuket bisa dibilang standardnya hampir sama dengan di Indonesia.
   3. Siapkan barang-barang bawaan. Pakai tas punggung tetap menjadi pilihan favorit, simpel. Karena kita mau ke pantai, jangan lupa bawa kaos, celana pendek, celana renang, kaca mata, topi, sun block, sandal dan keperluan pribadi yang dibutuhkan. Kalau menginap di hostel, jangan lupa bawa perlengkapan mandi sendiri ya.
   4. Tiket jangan lupa dan tentu saja paspor dan kartu NPWP. Karena Thailand masih di ASEAN, jadi kita tanpa visa, so bisa stay disana maksimal 30 hari, tapi bukan untuk bekerja lho ya. Heheheh...

 

Semua beres.... yukkk berangkat...

 

Oya, ke Phuket dengan AirAsia memang sekarang mudah, setelah ada penerbangan AirAsia langsung dari Jakarta, daily pula. Dari Medan juga ada sayangnya hanya 3 kali seminggu.

Jadwal penerbangan ke Phuket dari Jakarta adalah jam 11.20 siang. Jadi paling tidak bisa diatur waktunya sedemikian rupa agar sampai di Bandara Soekarno Hatta paling tidak 2 jam sebelum jadwal agar kita bisa antisipasi waktu

 

Ya, Sabtu itu, 6 Februari ... aku berangkat dari rumah jam 7.30 pagi. Karena aku harus ke Gambir dulu untuk naik bus Damri, cukup hemat dengan 20rb sudah sampai di Airport. Dari rumahpun cukup naik busway Rp.3.500.

Jam 8.30 pagi bus Damri menuju ke Bandara, jalanan cukup lancar, sehingga jam 9.15 sudah sampai di Terminal 2D Bandara Soekarno Hatta. Disana sudah menunggu teman saya, Andhika.

Sayapun mampir sebentar di money changer, di airport. Untunglah dapat rate yang cukup bagus yaitu 1 THB = Rp. 300,- saat itu aku menukar Rp. 1.500.000,- (hitung sendiri jadi berapa THB yak). Karena aku disana 4 hari 3 malam. Kalaupun ada sisa masih bisa aku pakai lagi, karena bulan April aku ke Bangkok. Itupun aku bawa sisa uang koin dan 40 THB dari sisa perjalanan di Phuket tahun lalu, hehehe.

Setelah masuk ke dalam airport, biar simpel aku memilih self check in yang dijalankan dengan computer touch screen. Cukup mudah, tanpa antri, apalagi saat itu aku dan temenku tidak membawa bagasi. Cukup masukkan kode booking, gesekkan paspor di alatnya dan keluarlah boarding pass nya. Setelah itu boarding pas akan di stempel oleh petugas untuk verifikasi paspor sekalian bayar airport tax Rp. 150.000,- hm... lebih mahal dari tiketnya ya. Soalnya saat itu harga tiketnya adalah oneway Rp. 99.000,-

Setelah mendapat boarding pas, aku menuju ke loket bebas fiskal, siapkan kartu NPWP sebelumnya dan jangan lupa isi kartu keberangkatan dan kedatangan dulu yak. Setelah itu berikan boarding pass, kartu NPWP, paspor dan kartu keberangkatan dan kedatangan.

Setelah mendapat stiker bebas fiskal, dilanjutkan ke bagian imigrasi untuk stempel paspor keberangkatan.

Jika keadaan sepi dan keadaan normal, proses dari awal sampai keluar imigrasi paling tidak 30 menit. Tetapi kalau sedang peak time atau biasanya pagi hari disaat ramai-ramainya jadwal keberangkatan pesawat, bisa sampai 1 jam lebih lho. Jadi siapkan waktu sebaik-baiknya ya.

Setelah itu kita bisa ke gate, saat itu kebagian di Gate D4.

Karena waktu masih beberapa menit, cukup waktu buat aku merokok dulu. Maklum nanti di pesawat 2 jam lebih, xixixixi.

Setelah cukup waktu, kitapun menuju ke Gate D4.

Jangan lupa ya, aturan bagasi kabin international agak berbeda dengan domestik.

Jadi dilarang bawa airminum, dan bawaan cairan maksimal 100ml per kemasan dan maksimal total 1000 ml dan itupun dibungkus ke plastik transparan. So, siapin prosedur tadi. Kalau mau bawa keperluan pribadi, seprti lotion, parfum, odol, dll.

 

Yes, pukul 11 siang akhirnya kita boarding, tepat waktu rupanya jadwal siang ini.

Dan kali ini pesawatnya menggunakan pesawat Thai Airasia, jadi pilot dan awak kabinnya orang Thailand, dengan kode penerbangan FD (Thai Airasia). Tepat jam 11.20 pesawat akhirnya take off.

Jangan kuatir, pesawatnya masih pesawta baru airbus seri 320.

Akhirnya bisa sedikit memejamkan mata. Setelah tentunya menyantap hidangan lunch di pesawat Nasi Lemak, yang sudah aku book saat pemesanan tiket.

Pukul 14.10 akhirnya mendarat juga di Phuket International Airport. Bandaranya di pinggir laut, kayak Bandara Ngurah Rai di Bali.

Dan begitu keluar dari pesawat, dan bergabung dengan beberapa penumpangd ari pesawat lain buat antri imigrasi, dan bercampur baurlah wisatawan-wisatawan dari seluruh dunia. Sudah kejawab jika memang Phuket adalah salah satu tujuan wisata dunia.

Setelah urusan imigrasi selesai. Eits... jangan langsung kabur keluar bandara. Sebelum keluar airport, sempetin dulu ambil beberapa brosur-brosur, peta dan promo-promo soal Phuket . Banyak banget.. dan itu free... (coba di Indonesia ada yaa)

Setelah itu bisa keluar airport.

Tapi pas kemarin sebelum aku keluar airport, ada promosi sebuah provider Thailand untuk bagi-bagi starter pack, alias nomer baru lokal Thailand, dan sudah ada pulsanya 20 THB pula, lumayan ntar bisa diisi ulang.

Dan.. siaplah dengan sekian tawaran transportasi. Ada bus, taksi dan minibus.

Saran aku, kalau baru pertama kali ke Phuket dan kalian berjumlah 4 orang, naiklah taksi. Dari Bandara ke Pantai Patong tawarlah sampai 400 THB atau sekitar 120 ribu, jadi per-orang iuran Rp. 30.000 hehehehe.

Karena kita berdua jadi kita memilih naik mini bus dan perorang adalah 150 THB atau Rp. 45.000 dan itu akan diantar sampai ke hotel.

Karena kita ingin simpel, dan cepat sampai ke hotel, udah pengen ke pantai nih. Hehehe

Eits, jangan kuatir mendapatkan mini bus, di depan pintu keluar ada beberapa mini bus parkir, dan tiketnya bisa dibeli di dekat situ.

 

By the way, orang Thailand atau di Phuket lebih tepatnya, banyak kok yang mengerti bahasa Inggris. So, nyantay saja. Tapi jangan takut, ga perlu ahli banget juga gak papa, cukup bisa dikit-dikit juga ok, yang penting PD, ya gak.. sekalian buat belajar juga.

 

Perjalanan dari Airport ke Pantai Patong kurang lebih 45 menit. Dan kita akan disuguhkan pemandangan yang mungkin tidak jauh beda dengan di Indonesia. Bedanya hanya banyak tulisan-tulisan Thailand, yang tentu saja akupun tidak tahu artinya apa. Tapi, jangan kuatir, .. segala petunjuk ada tulisan latinnya juga kok, jadi ga harus bisa baca tulisan Thailand.

Perjalanan ke Pantai Patong berhenti sejenak di kantor travel dari pemilik mini bus untuk checking tiket, dan disana kita akan ditawari oleh tour-tour di Phuket atau hotel. Tetapi kalau kita tidak tertarik, kita bisa menolaknya. Setelah itu  tidak sampai 15 menit, mobil melanjutkan perjalanan.

Setelah melewati bukit kecil, sampai lah kita di daerah Patong. Kayak di Kuta Bali mungkin, dan kita akan diantar satu per satu ke penginapan.

Saat itu kita menginap di Tiger Hotel. Lokasinya cukup dekat dengan pantai, dan memang aku sengaja memilih yang agak premium sedikit, harganya per malam 1600 THB untuk bookingan dari web Agoda.

Setelah check di hotel, rehat sejenak. Saatnya makan..., hahahahah.. lapar...

 

Karena kondisi siang, warung2 tenda makan, dan beberapa tempat makan banyak yang belum buka.

Biar simpel kita makan fast food di Mc D deket Pantai Patong

 

Setelah kenyang... menujulah kita ke Pantai Patong, menikmati pemandangan pantai, berjemur dan menanti matahari terbenam.

 

Di Patong kita pun bisa sewa jet ski, parasailing atau banana boat. Memang hampir sama dengan di Kuta Bali.

 

Waw...


Sangat indah...

 

Setelah mata hari terbenam dan gelap, kita pun menuju ke salah satu mall di daerah Patong, yaitu Jungceylon.

Oya disana kita bisa dapet diskon khusus lho apabial kita bisa menunjukkan paspor Indonesia, nanti kita dapat tourism card, dan diskon bisa sampai 50%.

 

Setelah itu kita keliling Patong, dan termasuk ke Bang La Road, ya jalan utama di Patong yang penuh dengan tempat hiburan malam. Ya, karena sekitar jam 6 sore jalan ini akan ditutup untuk kendaraan umum.

Jadi bisa bebas jalan, seru sih... karena penuh bar dan banyak ”wanita pria” yang tentu saja cantik.. ya cantik.

 

Waktu sudah menjelang pukul 10 malam, tentu saja akhirnya lapar terasa. Kita pun berjalan menyusuri Rat-U Thit Road di Patong, ya salah satu jalan utama juga yang penuh dengan hotel dan restoran.

Kita menemukan warung tenda khas Malaysia, dan menu-menunya halal.

Dan jangan kaget, harganya sama kayak di Jakarta kok. Pesan nasi goreng harganya hanya 40 THB atau 12 ribu rupiah.

Dan penjualnya tahu kita orang Indonesia, kitapun diajak ngobrol pakai bahasa Indonesia.

Selepas itu kita pulang, dan istirahat. Karena esok pagi ingin beraktivitas pagi.

 

Esonya, 7 Februari 2010, tepatnya hari Minggu, setelah sarapan di hotel. Sekali lagi kita kembali ke Patong Beach, .. ya Pantai Patong.. untuk berenang dan berjemur.

Cukup ramai pagi itu, dan udara cerah sekali.

Kita sewa kursi berjemur sewanya 100 THB sehari. Dan jangan kuatir disini banyak kok kursi buat berjemurnya.

Aku dan temenku pun bisa berenang dan berjemur sampai puas.

Tak terasa sudah menjelang waktu jam 12 siang, karena siang ini kita harus check out dan pindah hotel di daerah Phuket Town, tepatnya di Rome Place Hotel di Phuket Town.

Setelah check out daru Tiger Inn Hotel, kita sempatin dulu mampir ke mall Jungceylon untuk beli beberapa potong baju, dan tentunya yang diskon, hohohoho.

 

Akhirnya kita menuju Phuket Town dengan menggunakan taksi, karena sudah panas dan kita sedikit letih. Dengan tarif 500 THB kita diantar sampai ke hotel di Phuket Town.

 

Tempatnya di tengah kota, dan kita menginap 2 malam disini. Cukup pas harganya, 2 malam hanya 1400 THB.

 

Sore harinya, aku sendiri berjalan-jalan keliling Kota Phuket, melihat beberapa bangunan tua dan mampir ke beberapa toko dan melihat aktivitas sore warga Phuket.

Tak lupa mampir ke Phuket Square, disana bisa membeli oleh2 khas Phuket. Mulai dari baju, kaos, atau makanan kecil. Jangan lupa cobain dan membawa keripik durian dan kacang khas Thailand.

 

Hari itupun aku telp kenalanku Mr.Aki. Dia adalah salah satu guide yang aku kenal dari perjalanku sebelumnya di Phuket.

Aku minta bantuan buat bookingkan untuk tour di Phi-phi Island esok harinya, yaitu di Agent Patong Pulse Tour. Sama seperti tahun lalu, aku juga menggunakan agen tour ini.

Tahun kemarin aku bisa dapat tarif tour ke Ph-phi Island 1200 THB, tapi yang sekarang 1300 THB.

 

Esoknya jam 7 pagi kita sudah dijemput oleh petugas tour untuk ke dermaga buat ikut tour ke Phi-phi Island.

Jam 8.30 pagi kita sudah sampai di dermaga dan siap-siap naik boat untuk ke Phi-phi Island.


Oya, jika kalian nanti akan tour ke Phi-phi Island, pakailah yang pakai boat kecil yang biasanya penumpangnya 20-24 orang jadi boatnya bisa merapat ke pantai.

Untuk one day tour seharga 1300 THB itu udah included boat, alat buat snorkling, minum sepuasnya di boat (cola dan air mineral), buah, dan makan siang di Phi-Phi Island tak lupa juga life jacket bagi yang membutuhkan.

Jarak dari dermaga ke Phi-Phi Island adalah sekitar 45 menit dengan kondisi boat kecil yang cukup ngebut.. wow..! seru abis... siap2 pegangan.

Tujuan tour ke Phi-phi Island adalah Goa Viking, kitapun juga ke Monkey Beach yaitu pantai yang banyak monyetnya, jadi kita bisa memberi makan monyet-monyet dengan kacang.

Setelah itu kita ke masuk ke sebuah teluk kecil yang warna airnya seolah-olah ada 3 warna, yaitu biru, merah dan hijau.


Setelah itu boat berhenti di sebuah titik pantai untuk snorkling.

Buat ngelihat langsung karang dan ikan yang lucu-lucu.

 

Kemarin itu rombongan satu boat ku ada turis dari Dubai, Cina, Korea, Perancis dan Amerika. Cukup bervariasi bukan..?

Saat ikut tour seperti ini, jangan lupa selalu tepat waktu dari arahan pemberian waktu yang diberikan oleh tour guide saat boat berhenti, agar tidak saling menunggu lama untuk tujuan berikutnya.

 

Setelah puas snorkling kita ke Maya Beach.

Hm... yang ini bagusssss... pantainya.


Maklum tempat syuting film The Beach yang dibintangi oleh Leonardo Dicaprio.

Disana bisa berjemur dan berenang.

 

Waktu sudah jam 12 siang lebih, saatnya makan siang.

Jangan kuatir, makan siangnya halal kok di Phi-phi Island. Dengan menu yang nikmat dan variasi seafood tentu saja. Tapi bagi yang alergi seafood ada pilihan lain kok seperti spagethi dan nasi goreng.

 

Setelah kenyang, kita menuju sebuah pulau kecil. Disana kita diberi waktu cukup lama hampir 2 jam buat berjemur, berenang dan snorkling.


 

Tak kalah menarik, disini bagus juga karang dan ikan-ikannya.

Btw, jangan lupa ya pakai sun block. Soalnya dan pastinya panas banget. Maklum di tengah lautan lepas.

 

Menjelang pukul 4. kita berkumpul kembali dan boat kembali ke darmaga.

Setelah itu kita diantar ke hotel atau penginapan kita masing.

 

Yang kelas puas....

Walaupun ini sudah perjalananku kedua ke Phi-phi Island. Nanti kalau aku ke Phuket, mungkin akan ke Phi-phi Island lagi.

 

Pilihan lain selain Phi-phi Island kita juga bisa ke James Bond Islands, .. tapi aku belum pernah kesana.

 

Jam 5 sore kita sudah kembali ke hotel.

Istirahat sejenak.

Dan sore ini menjelang senja, aku jalan-jalan kembali ke Phuket Town. Menikmati udara sore dan mampir ke sebuah kafe untuk memesan kopi khas Phuket ditambah roti bakar.

Nikmat......

 

Tak terasa sudah malam, aku harus segera pulang.

Membereskan tas, karena esok harinya kita harus kembali ke Jakarta. Dan flight kita adalah jam 7.55 pagi.

Kitapun memutuskan memesan taksi hotel untuk drop ke airport pagi buta.

 

Karena flight kita jam 7.55 kitapun menuju airport dengan taksi bandara jam 5 pagi  dengan tarif 500 THB.

Jarak dari Phuket Town ke Phuket Airport sekitar 40 menit.

Jalanan masih sepi jam 5 pagi saat kita menuju airport, masih gelap.

Kita sampai di airport jam 6 pagi.

Untung di Phuket Airport ada mesin self check in Airasia, dan karena kita tidak bawa bagasi, jadi dengan cepat, mudah dan praktis kita pakai alat itu seperti di Jakarta sebelumnya.

Setelah imigrasi kita pun menuju gate dan siap kembali ke Jakarta.

 

Dengan mengambil waktu terbang 2 jam dan 50 menit. Jam 10.45 kita sudah sampai di Soekarno Hatta Airport.

 

Waw... sangat cukup puas juga liburan singkat di Phuket kali ini.

Yang jelas wisata ke Phuket , Thailand selalu membawa keceriaan. Dan karena memang aku suka pantai jadi akan selalu merindukan Phuket, apalagi disana juga murah-murah biaya jalan2nya.

 

Dan... Tahun inipun aku sudah booking perjalanan akhir tahun ke Phuket lagi...

 

Dan aku harus melihat Phuket Fantasea (www.phuket-fantasea.com)

Ke Kata Beach..... untuk ketenangan pantai. Dan tentu saja.. ke Phi-phi Island lagi.

 

Ahhh... tak sabar menanti (kembali)