Rabu, 20 Januari 2016

Tourism Western Australia - Bahagia itu ketika berwisata bersama mereka

Tourism Western Australia - Bahagia itu ketika berwisata bersama mereka: Tourism Western Australia - Kebahagiaan dalam perjalanan kali ini adalah saya bisa mengajak jalan-jalan beberapa karyawan di kantor yang mungkin belum sempat berpikir jalan-jalan jauh lintas pulau.
Walaupun tujuan wisata kali ini hanya ke Pulau Bali, tapi saya yakin sangat mengesankan bagi kami.
Saya bekerja di perusahaan

Senin, 02 November 2015

Buruknya layanan penanganan bagasi di penerbangan Garuda Indonesia.


Saya menulis tulisan ini, karena sudah capek dengan buruknya pelayanan “complain handling” di Garuda Indonesia sebagai maskapai bintang 5 anggota dari Skyteam.
Dimana saya sebelumnya sudah mengirimkan complain via email, complain tertulis, melalui twitter dan langsung.
Akan tetapi hanya 1 email yang dibalas itupun dibalas melalui domain email “GMAIL.COM” padahal saya mengirimkan komplain via email saya tujuan ke bagian customer care Garuda Indonesia dengan alamat domin resmi “garuda-indonesia.com” entah kenapa malah dibalas dengan alamat domain tidak resmi dari gmail.com
Curiga? Pasti. Walaupun saya berpikir positif saja. Tapi begitu hal ini saya coba klarifikasi lagi ke Garuda Indonesia, sampai lebih dari 20 hari tidak mendapat jawaban apapun.
Entah kenapa maskapai bintang 5 dan anggota aliansi penerbangan Skyteam penanganan komplain buruk sekali. Tidak mencerminkan sebagai maskapai bintang 5.
Apalagi saya termasuk konsumen setia, dibuktikan dengan saya adalah anggota Garuda Miles status Platinum atau Skyteam Elite Plus. Ah, saya sebenarnya tidak ingin membahas status keanggotaan saya, karena saya pikir Garuda Indonesia harus menyamaratakan servise kepada semua konsumen mereka. Karena untuk perusahaan dengan jasa pelayanan, tiada artinya tanpa konsumen, mereka hidup dari mana tanpa konsumen.
Kejengahan saya, apa karena maskapai ini BUMN dimana agak santai dan cuek menangani komplain?
Lihat saja persaingan dunia aviasi di dunia begitu pesat, mungkin Garuda Indonesia harus banyak belajar pada Singapore Airlines, Qatar Airways, dan Cathay Pasific, bahkan pada AirAsia. Bagaimana maskapai ini tumbuh dengan pesat dan bisa merajai jaringan penerbangan di dunia.
So, kembali ke masalah saya utama yang ingin saya hi-lite disini, sesuai dengan judul tulisan saya, yaitu buruknya layanan bagadi di penerbangan Garuda Indonesia.

Cerita awal sudah saya jelaskan detail kepada Garuda Indonesia sesuai email saya ke customer@garuda-indonesia.com tanggal 5 Oktober 2015. Sebagai berikut :

Arifien Munandar 
Oct 5
https://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif
https://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif
https://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif
to Customer, customer, 
https://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif
Saya Arifien Munandar, member GarudaMiles Platinum No. 223719473.
Hari Sabtu tgl. 3 Oktober 2015 saya ada penerbangan dengan GA308 dengan kode booking Y4CD6W, dan saya mendaftarkan 1 bagasi tercatat, dan saya sudah lihat bagasi saya sudah diberi label priority dan Garuda Miles Platinum.
Saat saya sampai di Surabaya, landing jam 10.20 pagi. Saya tidak mendapatkan bagasi saya dalam.
Saya lapor ke lost&found Garuda Indonesia di Terminal Kedatangan Bandara Juanda.
Menurut petugas setelah dilacak bagasi saya masuk manifest di GA308.
Tapi kenyataan tidak ada, sampai saya harus menunggu hampir 1 jam, tapi nihil. Entah mana yang benar, saya tidak tahu.
Karena saya mencoba melacak keberadaan bagasi saya sendiri via website Garuda Indonesia tapi barcode tidak dikenali. aneh. 
Akhirnya dibuatkan laporan terkait bagasi saya tersebut, dan petugas berjanji akan menghubungi saya kembali jika ada update informasi, dan saya sudah memberikan nomer HP dan juga alamat hotel saya di Surabaya.
Dikarenakan dalam koper bagasi saya tersebut terdapat baju yang harus saya pakai dalam acara saya di Surabaya siang harinya.
Terpaksa saya harus membeli baju di Surabaya dengan menghabiskan dana Rp. 600.000,-
Sampai sore hari tidak ada kabar dari Garuda Indonesia.
Dan jam 8 malam saya berinisiatif menelepon kantor Garuda Indonesia di Bandara Juanda, dan diberitahukan jika bagasi saya akan diterbangkan dari Jakarta dengan GA326 dan sampai di Surabaya jam 21.00
Yang saya sesalkan mengapa mereka tidak update informasi ke saya, dimana akhirnya saya yang menghubung pihak Garuda?
Saya menunggu di hotel sampai jam 12 malam, tidak ada berita informasi dan di hotel tidak ada yang mengantar koper saya tersebut.
Pagi harinya jam 9.30 pagi setelah sarapan pagi. Saya iseng ke resepsionis hotel apakah ada koper saya yang diantarkan, dan ternyata dari pihak Garuda infonya diantarkan ke hotel jam 1 dini hari.
Kekesalan saya kembali muncul dimana tidak ada update informasi, yang mengakibatkan selama 2 hari bagasi saya baru saya dapatkan.
Kerugian waktu material dan immaterial saya dapatkan dalam hal ini.
Dimana saya harus membeli baju dan peralatan mandi sebagai kerugian material saya, dan kerugian immaterial saya adalah hilangnya waktu dikarenakan saya harus terburu-buru belanja dan juga menunggu bagasi tanpa kepastian sampai jam 12 malam hari.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. 77 yang mengatur tentang keterlambatan bagasi.
Mohon bisa dikaji secara detail mengenai hal ini. DImana penanganan kerugian yang saya alami berdasarkan analisa kasus tersebut dengan PerMen dan standard pelayanan Garuda Indonesia apalagi untuk penumpang SkyPriority,
Saya sangat menyesalkan atas servise pelayanan Garuda Indonesia dalam hal penanganan bagasi saya.
Dan saya menunggu itikad baik dari Garuda Indonesia untuk menyelesaikan masalah ini dengan professional.

Terima kasih


Arifien Munandar

===========================================

Dan, pada tanggal 11 Oktober 2015 saya mendapatkan balasan email dari subgarudaindonesia@gmail.com
Dengan isinya sebagai berikut :

surabaya garudaindonesia 

Oct 11
https://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif
https://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif
https://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif
Yth. Bapak Arifien Munandar,


Dengan hormat,

Mewakili manajemen PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang Bapak alami terkait keterlambatan bagasi  pada penerbangan GA308 dari jakarta menuju Surabaya pada tanggal 03 Oktober 2015.

Mengutamakan kepuasan pelanggan sebagai fokus utama pelayanan, keluhan pelanggan merupakan acuan yang penting pada upaya perbaikan berkelanjutan yang terus kami lakukan pada setiap titik layanan.

Menindaklanjuti keluhan Bapak, kami telah melakukan penelusuran perihal kejadian tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran, dapat kami sampaikan bahwa telah terjadi kesalahan dalam proses pemuatan bagasi yang menyebabkan salah satu bagasi tidak termuat pada GA308/03 Oktober 2015. Setelah kami lakukan klarifikasi, bagasi tersebut dikirimkan dengan GA326/03 Oktober 2015 dan sampai di Surabaya pukul 21.40WIB. Untuk kemudian kami lakukan pengantaran ke hotel dan diterima oleh resepsionis. Namun ketika pihak pengantar menghubungi Bapak untuk memberikan informasi mengenai bagasi tersebut, tidak ada jawaban. Sehingga yang sangat disesalkan, bagasi tersebut baru diterima oleh Bapak pada pagi harinya.

Sehubungan dengan hal tersebut, perkenankan kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya serta menyampaikan kompensasi keterlambatan bagasi tercatat senilai Rp.200.000,- sesuai Peraturan Pemerintah nomor 77. Apabila  Bapak berkenan menerima ketentuan yang berlaku, mohon kiranya Bapak dapat memberikan nomor rekening agar dapat segera kami lakukan proses transfer.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Besar harapan kami hal ini tidak mengurangi kepercayaan Bapak untuk senantiasa terbang dengan Garuda Indonesia. Kami senantiasa berupaya untuk menjadi lebih baik.




Hormat kami,



Customer Service (SUBKSGA)
Garuda Indonesia Branch Office Surabaya
Juanda T2 International Airport
Phn. (031) 2986700 Ext. 211

========================================

Dan tanggal 12 Oktober 2015 esok harinya saya membalas email tsb dengan saya tujukan lagi ke customer@garuda-indonesia.com sebagai alamat resmi untuk komplain.
Dengan isi sebagai berikut :

Arifien Munandar 

AttachmentsOct 12
https://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif
https://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif
https://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif
to Customer, customer, r.mardiana, Arifien, surabaya
https://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif
Dear Customer Service Garuda Indonesia - Surabaya dan di Head Office - Jakarta.


Terima kasih atas e-mail yang diberikan, walaupun menurut saya ini cukup terlambat sebagai jawaban konfirmasi atas e-mail saya dan permasalahan saya.


Sebagai catatan dari saya :
1. Saya menyangsikan alamat e-mail Customer Service GA - Surabaya yang memakai alamat domain GMAIL dimana alamat e-mail domain ini tidak resmi dari pihak Garuda Indonesia. Ini saya sangat sesalkan. Seharusnya dari pihak Garuda Indonesia Surabaya mempunyai alamat e-mail resmi domain garuda-indonesia.com

2. Pada tanggal 8 Oktober 2015 jam 14.04 saya menerima telp dari 031-8690913 dari Gapura Angkasa-Surabaya Airport atas nama Garuda Indonesia yang memberitahukan bahwa ganti rugi yang disetujui GA hanya Rp. 200.000,-
Sebagai informasi, kontrak saya melalui pembelian tiket Garuda Indonesia adalah antara saya sebagai penumpang dengan Garuda Indonesia sebagai penyedia jasa, dimana saya tidak ada kaitannya apapun dengan Gapura Angkasa. Kalaupun kenyataannya pihak Garuda Indonesia mensubkan pekerjaan penanganan bagasi kepada pihak ke-3/orang lain disebut Gapura Angkasa, itu diluar kontrak dan diluar hak dan tanggung jawab saya. 
Jadi saya menolak tegas deal via telp dan saya menginginkan melalui e-mail atau surat tertulis.

3. Pengaturan masalah keterlambatan bagasi sudah diatur di Peraturan Menteri Perhubungan No. 7 tahun 2011, terlampir saya lampirkan.
Mohon bisa dibaca dengan seksama. Yaitu Bab II Pasal 5 ayat 3. Dimana disebutkan :
"Pengangkut wajib memberikan uang tunggu kepada penumpang atas bagasi tercatat yang belum ditemukan dan, belum dapat dinyatakan hilang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sebesar Rp. 200.000,00 (dua ratus ribu rupiah) per hari paling lama untuk 3 (tiga) hari kalender."

Hitungan keterlambatan disini adalah hitungan hari, bukan hitungan jam. Dan tidak disebutkan satu hari adalah 24 jam. Jadi hitungan adalah hitungan hari.

Kalau menurut email dari Saudara Customer Service GA - Surabaya keterlambatan adalah 1 hari, tapi menurut saya keterlambatan adalah 2 hari.

4. Faktanya adalah :
Menurut penjelasan di email Customer Service GA - Surabaya, bagasi saya diikutkan dalam penerbangan GA326, itupun informasi awalnya saya tahu atas inisitif saya sendiri saat menelepon Bandara Juanda malam harinya.
Penerbangan GA326 memang landing jam 21.40 WIB saya memang sudah check via flightradar24.
Malam itu saya sudah menunggu sampai jam 12 malam bagasi saya belum diantarkan ke hotel. Dan saya tertidur.

Jam 00.10 terdapat sms ke HP saya dan baru terbaca keesokan harinya, yang memberikan info bahwa bagasi saya akan diantar ke hotel dan saya diharapkan mengangkat telp. Faktanya saya sudah tertidur saat itu.


Pagi harinya jam 9 pagi, saat saya ke resepsionis hotel, saya bertanya jam berapa koper ini diterima, jawabannya adalah jam 1 malam.

Menurut pandangan saya, justru pihak Garuda Indonesia Bandara Juanda sangat tidak kooperatif sekali. Dimana tidak memberikan update ke saya mengenai kondisi bagasi tsb. Saat saya menelepon jam 8 malam, infonya saat flight GA326 yang membawa bagasi saya landing jam 21.25 (ETA), ATA 21,40 bagasi saya akan segera diantarkan, nyatanya saya tunggu sampai jam 12 malam belum sampai. dan tidak diberikan update jika akan terlambat.


Yang saya perdebatkan disini lebih kepada rasa profesionalisme dari perusahaan Garuda Indonesia, bagaimana dalam menangani komplain dari penumpang, apalagi penumpang tersebut pelanggan setia, SkyPriority.

Bukan nilai 200.000 rupiah yang saya perdebatkan dimana terdapat perbedaan asumsi antara saya dan pihak/atas nama Garuda Indonesia. tapi disini bagaimana kita melihat Peraturan Menteri Perhubungan sebagai aturan yang berlaku.

Dan jawaban serta konfirmasi yang cukup terlambat hanya untuk mengani masalah ini.

Buat saya pribadi kerugian im-material saya cukup banyak, sejak awal bagasi saya terlambat, saya harus membeli keperluan akibat keterlambatan bagasi adalah waktu terbuang, menunggu bagasi sampai saya harus membalas dan mengirimkan email saya ini kembali sebagai klarifikasi.

Atas nama profesionalisme email ini saya tulis sebagai bentuk kepedulian saya.

Demikian saya sampaikan, saya tunggu konfirmasi dari pihak Garuda Indonesia atas penyelesaian ini. Dan saya mengharapkan semuanya selesai melalui email saya ini tidak sampai melalui media massa dan pihak terkait yang lebih luas.


Salam hormat,
Arifien Munandar

===========================

Sampai tulisan ini saya tulis, yaitu di tanggal 2 November 2015. Saya tidak mendapatkan jawaban dari Garuda Indonesia mengenai hal ini.
Saya sangat menyesalkan layanan maskapai ini, dimana awalnya adalah maskapai kebanggaan saya. Nyata dan fakta sangat buruk dalam menangani masalah.

Saya berharap Garuda Indonesia bisa lebih banyak belajar dari maskapai lain, dan lebih memperhatikan konsumen.

Saya tunggu jawaban resmi dari maskapai Bintang 5 anggota aliansi Skyteam, Garuda Indonesia.

Salam Hormat,
Arifien Munandar



Jumat, 02 Agustus 2013

Blacktrail, The Next Adventure - Destinasi Goa Gunung Kidul

Eksplorasi Kedalaman GOA GUNUNG KIDUL

  1. Perbukitan Karst
  2. Lapisan Karang yang terbentuk lewat proses jutaan tahun
  3. Ekosistem Berusia jutaan tahun dengan tanaman yang belum teridentifikasi
Gunung Kidul bagian selatan menyajikan petualangan mendebarkan melalui kawasan Perbukitan Karst, bagian dari Pegunungan Karst Gunung Sewu yang membujur di Selatan Jawa. Pepohonan yang rimbun di Luweng Jomblang, pintu awal perjalanan Blacktrailers menuju dunia bawah tanah ini, menyambut kembali dengan udara yang menyegarkan. Luweng Jomblang-yang terhubung dengan Luweng Grubug-adalah sebuah area berdiameter 40 meter yang jutaan tahun lalu ada di permukaan tanah lalu amblas sekitar 60 meter ke bawah, membawa serta semua biota yang ada didalamnya. Di hutan ini waktu bagai terhenti. Ekosistem dasar Luweng mirip jutaan tahun yang lalu menyisakan tanaman yang menurut peneliti masih dalam proses identifikasi, karena tak lagi ditemukan di seluruh kawasan Karst Gunung Sewu.
Di awal penelusuran, menuruni lubang raksasa ini memang butuh kewaspadaan dan teknik tersendiri. Untuk kembali ke atas lalgi-lalgi kita wajib menggunakan bantuan tali untuk naik sekitar 25 meter atau sekitar 6 lantai gedung bertingkat. Selain menggunakan teknik SRT atau Single Rope Technique-naik menggunakan alat bantu namun tenaga sendiri-teknik lain yang bisa dilakukan adalah teknik hauling dan lowering. Dalam teknik ini, pengunjung gua menggunakan peralatan pengaman, kemudian duduk manis saat diturunkan atau dinaikkan dengan bantuan tenaga orang lain. Ibarat mengerek ember dari dasar sumur dengan mekanisme khusus.
Periode kontes: 1 Agustus - 30 September 2013
Proses penjurian dan Wawancara: 1 - 20 Oktober 2013
Pengumuman finalis: 21 Oktober 2013
Aktivitas: 25 – 29 Oktober 2013


Jadwal Kegiatan Destinasi Gunung Kidul

  • Day 1
  • Peserta berkumpul di Terminal 2F bandara Soekarno Hatta, dan langsung menuju Jogjakarta. Setiba di Bandara Adi Sutjipto peserta akan diajak Sarapan Pecel Wader. Perjalanan dilanjutkan menuju Wonosari.  Tiba Goa Pindul untuk Makan siang. Peserta mengikuti Cave Tubing Goa Pindul dan juga Mini Rafting Sungai Oyo. Ditutup dengan bermalam di Resor Jomblang.
  • Day 2
  • Kegiatan dimulai dengan Trekking sekitar Gua Jomblang dilanjutkan sarapan pagi. Peserta lalu akan Caving di Goa Jomblang dan Makan siang di dalam Goa. Setelah istirahat sebentar, peserta akan diajak untuk Tubing di Kalisuci. Setelah itu langsung menuju Dusun Blimbing dan ditutup dengan makan malam dan istirahat.
  • Day 3
  • Setelah sarapan, peserta akan Caving di Goa Cokro dan juga Caving di Goa Gremeng. Selepas makan siang peserta kembali ke Jogjakarta.
  • Day 4
  • Setelah check out dari Hotel peserta diajak makan siang Gudeg Yu Djum, lalu menuju Bandara Adi Sutjipto untuk kembali ke Jakarta.

Foto oleh : National Geographic Indonesia


Jumat, 19 Juli 2013

Jadwal Kegiatan Destinasi Pulau Weh #Blacktrail

  • Day 1
  • Pagi hari Pemenang berkumpul di Bandara Internasional Soekarno Hatta menaiki Flight menuju Banda Aceh. Tiba di Banda Aceh, Pemenang langsung makan siang Gulai Tunjang lalu dilanjutkan menyeberang ke Pulau Weh menggunakan Kapal Cepat. Tiba di Pelabuhan Balohan, Sabang langsung menuju penginapan di Pulau Weh. Tiba di penginapan untuk makan malam & Istirahat.
  • Day 2
  • Peserta bersiap menuju Pantai Sumur Tiga dan menyaksikan matahari terbit di Pantai Sumur Tiga. Dilanjutkan dengan sarapan pagi di Kota Sabang dan perjalanan laut ke Pulau Breueh dan treking menuju Mercusuar Williams Torren. (Mercusuar ini merupakan peninggalan abad awal 19 yang dijadikan penduan untuk kapal yang akan berlabuh di Sabang). Lalu Pemenang akan diajak eksplorasi Kota Sabang dan kawasan Kota Sabang.
  • Day 3
  • Peserta akan eksplorasi alam bawah laut Pulau Weh, bagi peserta yang tidak diving bisa melakukan snorkeling dan berkeliling di Pulau Rubiah. Lalu dilanjutkan dengan perjalanan menuju Tugu 0 Kilometer, di Pulau Weh. Menyaksikan matahari tenggelam di Kilometer 0.
  • Day 4 & 5
  • Hari Kedua Diving, peserta diajak untuk eksplorasi alam bawah laut lagi di Pulau Weh, bagi peserta yang tidak diving bisa melakukan snorkeling. Selepas makan siang lalu dilanjutkan menuju Pelabohan Balohan, lalu menyebrang kembali ke Banda Aceh. Keesokan harinya peserta bersiap menuju Bandara Sultan Iskandar Muda dan melajutkan perjalanan ke Jakarta.

Tertarik gabung?
Daftar disini


Dan gabung menjadi petualang Blacktrail The Next Adventure
Selami Keindahan PULAU WEH
  1. Wilayah Paling Barat Indonesia
  2. Kedamaian Lembayung Senja di Titik Nol Nusantara
  3. Habitat asli scorpion fish
Di Pulau Weh, pulau yang membentang sepanjang 15 KM di ujung utara Sumatera, wilayah paling barat Indonesia, dimana para Blacktrailers bisa menikmati kedamaian lembayung senja yang menggores cakrawala di titik nol Nusantara. Empat pulau kecil yang mengelilingi Pulau Weh: Klah, Rubiah, Seulako, Rondo. Pulau Rubiah terkenal sebagai tapak selam untuk menikmati terumbu karang.
Kekayaan hayati perairan Weh cukup tinggi, arus laut menantang dengan titik penyelaman beragam. Kecantikan terumbu karang masih belum terjamah dengan bentang alam bawah laut bervariasi: pasir, ceruk-ceruk batuan vulkanik, kawah bawah laut.
Foto by NGI

Selasa, 28 Mei 2013

[Resensi Buku] Flashpacking to London - Deedee Caniago



Flashpacking to London

Traveling Gaya Koper Otak Ransel



Penulis : Deedee Caniago

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2013



Akhirnya, buku ke-3 Deedee Caniago terbit juga. Setelah sukses dengan 2 buku sebelumnya yaitu Flashpacking to Australia dan Flashpacking Keliling Indonesia.

Kali ini Deedee menerbitkan buku yang ketiga yang menurut dia sempat tertunda karena didera kesibukan (mungkin) yaitu Flashpacking to London.

Tetap dengan gaya jalan-jalan Deedee. Flashpacking, ya sebuah istilah untuk menggambarkan gaya traveling atau jalan-jalan dengan gaya koper otak ransel.

London. Ibukota Inggris dengan penduduk berjumlah sekitar 7,4 juta jiwa di pusat kota dan jumlah termasuk penduduk di daerah pinggiran totalnya menjadi 7.825.200 jiwa. Demikian informasi yang saya dapatkan dari buku ini di halaman ke 4.

Menurut Deedee, yang membuat dia tergoda dan memutuskan berangkat ke London adalah beberapa lokasi wisata berkelas World Heritage, antara lain Menara London, Istana Westminster, dan Gereja St.Margaret. Selain itu, tempat-tempat terkenal lain seperti Istana Buckingham, London Eye, Piccadilly Circus, Katredral St.Paul, Tower Bridge, Trafalgar Square dan Stadion Wembley.

Banyak ya rupanya, dan salah satu alasan pendukungnya adalah karena ada promo tiket dari AirAsia.

Buku ini menuliskan sangat detail dari awal mengenai rencana traveling ke London. Dari mulai menentukan tanggal keberangkatan, penginapan, meeting untuk membuat itinerary selama di London dan Belgia.

Ya, Belgia. Rupanya Deedee selain ke London dia juga mengunjungi negara Belgia. Dan dalam buku ini juga dibuat tips asyik traveling ke Belgia sebagai isi tambahan. Menarik!

Tentu saja apalagi ada kejadian lucu dan unik bagaimana perjalanan Deedee naik kereta menuju Belgia.

Buku setebal 243 halaman ini dibagi menjadi cerita per hari selama 12 hari per bab, ditambah Introduction dan Travel Management.

Rencana detail pun disajikan dengan teliti dan apik. Bagaimana menentukan transportasi disana, cara mengurus visa Ingris dan Schengen dan juga Deedee memberikan daftar barang yang dia bawa.

Lucu dan menarik, bagaimana dia mengisahkan persiapan keberangkatan dia. Terasa kita ikut dalam emosi dan keriuhan persiapan keberangkatan traveling dia lewat penulisan dan pemilihan kata-kata yang ringan dan menarik.

Termasuk saat dia berburu sepatu boot dan saat packing termasuk membuat saya terperangah.

Di Bab ke 4 yang merupakan hari ke 4 perjalanan dia di tanggal 14 Mei 2010 disajikan dengan judul Oh Yeah, I’m in London, Baby!!!

Saya seperti ikut senang dan terharu, bagaimana dia akhirnya bisa menginjakkan kaki disana 

Cerita berlanjut dengan sekian kegiatan dia yang tentu saja ditambahkan cerita lucu dan tips penting tentang tujuan wisata, transportasi dan cerita mengenai tempat wisata yang dia kunjungi.

Komplit!

Termasuk juga cerita dengan kawan seperjalanan dia dan teman yang dia temui selama di London.

Oiya, dia berangkat dari Jakarta dengan 2 teman cewek dan 1 cowok. Di buku ini diceritakan juga bagaimana dia bersama mereka termasuk cerita unik dan lucunya.

Salah satunya saat mereka menonton pertunjukan Phantom of the Opera. Gokil!

Setiap hari detail ceritanya, ditambahkan noted, tips dan juga lesson learned. Jadinya selain kita mengikuti kisah perjalanan Deedee selama di London kita pun jadi langsung tahu tips dan informasi tambahan mengenai perjalanan dan wisatanya itu.

Di Bab ke 7 di hari ke 7 perjalanan, dia mengunjungi Belgia dengan naik kereta api, disini banyak informasi penting terkait perjalanan darat dari Inggris menuju Belgia. Nice info Deedee..

Eits,.. siap-siap dengan cerita seru tentang perjalanan dia di kereta ini ya. Hahaha

Di Belgia dia bertemu dengan kawannya.

Dan jangan khawatir di bab ini Deedee memberikan detail cerita perjalanan dia selama di Belgia dan informasi spot-spot yang menarik disana.


Cerita yang menarik inipun didukung dengan ditampilkannya banyak sekali foto-foto menarik, yang tentu saja membuat iri saya.


Dan akhirnya di Bab ke 11 di hari ke 11 perjalanan dia menutup perjalanannya dengan cerita dia harus kembali ke tanah air Indonesia dari London dan sampai di Jakarta di hari ke 12 di 22 Mei 2010.

Buku ini disajikan dengan tata bahasa yang ringan, gaul dan asyik. Membuat saya pun rinagn membacanya dan mengikuti cerita tulisan Deedee dengan begitu santai.

Saya seperti ikut terbawa dalam alur kisah dia, seperti diajak langsung jalan-jalan ke London dan Belgia.

Gaya tulisan kocak dia lewat pengalaman lucu dan menegangkan disajikan dengan detail juga.


Cerita jalan-jalan ini juga memberikan informasi tempat wisata, tips dan transportasi membuat buku ini tak hanya memberikan cerita jalan-jalan pribadi Deedee tapi juga buku tentang tips dan trik berwisata.

Disajikan tetap dengan gaya Deedee, Flashpacking.

Ya, gaya koper otak ransel. Bagaimana mengatur manajemen traveling yang tepat, mengatur keuangan, detail jadwal perjalanan, akomodasi dan transportasi disajikan cukup lengkap disini.


Buku ini layak dibaca dan dimiliki oleh semua orang yang suka cerita lucu dan menarik terutama tentang traveling.

Selain mendapat cerita berharga tentang London, informasi dan referensi tentang London dan Belgia serta tips manajemen traveling menjadi pelengkapnya.



Sukses membuat saya iri dan berpikir keras untuk ke London dengan segera. Amin…..




Kamis, 25 April 2013

Pelayanan yang buruk dan mengecewakan dari Malindo Air

Ini pertama kali dan mungkin terakhir kalinya saya menggunakan layanan maskapai Malindo Air dari Lion Group.




Saya telah melakukan reservasi dan mendapatkan tiket penerbangan dengan Malindo Air dengan kode booking GWUXRA dengan rute Kuala Lumpur-Kuching PP

Sesuai jadwal, penerbangan Kuala Lumpur ke Kuching adalah tanggal 21 April 2013 dengan OD 1602 jadwal jam 06.40.

Tetapi ternyata penerbangan itu dicancel dan penumpang digabung dengan penerbangan setelahnya di OD1608 jam 11.25.

Jadi terdapat perubahan yaitu mundur dari jadwal 4 jam 45 menit.

Dan hanya diberi option pindah jam lain atau refund.

Karena harga maskapai lain sudah mahal tentu saja saya tidak mungkin beli maskapai lain, dan terpaksa harus ikut ke penerbangan jam 11.25 tanpa ada kompensasi yang lain.

Terpaksa saya membatalkan kegiatan saya di Kuching di hari Minggu pagi.

Sebagai informasi saya dari Jakarta dan terbang dengan maskapai lain yang sampai di Kuala Lumpur hari Sabtu, 20 April 2013 malam hari.



Jadwal kembali dari Kuching ke Kuala Lumpur sesuai tiket saya adalah tanggal 22 April hari Senin dengan OD1607 jadwal jam 13.50.

Tetapi saat saya sudah sampai Bandara Kuching, ternyata terdapat delay sampai jam 16.25 dan sampai di Kuala Lumpur adalah jam 18.25

Padahal saya mempunyai jadwal pesawat dari Kuala Lumpur ke Jakarta adalah jam 18.55.

Tidak ada pemberitahuan sebelumnya, dan tidak ada kompensasi apapun dari pihak Malindo Air, meskipun itu makanan atau snack dan minuman.



Saya sudah berbicara dengan petugas di kantor Malindo Air di Bandara Kuching, akan tiket penerbangan saya ini, dan pihak Malindo Air lepas tangan dan tidak mau tahu akan hal ini.

Akibatnya saya tertinggal penerbangan lanjutan saya ke Jakarta, dan saya harus merogoh dompet sendiri untuk membeli tiket kembali ke Jakarta dari Kuala Lumpur saat itu juga.



Sangat disayangkan sekali layanan dan kualitas Malindo Air dari Lion Group ini.

Saya merasa sangat dirugikan oleh delay dan perubahan jadwal penerbangan yang mendadak ini.

Tanpa ada kompensasi apapun dari pihak Malindo Air.

Mending dipikir dulu sebelum membuka sebuah maskapai mengenai service yang diberikan kepada konsumen.

Semoga bisa menjadi pelajaran bagi semua sebelum memilih maskapai.



Sebagai tambahan informasi, sebelumnya saat melakukan pembelian online melalui website Malindo Air, saya mengalami double charge di kartu kredit, dan sampai sekarang proses refund atas double charge itu belum juga selesai.



Bagi saya pribadi saya sudah tidak mau menggunakan maskapai ini lagi, masih banyak maskapai yang memberikan harga dan layanan dan berkualitas.



Terima kasih