Rabu, 01 Oktober 2008

dan..ceria takbiran.. dulu dan kini,.. ku

Hari ini tadi, hari terakhir bulan ramadhan untuk tahun 1429H. Tak terasa memang besok sudah lebaran, dan alhamdulilah tahun ini aku bisa berlebaran di kampung halamanku.

Begitu menjelang pukul 7 malam,. Disaat aku masih terduduk dengan mengirimkan sms ke seian rekan dan temanku untuk mengucapkan selamat lebaran.
Aku dikejutkan oleh suara takbir keliling, ya di jalan depan rumahku.

Aku terhenyak dan rasa ingin tahuku untuk mengetahui ada apa gerangan dengan pawai itu.
Suara takbir menggeba, bersahut-sahutan.. diiringi juga oleh sekian tabuhan bedug dan suara lantulan alat pukul yang berusaha mengharmonisasi lengkingan dan merdunya suara takbir.

Ya.. malam ini adalah malam takbiran.. malam kemenangan bagi orang muslim untuk menyambut bulan syawal, setelah selama sebulan penuh berpuasa di bulan ramadhan..

Aku masih terpaku dan menikmati jajaran pawai mobil yang dilengkapi oleh lampu-lampu hias dan alat pengeras suara..
Wah…begitu khas dan memberikan warna tersendiri dalam semangat malam ini..

Tak hanya orang tua, anak muda, bahkan anak kecilpun ikut menyemarakkan pawai kali ini…

Selanjutnya.. barisan pawai disusul oleh serangkaian pawai obor, …. Ya.. begitu unik, khas dan membuat hatiku ikut mengharu, merasakan sebuah semangat kemenangan untuk memberikan warna tersendiri dalam menyambut bulan kemenangan ini, bulan Syawal.

Entah berapa jajaran mobil dengan suara keras mengalunkan takbir dengan diiringi tabhan bedug ataupun sekian alat yang berusaha memberikan merdunya semangat dari mereka untuk diperdengarkan oleh siapapun disekitarnya..

Dan tak luput juga jajaran pembawa obor ikut memnyemarakkan dengan kekhas-an mereka..

Ah… ingataknku jadi melayang.. 15-10 tahun yang lalu..
Saat aku masih duduk di bangku SD lebih tepatnya..

Event inipun menjadi event yang aku tunggu-tunggu…
Setelah berbuka puasa dirumah di hari terakhir ramadhan..
Aku dan kakak laki-lakiku bergegas mengambil sarung dan membawa kopiah.
Kami berkumpul di suatu tempat di area tetangga kami..
Ya.sebelumnya memang kami sudah merencakan untuk berkumpul dengan sekian anak laki-laki di daerah kami, lebih tepatnya area RT di wilayah kami..
Kali itu kami akan menuju balai desa, dimana disana udah siap bebrapa truk yang siap kami tumpangi untuk mengikuti pawai keliling kota dalam rangka takbiran..

Wah..dengan jalan kaki sekitar 1km menuju balai desa beramai-ramai, hati kami pun semangat dan senang sekali.. entah karena memang kami bisa naik truk gratis sambil keliling kota ataupun memang itu saat yang mengesnakan bisa berkumpul dengan teman-teman sebaya kami sedesa..

Sesampainya di balai desa, memang disana sudah terparkir 3-4 truk yang siap dibernagkatkan ke pusat kota, lebih tepatnya di dekat alun-alun untuk menjadi perwakilan desa mengikuti pawai takbiran.
Segera kami bergabung dengan anak-anak sebaya kami, untuk masuk dan naik ke dalam truk.
Badan kami yang masih kecil dan pendek, mungkin memang agak susah untuk menaiki trus dengan ukuran standard, sehingga bisa dibayangkan betapa kami harus tarik-menarik tangan agar semuanya bisa baik berjubel ke dalam truk..

Disaat semuanya sudah siap.. truk pun bergegas menuju pusat kota.. dan suara takbir dan teriakan kami pun sudah dimulai..

Ehm.. mungkin disaat aku ikut acara ini aku masih kelas 2 SD, ..waw.. ukuran tubuhku saat itu bisa dipastikan masih pendek, sehingga untuk menjangkau ibir truk agas aku bisa melihat area yang kami lewatipun agak kesusahan..
Dan tentu saja, aku saat itu hanya bisa teriak bertakbir di dalam kerumunan truk, karena mungkin juga terhalang oleh teman-teman yang mempunyai badan lebih besar.. hahahaha..
Tapi tahun bergant tahun, badankupun ikut besar lah.. dan akupun bisa mereka berdri di bagian pinggir bibir dan bersorak melihat penonton di pinggir jalan ataupund iteras rumah yang ikut melihat pawai ini..

Biasanya perjalanan pawai ini seitar 5 km saja.. hanya berkeliling area kota saja.. dan ujugnya semua peserta pawai akan kembali lagi ke asal desa masing-masing.

Jam 9 malam biasanya sudah selesai..tapi.. kami dan teman-teman tidak hanya sampai disitu saja semangatnya.

Setelah itu kamipun bergegas menuju surau atau mushola di area RT kami..
Disana kami lenajutkan untuk mengumadangkan takbir di surau itu..
Yang pasti semangat. Karena selain kami dan teman-teman bisa berkumpul sambil bertakbir, dan tentu saja bebas memukuli meja kecil untuk membuat suara takbir menjadi lebih merdu (versi kami tentunya).. kamipun juga disuguhi oleh sekian konsumsi gratis oleh masyarakat sekitar surau yang memberikan minuman, snack, bahkan makan malam untuk kami yang bertakbir di surau itu..
Wah… enaknya…
Dengan diperdengarkan lewat pengeras suara, kami pun senang sekali, pasti suara kami merdu terengar di luar sana.. hahahaha.. terengar oleh bapak ibu kami dirumah..

Oops..! tentu saja kamipun bergantian dalam bertabuh ataupun mengumandangankan takbir,.. dan kali itu biasanya kami akan selesai sekitar jam 3 pagi, ya menjelang shubuh biasanya kami akan selesai.
Segeralah kami tertdiur sejenak sambil menunggu waktu shubuh..
Menjelang waktu shubuh kami sudah dibangunkan oleh orang tua ataupun yang bertugas untuk mengumandangkan adzan shubuh, dan kamipun segera bergegas mengikuti sholat shubuh..
Setelah sholat shubuh, kamipun pulang ke rumah kami masing-masing..
Dan tak sampai lama kami sekeluarga pun bersiap ke masjid untuk mengikuti sholat Ied berjamaah..
Jam 7 pagi biasanya sudah selesai..
Eits… kemeriahan tidak hanya disitu saja…
Setelah sholat Ied itu.. kami akan berkumpul di surau kembali.. kami mengadakan syukuran kecil-kecilan di surau itu..
Kami masing-masing keluarga membawa sekian makanan, berlauk-pauk khas lebaran untuk dibawa di acara syukuran kali itu..
Dan setelah pembacaan doa.. kami pun semuanya makan bersama dengan makanan itu,.. jadilah suasana akrab dan bisa merasakan makanan-makanan yang berbagai macam jenisnya disana..

Sekitar jam 8 semuanya sudah selesai.. dan masing-masing dari kami sudah ada di rumah kami masing-masing ..
Aku dan keluargakupun biasanya langsung ada acara sungkemna ke orang tua. Dan dilanjutkan bertamu ke tetangga-tetangga kami..
Serta siangnya kami mengunjungi keluarga kam yang masih sekota untuk berkumpul dan bermaaf-maafan di hari raya idul fitri..

Ah…. Aku kembali lagi ke hari ini…
Malam ini..
Suara dari surau kami dulu.. masih terdengar jelas.. dengan mengalunkan merdunya suara takbir dan pulukan harmonisasi alat bedug kecil yang memberikan warna tersendiri.. ya malam ini… aku merindu saat-saat dulu..

Dan tak terasa itu sekian puluh tahun yang lalu,.. dengan Arifien kecil..
Sekarang…menjelang aku 27 tahun .. berharap semangatku tak akan pudar.. dan bisa memberikan sebuah arti.. jika memang hari ini adalah hari fitri.. dan aku bisa mengikuti sebuah arti maaf lahir dan batin.. lewat sebuah kemenangan jiwa.. setelah sebualn berpuasa menahan nafsu lahir dan batin..

Ya Allah… terima kasih kau berikan aku waktu untuk mengikuti bulan Ramadhan kali ini.. terimalah amal ibadahku dan orang-orang semuanya di bumiMu ini..
Berikanlah kami sebuah penerangan jiwa.. dan sebuah hari baru untuk kami jalani disisa usia kami di dunia ini…
Ijinkan aku berharap bisa mengikuti RamadhanMu tahun depan..
Amin Ya Allah…

Tidak ada komentar: