Minggu, 05 Oktober 2008

itu, sama saja ternyata..

Aku tidak tenang lagi
Gentayangan di angan dan alam impian

Satu mengecewakan dan yang satu lagi bikin kecewa
Jadi, apa bedanya

Aku telan lagi ludahku yang sudah berasa asam.. enth manisnya kemana..
Sudah mati rasa mencium bau seperti ini
Apalagi menjilat lagi..?

Tak hanya dia..
Dia juga juga begitu..

Bagaimana lagi, kalau aku terlempar kesana dan kemari
Tak lagi kata sempurna,.. jika besok mati bagaimana..

Apakah dia sudah segan menghidupnya
Yang dicari hanya menciumku..?
Bukan dari sana, bahkan pula bukan dari sini

Kasihan aku..

Kuludahi saja kah..
Atau aku menjilat lagi..

Ya… itu namanya adalah merugi..
Ya kalau saja dia merasa aku memikir dia… tapi nyatalah..
Apalah yang kurasakan..
Percuma

Karena memang bulan masih berputar beberapa kali, belum ratusan bahkan puluhan..
Aku pun dulu juga tak sampai menciumnya
Malahan sekarang sudah mati rasa, itukah jawabnya..?

Ini bukan jawabku tapi jawabannya..
Bukan inginku..tapi egonya

Aku tahu dia sudah tak main hati
Tapi kenapa masih aku kejar..
Bodoh! Itulah yang pas buat aku..

Kenapa aku kembali terbodohi kembali..
Bohong! Kalau dia itu sayang

Kalaupun itu benar, itu hanyalah mulut berbisa yang siap menjilat jika ada mangsa yang terlalu manis lagi..

Hahahahaha…
Hanya bisa tertawa… sekali lagi, kenapa aku tertarik dengan bayangan angan ini

Pasti dia tidak merasa.. atau kita tunggu saja apa yang terjadi..
Terpahit senyum dulu saja, karena aku yakin dia hanya diam saja

Terlalu tinggi buat dia kalau dia mengakui apa adanya,..
Karena dia tidak ada rasa, itu saja…

Atau merasa tertipu olehku..

Ah… andai dulu tidak bertemu…



Dan, bila.. firasa itu datang untuk berubah.. kasihanilah dia yang sudah menyayangi dengan tulus serta apa adanya..
Itu adalah perbedaan, dari beda yang ada.. dan tak kunjung menjadi bagian dari niat yang tak berubah
Yang paling ironis lagi, kalau aku teryata tak sesuai mimpinya…

Itu saja…!

Tidak ada komentar: