Senin, 30 April 2012

Resensi Buku : Status Fesbuk Pilot F6: Sit-Up Comedy

Judul Buku : Status Fesbuk Pilot - F6 – Sit-up Comedy Penuilis : Ananta Yudha Irianto aka Capt.Ananta Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2012.
#tulisan segar sang pilot dengan sekian kisah unik dan menyenangkan# Buku ini saya dapatnya secara tidak sengaja, saat di Gramedia MOI. Malam itu mau menonton film Modus Anomali, disempetin ke Gramedia, kali aja ada buku bagus. Pas liat deretan buki di Best Seller, mata tertuju pada judul aneh “Status Fesbuk Pilot F6..” dan sudah menjadi Best Seller. Ya sudah cetekan kedua dalam sebulan? Gokil langsung ambil, bayar dan cabut lari ke Blitz karena film udah mau mulai ternyata.. Well, saya menghabiskan waktu untuk membaca buku ini cukup lama sebenarnya, maklum bacanya nyicil plus susah banget nyari waktu yang pas (hahaha) sampai ke Pontianak di akhir pekan ini buku ini saya bawa dan saya menyicil lagi bacanya. Akhirnya bisa selesai juga nih bukunya, dan siap saya memberikan ulasannya. ============================================== Jangan kaget saat membuka bagian awal buku ini, karena kata pengantarnya cukup panjang,..ya hitung-hitung memang ini perkenalan sang penulis baru dengan style “beda” tentunya. Jangan kaget juga jika tiba2 muncul beberapa karikatur lucu, pastinya dari awal sudah muncul beberapa foto Sang Pilot, dengan narcisnya menyapa pembaca. Saya disini kurang tahu juga, apakah sang penulis yang notabene seorang pilot ini suka difoto, atau terpaksa suka difoto. Tapi yang pertama lah, sepertinya.. Walaupun ini buku dengan kategori komedi, sempat juga diselipin foto-foto serius. Seperti foto dalam kocpit pesawat, alias tempat kerja sang penulis. Entah ini tujuannya apa, sepertinya memang ingin menunjukkan tempat dimana beliau mendapatkan inspirasi dalam menulis, atau sekedar ingin berbagi pengetahuan mengenai dunia penerbangan atau mungkin juga mengajak kita berpikir, bertapa rumitnya jadi pilot dengan sekian tombol, lampu dan perangkat penerbangan. Disini saya tidak berharap di ruangan ini sang penulis menghabiskan waktu menulisnya saja. Sampai di halaman 50, kita masih disuguhkan Cerita Sang Pilot, sampai di bagian 3. Dengan bahasa santai, sang penulis memberikan beberapa cerita bagaimana kisah dia di awal menjadi pilot, beberapa perjuangan karir dia sampai cukilan mengenai kisah cintanya. Tentu saja, disampaikan dengan gaya yang sangat ringan, beberapa celoteh lucu dan juga “kelebay-an” sang penulis sudah mulai terasa disini. Nah, kenapa di judul ini mengandung F6, rupanya ini adalah singkatan dari bagian cerita alias disajikan lewat rangkuman status Facebook dari sang penulis ini menurut kelompok-kelompoknya, yaitu Flight, Family, Friends, Faith, Fun, Fesbuk. (yang terakhir maksa mungkin ya). Di bagian Flight ini, disajikan rangkuman status Facebook sang penulis yang ada hubungannya dengan pekerjaannya, yaitu pilot. Gokil. Inilah komentar saya. Dibagian ini saya rela tertawa membaca tulisan beberapa kisah disana. Eits, jangan kuatir walaupun sang penulis kadang memberikan istilah-istilah asing di dunia penerbangan, tetapi ada penjelasan dibawahnya apa istilah tersebut. Jadinya tentu saja bisa menambah wawasan dan informasi kita mengenai istilah di dunia penerbangan. Di bagian kedua yaitu Family. Sang penulis mengelompokkan status Facebook dia yang ada hubungannya dengan pengalaman bersama keluarga. Tiba-tiba dimulai dengan potongan surat cinta sang pilot dengan istrinya dimasa pacaran yang lucu abis, plus foto narsis juga tentunya, disambung cerita mengenai anak-anak sang penulis. Menarik, fresh, lucu dan menggemaskan, diisaat saya membaca bagian ini. Walaupun kadang sang penulis menyebut istrinya dengan kata “istri” kadang dengan kata “bojo”, namun kata kedua yang sering dituliskan dalam penyebutan ke istri penulis. Dan saya terkesan dengan anak ke-2 sang penulis yang beberapa kali diungkap di bagian ini. Namanya Vitto, sumpah ini anak diam-diam sepertinya mempunyai bakat dari bapaknya, tapi sepertinya lebih jahil. *berharap Bagian ketiga, Friends. Ya dari katanya sudah menjelaskan jika di bagian ini adalah bagian yang berhubungan dengan kawan-kawan sang penulis. Suasana segar dan lucu memuncak di bagian ini. Bagaimana spot-spot lucu lewat status Facebook dan pengalaman sang penulis dengan kawan-kawannya ditampilan dengan gaya bahasa segar. Beruntunglah yang menjadi kawan-kawan penulis, karena ada beberapa foto bareng sang penulis ditampilkan di bagian ini. Faith, adalah bagian ke empat dari buku ini. Agak serius ya sepertinya. Tapi jangan kuatir. Disini sang penulis memang sepertinya sengaja memberikan bagian anti klimaks dari sekian cerita lucu sebelumnya. Tapi jangan kuatir, penyampaian tetap disampaikan dengan tulisan lucum narsis dan kadang garing juga. Hahahaha.. yang terakhir sepertinya memang obyektif kan ya.. Di bagian kelima ada Fun.Bagian ini cukup pendek sebenarnya. Ada beberapa potongan cerita lucu sang penulis yang sebagian berhubungan dengan hobi, kisah sehari-hari dan juga,… tetap beberapa foto narsis tentunya. No comment untuk yang ini saya. Tapi, kenapa Fun diletakkan setelah Faith, yang sepertinya anti klimaks dari buku ini? Well, sepertinya buku ini memang dirancang bukan buku serius, alias mengajak pembaca tertawa segar menikmati sekian tulisan, status Facebook, foto komik dan juga karikaturnya. So, akhirnya Fun dituliskan di bagian setelah Faith. Mungkin begitu.. Eits,.. rupanya bagian Facebook disini tidak ditulis secara khusus di sub bab. Mungkin potongan dari status Facebook dan juga komentar beberapa kawan di Facebook sang penulis, dianggap sebagai bagian Facebook di buku ini. Cerita Sang Pilot bagian 4, muncul lagi di bagian akhir buku ini. Entah maksudnya apa, mungkin sebagai closing dari sekian cerita lucu dengan ditutup tulisan segar mengenai bagian kisah hidup sang penulis. Ya, buku ini memang segar menurut saya. Saya tidak menyangka saja, seorang Pilot alias Kapten sebagai pemimpin sebuah penerbangan bisa menulis seperti ini. Walaupun buku ini bisa sebagai penyegar dan bahan tertawa kita, tapi ada hal positif yang bisa diambil tentunya. Tapi jangan serius membacanya nanti malah kita kurang bisa menikmati gaya santai tulisan sang penulis ini. So, rekomendasi untuk dibaca disegala usia Menurut saya, sang penulis ini yaitu Ananta Yudha Irianto, adalah orang yang menyenangkan, rajin menabung, walau terkesan pelit, hahahaha. Seorang penyayang keluarga, dan juga tebakan saya dia sebetulnya pemalu, dan cukup tertutup. Saya berharap masih ada kelanjutan dari tulisan Capt.Ananta ini. Mungkin cerita unik dan lucu di beberapa kota yang disinggahi bisa dibuat kisah di buku selanjutnya.

Sabtu, 07 April 2012

MALU RAGU

Ya sudah, ini mau ganti hari… memikir apa aku semalam

Sudahlah, bukan saatnya aku membalik ingatan, memilih salah

 

Terimalah, bukan hanya hatimu tapi seingat kamu bisa mengapa

Terpikir susah, bukan hanya aku,.. tapi tak apalah

 

Setidaknya dengan ini jujur aku

Kutarik janji, nafas dan menghembuskan kisah dalam peluh

Saatnya suatu nanti, sekira alam memberi waktu berkata lagi

Lebih baik melepas beban

 

Seandainya aku baik, aku tidak seperti ini

Terpikir sejak itu, harus selalu sadar bahwa logika kian berputar

Iya, masih dibutuhkan doa disini, yakin disini, dan pasti di hati

 

Berikan saja bagian waktu, aku merubah

Isikan dengan harapan, pasti kurubah

 

Aku malu, bukan hanya ragu

 

Tolong Tuhan!

H.I.D.U.P

Hidup ini mungkin hilang, kalau aku terus terpukau

Hidup itu indah mungkin bila aku terus mengharap semua semauku

Hidup itu mendamai, tak juga saat aku mendiam

Bukan karena aku hidup aku bisa terus seperti angin

Bukan juga hidup yang terus membawaku bagaikan kebahagiaan

 

Mimpi hidup bisa saja dari saat kemarin, tapi melupa

Rindu hidup disaat belum mencapai dunia

Atau apabila hidup itu pilihan, setidaknya bijaksana saja.. rindu atau benci

 

Setidaknya belajar hidup

Terlebih hidup adalah belajar

Bukan menjadi yang terpelajar, bukan juga pengajar atau

Mungkin dihajar

Namun, karena sekali, kehidupan itu membelah

Disaat kananmu bicara, kiri ikut bicara cinta

 

Besok tunggu saja kehidupan

Bicara dalam berdoa, hadapi bukan hanya dipelajari

 

Kalau sehidup-hidupnya dirimu,

Mau jadi apa kamu selepas besok?

 

 

*Sarawak, 7 April 2012

Minggu, 01 April 2012

Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam dalam sehari




setelah dari Sabang 3 hari 2 malam, perjalanan kemarin itu dilanjutkan ke kota Banda Aceh, dan stay di Kota Serambi Mekkah ini selama 2 hari 1 malam... ini sedikit foto (sorry ditampilan sedikit dan kurang bagus, karena yang bagus2 buat artikel lain) dari beberapa tempat yang sempat dikunjungi selama di Banda Aceh.... Thx to Farlis, Irfan dan Dimas atas waktu yang diberikan selama saya di Banda Aceh