Sabtu, 02 Januari 2010

#Trip@Penang# hari pertama

Kali ini saya mendapatkan kesempatan dari AirAsia dan Tune Hotel untuk singgah di Penang.
Ya Pulau Penang atau Pulau Pinang (karena beberapa nama di sini ternyata tulisannya Pinang).

Btw, pulau Penang sendiri adalah pulau kecil di sebelah selatan Malaysia Barat.
AirAsia sendiri menyediakan penerbangan ke Penang dari sekian kota di Asia.
Di Malaysia sendiri AirAsia menyediakan rute PP dari Kuala Lumpur, Kota Kinabalu, Kuching, dan Johor Bharu. Dari Indonesia dari Medan dan Jakarta. Ada pula dari Macau, Hongkong, dan Bangkok. Wow.. sungguh bisa dibayangkan sebenarnya sebuah tujuan kota yang diperhitungkan oleh AirAsia sendiri.

Pengalaman dari Jakarta itu sendiri. Penerbangan AirAsia ke Penang adalah penerbangan harian. Dan berangkat dari Jakarta pukul 6.55 pagi.

Dikarenakan penerbangan pagi hari, sayapun menyiapkan waktu dengan sebaik-baiknya, apalagi bandara Soekarno Hatta sendiri jaraknya cukup jauh dari Jakarta.
Pagi itu saya berangkat dari rumah pukul 5 pagi dari bilangan Kelapa Gading.
Jalan tol cukup lancar, dan bisa mencapai Terminal 2D pukul 5.30 pagi.

Memang penerbangan AirAsia dari Cengkareng cukup padat di pagi hari, apalagi di International. Waktu hampir bersamaan dengan penerbangan ke Kuala Lumpur dan Singapore. Sehingga antrian check in cukup panjang, dan anda harus mengantisipasi hal itu.

Saran saya, anda bisa web check in sebelumnya dari rumah dan membawa print out ke bandara. Atau di dalam terminal 2D ada 2 mesin kios check in, cukup simpel cara kerjanya.
Anda tinggal masukkan kode booking dan swipe paspor anda, dan boarding pas keluar dari mesin kios tersebut.
Jadi anda tinggal bayar airport tax di tempat yang sudah disediaan tanpa perlu antri.
Dan walaupun anda membawa bagasi bisa juga dilayani. Tetapi saya memang tidak ada bagasi, karena hanya membawa tas ransel saja.
Sayang mesin kios check in ini kurang diminati oleh calon penumpang, sehingga antrian memang terasa cukup panjang.
Pagi itu, 24 Desember, merupakan peak season untuk liburan. Dan ternyata benar, setelah saya melakukan check in antrian kembali hadir menyapa di loket bebas fiskal.
Waw, panjang sekali apalagi di antrian tersebut semua dipakai oleh semua penerbangan di terminal international.
Loket yang dibuka 3 buah, tetapi tetap saja panjang, tidak seperti hari-hari biasanya.
Setelah saya perhatikan, ternyata sebagian banyak yang belum siap akan formulir imigrasi dan kelengkapan data anggota keluarga, karena mereka mengajak orang tua, anak atau mertua yang kewajiban pajaknya hanya pada kepala keluarga.
Ehm, pagi itu saya antri hampir 30 menit.
Tapi syukurlah antrian di imigrasi tidak terlalu banyak, jadi bisa segera menuju gate untuk siap2 boarding.
Saya pun memasuki gate D4 baru pukul 6.20.
Jadwal penerbangan saya ke Penang QZ7668 bisa dikatakan tepat waktu.
Karena pukul 6.30 sudah mulai boarding, dan oleh AirAsia saya diberikan seat 5F yang masuk hot seat, sayapun bisa masuk ke pesawat lebih dulu.

Akhirnya pukul 7 pagi pesawat Airbus 320 Indonesia AirAsia take off juga.
Syukurlah cuaca pagi itu cukup bagus, jadi tidak terlalu banyak goncangan di udara, dan penerbangan ke Penang dari Jakarta ditempuh sekitar 2 jam 20 menit.
Berhubung tadi di rumah belum sarapan, sayapun diberikan menu sarapan yaitu nasi goreng asia plus sate ayam.
Oya, kalau anda memang menginginkan tambahan menu makanan, bisa order via web saat pemesanan kursi, atau pada saat melakukan pembelian via telepon atau kantor AirAsia.
Jika anda melakukan pre-order harga lebih murah 20%.
Apalagi menu combo meal pilihannya cukup banyak. Menu combo meal itu adalah menu makanan plus minum. Ada seperti Nasi Lemak, Nasi Ayam, Nasi Goreng Asia, ada juga Hot Dog dan Sandwich, dll.
Setelah sarapan habis, sayapun tertidur karena malamnya saya merasa kurang tidur dan harus bangun pukul 4 pagi untuk menyiapkan ke bandara.
Saya bangun sekitar 45 menit kemudian.
Saya pun melihat ke jendela, nampak sebuah pemandangan kota, saya perhatikan lebih jeli ternyata itu adalah kota Kuala Lumpur, tampak jelas menara Petronas dan KL Tower, hahahaha...
Sekitar 30 kemudian ternyata sudah mendarat di Penang.
Bandara International Penang pagi itu tidak terlalu ramai, mungkin karena masih pagi, walaupun waktu di Penang 1 jam lebih cepat dari Jakarta.
Saya tiba di lantai 1 di kedatangan dan sebelum keluar terminal saya sempat mengambil brosur kota Penang dan tentunya peta kota Penang.
Dan jika anda ingin menuju kota Penang dan memang tidak ada yang menjemput, anda bisa menuju lantai 2 dengan lift. Disana ada bus Rapid Penang.
Sepertinya Rapid Penang adalah bus yang baru di Penang, saya perhatikan bus-busnya masih baru dan bagus.
Dengan tariff 2,7 ringgit atau sekitar Rp. 7.500 kita diantar dari Bandara ke Komtar, yaitu terminal bus di pusat kota Penang.
Komtar sendiri mempuyai menara yang katanya paling tinggi di Penang, jadi sangat mudah menandai Komtar itu ada dimana.

Sesampainya di Komtar awalnya saya ingin menikmati George Town, tapi karena saya tiba-tiba melihat bus Rapid Penang nomer 204 arah Penang Hill, sayapun merubah rencana, saya akan ke Penang Hill.
Masuklah saya di bus nomer 204 menuju Penang Hill atau Bukit Bendera dengan tarif 2 ringgit.
Sepanjang perjalanan kita akan melewati beberapa temple, tapi karena saya kurang berminat mengunjungi temple, jadi sayapun tidak mengagendakan kesana.
Kota Penang bisa dikatakan kota yang rapi, bersih dan sejuk udaranya. Mengingat banyak bukit-bukit disana.
Kolaborasi etnis cukup menyatu dengan indah, seperti etnis Tionghoa, India, Melayu, Arab, dll.
Jadi akan mudah ditemui temple, gereja, masjid dalam kota Penang.

Sesampainya di Stasiun Penang Hill. Wow... ramai ternyata, saya antri ke loket kereta menuju Penang Hill dengan tarif 4 ringgit PP dan ternyata saya mendapatkan kereta jam 2.45 pm. Padahal saat itu baru jam 12 siang, lebih 2 jam saya menunggu. Akhirnya saya batalkan untuk beli tiket kereta ke Penang Hill.
Penang Hill sendiri adalah wisata naik kereta melewati hutan tropis di bukit yang dibilangs atah satu bukit tertinggi di Penang.

Karena tidak jadi naik kereta, akhirnya pilihan selanjutnya adalah mencoba makanan di sebuah restoran di sana.
Ehm... pilihan tertuju pada Laksa Penang dan Jus Nanas. Sayang sekali lidah saya kurang bisa menerima rasa Laksa Penang, yang aroma bawang merah mentahnya cukup kuat.

Waktu menunjukkan pukul 1 siang, saya putuskan kembali ke kota dan turun di Komtar kembali.
Sesampai di Komtar, saya ambil peta dan berjalan kaki mencari alamat Tune Hotel di jalan Burma.
Tak jauh ternyata dari Komtarm sekitar 600 meter dengan berjalan kaki 10 menit sudah sampai di Tune Hotel.
Ya, Tune Hotel Penang, tempat saya menginap.
Ini adalah Tune Hotel ke 4 yang saya kunjungi. Sebelumnya saya sudah menginap di Tune Hotel LCCT, Tune Hotel Downtown Kuala Lumpur, dan Tune Hotel Kuta.
Mungkin bisa log on sendiri ke www.tunehotels.com untuk mendapatkan informasi mengenai hotel ini. Cukup recommended lah mengenai hotel ini.
Apalagi lokasi Tune Hotel Penang sendiri bisa dikatakan lokasi di tengah kota.

Karena badan saya agak berkeringatm sayapun mandi dulu dan rehat sejenak.
Habis ashar, saya melanjutkan perjalanan buat eksplorasi Penang.

Kali ini ke George Town, berbekal peta saya cukup jalan kaki saya. Tidak jauh juga, tetapi memang siapkan kaki anda menikmati George Town, karena wilayah ini cukup besar ternyata.
Disana bisa kita nikmati pemandangan kota tua peninggalan Inggris. Ehm.. ini salah kawasan kota tua yang cukup eksotis, dengan area paling besar menurut pengalaman saya.
Walaupun sebagian kelihatan kurang terawat, tetapi sungguh indah buat dijadikan objek fotografi.
Di kawasan itu sendiri banyak sekali tempat makan, dengan pilihan menu tradisional asia sampai ke menu mancanegara.
Kedai dan kafe bertebaran dengan konsep yang unik dan beraneka.
Bagi anda yang muslim, anda harus jeli juga, karena yang jelas tidak semua menu makanan disini halal, jadi pastikan dulu, tetapi tidak susah kok mencari yang halal.

Sampai gelap saya menikmati George Town, dan beberapa kali saya menikmati menu di kedai dan kafe.
Oops..! tetapi mungkin belum saya ceritakan detail dulu wisata kuliner saya di Penang. Menunggu besok saja, karena besok saya akan masih menikmat wisata kuliner di Penang.
Mengenai harga jangan kuatir, tidak terlalu mahal di Penang.
Bahkan mungkin sebagian lebih mahal di Jakarta, hehehehe...

Hari sudah gelap, sayapun bergegas kembali ke hotel, menyusuri Jalan Penang menuju Jalan Burma dimana Tune Hotel berada.
Ah... sayapun mampir ke sebuah supermarket, niatnya sih awalnya membeli pasta gigi, tapi ternyata saya tergoda membeli beberapa helai batik Malaysia sampai habis sekitar 70 ringgit, hehehehehe... karena saya ingat, saya pernah berjanji kepada Ibu saya untuk membelikan batik khas Malaysia jika saya berkunjung ke Malaysia.

Okay, hari sudah malam. Dan malam ini saya habiskan di sekitar hotel saja.
Besok saya akan ke Batu Feringhi dan ke Penang Bridge yang terkenal itu.

Dan sorenya saya harus memangkas rambut saya untuk pemotretan AirAsia di daerah George Town.


*inilah sedikit berbagi cerita saya hari pertama selama di Penang, versi saya untuk Facebook dan Multiply*