Kamis, 03 Mei 2007

.. ternyata.. Ayahku sudah tua juga...

Ayahku ternyata sudah tua ya..?


 


 


Ah itulah sebuah pernyataan dalam hati.. begitu kemarin terima pesan sngkat lewat ponsel dari kakakku.. jika ayahku tahun ini pensiun..


 


Ya,. Ternyata memang aku baru sadar jika tahun ini beliau berumur genap 60tahun. Sebagai pegawai negeri tentunya umur yang memang harus pensiun..


 


Hhm…


Entah rasa apa yang berkecamuk di hati..


Seperti baru kemarin .. aku masih bersekolah di SD. Dan aku diajak jalan-jalan naik motor dan duduk di depan..


Aku paling suka itu…


Ayahku suka mengajakku jalan-jalan keliling kota naik motor, dan aku paling suka duduk di depan sambil mainan pencetan klakson..


 


Ayahku tipe orang yang sabar sekali..


Hampir tidak pernah marah ke aku..


Entahlah.. tapi kalaupun harus marah beliau mendingan diam. Dan menjauh dariku..


 


Beliau juga orang yang sabar..


Jika aku dulu saat SMP atau SMUpun pas main ke rumah temen dan harus pulang malam.. beliaulah yang rajin menungguku di rumah, yang membukakan pintu pagar dan pintu rumah.. baru jika aku sudah pulang entah itu sudah lewat tengah malam, baru beliau bisa tidur.


 


Ayahku orang yang baik..


Beliau selalu juga selalu menuruti kemauanku yang egois dan nakal..


Kalau aku malas masuk sekolah dulu, selalu rajin buatin surat ijin tidak masuk.


Ah… sekali lagi nakalnya aku..


 


Ayahku juga sangat suka mengajakku makan di luar,.. mentraktirku… dan mengajakku mencoba makanan-makanan baru..


 


Dulu, kalau hari minggu ayahku juga suka mengajakku main ke sawah.


Ya kita punya sepetak sawah yang dikerjakan orang lain. Dan tiap hari minggu atau hari libur kita kadang menengok kesana.. bermain air di sawah, kadang ikut juga memetik beberapa sayuran untuk dibawa ke rumah..


 


Dulu ayahku paling menyemanagtiku untuk mengejar cita-citaku masuk perguruan tinggi favoritku..


Selalu memberi uang transport disaat kelas 3 SMU aku harus bimbingan belajar seminggu 3 kali ke Kediri.. ya dari kotaku di Nganjuk sampai ke Kediri aku tempuh dengan naik bus selama 1 jam.. dan jika sampai malam aku tiba di Nganjuk, aku selalu dijemput di perempatan …


Ah.. aku jadi mengingat saat itu .. ehm.. sekitar 8 tahun yang lalu, uuuhh, gak terasa..


 


Ayahku juga rajin menabung..


Aku ingat dulu saat masih kecil.. jika tabungan sudah terkumpul, uang itu digunakan untuk merenovasi rumah kecil kami.. seiring bertambah dewasa anak-anaknya.. mengganti perabotan, menambah ruangan kamar…


 


Aku ingat..


Dulu saat masih kelas 1 SD, saat aku berantem dengan kakakku.. dan seolah-olah ayahku membela kakakku, aku menjadi kalut dan aku lari ke kamar ayahku dan dengan tangan kecilku aku memukul cermin besar di lemari samai pecah berantakan.. tanganku pun menjadi berdarah…


Ah… itu salah satu kenakalanku dulu…


 


Ayahku dulu juga yang mendampingi aku saat itu masuk UGD gara2 saat masih kecil aku memancing, mata kail masuk ke kakiku dan tidak mau dicabut..


Begitu pula yang rajin mengantarkanku ke dokter gigi saat masih kecil.. maklum dulu saat masih kecil sakit gigi adalah penyakit langgananku.. entah sampai puluhan kali mungkin..


 


Ayahku juga yang membelikan apa saja kebutuhanku dulu..  dan mengantarkanku membelikannya.. baik itu sepeda, tas, sepatu, buku, baju, dll..


 


Ehm… sejak aku kuliah di Malang, tahun 2000, dan aku harus kerja di Bogor trus ke Bekasi trus ke Jakarta,. Dan sekarang sudah masuk 2007.


7 tahun lewat.. ehm.. aku hanya bertemu beliau dalam setahun bisa dihitung dengan jari.


 


Ya.. sehingga aku tidak sadar bahwa tahun ini ayahku genap 60 tahun, dan akan pensiun.


 


Tuhan…


Berikan aku kesempatan untuk membahagiakan ayahku..


Memberikan apa yang dulu sudah diberikan ke aku ini.. memberikan kebahagiaan yang membuat beliau bisa mengingat saat manis itu..


 


Mengapa tiba-tiba aku mengingat beliau.. dan sepertinya aku sekian waktu melupakan waktu dimana disaat aku harus memberikan perhatian..


 


Waktu memang tidak akan pernah tahu. Besok ada apa.. dan kita akan seperti apa..


Saat ini doa untuk orang tua ku bisa aku titipkan.. lewat sesaat waktu aku berbisik doa dalam kesempatan aku bersimpuh ke Yang Maha Kuasa


 


Cerita aku dulu dan ayahku.. sebuah manisnya pembelajaran dan cerminan buat aku nanti..


Secara aku juga dewasa.. dan nantinya juga akan seperti beliau.. menjadi ayah dari anak-anakku kelak..


 


Hanya ingin saja… semuanya berada dalam garis yang bisa kita lalui bersama dengan lebih baik dan sesuai dengan angan-angan baik kita…


 


Semoga ayahku bisa bangga saat ini dan merasa tidak terlalu merinduku…


Semoga ucap ini dibawa oleh angina.. dan terengar lirih .. bersama doa kesehatan dan kebahagiaan buat ayahku, ibuku.. dan keluarga besarku disana..


Amin…


 

33 komentar:

donni said mengatakan...

riki rinda sakti mengatakan...

dhank Ari mengatakan...

M Bambang Purnomo S mengatakan...

Ciput McQueen mengatakan...

Willy Husada mengatakan...

BengQ Riono Dimas mengatakan...

N o N a :-) mengatakan...

ani adami mengatakan...

' Badai ' mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

Radi Ismail mengatakan...

Radi Ismail mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

Teija Gumilar mengatakan...

ahmad noor mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

Roy lintass mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

' Badai ' mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

diding ardiantoro mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...