Facebook Badge

Rabu, 03 Maret 2010

Jilid I (Dec 09-Feb10)





Sekian fakta dan asumsi pribadi

Jilid I (Singapore, Yogjakarta, Solo, Phuket, Kinabalu),
Hanya sekilas ringkas dan sekian fakta yang saya temui dari perjalanan saya di bulan Desember-Januari-Februari yang disponsori oleh AirAsia.

Singapore (18-20 Dec 09)
1. Cek dulu schedule SALE, karena disini surga belanja. Mall melimpah ruah, dan jangan lupa minta form refund GST saat belanja di toko-toko. Lumayan hemat 7%
2. Negara minimalis, dengan konsep budaya yang melimpah. Chinatown, Little India, Kampung Glam, Peranakan, Kampong Malay. Icip-icip kuliner, bisa jadi target utama. Dan semua itu di mix oleh kemajuan negara Singa.
3. Rapi dan teraturlah di jalan dan di keramaian.
4. Jangan takut tersesat di Singapore. Cukup bawa peta yang bisa diambil di airport, semuanya beres.
5. 3 hari 2 malam, sudah cukup buat wisata ke Singapore. Jangan kuatir, hostel backpacker sangat banyak di Singapore.
6. Jangan lupa ambil brosur informasi di Airport Changi pas datang ke Singapore.
7. Pastikan kuat jalan kaki, dan bawa obat pegal-pegal, karena banyak spot di Singapore nikmat dinikmati dengan jalan kaki.
8. Pakailah sandal atau sepatu yang nyaman buat jalan kaki, dan pakailah kaos yang menyerap keringat.
9. Jangan kuatir, flight ke Singapore dari Jakarta 7 kali setiap hari. Dan juga dari Yogjakarta, Bandung, dan Surabaya juga ada.

Penang (24-26 Dec 09)
1. Pulau kecil di Malaysia yang unik dengan George Town nya, kota tua peninggalan Inggris. Bagus.
2. Keliling kota naek bus yang simpel dan nyaman, cukup hemat.
3. Dari segi makanan dan kuliner, ga jauh beda ama Malaysia lah, .. harganya... cukup terjangkau.
4. Paling suka nongkrong di kafe-kafe pinggir laut deket George Town awaktu senja. Hmmm....
5. Main ke Mall juga ada, deket ama Penang Bridge, kalo ga salah namanya QueenBay.
6. Ke Bukit Bendera atau Penang Hills, naek kereta keliling hutan di atas bukit.
7. Banyak nemuin orang Indonesia disini, plus produk-produk Indonesia.
8. Transportasi cukup naek bus Rapid KL, murah meriah deh.


Yogjakarta (1-2 Jan 10)
1. Kota pusat kebudayaan Jawa, yang tentunya cukup nyaman buat tujuan wisata.
2. Terkenal dengan wisata murah, makanan murah, dan penginapan murah.
3. Wisata batik, kuliner, pantai dan candi, tetap menjadi tujuan utama.
4. Keramahan orang Yogja tetap menjadi keramahan yang berbeda.
5. Siap-siap dengan konsep makanan yang manis.
6. Keliling kota dengan TransJogja, cukup dengan 3000 rupiah.
7. Kunjungi juga Keraton Yogja sebagai wisata budaya. Mampir ke Alun-Alunnya juga.
8. Tak sudah ragu menawar saat bertransaksi membeli.
9. Janan lupa bawa oleh-oleh bakpia pathok.
10. Jadwal penerbangan ke Yogjakarta dari Jakarta 2 kali sehari. Dan dari Yogjakarta juga ada yang ke Kuala Lumpur dan Singapore.

Solo/Surakarta (2-4 Jan 10)
1. Di Solo wisata batik yang paling unik. Kunjungi Kampung Batik Kauman dan Laweyan.
2. Nikmati perjalanan wisata kota dengan naik becak.
3. Jangan lupa nikmati makanan khas Solo yang unik dan nikmat, dan tentunya dengan harga dan murah. Serabi Notosuman jangan lupa, maknyus!
4. ke Solo dari Jogja? Jangan khawatir, bisa naik kereta Prambanan Express dari stasiun Maguwo, tepat persis di depan Airport Adi Sucipto Yogjakarta, dan hanya menempuh waktu 45 menit.
5. Jangan salah, penerbangan Solo-Kuala Lumpur juga ada lho.
6. Kalau sempat kunjungi Keraton Solo sebagai referensi budaya.

Phuket (6-9 Feb 10)
1. Wisata pantai yang beda di luar Indonesia, dan tentu saja dekat dari Indonesia.
2. Ada direct flight dari Jakarta dan Medan ke Phuket.
3. Jangan lupa ke Patong, Kata, Karon Beach. Dan yang pasti, ikut tour ke Phi-Phi Island. Kepulauan Phi2 yang sangat unik.
4. Jangan kuatir, biaya wisata di Phuket murah meriah. Mau hotel berbintang atau hostel backpacker, semuanya ada.
5. Rekomendasi tempat penginapan dan tempat main di daerah Patong Beach saja.
6. Ambil brosur informasi soal Phuket di Airport, sangat membantu, jangan lupa ambil sebanyak-banyaknya.
7. Baju-baju di Phuket cukup murah, kalo suka hunting baju, jangan lupa mampir ke mall nya.
8. Banyak sekali turis asing disini, siap-siap saja melihat orang cakep. Bawa kacamata hitam ya dan juga sunblock jangan lupa.
9. Tawarlah sampai 30% jika sedang berbelanja oleh-oleh di tempat yang bisa ditawar.

Kinabalu (20-23 Feb 10)
1. Kota Kinabalu, kota di Sabah di Malaysia Timur, kotanya dipinggir laut, lebih tepatnya di Laut Cina Selatan.
2. Jangan kuatir, orang Indonesia sangat banyak disini. Jadi pakai bahasa Indonesia dikenali.
3. Wisata pulau di Tunku Abdur Rahman Park, ada beberapa pulau yang bisa dikunjungi dalam satu hari. Bisa berenang, berjemur, menyelam dan snorkling.
4. Wisata ke Gunung Kinabalu, kalau tidak memungkinkan untuk mendaki jangan lupa ke Kinabalu Park dan mencoba berjalan di Canopy Walk (berjalan di jembatan tali yang dikaitkan di pohon).
5. Hotel dan penginapan sangat mudah dan banyak disini. Dari hostel baclpacker sampai ke hotel berbintang.
6. Makanan seafood sangat khas disini, jangan lupa mencoba udang, ikan atau cumi-cumi.
7. Suka shopping, tak usah khawatir ada 1Borneo, Suria Sabah, Warisan Square, dan beberapa mall lainnya.
8. Ada direct flight dari Jakarta ke Kota Kinabalu. Kalau mau sekalian ke Brunei atau Filipina sudah dekat, jadi bisa sekalian kalo memungkinkan.



Special thanks to :
AirAsia
Tune Hotels

Jilid 1 -- Desember 09 - Februari 10







Sekian fakta dan asumsi pribadi

Jilid I (Singapore, Penang, Yogjakarta, Solo, Phuket, Kinabalu),
Hanya sekilas ringkas dan sekian fakta yang saya temui dari perjalanan saya di bulan Desember-Januari-Februari yang disponsori oleh AirAsia.

Singapore (18-20 Dec 09)
1.    Cek dulu schedule SALE, karena disini surga belanja. Mall melimpah ruah, dan jangan lupa minta form refund GST saat belanja di toko-toko. Lumayan hemat 7%
2.    Negara minimalis, dengan konsep budaya yang melimpah. Chinatown, Little India, Kampung Glam, Peranakan, Kampong Malay. Icip-icip kuliner, bisa jadi target utama. Dan semua itu di mix oleh kemajuan negara Singa.
3.    Rapi dan teraturlah di jalan dan di keramaian.
4.    Jangan takut tersesat di Singapore. Cukup bawa peta yang bisa diambil di airport, semuanya beres.
5.    3 hari 2 malam, sudah cukup buat wisata ke Singapore. Jangan kuatir, hostel backpacker sangat banyak di Singapore.
6.    Jangan lupa ambil brosur informasi di Airport Changi pas datang ke Singapore.
7.    Pastikan kuat jalan kaki, dan bawa obat pegal-pegal, karena banyak spot di Singapore nikmat dinikmati dengan jalan kaki.
8.    Pakailah sandal atau sepatu yang nyaman buat jalan kaki, dan pakailah kaos yang menyerap keringat.
9.    Jangan kuatir, flight ke Singapore dari Jakarta 7 kali setiap hari. Dan juga dari Yogjakarta, Bandung, dan Surabaya juga ada.

Penang (24-26 Dec 09)
1.    Pulau kecil di Malaysia yang unik dengan George Town nya, kota tua peninggalan Inggris. Bagus.
2.    Keliling kota naek bus yang simpel dan nyaman, cukup hemat.
3.    Dari segi makanan dan kuliner, ga jauh beda ama Malaysia lah, .. harganya... cukup terjangkau.
4.    Paling suka nongkrong di kafe-kafe pinggir laut deket George Town awaktu senja. Hmmm....
5.    Main ke Mall juga ada, deket ama Penang Bridge, kalo ga salah namanya QueenBay.
6.    Ke Bukit Bendera atau Penang Hills, naek kereta keliling hutan di atas bukit.
7.    Banyak nemuin orang Indonesia disini, plus produk-produk Indonesia.
8.    Transportasi cukup naek bus Rapid KL, murah meriah deh.


Yogjakarta (1-2 Jan 10)
1.    Kota pusat kebudayaan Jawa, yang tentunya cukup nyaman buat tujuan wisata.
2.    Terkenal dengan wisata murah, makanan murah, dan penginapan murah.
3.    Wisata batik, kuliner, pantai dan candi, tetap menjadi tujuan utama.
4.    Keramahan orang Yogja tetap menjadi keramahan yang berbeda.
5.    Siap-siap dengan konsep makanan yang manis.
6.    Keliling kota dengan TransJogja, cukup dengan 3000 rupiah.
7.    Kunjungi juga Keraton Yogja sebagai wisata budaya. Mampir ke Alun-Alunnya juga.
8.    Tak sudah ragu menawar saat bertransaksi membeli.
9.    Janan lupa bawa oleh-oleh bakpia pathok.
10.    Jadwal penerbangan ke Yogjakarta dari Jakarta 2 kali sehari. Dan dari Yogjakarta juga ada yang ke Kuala Lumpur dan Singapore.

Solo/Surakarta (2-4 Jan 10)
1.    Di Solo wisata batik yang paling unik. Kunjungi Kampung Batik Kauman dan Laweyan.
2.    Nikmati perjalanan wisata kota dengan naik becak.
3.    Jangan lupa nikmati makanan khas Solo yang unik dan nikmat, dan tentunya dengan harga dan murah. Serabi Notosuman jangan lupa, maknyus!
4.    ke Solo dari Jogja? Jangan khawatir, bisa naik kereta Prambanan Express dari stasiun Maguwo, tepat persis di depan Airport Adi Sucipto Yogjakarta, dan hanya menempuh waktu 45 menit.
5.    Jangan salah, penerbangan Solo-Kuala Lumpur juga ada lho.
6.    Kalau sempat kunjungi Keraton Solo sebagai referensi budaya.

Phuket (6-9 Feb 10)
1.    Wisata pantai yang beda di luar Indonesia, dan tentu saja dekat dari Indonesia.
2.    Ada direct flight dari Jakarta dan Medan ke Phuket.
3.    Jangan lupa ke Patong, Kata, Karon Beach. Dan yang pasti, ikut tour ke Phi-Phi Island. Kepulauan Phi2 yang sangat unik.
4.    Jangan kuatir, biaya wisata di Phuket murah meriah. Mau hotel berbintang atau hostel backpacker, semuanya ada.
5.    Rekomendasi tempat penginapan dan tempat main di daerah Patong Beach saja.
6.    Ambil brosur informasi soal Phuket di Airport, sangat membantu, jangan lupa ambil sebanyak-banyaknya.
7.    Baju-baju di Phuket cukup murah, kalo suka hunting baju, jangan lupa mampir ke mall nya.
8.    Banyak sekali turis asing disini, siap-siap saja melihat orang cakep. Bawa kacamata hitam ya dan juga sunblock jangan lupa.
9.    Tawarlah sampai 30% jika sedang berbelanja oleh-oleh di tempat yang bisa ditawar.

Kinabalu (20-23 Feb 10)
1.    Kota Kinabalu, kota di  Sabah di Malaysia Timur, kotanya dipinggir laut, lebih tepatnya di Laut Cina Selatan.
2.    Jangan kuatir, orang Indonesia sangat banyak disini. Jadi pakai bahasa Indonesia dikenali.
3.    Wisata pulau di Tunku Abdur Rahman Park, ada beberapa pulau yang bisa dikunjungi dalam satu hari. Bisa berenang, berjemur, menyelam dan snorkling.
4.    Wisata ke Gunung Kinabalu, kalau tidak memungkinkan untuk mendaki jangan lupa ke Kinabalu Park dan mencoba berjalan di Canopy Walk (berjalan di jembatan tali yang dikaitkan di pohon).
5.    Hotel dan penginapan sangat mudah dan banyak disini. Dari hostel baclpacker sampai ke hotel berbintang.
6.    Makanan seafood sangat khas disini, jangan lupa mencoba udang, ikan atau cumi-cumi.
7.    Suka shopping, tak usah khawatir ada 1Borneo, Suria Sabah, Warisan Square, dan beberapa mall lainnya.
8.    Ada direct flight dari Jakarta ke Kota Kinabalu. Kalau mau sekalian ke Brunei atau Filipina sudah dekat, jadi bisa sekalian kalo memungkinkan.



Special thanks to :
AirAsia
Tune Hotels

Minggu, 07 Februari 2010

..gw capek jalan-jalan....

plis...plis....plis......
AirAsia...jangan suruh aku jalan2 lagi doong...

aku capek..capek.. banget!

schedule per 2 minggu ini.. membuat badanku rontok...

set dahh...... bingung mo ngeluh ama siapa...



*tertuntuk lesu.. di lobby Rome Placa Hotel, Phuket Town...*

(bingung mo ngapain)

Sabtu, 06 Februari 2010

..tahun 2010... tahun yang melelahkan..

ya... melelahkan...
sangat.....




dalam artian, sekian schedule job benar-benar membuat mabuk kepayang...
dalam artian, jadwal keluar kota dan keluar negeri...

bulan januari 2010... sudah dsambut dengan Yogjakarta dan Solo selama 4 hari....
disambung seminggu kemudian ke Medan 2 hari..

lanjut, selang beberapa hari ke Surabaya... selama 3 hari
hanya semalam di Jakarta... esoknya ke Medan lagi dan Balige selama 4 hari..

dan di penghujung Januari, ditutup ke Singapore selama 3 hari...

eits... di Februari.. dibuka dengan ke Phuket, Thailand selama 4 hari... seminggu lagi ke Medan selama 3 hari.... minggu depannya lagi.... ke Kinabalu selama 4 hari..

oh maaakkk....

mulut rasanya kesumbat, pengen cerita-cerita.. tapi badan rontok duluan..

kerjaan kantor dibawa kesana-kemari..... kerjaan kuliah dikerjain jarak jauh...
sering bolos kuliah... titip absen.....
wew..wew..

pengen mengeluh....
tapi... ya dijalani aja dulu ya....

ini baru 2 bulan di tahun 2010....

cerita selanjutnya....

let's see...


*besok pengen berjemur aaaahh di Patong Beach*

Sabtu, 02 Januari 2010

#Trip@Yogyakarta-Solo# hari pertama di Yogyakarta

Yogjakarta.. ya sebuah kota di pulau Jawa, tepatnya adalah ibukota propinsi DI (Daerah Istimewa) Yogyakarta.

Sebuah kota yang penuh dengan legenda Jawa.
Bisa dikatakan budaya jawa sangat kental disini.

Memiliki sekian obyek wisata yang menarik dan bisa dikatakan unik.

Yang pasti Yogjakarta memiliki Keraton Yogjakarta yang sampai sekarang masih berjalan sistem pemerintahannya.

Wow.. memang luar biasa..
Secara singkat inilah beberapa objek wisata yang patut dan sangat layak dikunjungi ketika anda beriwisata ke Yogyakarta.

• Candi, The Heritage of Great Palaces in 8th and 9th Century

o Borobudur, the Biggest Buddhist Temple in the Ninth Century
o Reading the Message from Nirvana in Gampingan Temple
o Candi Gebang (Gebang Temple)
o Ijo Temple, the Temple Located at the Highest Place in Yogyakarta
o Revealing the Puzzle of the Ancient Dam nearby Kedulan Temple
o Candi Mendut (Mendut Temple)
o Candi Pawon (Pawon Temple)
o Plaosan Temple, the Twin Temple in Yogyakarta
o Prambanan, the Most Beautiful Hindu Temple in the World
o 21 Years Constructing the Sambisari Temple "Puzzle"
o Tara Temple, the Oldest Buddhism Inheritance in Yogyakarta
• Places of Interest

o Turi Agro Tourism, Enjoying Salak Pondoh in Fruit Garden
o Alun-Alun kidul (The South Square), Finding Tranquility and Blessing
o Stepping on the First Palace of Ngayogyakarta Hadiningrat Kingdom
o Angkringan Lik Man, Spending Your Night in Yogyakarta with Kopi Joss
o Adisutjipto, an International Airport in Yogyakarta
o Beringharjo, a Complete, Traditional Market in Yogyakarta
o Bintaran, from the House of Pangeran Bintoro to Indische City
o "Matahari" (The Sun) in the Twilight of Permata Theatre
o Banyusumurup, the Village of Keris Accessories
o Serangan Village, Visiting the Home of the Keris-carvers
o Gabusan Market, Handicraft Paradise in Bantul
o The Story of the Mural at Galeria Crossroad
o The Church of Ganjuran, Seeing Jesus in Javanese Face
o The Mysterious Pesanggrahan Gua Siluman
o Kaliurang, a la Madam and Meneer Tour
o Kasongan, Hunting Ceramics in Kundi Community
o Kauman Village, the Enchantment of Islamic Struggle
o Kotabaru, the Exploration to an Old Park Town
o Kotagede, Enchantment of an Old City
o Yogyakarta Sultan Palace, Center of the Universe
o Mural Park under the Lempuyangan Flyover
o Loji, the First Indisch Area in Yogyakarta
o Malioboro, Nostalgia in Souvenirs Paradise
o Kotagede Mosque, the Oldest Mosque in Yogyakarta
o Mlangi Village, Islamic Religious Tourism
o Ngasem, the Bird Market in Yogyakarta
o Kunci Floor Tile Factory, to Know the Production of Classic Floor Tiles
o Panggung Krapyak, where the Kings Went Hunting
o Pasar Klithikan of Yogyakarta, Hunting Unique, Used Things
o Taru Martani Cigar Factory, the Legend of Cigar van Java
o Chinese Area in Yogyakarta, Historical Trading Area
o Madukismo Sugar Factory and the Iron of Kwai River Bridge in Thailand
o Prawirotaman, a World-known Kampong of Batik and Lodging
o The Peak of Suroloyo, Observing Borobudur from Sultan Agung's Meditating Place
o King Boko Palace, the Glory on a Peaceful Hill
o Going along the Bank of the Mataram Ditch
o Sendang Sono, Lourdes in Indonesia
o Sendang Sriningsih, the Medium of God's Blessing
o Sosrokusuman, from Cheap Logding to Wayang Kancil
o Sosrowijayan, a Tourist Kampong in the City Center of Yogyakarta
o Tugu Railway Station, One of the Oldest Train Stops in Indonesia
o Tamansari (Taman Sari)
o Giwangan, the Biggest Type-A Bus Station in Indonesia
o WANAGAMA, Piece of a Story about Reforestation and the Teak Wood Tree of Prince Charles
o Pesanggrahan Warungboto and the Enchantment of the 19th Century Water Garden
• Natural Beaches in Yogyakarta / Jogja

o Baron Beach
o Congot Beach, the Nuance of Fishermen Beach
o Depok Beach, Enjoy Seafood Cuisine from Fresh Fish
o Drini Beach
o The Glagah Beach, from Lagoon Scenery to Agro Tourism
o Krakal Beach
o Kukup Beach
o Ngobaran Beach, from Temple to Fried Sea Urchin
o Ngrenehan Beach
o Parangkusumo, the Love Beach in Yogyakarta
o Parangtritis, the Most Popular Beach in Yogyakarta
o Sadeng Beach, Visiting the Estuary of the Ancient Bengawan Solo River
o Sepanjang, The Old Kuta Beach
o Siung Beach, Having 250 Routes for Cliff Climbing
o Sundak Beach, Dog and Sea Urchin Fight which Result a Blessing
o Trisik Beach, Enjoying the Nuance of a Coastal Village
o Wediombo Beach, Fishing from the Coral Hill
• Museum and Monument in Yogyakarta / Jogja

o Affandi Museum, Visiting the Palace of a Maestro
o Kekayon Museum, Turning On the Record of Indonesian History
o Yogya Kembali Monument, The Track of Six-Hours Occurrence in Yogyakarta
o Samudraraksa Ship Museum
o Sasana Wiratama, Commemorating the Struggle of Prince Diponegoro
o Sasmitaloka Museum, Visiting The Home of a Guru
o Sonobudoyo Museum, Admiring the Keris Collection
o Tugu Jogja, the Most Popular Landmark in Yogyakarta
Sumber : http://www.yogyes.com

Memang sungguh luar biasa..
Untuk menuju kota ini sekian fasilitas bisa dicapai, baik menggukan Bus, Kereta (Bandung, Jakarta, Surabaya), dan Pesawat terbang.
Untuk itulah AirAsia berusaha memberikan fasilitas sebuah penerbangan dari dan ke Yogjakarta.
Yaitu Jakarta, Kuala Lumpur dan Singapura. Untuk Jakarta sendiri penerbangan dari dan ke Yogjakarta adalah 2x dalam sehari. Sedangkan untuk dari dan ke Kuala Lumpur dan Singapura adalah 1x dalam sehari.
Mengenai penginapan itu sendiri, banyak pilihan. Mulai dari budget hotel, hostel, dan hotel berbintang.
Untuk informasi penginapan bisa dilihat dan book via http://www.yogyes.com

Dan inilah sedikit cerita saya hari ini saat saya mengunjungi kota Yogjakarta.
Ya, 1 Januari 2010. hari pertama di tahun baru. Saya masih diberi kesempatan terbang gratis oleh AirAsia untuk mengunjungi kota Yogyakarta.
Sudah setahun saya tidak mengunjungi kota ini. Dan ini adalah pengalaman pertama saya menggunakan pesawat udara untuk mengunjungi Yogjakarta, sebelumnya biasanya menggunakan mobil, bus, atau kereta api.
Setelah sholat jumat, bus damri dari Gambir membawa saya menuju Terminal 3 di Bandara Soekarno Hatta. Karena penerbangan saya adalah pukul 15.05 sore hari.
Saya masih berfikir, ini adalah hari libur dan pasti antrian sangat banyak. Untuk itulah sebelumnya saya sudah melakukan mobile check in melalui HP di situs mobile.ariasia.com, selanjutnya saya simpan bukti barcode check in di HP saya.
Ternyata meleset dugaan saya, terminal 3 siang itu sepi, mungkin pagi atau sore banyak penerbangan. Sehingga sayapun bisa langsung menuju ke antrian check in tanpa harus antri lama.
Pukul 15.15 menit (meleset sedikit dari jadwal) pesawat sudah take off.
Penerbangan ke Yogjakarta dari Jakarta hanya 1 jam saja, tetapi saya masih bisa menikmati Nasi Lemak sebagai santapan makanan di pesawat yang bisa dipesan saat reservasi juga tentunya.
Pukul 16.15 pesawat sudah mendarat di Yogyakarta, cuaca agak mendung sore itu. Dan saya bergegas menuju pintu keluar dan menuju ke halte bus trans jogja.
Ya, Yogyakarta sudah mempunyai trans jogja, seperti trans jakarta (busway) tetapi lebih kecil.
Disana ada peta petunjuk dimana bus akan berhenti di halte atau perlu transit. Dan cukup dengan tiket 3000 rupiah kita sudah bisa keliling Yogjakarta. Ehm...
Di dekat bandara Adi Sucipto Yogjakarta juga ada stasiun kereta api yang menuju Solo. Dan juga ada bus damri yang menuju Kebumen dan Magelang.
Waw, cukup lengkap ternyata. Dan taksi bandara pun tentu saja ada.
Saran saya, jika memang anda membawa banyak barang bawaan seprti koper. Mendingan tidak menggunakan trans jogja, karena ukuran halte tidak terlalu besar dan ukuran bus tidak terllau besar, jadi lebih baik menggunakan taksi bandara saja.
Sore itu saya harus menuju rumah teman dari teman saya, atau teman dari Meuthia yaitu Salim, di daerah Condong Catur.
Setelah dari sana, saya menuju penginapan saya di daerah Agus Salim. Cukup bersih dengan tarif permalam Rp. 125rb (thx to Teguh yang sudah membawantu reservasi).
Karena perut terasa lapar, akhirnya malam itu dan alhamdulilah ada makan bersama di resto Pondok Cabe di daerah Terban. Saya dan Meuthia menuju kesana menggunakan trans jogja tentunya. Dan kami sangat menikmati makan malam kali ini, dengan menu special Nasi Bakar plus lauk ayam goreng, ikan bawal bakar, pepes tahu, pepes jamur, sop buntut, empal, dll. Kami berlima plus balita satu tidak sampai habis 100ribu rupiah. Wow, cukup murah bukan. Resto ini memiliki tempat yang cukup nyaman dengan hiburan live musik yang unik dan menarik.
Setelah itu saya menikmati perjalanan malam sendiri di daerah kampus UGM, dan nongkrong di lesehan yang menjual skoteng. Hmm.... sambil mancari inspirasi.
Malam saya habiskan disana dan saa pun kembali menuju ke penginapan.
Karena sudah cukup malam dan trans jogja sudah tidak beroperasi (beroperasi sampai pukul 9 malam) sayapun menggunakan taksi.
Saya memang melewatkan ke Malioboro, karena malam ini Malioboro sangat ramai dan macet. Ya sangat ramai, mungkin karena libur panjang akhir pekan di tahun baru.
Karena agak sedikit demam dan pilek, malam ini saya habiskan dengan istirahat untuk mengisi energy buat besok menuju kota Solo menggunakan kereta api Pramex, alias Prambanan Express dan tentunya menulis note di facebook ini serta menyusun sedikit catatan buat artikel AirAsia.

Sampai jumpa di kota Solo esok siang yaaa....
*only for facebook dan multiply*

#Trip@Penang# hari pertama

Kali ini saya mendapatkan kesempatan dari AirAsia dan Tune Hotel untuk singgah di Penang.
Ya Pulau Penang atau Pulau Pinang (karena beberapa nama di sini ternyata tulisannya Pinang).

Btw, pulau Penang sendiri adalah pulau kecil di sebelah selatan Malaysia Barat.
AirAsia sendiri menyediakan penerbangan ke Penang dari sekian kota di Asia.
Di Malaysia sendiri AirAsia menyediakan rute PP dari Kuala Lumpur, Kota Kinabalu, Kuching, dan Johor Bharu. Dari Indonesia dari Medan dan Jakarta. Ada pula dari Macau, Hongkong, dan Bangkok. Wow.. sungguh bisa dibayangkan sebenarnya sebuah tujuan kota yang diperhitungkan oleh AirAsia sendiri.

Pengalaman dari Jakarta itu sendiri. Penerbangan AirAsia ke Penang adalah penerbangan harian. Dan berangkat dari Jakarta pukul 6.55 pagi.

Dikarenakan penerbangan pagi hari, sayapun menyiapkan waktu dengan sebaik-baiknya, apalagi bandara Soekarno Hatta sendiri jaraknya cukup jauh dari Jakarta.
Pagi itu saya berangkat dari rumah pukul 5 pagi dari bilangan Kelapa Gading.
Jalan tol cukup lancar, dan bisa mencapai Terminal 2D pukul 5.30 pagi.

Memang penerbangan AirAsia dari Cengkareng cukup padat di pagi hari, apalagi di International. Waktu hampir bersamaan dengan penerbangan ke Kuala Lumpur dan Singapore. Sehingga antrian check in cukup panjang, dan anda harus mengantisipasi hal itu.

Saran saya, anda bisa web check in sebelumnya dari rumah dan membawa print out ke bandara. Atau di dalam terminal 2D ada 2 mesin kios check in, cukup simpel cara kerjanya.
Anda tinggal masukkan kode booking dan swipe paspor anda, dan boarding pas keluar dari mesin kios tersebut.
Jadi anda tinggal bayar airport tax di tempat yang sudah disediaan tanpa perlu antri.
Dan walaupun anda membawa bagasi bisa juga dilayani. Tetapi saya memang tidak ada bagasi, karena hanya membawa tas ransel saja.
Sayang mesin kios check in ini kurang diminati oleh calon penumpang, sehingga antrian memang terasa cukup panjang.
Pagi itu, 24 Desember, merupakan peak season untuk liburan. Dan ternyata benar, setelah saya melakukan check in antrian kembali hadir menyapa di loket bebas fiskal.
Waw, panjang sekali apalagi di antrian tersebut semua dipakai oleh semua penerbangan di terminal international.
Loket yang dibuka 3 buah, tetapi tetap saja panjang, tidak seperti hari-hari biasanya.
Setelah saya perhatikan, ternyata sebagian banyak yang belum siap akan formulir imigrasi dan kelengkapan data anggota keluarga, karena mereka mengajak orang tua, anak atau mertua yang kewajiban pajaknya hanya pada kepala keluarga.
Ehm, pagi itu saya antri hampir 30 menit.
Tapi syukurlah antrian di imigrasi tidak terlalu banyak, jadi bisa segera menuju gate untuk siap2 boarding.
Saya pun memasuki gate D4 baru pukul 6.20.
Jadwal penerbangan saya ke Penang QZ7668 bisa dikatakan tepat waktu.
Karena pukul 6.30 sudah mulai boarding, dan oleh AirAsia saya diberikan seat 5F yang masuk hot seat, sayapun bisa masuk ke pesawat lebih dulu.

Akhirnya pukul 7 pagi pesawat Airbus 320 Indonesia AirAsia take off juga.
Syukurlah cuaca pagi itu cukup bagus, jadi tidak terlalu banyak goncangan di udara, dan penerbangan ke Penang dari Jakarta ditempuh sekitar 2 jam 20 menit.
Berhubung tadi di rumah belum sarapan, sayapun diberikan menu sarapan yaitu nasi goreng asia plus sate ayam.
Oya, kalau anda memang menginginkan tambahan menu makanan, bisa order via web saat pemesanan kursi, atau pada saat melakukan pembelian via telepon atau kantor AirAsia.
Jika anda melakukan pre-order harga lebih murah 20%.
Apalagi menu combo meal pilihannya cukup banyak. Menu combo meal itu adalah menu makanan plus minum. Ada seperti Nasi Lemak, Nasi Ayam, Nasi Goreng Asia, ada juga Hot Dog dan Sandwich, dll.
Setelah sarapan habis, sayapun tertidur karena malamnya saya merasa kurang tidur dan harus bangun pukul 4 pagi untuk menyiapkan ke bandara.
Saya bangun sekitar 45 menit kemudian.
Saya pun melihat ke jendela, nampak sebuah pemandangan kota, saya perhatikan lebih jeli ternyata itu adalah kota Kuala Lumpur, tampak jelas menara Petronas dan KL Tower, hahahaha...
Sekitar 30 kemudian ternyata sudah mendarat di Penang.
Bandara International Penang pagi itu tidak terlalu ramai, mungkin karena masih pagi, walaupun waktu di Penang 1 jam lebih cepat dari Jakarta.
Saya tiba di lantai 1 di kedatangan dan sebelum keluar terminal saya sempat mengambil brosur kota Penang dan tentunya peta kota Penang.
Dan jika anda ingin menuju kota Penang dan memang tidak ada yang menjemput, anda bisa menuju lantai 2 dengan lift. Disana ada bus Rapid Penang.
Sepertinya Rapid Penang adalah bus yang baru di Penang, saya perhatikan bus-busnya masih baru dan bagus.
Dengan tariff 2,7 ringgit atau sekitar Rp. 7.500 kita diantar dari Bandara ke Komtar, yaitu terminal bus di pusat kota Penang.
Komtar sendiri mempuyai menara yang katanya paling tinggi di Penang, jadi sangat mudah menandai Komtar itu ada dimana.

Sesampainya di Komtar awalnya saya ingin menikmati George Town, tapi karena saya tiba-tiba melihat bus Rapid Penang nomer 204 arah Penang Hill, sayapun merubah rencana, saya akan ke Penang Hill.
Masuklah saya di bus nomer 204 menuju Penang Hill atau Bukit Bendera dengan tarif 2 ringgit.
Sepanjang perjalanan kita akan melewati beberapa temple, tapi karena saya kurang berminat mengunjungi temple, jadi sayapun tidak mengagendakan kesana.
Kota Penang bisa dikatakan kota yang rapi, bersih dan sejuk udaranya. Mengingat banyak bukit-bukit disana.
Kolaborasi etnis cukup menyatu dengan indah, seperti etnis Tionghoa, India, Melayu, Arab, dll.
Jadi akan mudah ditemui temple, gereja, masjid dalam kota Penang.

Sesampainya di Stasiun Penang Hill. Wow... ramai ternyata, saya antri ke loket kereta menuju Penang Hill dengan tarif 4 ringgit PP dan ternyata saya mendapatkan kereta jam 2.45 pm. Padahal saat itu baru jam 12 siang, lebih 2 jam saya menunggu. Akhirnya saya batalkan untuk beli tiket kereta ke Penang Hill.
Penang Hill sendiri adalah wisata naik kereta melewati hutan tropis di bukit yang dibilangs atah satu bukit tertinggi di Penang.

Karena tidak jadi naik kereta, akhirnya pilihan selanjutnya adalah mencoba makanan di sebuah restoran di sana.
Ehm... pilihan tertuju pada Laksa Penang dan Jus Nanas. Sayang sekali lidah saya kurang bisa menerima rasa Laksa Penang, yang aroma bawang merah mentahnya cukup kuat.

Waktu menunjukkan pukul 1 siang, saya putuskan kembali ke kota dan turun di Komtar kembali.
Sesampai di Komtar, saya ambil peta dan berjalan kaki mencari alamat Tune Hotel di jalan Burma.
Tak jauh ternyata dari Komtarm sekitar 600 meter dengan berjalan kaki 10 menit sudah sampai di Tune Hotel.
Ya, Tune Hotel Penang, tempat saya menginap.
Ini adalah Tune Hotel ke 4 yang saya kunjungi. Sebelumnya saya sudah menginap di Tune Hotel LCCT, Tune Hotel Downtown Kuala Lumpur, dan Tune Hotel Kuta.
Mungkin bisa log on sendiri ke www.tunehotels.com untuk mendapatkan informasi mengenai hotel ini. Cukup recommended lah mengenai hotel ini.
Apalagi lokasi Tune Hotel Penang sendiri bisa dikatakan lokasi di tengah kota.

Karena badan saya agak berkeringatm sayapun mandi dulu dan rehat sejenak.
Habis ashar, saya melanjutkan perjalanan buat eksplorasi Penang.

Kali ini ke George Town, berbekal peta saya cukup jalan kaki saya. Tidak jauh juga, tetapi memang siapkan kaki anda menikmati George Town, karena wilayah ini cukup besar ternyata.
Disana bisa kita nikmati pemandangan kota tua peninggalan Inggris. Ehm.. ini salah kawasan kota tua yang cukup eksotis, dengan area paling besar menurut pengalaman saya.
Walaupun sebagian kelihatan kurang terawat, tetapi sungguh indah buat dijadikan objek fotografi.
Di kawasan itu sendiri banyak sekali tempat makan, dengan pilihan menu tradisional asia sampai ke menu mancanegara.
Kedai dan kafe bertebaran dengan konsep yang unik dan beraneka.
Bagi anda yang muslim, anda harus jeli juga, karena yang jelas tidak semua menu makanan disini halal, jadi pastikan dulu, tetapi tidak susah kok mencari yang halal.

Sampai gelap saya menikmati George Town, dan beberapa kali saya menikmati menu di kedai dan kafe.
Oops..! tetapi mungkin belum saya ceritakan detail dulu wisata kuliner saya di Penang. Menunggu besok saja, karena besok saya akan masih menikmat wisata kuliner di Penang.
Mengenai harga jangan kuatir, tidak terlalu mahal di Penang.
Bahkan mungkin sebagian lebih mahal di Jakarta, hehehehe...

Hari sudah gelap, sayapun bergegas kembali ke hotel, menyusuri Jalan Penang menuju Jalan Burma dimana Tune Hotel berada.
Ah... sayapun mampir ke sebuah supermarket, niatnya sih awalnya membeli pasta gigi, tapi ternyata saya tergoda membeli beberapa helai batik Malaysia sampai habis sekitar 70 ringgit, hehehehehe... karena saya ingat, saya pernah berjanji kepada Ibu saya untuk membelikan batik khas Malaysia jika saya berkunjung ke Malaysia.

Okay, hari sudah malam. Dan malam ini saya habiskan di sekitar hotel saja.
Besok saya akan ke Batu Feringhi dan ke Penang Bridge yang terkenal itu.

Dan sorenya saya harus memangkas rambut saya untuk pemotretan AirAsia di daerah George Town.


*inilah sedikit berbagi cerita saya hari pertama selama di Penang, versi saya untuk Facebook dan Multiply*

Jumat, 18 September 2009

mudik atau ke udik..?

 

Sudah menjadi sebuah tradisi di Indonesia, atau mungkin di belahan bumi yang lain..

Ahh!

Mudik.. mungkin lebih familiar terdengar disaat menjelang Idul Fitri, atau lebaran bagi umat Islam..

Pulang kampung,.. ya mudik itulah… Walapun tempat asal kita bukan kampung, tapi lebih nyaman memakai istilah kampung..

(mungkin) konsentrasi lebih banyak dari Jakarta.. maklum kota berjuta umat.. sebagian lagi (mungkin) dari Surabaya, Bandung, Semarang, Balikpapan, Medan, dll.

Apalagi hari ini.. dan kemarin malah, saatnya puncak mudik itu berlangsung..

Ah so…

Ada yang lewat darat, laut dan udara..

Lebih spesifik mungkin naik mobil, motor, kereta api, bus, kereta api, pesawat udara dan kapal laut..

Hm….. mo pilih mana..??

Mobil à pilihan yang menyenangkan.. bisa bersama kerabat atau teman dalam satu mobil… eits.. tapi info kemarin tol arah Cikampek macet parah… mo nyebrang ke Lampung pun antri 6 jam… wew..! manfaatkan pos mudik yang dibuat oleh beberapa operator seluler dan produsen makanan untuk tempat beristirahat, baikd I jalur selatan atau pantura. Dan jangan lupa, tetap update radio untuk memantau arus kendaraan. Peta jangan lupa dibawa bagi yang masih pemula mudik dengan menyatir sendiri. Pantau juga berita di internet untuk memantau titik-titik yang macet.

Motor à hm… pengguna motor mungkin hari ini sangat berkurang di jabodetabek.. ya sebagian sudah pada mudik, terbukti pagi ini jalanan agak lengang oleh pengendara sepeda motor. Banyak pemudik menggunakan sarana ini, katanya mungkin hemat, tapi sebanarnya jauh lebih beresiko…Sudah sekian banyak memakan korban, dan bagi yang mempunayi balita, sangat tidak disarankan sebenarnya, kasihan..! bahkan banyak sekian pemudik yang (mungkin) mudik naek kereta atau bus tetapi motor tetap di kirim untuk dipakai di kampung halaman.. ehm…ongkos dobel..???

Bus à oogghh! Pasti lebih terkonsentrasi di Pulogadung, Kampung Rambutan, Kalideres… wew..wew… sungguh disayangkan sekian terminal utama di Jakarta minim sarana dan prasarana.. gudang preman, bau, tak teratur. Harga tiket plus tuslahpun kadang sangat diresahkan oleh pengguna angkutan ini. Bisa dibayangkan tiket bisa naik 2-3 kali lipat dari harga normal.

Kereta Api à ini pilihan favorit buat pemudik menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dengan konsep pemesanan H-30 udah bisa dipesan, membuat sekian hari-hari kemarin beberapa stasiun berjubel untuk melakukan pembelian tiket. Sangat disayangkan pembelian online tiket kereta api tidak maksimal. Dan tentu saja, calo dimana-mana.. hahaha.. hari ini pasti stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir sedang padat-padatnya yak..

Pesawat Udara à sarana ini juga tak kalah menjadi sarana favorit buat mudik, apalagi sekarang sudah banyak maskapai baru yang memberikan kemudahan dalam reservasi. Maskapai baru sebut saja Sriwijaya Air, AirAsia, Mandala, Citilink. Dengan layanan rute yang semakin banyak dan pilihan harga yang bervariasi tentunya. Kemudahan reservasi online juga membuat sarana ini menjadi favorit. Sebut saja Garuda Indonesia, Mandala, Batavia Air, Air Asia, Citilink, Lion Air yang sudah menerapkan pembelian online dengan pembayaran kartu kredit. Jika anda ingin mudik dengan sarana ini, saran saya belilah 3-6 bulan sebelum keberangkatan (kecuali Lion Air), contohnya harga untuk Garuda Indonesia saja 6 bulan yang lalu untuk mudik ini hanya IDR 600K untuk CKG-SUB one way, saat itu AirAsia di IDR 300K oneway CKG-SUB.

Kapal Laut à mungkin ini pilihan untuk pemudik yang spesifik ke wilayah tertentu. Seperti antar pulau dan memungkinkan masih memiliki libur yang cukup lama. Sayang sekali saja belum pernah menggunakan sarana ini, jadi tidak bisa berkomentar banyak. Mungkin pihak Departemen Perhubungan atau pihak swasta yang menangani sarana transportasi ini bisa lebih gesit memebrikan informasi serta pastinya didukung oleh armada yang terjamin keamanannya. Seprti yang kita tahu, sepertinya sarana ini kurang mendapat sorotan pemerintah, sampai-sampai beberapa saat yang lalu beberapa kali terjadi musibah tenggelamnya kapal penumpang.

Yang jelas…

Apapun alasan, dan akan menggunakan sarana transportasi apa..  mudik harus tetap dilakukan dengan damai, aman dan bersemangat.

Apalagi saat ini masih bulan puasa..

Tetap waspada, dan tentunya lebih banyak bersabar mengingat kondisi mudik pastinya penuh dengan hiruk pikuk.

Manfaatkan layanan tempat peristirahatan, layanan informasi real time untuk lebih mengakses informasi yang diperlukan dalam hal mudik..

 

 

 

 

 

Buat mudikers…

Selamat bermudik ria tahun ini.. semoga bisa lancar, aman dan nyaman selama mudik.

Salam buat teman, saudara, keluarga dan handai taulan di kampong sana..

Selamat menjelang hari Idul Fitri.. dan bisa menikmati liburan

Tetap semangat sampai akhirnya kembali lagi ke tempat semula…