Facebook Badge

Sabtu, 02 Januari 2010

#Trip@Penang# hari pertama

Kali ini saya mendapatkan kesempatan dari AirAsia dan Tune Hotel untuk singgah di Penang.
Ya Pulau Penang atau Pulau Pinang (karena beberapa nama di sini ternyata tulisannya Pinang).

Btw, pulau Penang sendiri adalah pulau kecil di sebelah selatan Malaysia Barat.
AirAsia sendiri menyediakan penerbangan ke Penang dari sekian kota di Asia.
Di Malaysia sendiri AirAsia menyediakan rute PP dari Kuala Lumpur, Kota Kinabalu, Kuching, dan Johor Bharu. Dari Indonesia dari Medan dan Jakarta. Ada pula dari Macau, Hongkong, dan Bangkok. Wow.. sungguh bisa dibayangkan sebenarnya sebuah tujuan kota yang diperhitungkan oleh AirAsia sendiri.

Pengalaman dari Jakarta itu sendiri. Penerbangan AirAsia ke Penang adalah penerbangan harian. Dan berangkat dari Jakarta pukul 6.55 pagi.

Dikarenakan penerbangan pagi hari, sayapun menyiapkan waktu dengan sebaik-baiknya, apalagi bandara Soekarno Hatta sendiri jaraknya cukup jauh dari Jakarta.
Pagi itu saya berangkat dari rumah pukul 5 pagi dari bilangan Kelapa Gading.
Jalan tol cukup lancar, dan bisa mencapai Terminal 2D pukul 5.30 pagi.

Memang penerbangan AirAsia dari Cengkareng cukup padat di pagi hari, apalagi di International. Waktu hampir bersamaan dengan penerbangan ke Kuala Lumpur dan Singapore. Sehingga antrian check in cukup panjang, dan anda harus mengantisipasi hal itu.

Saran saya, anda bisa web check in sebelumnya dari rumah dan membawa print out ke bandara. Atau di dalam terminal 2D ada 2 mesin kios check in, cukup simpel cara kerjanya.
Anda tinggal masukkan kode booking dan swipe paspor anda, dan boarding pas keluar dari mesin kios tersebut.
Jadi anda tinggal bayar airport tax di tempat yang sudah disediaan tanpa perlu antri.
Dan walaupun anda membawa bagasi bisa juga dilayani. Tetapi saya memang tidak ada bagasi, karena hanya membawa tas ransel saja.
Sayang mesin kios check in ini kurang diminati oleh calon penumpang, sehingga antrian memang terasa cukup panjang.
Pagi itu, 24 Desember, merupakan peak season untuk liburan. Dan ternyata benar, setelah saya melakukan check in antrian kembali hadir menyapa di loket bebas fiskal.
Waw, panjang sekali apalagi di antrian tersebut semua dipakai oleh semua penerbangan di terminal international.
Loket yang dibuka 3 buah, tetapi tetap saja panjang, tidak seperti hari-hari biasanya.
Setelah saya perhatikan, ternyata sebagian banyak yang belum siap akan formulir imigrasi dan kelengkapan data anggota keluarga, karena mereka mengajak orang tua, anak atau mertua yang kewajiban pajaknya hanya pada kepala keluarga.
Ehm, pagi itu saya antri hampir 30 menit.
Tapi syukurlah antrian di imigrasi tidak terlalu banyak, jadi bisa segera menuju gate untuk siap2 boarding.
Saya pun memasuki gate D4 baru pukul 6.20.
Jadwal penerbangan saya ke Penang QZ7668 bisa dikatakan tepat waktu.
Karena pukul 6.30 sudah mulai boarding, dan oleh AirAsia saya diberikan seat 5F yang masuk hot seat, sayapun bisa masuk ke pesawat lebih dulu.

Akhirnya pukul 7 pagi pesawat Airbus 320 Indonesia AirAsia take off juga.
Syukurlah cuaca pagi itu cukup bagus, jadi tidak terlalu banyak goncangan di udara, dan penerbangan ke Penang dari Jakarta ditempuh sekitar 2 jam 20 menit.
Berhubung tadi di rumah belum sarapan, sayapun diberikan menu sarapan yaitu nasi goreng asia plus sate ayam.
Oya, kalau anda memang menginginkan tambahan menu makanan, bisa order via web saat pemesanan kursi, atau pada saat melakukan pembelian via telepon atau kantor AirAsia.
Jika anda melakukan pre-order harga lebih murah 20%.
Apalagi menu combo meal pilihannya cukup banyak. Menu combo meal itu adalah menu makanan plus minum. Ada seperti Nasi Lemak, Nasi Ayam, Nasi Goreng Asia, ada juga Hot Dog dan Sandwich, dll.
Setelah sarapan habis, sayapun tertidur karena malamnya saya merasa kurang tidur dan harus bangun pukul 4 pagi untuk menyiapkan ke bandara.
Saya bangun sekitar 45 menit kemudian.
Saya pun melihat ke jendela, nampak sebuah pemandangan kota, saya perhatikan lebih jeli ternyata itu adalah kota Kuala Lumpur, tampak jelas menara Petronas dan KL Tower, hahahaha...
Sekitar 30 kemudian ternyata sudah mendarat di Penang.
Bandara International Penang pagi itu tidak terlalu ramai, mungkin karena masih pagi, walaupun waktu di Penang 1 jam lebih cepat dari Jakarta.
Saya tiba di lantai 1 di kedatangan dan sebelum keluar terminal saya sempat mengambil brosur kota Penang dan tentunya peta kota Penang.
Dan jika anda ingin menuju kota Penang dan memang tidak ada yang menjemput, anda bisa menuju lantai 2 dengan lift. Disana ada bus Rapid Penang.
Sepertinya Rapid Penang adalah bus yang baru di Penang, saya perhatikan bus-busnya masih baru dan bagus.
Dengan tariff 2,7 ringgit atau sekitar Rp. 7.500 kita diantar dari Bandara ke Komtar, yaitu terminal bus di pusat kota Penang.
Komtar sendiri mempuyai menara yang katanya paling tinggi di Penang, jadi sangat mudah menandai Komtar itu ada dimana.

Sesampainya di Komtar awalnya saya ingin menikmati George Town, tapi karena saya tiba-tiba melihat bus Rapid Penang nomer 204 arah Penang Hill, sayapun merubah rencana, saya akan ke Penang Hill.
Masuklah saya di bus nomer 204 menuju Penang Hill atau Bukit Bendera dengan tarif 2 ringgit.
Sepanjang perjalanan kita akan melewati beberapa temple, tapi karena saya kurang berminat mengunjungi temple, jadi sayapun tidak mengagendakan kesana.
Kota Penang bisa dikatakan kota yang rapi, bersih dan sejuk udaranya. Mengingat banyak bukit-bukit disana.
Kolaborasi etnis cukup menyatu dengan indah, seperti etnis Tionghoa, India, Melayu, Arab, dll.
Jadi akan mudah ditemui temple, gereja, masjid dalam kota Penang.

Sesampainya di Stasiun Penang Hill. Wow... ramai ternyata, saya antri ke loket kereta menuju Penang Hill dengan tarif 4 ringgit PP dan ternyata saya mendapatkan kereta jam 2.45 pm. Padahal saat itu baru jam 12 siang, lebih 2 jam saya menunggu. Akhirnya saya batalkan untuk beli tiket kereta ke Penang Hill.
Penang Hill sendiri adalah wisata naik kereta melewati hutan tropis di bukit yang dibilangs atah satu bukit tertinggi di Penang.

Karena tidak jadi naik kereta, akhirnya pilihan selanjutnya adalah mencoba makanan di sebuah restoran di sana.
Ehm... pilihan tertuju pada Laksa Penang dan Jus Nanas. Sayang sekali lidah saya kurang bisa menerima rasa Laksa Penang, yang aroma bawang merah mentahnya cukup kuat.

Waktu menunjukkan pukul 1 siang, saya putuskan kembali ke kota dan turun di Komtar kembali.
Sesampai di Komtar, saya ambil peta dan berjalan kaki mencari alamat Tune Hotel di jalan Burma.
Tak jauh ternyata dari Komtarm sekitar 600 meter dengan berjalan kaki 10 menit sudah sampai di Tune Hotel.
Ya, Tune Hotel Penang, tempat saya menginap.
Ini adalah Tune Hotel ke 4 yang saya kunjungi. Sebelumnya saya sudah menginap di Tune Hotel LCCT, Tune Hotel Downtown Kuala Lumpur, dan Tune Hotel Kuta.
Mungkin bisa log on sendiri ke www.tunehotels.com untuk mendapatkan informasi mengenai hotel ini. Cukup recommended lah mengenai hotel ini.
Apalagi lokasi Tune Hotel Penang sendiri bisa dikatakan lokasi di tengah kota.

Karena badan saya agak berkeringatm sayapun mandi dulu dan rehat sejenak.
Habis ashar, saya melanjutkan perjalanan buat eksplorasi Penang.

Kali ini ke George Town, berbekal peta saya cukup jalan kaki saya. Tidak jauh juga, tetapi memang siapkan kaki anda menikmati George Town, karena wilayah ini cukup besar ternyata.
Disana bisa kita nikmati pemandangan kota tua peninggalan Inggris. Ehm.. ini salah kawasan kota tua yang cukup eksotis, dengan area paling besar menurut pengalaman saya.
Walaupun sebagian kelihatan kurang terawat, tetapi sungguh indah buat dijadikan objek fotografi.
Di kawasan itu sendiri banyak sekali tempat makan, dengan pilihan menu tradisional asia sampai ke menu mancanegara.
Kedai dan kafe bertebaran dengan konsep yang unik dan beraneka.
Bagi anda yang muslim, anda harus jeli juga, karena yang jelas tidak semua menu makanan disini halal, jadi pastikan dulu, tetapi tidak susah kok mencari yang halal.

Sampai gelap saya menikmati George Town, dan beberapa kali saya menikmati menu di kedai dan kafe.
Oops..! tetapi mungkin belum saya ceritakan detail dulu wisata kuliner saya di Penang. Menunggu besok saja, karena besok saya akan masih menikmat wisata kuliner di Penang.
Mengenai harga jangan kuatir, tidak terlalu mahal di Penang.
Bahkan mungkin sebagian lebih mahal di Jakarta, hehehehe...

Hari sudah gelap, sayapun bergegas kembali ke hotel, menyusuri Jalan Penang menuju Jalan Burma dimana Tune Hotel berada.
Ah... sayapun mampir ke sebuah supermarket, niatnya sih awalnya membeli pasta gigi, tapi ternyata saya tergoda membeli beberapa helai batik Malaysia sampai habis sekitar 70 ringgit, hehehehehe... karena saya ingat, saya pernah berjanji kepada Ibu saya untuk membelikan batik khas Malaysia jika saya berkunjung ke Malaysia.

Okay, hari sudah malam. Dan malam ini saya habiskan di sekitar hotel saja.
Besok saya akan ke Batu Feringhi dan ke Penang Bridge yang terkenal itu.

Dan sorenya saya harus memangkas rambut saya untuk pemotretan AirAsia di daerah George Town.


*inilah sedikit berbagi cerita saya hari pertama selama di Penang, versi saya untuk Facebook dan Multiply*

Jumat, 18 September 2009

mudik atau ke udik..?

 

Sudah menjadi sebuah tradisi di Indonesia, atau mungkin di belahan bumi yang lain..

Ahh!

Mudik.. mungkin lebih familiar terdengar disaat menjelang Idul Fitri, atau lebaran bagi umat Islam..

Pulang kampung,.. ya mudik itulah… Walapun tempat asal kita bukan kampung, tapi lebih nyaman memakai istilah kampung..

(mungkin) konsentrasi lebih banyak dari Jakarta.. maklum kota berjuta umat.. sebagian lagi (mungkin) dari Surabaya, Bandung, Semarang, Balikpapan, Medan, dll.

Apalagi hari ini.. dan kemarin malah, saatnya puncak mudik itu berlangsung..

Ah so…

Ada yang lewat darat, laut dan udara..

Lebih spesifik mungkin naik mobil, motor, kereta api, bus, kereta api, pesawat udara dan kapal laut..

Hm….. mo pilih mana..??

Mobil à pilihan yang menyenangkan.. bisa bersama kerabat atau teman dalam satu mobil… eits.. tapi info kemarin tol arah Cikampek macet parah… mo nyebrang ke Lampung pun antri 6 jam… wew..! manfaatkan pos mudik yang dibuat oleh beberapa operator seluler dan produsen makanan untuk tempat beristirahat, baikd I jalur selatan atau pantura. Dan jangan lupa, tetap update radio untuk memantau arus kendaraan. Peta jangan lupa dibawa bagi yang masih pemula mudik dengan menyatir sendiri. Pantau juga berita di internet untuk memantau titik-titik yang macet.

Motor à hm… pengguna motor mungkin hari ini sangat berkurang di jabodetabek.. ya sebagian sudah pada mudik, terbukti pagi ini jalanan agak lengang oleh pengendara sepeda motor. Banyak pemudik menggunakan sarana ini, katanya mungkin hemat, tapi sebanarnya jauh lebih beresiko…Sudah sekian banyak memakan korban, dan bagi yang mempunayi balita, sangat tidak disarankan sebenarnya, kasihan..! bahkan banyak sekian pemudik yang (mungkin) mudik naek kereta atau bus tetapi motor tetap di kirim untuk dipakai di kampung halaman.. ehm…ongkos dobel..???

Bus à oogghh! Pasti lebih terkonsentrasi di Pulogadung, Kampung Rambutan, Kalideres… wew..wew… sungguh disayangkan sekian terminal utama di Jakarta minim sarana dan prasarana.. gudang preman, bau, tak teratur. Harga tiket plus tuslahpun kadang sangat diresahkan oleh pengguna angkutan ini. Bisa dibayangkan tiket bisa naik 2-3 kali lipat dari harga normal.

Kereta Api à ini pilihan favorit buat pemudik menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dengan konsep pemesanan H-30 udah bisa dipesan, membuat sekian hari-hari kemarin beberapa stasiun berjubel untuk melakukan pembelian tiket. Sangat disayangkan pembelian online tiket kereta api tidak maksimal. Dan tentu saja, calo dimana-mana.. hahaha.. hari ini pasti stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir sedang padat-padatnya yak..

Pesawat Udara à sarana ini juga tak kalah menjadi sarana favorit buat mudik, apalagi sekarang sudah banyak maskapai baru yang memberikan kemudahan dalam reservasi. Maskapai baru sebut saja Sriwijaya Air, AirAsia, Mandala, Citilink. Dengan layanan rute yang semakin banyak dan pilihan harga yang bervariasi tentunya. Kemudahan reservasi online juga membuat sarana ini menjadi favorit. Sebut saja Garuda Indonesia, Mandala, Batavia Air, Air Asia, Citilink, Lion Air yang sudah menerapkan pembelian online dengan pembayaran kartu kredit. Jika anda ingin mudik dengan sarana ini, saran saya belilah 3-6 bulan sebelum keberangkatan (kecuali Lion Air), contohnya harga untuk Garuda Indonesia saja 6 bulan yang lalu untuk mudik ini hanya IDR 600K untuk CKG-SUB one way, saat itu AirAsia di IDR 300K oneway CKG-SUB.

Kapal Laut à mungkin ini pilihan untuk pemudik yang spesifik ke wilayah tertentu. Seperti antar pulau dan memungkinkan masih memiliki libur yang cukup lama. Sayang sekali saja belum pernah menggunakan sarana ini, jadi tidak bisa berkomentar banyak. Mungkin pihak Departemen Perhubungan atau pihak swasta yang menangani sarana transportasi ini bisa lebih gesit memebrikan informasi serta pastinya didukung oleh armada yang terjamin keamanannya. Seprti yang kita tahu, sepertinya sarana ini kurang mendapat sorotan pemerintah, sampai-sampai beberapa saat yang lalu beberapa kali terjadi musibah tenggelamnya kapal penumpang.

Yang jelas…

Apapun alasan, dan akan menggunakan sarana transportasi apa..  mudik harus tetap dilakukan dengan damai, aman dan bersemangat.

Apalagi saat ini masih bulan puasa..

Tetap waspada, dan tentunya lebih banyak bersabar mengingat kondisi mudik pastinya penuh dengan hiruk pikuk.

Manfaatkan layanan tempat peristirahatan, layanan informasi real time untuk lebih mengakses informasi yang diperlukan dalam hal mudik..

 

 

 

 

 

Buat mudikers…

Selamat bermudik ria tahun ini.. semoga bisa lancar, aman dan nyaman selama mudik.

Salam buat teman, saudara, keluarga dan handai taulan di kampong sana..

Selamat menjelang hari Idul Fitri.. dan bisa menikmati liburan

Tetap semangat sampai akhirnya kembali lagi ke tempat semula…

Sabtu, 22 Agustus 2009

..buat seseorang yang saya sebut anda.. (saya yakin anda membaca ini)

bapak/ibu/om/tante/kakak/adik.. yang terhormat..
dan sekarang mungkin kurang saya hormati.. kepada seseorang yang saya sebut anda..


(sebuah resiko menyimpan data di dunia maya adalah.. data tersebut bisa terekam, direkam, terambil dan diambil..

dan yang paling buruk adalah.. disalah gunakan

ya disalah gunakan oleh salah seorang oknum yang (mungkin) saya pun tidak tahu pasti apa misi dari orang tersebut...dan oang tersebut adalah anda

ini adalah pengalaman saya,.. bagaimana data saya di e-mail, di facebook, di sms dan di telepon telah disadap oleh orang lain
dan tentunya disalah gunakan..)



sekian e-mail, sms, dan telepon muncul atas nama saya dan merekapun mengambil data-data saya tanpa ijin dari saya..

saya tahu ini resiko saya... saya tahu ini (mungkin) bagi saya sebagai orang awam di dunia teknologi informasi akan merasa kesulitan untuk melacak ini.. dan mempermasalahkan ini..

dan saya tahu siapapun anda yang mempunyai akses mengambil data base saya dan apapun itu.. anda memang mempunyai keahlian dan mungkin juga diberikan hak akses untuk itu..

mohon dengan sangat.. hormati saya.. hormati kolega saya.. hormati teman-teman saya..
kita sama manusia.. apa yang mau anda cari.. apa kepuasan anda setelah semua yang anda lakukan berakibat fitnah, bohong dan memporak porandakan kehidupan sosial orang lain..
apa yang anda dapatkan dengan anda tahu semua kehidupan saya, apa yang saya lakukan 24 jam, .. setiap detik, setiap jam, setiap hari...

dari lubuk hati yang paling dalam dari diri saya.
tolong hentikan perbuatan anda yang tidak semestinya ini, mencampuri urusan orang lain, membuat berita tidak benar dengan mengatas namakan orang lain.. yang kesemua itu bersumber dari pengambilan database saya di dunia maya.

saya mohon dengan sangat..

siapapun anda.. bisa segera menghentikan perbuatan tidak bermoral ini.

anda mungkin mengira saya tidak tahu hukum, anda mungkin mengira saya tidak mempunyai kekuatan mengalahkan misi anda, atau bahkan anda mengira saya tidak bisa membalas anda..

sebelum sebuah jalur lain yang akan saya ambil, dan pastinya bisa merugikan anda..
penuhi tuntutan saya diatas..

hentikan perbuatan tidak bermoral anda

siapapun anda..
dan saya tidak mengenal anda..
jika anda merasa manusia yang ingin dimanusiakan..
tunjukkan wujud anda di hadapan saya..

kalaupun ini wujud balas dendam kepada saya atas kesalahan saya, tunjukkan dengan jiwa manusia kesalahan saya terhadap anda..


saya tunggu inisiatif dari anda, dan jika anda manusia...
ingat.. kuasa dari Tuhan.. akan menjawab semua ini
anda bukan Tuhan..

terima kasih

..buat seseorang yang saya sebut anda.. (saya yakin anda membaca ini)

bapak/ibu/om/tante/kakak/adik.. yang terhormat..
dan sekarang mungkin kurang saya hormati.. kepada seseorang yang saya sebut anda..


(sebuah resiko menyimpan data di dunia maya adalah.. data tersebut bisa terekam, direkam, terambil dan diambil..

dan yang paling buruk adalah.. disalah gunakan

ya disalah gunakan oleh salah seorang oknum yang (mungkin) saya pun tidak tahu pasti apa misi dari orang tersebut...dan oang tersebut adalah anda

ini adalah pengalaman saya,.. bagaimana data saya di e-mail, di facebook, di sms dan di telepon telah disadap oleh orang lain
dan tentunya disalah gunakan..)



sekian e-mail, sms, dan telepon muncul atas nama saya dan merekapun mengambil data-data saya tanpa ijin dari saya..

saya tahu ini resiko saya... saya tahu ini (mungkin) bagi saya sebagai orang awam di dunia teknologi informasi akan merasa kesulitan untuk melacak ini.. dan mempermasalahkan ini..

dan saya tahu siapapun anda yang mempunyai akses mengambil data base saya dan apapun itu.. anda memang mempunyai keahlian dan mungkin juga diberikan hak akses untuk itu..

mohon dengan sangat.. hormati saya.. hormati kolega saya.. hormati teman-teman saya..
kita sama manusia.. apa yang mau anda cari.. apa kepuasan anda setelah semua yang anda lakukan berakibat fitnah, bohong dan memporak porandakan kehidupan sosial orang lain..
apa yang anda dapatkan dengan anda tahu semua kehidupan saya, apa yang saya lakukan 24 jam, .. setiap detik, setiap jam, setiap hari...

dari lubuk hati yang paling dalam dari diri saya.
tolong hentikan perbuatan anda yang tidak semestinya ini, mencampuri urusan orang lain, membuat berita tidak benar dengan mengatas namakan orang lain.. yang kesemua itu bersumber dari pengambilan database saya di dunia maya.

saya mohon dengan sangat..

siapapun anda.. bisa segera menghentikan perbuatan tidak bermoral ini.

anda mungkin mengira saya tidak tahu hukum, anda mungkin mengira saya tidak mempunyai kekuatan mengalahkan misi anda, atau bahkan anda mengira saya tidak bisa membalas anda..

sebelum sebuah jalur lain yang akan saya ambil, dan pastinya bisa merugikan anda..
penuhi tuntutan saya diatas..

hentikan perbuatan tidak bermoral anda

siapapun anda..
dan saya tidak mengenal anda..
jika anda merasa manusia yang ingin dimanusiakan..
tunjukkan wujud anda di hadapan saya..

kalaupun ini wujud balas dendam kepada saya atas kesalahan saya, tunjukkan dengan jiwa manusia kesalahan saya terhadap anda..


saya tunggu inisiatif dari anda, dan jika anda manusia...
ingat.. kuasa dari Tuhan.. akan menjawab semua ini
anda bukan Tuhan..

terima kasih

Jumat, 21 Agustus 2009

..met berpuasa...

hi temans..
maaf udah lama ga update blog yak..
insya allah di bulan puasa ini bakal rajin nulis disini..

oya, selamat menjalankan ibadah puasa ya
mohon maaf lahir dan batin

semoga bisa full ibadahnya..
amin..

wassalam,
arifien

Rabu, 05 Agustus 2009

Catatan perjalanan ke Phuket - Thailand (bagian 1)

Sekian teman-teman saya menanyakan mengenai perjalanan saya ke Phuket kemarin, sehingga saya pun berniat membuat sedikit catatan perjalanan ini.

Sebenarnya perjalanan saya dan teman-teman (Andik, Achmad, Fazli) dimulai dari Jakarta dan di Malaysia. Akan tetapi, mungkin perjalanan di Kuala Lumpur – Malaysia sudah biasa kan..., jadi saya hanya menceritakan catatan perjalanan saya ke Phuket saja.

Btw, sebenarnya rencana ke Phuket ini sudah direncanakan sejak November tahun lalu, dan baru terlaksana kemarin 26-28 July 2008. Cukup singkat memang, tetapi cukup berkesan bagi saya. Dan mungkin tidak menutup kemungkinan akan kesana lagi :P. hehehe... mungkin next trip via Krabi saja..

Apalagi dulu saya mendapatkan tiket Kuala Lumpur – Phuket hanya sekitar 144 MYR return atau sekitar 430 ribu rupiah per orang

26 July 2008.
04.30 AM Saya sama Andik harus segera bangun pagi, mandi dan siap menuju ke LCCT. Malam itu saya, Andik dan Achmad menginap di Tune Hotel yang terletak di depan Bandara LCCT Kuala Lumpur. Mengingat saat itu flight kita ke Phuket adalah jam 06.25 pagi. Achamd saat itu masih tinggal di hotel, karena dia mendapat flight yang siang jam 14.30 jadi dia masih asyik tidur di kamar.
Beberapa saat sebelum saya keluar kamar, hujan deraspun melanda. Kita (saya dan Andik) sempat bingung bagaimana untuk mencapai bandara tanpa kehujanan.
Oh ternyata di lobby terdapat mobil untuk ke bandara dengan tarif 1 MYR per orang. Saat saya membayar tiket (dan sempat terjadi double bayar) ternyata antrian begitu banyak. Dan sepertinya tidak cukup banyak waktu untuk kami menunggu mini bus yang mengantar ke terminal. Akhirnya kita putuskan lari saja, menembus hujan, soalnya jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi.
Alhasil, saya dan Andik lari di tengah hujan menuju Terminal di LCCT yang berjarak sekitar 300 meter, cukup tragis memang tapi seru, baju dan tas kami pun basah. Akhirnya kitapun bisa segera check in, mengganti baju dan menyempatkan sholat shubuh sebelum boarding. Oya saat di imigrasi ada perbincangan saya dengan orang imigrasi Malaysia..
Imigrasi : “Kenapa kau mau ke Phuket lewat Malaysia, kenapa tidak dari Indonesia langsung ke Phuket”
Saya : “Wah.. sayapun senang kalo ada AirAsia ada direct flight dari Jakarta ke Phuket”
Imigrasi : “Jadi nanti dari Phuket ke Malaysia lagi.. wah.. capek kamu pusing-pusing terus..”
Saya : “Sudah resiko lah, tetapi jangan kuatir saya sudah punya tiket balik ke Indonesia, jadi tidak akan lama di Malaysia”
Imigrasi : *hanya tersenyum saja*

Akhirnya semua ontime dan bisa menuju boarding menuju Phuket…
Separuh perjalanan cuaca kurang bagus, jadi sering terjadi turbulensi yang kurang nyaman, tetapi 30 menit kemudian.. matahari bersinar cerah.. dan membuat hangat badan yang sempat kedinginan sebelumnya..
Pesawat pagi itu tidak penuh, mungkin hanya terisi separuh saja, bahkan ada buke di seberang tempat dudukku dia nekat tidur di 3 kursi deretan dia.

08.00 AM. Kitapun mendarat di Phuket. Btw, sebelum mendapat dan saat kita mencapai pulau Phuket pemandangan dari atas bagus banget, yaitu melihat Phi-phi Island dari atas.. dan teman saya Andik langsung mengabadikan moment tersebut lewat kameranya. Jadi nanti kalau mau request saja duduk di baris F ya.
Keluar pesawat dan masuk terminal kedatangan, suasana bandara Phuket sepi. Sepertinya belum ada pesawat lain yang landing. Jadi proses imigrasinya cepat sekali, dan petugas disana ramah-ramah.


Bandara Phuket cukup bersih, simple dan cukup nyaman tentunya.
Bahasa khas Thailand sudah mulai terdengar juga disana..
Begitu kita keluar bandara, di depan pintu keluar kita sudah disebu oleh orang yang menawarkan jasa taksi, sewa mobil, dll. Kitapun memilih duduk dulu dan mengatur strategi. Akhirnya kita memutuskan untuk naek mini bus. Dengan harga tiket 150 THB atau sekitar 45 ribu rupiah sudah bisa naek mini bus AC dengan kapasitas 12 orang. Pengemudinya cukup nyaman, dan tas kitapun akan dia bawakan dan ditaruh di bagasi belakang.
Setelah 15 menit menunggu penuh penumpang. Kitapun keluar bandara. Hawa panas dan cerah menyambut di Phuket.
Pemandangan bukit, sawah, ladang dan pemandangan alam mengantarkan kita ke kawasan Phuket Town.
Waktu yang dibutuhkan sekitar 1 jam.


Dan diseparuh perjalanan kita akan berhenti di sebuah travel agent yang dimiliki agent mini bus tadi.
Disana kita ditanya akan turun di hotel mana, karena kita akan diantar sampai ke hotel.
Kalaupun kita belum mendapat hotel kita bisa memesan disana, dan kitapun ditawarin tour ke Phi-Phi Island saat itu ditawarin dengan harga 1400 THB.
Karena masih ada 2 teman kami yang baru sampai sore nanti, kitapun tidak menerima tawaran mereka.
Sekitar 20 menit berhenti, kitapun melanjutkan sisa perjalanan menuju Phuket Town.
Kebetulan kami menginap di Patong Bayshore Hotel, terletak di jalan utama di Patong, jarak ke pantai kurang lebih jalan kaki 10 menit.
Kami pun diantar duluan dari penumpang lainnya.
Setelah sampai di hotel dan mengurus proses check in, kami mendapat kamar 1116.
Lumayan kamarnya, sudah ada terasnya yang menuju ke kolam renang dan fasilitas showe, ac , tv dan kulkas kecil dengan sewa semalam USD 28. Cukup mahal sebenarnya, tapi tidak mengapalah, secara ini perjalanan pertama kamu ke Phuket.
Istirahat sejenak, dan dilanjutkan mengatur strategi selama disana. Agendanya adalah mencari agent tour ke Phi-Phi Island.
Andik saat itu membawa print out contact person orang sana yang notabene mempunyai jasa tour ke Phi-Phi, namanya Mr. Aki. Dan nama itu didapatkan dari forum diskusi di kaskus. Dan saya pun kirim sms ke Mr. Aki, dan akhirnya dibalas dan dia 30 menit lagi akan menuju hotel.
Akhirnya telp kamar berdering, dan memberitahukan Mr. Aki sudah ada di lobby. Kamipun bergegas menuju lobby menemui Mr. Aki, sayapun hampir salah orang saat menjumpai di lobby, hahahah…
Kita mendapat banyak sekali info soal Phuket dari Mr Aki, dia begitu ramah dan menjelaskan detail setiap keadaan dan informasi tour Phi-Phi Island, inggrisnya pun sangat lancar.
Oya, Mr Aki ada lho di list friend FB saya...
Kita pun akhirnya deal untuk 4 orang tour ke Phi-Phi Island dengan tariff 1200 THB per orang.
Setelah urusan tour selesai dan kita pun Mr. Aki pun pamit pulang.

Lapar pasti sangat terasa. Kami segera menuju keluar hotel dan mencari brunch.
Panas terik sudah terasa. Kita berjalan kaki melewati jalanan yang penuh orang jual cinderamata, kafe, restoran, hotel, tempet massage, hostel, dll.
Beberapa orang menawari kami dengan tuk-tuk, taksi, ojek, dll. Tetapi kami memang ingin jalan kaki.
Agak bingung saat pertama kali kami menyusuri jalan tersebut untuk mencari makan siang (pagi), karena kami muslim jadi mencari makanan yang aman tentunya. Warung resto seafood banyak yang belum buka di siang hari.
Di saat masuk ke Bang-La Road kita menjumpai ada KFC. Kitapun tak perpikir panjang… masuk!!! Perut udah keroncongan..
Dan ternyata Bang-La Road itu.. jalan yang bener2 happening di Patong...
Dan kita berdua memesan menu paket dengan total makan berdua sekitar 320 THB atau hampir 100 ribu. Tapi yang bikin kaget. Gelas minum pepsinya sangaaaat besar… hahahah… sampai kita bawa setelah itu.. masih sisa banyak soalnya, saying dibuang..

Waktu sudah melewati waktu 12.00 siang. Terlihat Patong Beach sudah di depan mata.
Kitapun sepakat menuju ke pantai… fiuh..! Hawa panas dan keramaian pantai terasa sudah. Bau air laut menggoda untuk diceburi.

Kita berjalan menyusuri pantai (yang panas tentunya) banyak orang berjemur, bermain, berenang, atau menikmati banana boat, speed boat.

Akhirnya kita sewa kursi buat berjemur 1 buah dengan sewa 30 THB sampai puas, hehehe…
Sayapun memilih segera membuka kaos dan memilih berenang di laut. Andik memilih hunting foto.. dan tentunya memoto saya, heheheh

Hampir 2 jam waktu kita dihabiskan di pantai…
Menjelang jam 3 sore kita kembali ke hotel, menyusuri jalan lain yang tentu saja masih penuh dengan tempat massage, cinderamata, tempat makan dan kafe bar.
Kita sempatkan dulu ke 7 eleven untuk mencari minum dan makanan kecil, dan juga susu.. karena biar badan sehat dan fit selama disana..
Sesampai hotel, kita rehat sejenak dan menunggu 2 teman kami datang dari Kuala Lumpur.
Karena kemarin isu soal H1N1 sangat merebak, tak lupa kita pun berusaha menjaga kondisi fisik kami dengan istirahat yang cukup dan membawa multivitamin untuk menjaga kondisi tubuh.
Kita pun tertidur di kamar hotel karena kecapekan…

Dan bangun pada pukul 4.. karena 2 teman kami Achmad dan Fazli sudah sampai di hotel.. dan kita disajikan menu Durian Thailand.. waw.. baunyaaa…. Mungkin cukup menggoda buat penggemar durian, karena saya kurang suka durian, 1 biji kecil saja sudah cukup.

Segeralah kami jalan-jalan lagi menuju Phuket Town untuk menikmati kota Phuket di sore hari dan menunggu sunset di Patong Beach.

(bersambung)

Kamis, 16 Juli 2009

..dan jika, aku terpuruk lagi... *fail again*

Dear my blogspot,
Dah lama gw ga ngisi tulisan di blog ini. Entah karena gw sibuk atau gw sok sibuk.
Ah sudahlah, ga perlu dibahas lagi kenapa gw udah lama ga update.

Yang jelas hari ini gw mo nulis disini.
Tulisan yang mungkin bagi gw salah satu hal terberat yang gw alamin.

Tapi walaupun gw down kek gini, gw masih bisa tersenyumd an menutupinya, pasti.. ya diantara orang-orang sekitar gw.

Gw mungkin ga terima akan apa yang terjadi di hidup gw. Seolah2 Tuhan gag adil ke gw.
Gw kudu sabar.. dan pastinya gw kudu sabar dan nerima apa adanya.


Yah…
Kasus pertama… gw (mungkin) harus menunda kuliah gw tahun depan..
Setelah gw failed masuk di Ui dan UNJ.
Mungkin gw udah PD masuk 2 universitas negeri itu. Tapi gimana lagi, takdir berkata lain, gw ga bisa masuk 2 universitas itu.
Sapa yang salah..? entahlah…

Menurut aku tes masuk 2 universitas itu sama sekali tidak sulit, sehingga gw sangat yakin dan percaya diri bisa masuk kesana.

Tapi.. setelah gw lihat pengumumannya, ternyata gw ga masuk..

Gw ga mau berspekulasi akan hasil tes disana, apakah ada “main” di balik itu, gw juga ga tahu..

Menurut gw.. iniga fair.. ga adil.. bukan terhadap nasib gw.. tapi penyelenggara tes yang tidak adil akan hasil tes masuk tersebut.

Gw berpikir, apa gw terlalu tua umurnya.. sehingga mereka mempriorotaskan untuk usia muda. Dan apakah karena gw lulusan kampus dari Jawa Timur, sehingga mereka memprioritaskan buat masuk di kampus itu yang notabene kampus di area Jabotabek.


Ah sudahlah…
Belum saatnya gw kuliah lagi tahun ini…

Semoga Allah bisa memberikan jawaban akan rahasia Dia selama ini..

Amin..