Facebook Badge

Jumat, 01 April 2011

Semangat Go Green dengan 3R (Reduce, Reuse dan Recyle)


Go Green saat ini masih menjadi bahasan utama dan sorotan negera-negara di dunia serta disemboyankan dengan begitu meluas dimana-mana.

Ya dunia sedang terancam, bukan masalah kriminal atau kekerara. Tetapi lebih kepada kelestarian alamiahnya dunia.

Semua yang ada di dunia ini terbatas. Dan seperti yang kita lihat disini, dunia sudah mulai menggeliat. Pemanasan global salah satu isu penting yang terjadi saat ini.

 

Apa itu?

Tak usahlah diceritakan dan dibahas lebih detail lagi, kita lihat saja sehari-hari disekitar kita.

Mulai dari sampah menggunung dimana-mana. Anda tahu berapa tahun sampah anorganik akan bisa terurai? Penggunaan air bersih, polusi dimana-mana. Huff..

 

Kurangi sampah sekarang!

Bagaimana?

Reduce, semua bisa dikurangi. Kurangi pemakaian plastik. Usahakan kalau di supermarket atau toko jika kita membeli sesuatu dan barang tersebut masih bisa dimasukkan ke tas bawaan kita, tak usah lah meminta pembungkus kantong plastik dari kasir. Jadi jangan ragu dan jangan malu untuk mengurangi penggunaan plastik sebagai sebuah sarana atau alat pembungkus sehari-hari kita.

Dan untuk yang lain, bisa juga konsep paperless untuk mengurangi sampah kertas. Sistematika konsep bisnis yang sudah terkomputerisasi diharapkan memang bisa meminimalisasi penggunaan kertas.

Reuse, salah satunya di kantor yang cukup simpel adalah menggunakan kertas bekas yang masih bisa digunakan di sisi sebaliknya. Selama data di sebaliknya tidak terlalu ”rahasia” dan masih bisa digunakan kenapa tidak? Atau sebagai buku catatan untuk menulis hal-hal yang simpel. Tindakan simpel yang lain salah satunya mengurangi konsumsi kertas tissue disaat kita di toilet manapun itu.

Recycle, jangan malu untuk berkreasi dengan memakai barang daur ulang sampah. Mungkin di tempat sampah sekitar kita ada kaleng, atau botol. Bisa kita gunakan untuk wadah, pot atau vas bunga. Berguna bukan?

Dan juga tindakan yang cukup mudah adalah, membagi sampah kita dari yang tidak bisa diluar ulang dan bisa didaur ulang. Apalagi sekarang banyak tong atau tempat sampah yang membagi berdasarkan kelompok tersebut. Diharapkan pihak pengelola sampah bisa memproses ulang menjadi produk yang berguna. Entah tas, buku atau hiasan dari sampah daur ulang. Kreativitas akan diperlukan disini, bagaimana dengan tekun dan kreatif kita dituntut untuk memanfaatkan dan mendesign semenarik mungkin pemanfaatan sampah tersebut.

 

Hemat air dan hemat listrik, sekarang!

Ini adalah salah satu kebutuhan vital setiap orang dan keluarga dimana pun dia berada.

Pergunakan air seperlunya. Matikan kran dan cek disaat tidak diperlukan. Design kamar mandi dengan menggunakan shower daripada bak mandi. Dan untuk membersihkan kendaraan pakailah selang shower, daripada disiram dengan bak atau gayung. Dengan cara seperti ini akan menghemat penggunaan air.

Buatlah saluran air yang bagus agar aliran air kotor di rumah kita bisa mengalir dengan lancar sehingga tidak mengganggu lingkungan di sekitar kita.

Hemat listrik, ini juga tak kalah penting. Dengan kondisi negara kita yang masih defisit untuk supply listrik, setidaknya tindakan bijak adalah penghemat penggunaan listrik.

Tindakan mudah dan semua orang tahu adalah mematikan lampu dan mengurangi konsumsi listrik di saat siang hari.

Selama di kantor, hindari penggunaan tambahan alat konsumi listrik yang berlebihan dan tidak terkontrol.

Pengaturan jadwal pekerjaan yang bagus dan terenana setiap hari setidaknya akan membantu pekerjaan kita lebih terjadwal, efeknya kita bisa pulang tepat waktu tanpa harus lembur di kantor, jadi penggunaan listrikpun bisa dihemat.

Konsep ini akan lebih terkonsep dengan baik apalagi rumah atau ruangan kita di design dengan jendela atau ventilasi yang cukup, dengan begitu cahaya matahari akan dengan mudah memasuki ruangan dan tidak perlu menggunakan lampu bukan? Lebih sehat pastinya. Lebih hemat? Jelas itu, hemat biaya tagihan listrik tentunya.

Segera analisa alat-alat yang menggunakan konsumsi listrik, awasi penggunaannya juga. Selain untuk pengamanan hal ini juga untuk perawatan dan kontroling penggunaan listrik.

Sudah tahu kan bahaya jika terjadi konsleting listrik?

Segera ganti alat dan lampu yang hemat energy dengan begitu konsumsi penggunaan listrikpun bisa ditekan.

 

Kurangi polusi udara, sekarang!

Apalagi di Jakarta, kondisi udara berpolusi sudah menjadi hal yang mudah kita temui.

Secara umum ini disebabkan oleh kemacetan di jalan. Baik karena volume kendaraan yang berlebihan, sarana jalan raya yang kurang memadai atau malah ada kendaraan yang tidak disiplin berlalu lintas sehingga menimbulkan kemacetan.

Memang banyak sekali penyebabnya.

Tapi setidaknya kita bisa ambil beberapa solusi pribadi untuk diri kita sendiri.

Bagi yang mempunyai kendaraan roda empat, apakah sudah lolos uji emisi? Segeralah diuji, dengan begitu bisa mengurangi dampak negatif dari polusi udara juga.

Selebihnya, kita bisa menggunakan sarana transportasi umum, baik bus, kereta atau yang lainnya.

Solusi berikutnya adalah berangkat ke kantor dengan grup teman atau tetangga. Siapa tahu kita mempunyai tetangga di dekat rumah kita yang kantornya dekat. Jadi kita bisa bergabung atau gantian bawa kendaraan. Selain mungkin bisa melewati jalur 3 in 1 di saat jam sibuk, penghematan bahan bakar, uang dan tenaga bisa dilakukan bukan.

Bike to Work atau naik sepeda ke kantor. Bila memungknkan kenapa tidak? Malah kita akan tambah sehat bukan? Tentunya perlu persiapan juga disini, selain menyiapkan sepedanya itu sendiri, kita pun harus bisa menguasai medan jalanan yang memang mungkin agak sedikit padat.

Dan yang tak kalah penting, kita bisa mengatur jadwal dan rute jalur perjalanan kita dari dan ke tempat tujuan.

Mungkin kita bisa berangkat lebih pagi atau pulang lebih lambat untuk menghindari kemacetan, atau mengubah rute perjalanan mungkin saja ada jalur alternatif. So silakan buka peta untuk mendapatkan jalur alternatif tersebut.

 

Dan, untuk menghijaukan serta membuat udara lebih nyaman tidak ada salahnya kita menanam tanaman di sekitar kita.

Bisa ditanam di tanah, di pot, di halaman atau berkreasi dengan yang lain.

Banyak sekali referensi taman yang mungil dan asri saat ini. Kalau memang adanya keterbatasan lahan, kenapa kan bisa dilakukan di dalam pot, dengan jenis tamanam yang disesuaikan dengan keadaan tempat dan ukuran, dan mungkin sesuai favorit kita.

Cobalah berkreasi. Dengan begitu udara akan lebih bersih karena seperti kita tahu tanaman-tanaman ini akan mensupply oksigen.

 

Ingat, bumi ini terdapat banyak keterbatasan, dan manusia semakin banyak serta kebutuhan akan energy semakin meningkat.

Jaga bumi ini untuk anak cucu kita, biar bisa menikmati isi bumi lewat adanya sebuah hirarki alam yang asri dan sesungguhnya.

Sebuah tindakan kecil kita dalam menyelamatkan bumi lewat semangat Go Green ini diharapkan bisa menciptakan keadaan yang lebih baik dan menjadi semangat yang luar biasa untuk berubah ke hal yang lebih baik. 


10 cara simpel untuk ber "Go Green"

 

Semangat “Go Green” dalam kehidupan kita sehari-hari

 

Bumi sudah mulai menua, butuh perawatan, energy di bumi terbatas jumlahnya butuh penghematan.

Pemanasan global dimana-mana, akibat dari penggunaan energi yang berlebihan tanpa dibarengi oleh tindakan penyelamatan konservasi alam.

Banjir, tanah longsor, cuaca yang tidak menentu lewat perubahan iklim yang ekstrem, macet, polusi, dll.. adalah sedikit kisah dari derita penghuni bumi akhir-akhir ini. Ya itu biasa sudah kita alami bukan?

Tapi kita, dan dimulai oleh kita di sekitar kehidupan masing-masing, tidak ada salahnya bertindak sederhana, ya cukup dan sangat sederhana untuk mengajak diri sendiri dan orang di sekitar kita untuk menyelamatkan bumi, menjaga konservasi alam ini, dan tentu saja menghemat energy bumi. Di dalam semuanya ini, diharapkan semangat Go Green bisa menyatu di diri kita dan tingkah laku serta kebiasaan kita.

Pilih-pilih hal yang berguna dengan adanya transformasi budaya saat ini , juahkan dari budara konsumerisme, juga salah satu yang bisa kita lakukan untuk menjaga kebiasaan baik kita ini.

 

Coba deh beberapa cara murah di bawah ini, mungkin ada yang cocok dan bisa kita lakukan dengan murah dan tanpa beban di keseharian kita.

 

 

1.Menghemat energi untuk menghemat uang.

# Mengatur pemanas ruangan beberapa derajat lebih rendah di musim dingin dan beberapa derajat lebih tinggi di musim panas untuk menghemat biaya pemanasan dan pendinginan dan sebaliknya untuk pendingin ruangan yang kita pakai juga.

# Pakai bola lampu neon yang hemat energy daripada lampu bola pijar yang lebih boros energy.

# Cabut peralatan saat saat tidak menggunakannya. Pastikan dan rajin cek and ricek.

# Cuci pakaian dalam air dingin jika memungkinkan. Sebanyak 85 persen dari energi yang digunakan untuk mesin-cuci pakaian pergi ke pemanas air.

# Gunakan rak pengeringan atau jemuran untuk mengeringkan pakaian daripada menggunakan mesin untuk mengeringkan.

 

2. Hemat air untuk menghemat uang.

 # Ambil pancuran lebih pendek untuk mengurangi penggunaan air. Ini akan menurunkan air dan tagihan pemanas juga jika kita memakai pemanas air.

# Pasang pancuran aliran rendah.
# Pastikan memiliki aerator keran pada setiap keran. Peralatan ini menghemat energy panas dan air, sekaligus menjaga tekanan air yang tinggi.
# Pilih tanaman-tanaman hiasan di rumah yang bisa tahan panas, alias tidak memerlukan banyak air untuk disiram.


3. Kurangi gas = lebih banyak uang (dan kesehatan yang lebih baik!).

# Berjalan atau bersepeda untuk bekerja. Ini menghemat biaya bahan bakar dan parker. Serta juga meningkatkan kesehatan jantung kita dan mengurangi risiko obesitas.
# Pertimbangkan posisi akomodasi dan sisi lokasi  jika kita tinggal jauh dari pekerjaan kita. Memungkinkan kah
kita bisa bergerak lebih dekat. Bahkan jika ini berarti membayar sewa lebih, bisa menghemat uang dalam jangka panjang.
# Lobby pemerintah setempat, mulai dari RT, RW, Kelurahan dan Kecamatan  untuk meningkatkan pembangunan trotoar dan jalur sepeda. Dengan biaya sedikit, perbaikan ini mungkin dapat mengeluarkan biaya yang besar tapi dapat memperbaiki kesehatan kita dan mengurangi kepadatan lalu lintas.

#Buat taman di rumah, taman di lingkungan RT dan kompleks kita masing-masing. Ajak mereka dan lebih banyak penghuni untuk bergabung. Cukup nyaman bukan untuk dibuat refreshing dari dari minggu.

 

4. Makanlah dengan pintar!

# Jika anda makan daging, tambahkan satu kali makan tanpa daging dalam seminggu. Harga daging akan sangat terlihat lebih mahal jika kita juga mempertimbangkan biaya lingkungan dan kesehatan yang terkait.
# Beli produk lokal, lebih tepatnya beli sayuran, buah dan daging dari petani dan perternak lokal. Pembelian dari petani setempat dapat meningkatkan juga taraf perekonomian lokal. Apa yang dihemat jika kita menggunakan produk lokal dibanding import? Kita sudah tahu bukan?
# Apapun diet kita, berdietlah secara wajar. Apalagi untuk mengkonsumsi makanan dalam kemasan, pertimbangkan limbahnya.

# Analisa menu makanan kita sehari-hari, selain menghemat uang, konservasi alam dari kemasan, juga untuk kesehatan kita.

 

5. Air dalam kemasan? Pikir lagi.

# Gunakan air filter untuk memurnikan air keran daripada membeli air kemasan. Tidak hanya air kemasan mahal, tapi menghasilkan sejumlah besar limbah wadah.
# Bawalah botol air dapat digunakan kembali, sebaiknya aluminium bukan plastik, saat kita  bepergian atau di tempat kerja.
# Kalaupun terpaksa minum air dalam kemasan, buanglah sampah kemasan tersebut di tempat sampah daur ulang.

 

6. Berpikirlah sebelum membeli.

# Go online bisa lewat ebay atau datanglah ke pasar untuk menemukan baru dan trendy yang  menggunakan produk bekas. Apakah kita baru saja pindah atau mencari untuk mendekorasi ulang, pertimbangkan untuk mengikuti trend terkini yang mahal dan belum tentu ramah lingkungan
# Check out garage sale, toko barang bekas, dan toko-toko unik dan antik untuk pakaian dan barang-barang sehari-hari lainnya.
# Ketika melakukan pembelian, pastikan kita tahu apa yang "Good Stuff" dan apa yang tidak.
# Mempertimbangkan lebih lanjut tentang apa yang terjadi saat kita membeli sesuatu. pembelian tadi memiliki dampak nyata, untuk lebih baik atau lebih buruk.

 

7. Pinjam daripada membeli.

# Pinjam dari perpustakaan daripada membeli buku pribadi dan film (DVD, VCD). Ini menghemat uang, belum lagi tinta dan kertas yang masuk ke dalam percetakan untuk mencetak buku-buku baru.
# Berbagi alat-alat listrik dan peralatan lainnya. Kenalilah tetangga kita saat sehingga mungkin kita bisa meminjam beberapa peralatan yang besar dan mahal.

 

8. Beli lah dengan lebih cerdas

# Membeli dalam jumlah besar. Pembelian makanan dari tempat grosir dapat menghemat uang dan kemasan. Dengan jumlah yang sesuai juga tentunya.
# Memakai pakaian yang tidak perlu di dry-clean di laundry.
Hal ini menghemat uang dan  penggunaan bahan kimia beracun.
# Investasi untuk barang yang berkualitas tinggi untuk produk tahan lama. Kita mungkin membayar lebih sekarang, tapi kita akan bahagia saat kita tidak perlu mengganti item sebagai sering (dan ini berarti limbah kurang!).

 

9. Jauhkan elektronik dari tempat sampah!

# Jaga selalu HP, komputer, dan elektronik lainnya selama mungkin.
# Donasi kan barang elektronik tersebut kalau kita ingin mengganti.. E-limbah mengandung merkuri dan racun lainnya dan merupakan masalah lingkungan yang berkembang.
# Mendaur ulang ponsel kita, biasanya produsen HP secara berkala membuat promo program daur ulang lho? Update saja beritanya.
# Mencari informasi dimana bisa mendaur ulang barang elektronik, sehingga semua limbah elektronik tersebut aman.

 

10. Buatlah persediaan pembersihan sendiri.

# Rahasia besar : kita dapat membuat dengan lebih  efektif, produk pembersih tidak beracun kapanpun saat membutuhkannya. Yang kita butuhkan adalah bahan sederhana seperti baking soda, cuka, lemon, dan sabun.
# Dengan memakai pembersih sendiri ini, itu artinya menghemat uang, waktu, dan kemasan-belum lagi kualitas udara dalam ruangan kita.

 

 

Semoga kita lebih bahagia dengan hidup yang lebih sehat.


Rabu, 15 Desember 2010

Selasa, 02 November 2010

[CGK-HKT-BKK-HAN-KUL-SIN] 15-16 Agustus 2010 dari Phuket ke Bangkok, dan tertahan di Bangkok :(

Pukul 10 malam lebih 15 menit pesawat Thai AirAsia akhirnya landingdi Suvarnabhumi Internatonal Airport di Bangkok Thailand, udara cerah..

Dan karena ini penerbangan lokal di Thailand, jadi cukup cepat gate dan akupun bergegas menuju lantai 1 alias turun 3 lantai dari lantai kedatangan di airport itu,..

Rencanaku malam itu aku akan menghabiskan malam di Bangkok lebih tepatnya aku akan menuju Khaosan Road sebuah kawasan turis di Bangkok Thailand, seprti Kemang-nya Jakarta lah.

Aku pun bergegas ke loket bus yang menuju ke Khaosan.

 

Dan, ternyata, loket tersebut sudah tutup. What? Dan ternyata sudah tutup jam 10 dari informasi yang aku dapatkan..

Duhh.. mepet waktunya..

*Bingung saat itu.. jelas lah..

Karena malam itu rencana A gagal..

Dan keputusan malam itu menjalankan rencana B yaitu tetap stay di airport..

Ow ow..!

 

Akhirnya menujulah ke lantai 3, disana ada mushola..  waktunya sholat dulu..

Yang jelas mushola di Suvarnabhumi ini salah satu mushola di airport yang nyaman, bersih, fasilitasnya pas dan juga tenang.

 

Setelah sholat.. waktu masih menunjukkan jam 11 malam.

Bandara masih ramai, maklum Bangkok juga salah satu kota besar dan banyak maskapai dari Eropa dan Timur Tengah yang landing dan take off di malam hari.

 

Perut terasa lapar.. dan saatnya mencari makanan dulu. Ada banyak pilihan kafe dan resto, tapi aku penasaran dengan foodcourt di lantai bawah, yang mayoritas pengunjungnya adalah pegawai yang bekerja di airport.

 

Masuk kesana aku harus beli kupon makan dulu, dengan total harga 200 THB, nanti kalau kupon ga habis bisa dituker lagi ke uang. Kupon terdiri dari 10 lembar.

 

Bagi yang muslim, jangan kuatir disana ada counter makanan halal dan satu-satunya di foodcourt itu leaknya di paling pojok ujung. Aku akhirnya milih itu dan makan dengan nasi sayur dan ayam goreng total habis 40 THB, cukup murah hanya setara 12.000 rupiah.

 

Selepas makan maish jam 12 malam, waktu dihabiskan buat mencoba keliling airport, menghabiskan koin2 THB buat dipakai di mesin internet.

Dan salah satunya beli cemilan dan nescafe kaleng di minimart dan dihasbikan di smoking room lantai bawah.

 

Bandara Suvarnabhumi salah satu airport yang nyaman, tak pelak lagi airport tax disini cukup mahal setara dengan Rp. 200.000. tapi worth it lah..

 

Mata udah agak terasa ngantuk akhirnya, begitu melihat jam tangan sudah menunjukkan pukul 01.30.

 

Setelah keliling bandara dan melihat ternyata banyak juga pengunjung yang menghabiskan malam itu di airport. Mungkin karena transit atau memang menunggu pesawat pagi buta.

So, ada yang menghabiskan waktu duduk dan mengobrol, ada yang menghabiskan waktu di kafe atau resto, ada yang tertidur di lantai ada yang di kursi.

Dan aku..??

Setelah mendapat tempat yang nyaman di sebuah bangku berjajar 3. aku akhirnya meletakkan ransel di bangku membuka selimut kecil, memasang alarm jam 4.30 pagi. Dan tertidur meringkuk di bangku tersebut di lantai 3.

 

Alarm berbunyi tepat jam 4.30 pagi. Terbangun dengan keadaan bandara yang masih ramai, orang lalu-lalang disekitar.

Dan beberapa tempat masih banyak orang yang tertidur. Seberangku juga masih ada 2 bapak2 yang masih tertidur juga, padahal tidurnya duluan mereka daripada aku.

 

Ok, saatnya cuci muka, sikat gigi dan menuju lantai atas buat check in.

Ya pagi ini aku harus check in buat menuju ke Hanoi –Vietnam dengan pesawat Thai Airasia jam 7 pagi.

Ruangan check in sangat ramai, seperti biasa sangat banyak schedule penerbangan pagi di beberapa maskapai.

Jam 5.30 sudah selesai check in dan menuju mushola dulu buat sholat shubuh.

Dan ternyata benar antrian imigrasi keluar Thailand pagi itu cukup panjang. Padahal ada 20 lebih counter tetapi rata2 per counter loket imigrasi bisa sampai 15 orang antrian.

 

Ok lah.. selepas keluar imigrasi waktunya cuci mata di Suvarnabhumi, dank arena jarak menuju gate nya cukup jauh jadi sekalian berjalan menuju gate juga.

 

Kali ini tidak beli apa-apa dulu, karena budget juga terbatas jadi uang dipakai saja di Hanoi.

 

Pagi itu ternyata agak gerimis sedikit, jam 6.30 sudah panggilan boarding. Dan masih mendung serta matahari belum muncul tetapi sudah agak terang sedikit langitnya.

 

Kali ini dengan Thai Airasia FD3700 dari Bangkok menuju Hanoi – Vietnam. Penerbangan kali ini akan ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam.

Menuju pesawat diiringi dengan rintik hujan dan hwa terasa dingin.

Sapaan pramugari dan pramugara Thai AirAsia dengan logat Thailand menambah keceriaan pagi itu.

Kali ini siap menuju Hanoi di Vietnam dan akan disana selama 3 hari.

 

Siap..?

Ada apa saja di Hanoi..? Dan ada kejutan apa saja selama disana?

Terjadi kejadian tak terduga ada juga disana?

Dan bertemu dengan siapakah di Hanoi...?

 

Tunggu ya sambungan ceritanya...

[CGK-HKT-BKK-HAN-KUL-SIN] Sabtu, 14-15 Agustus 2010… CGK-HKT --> BKK

Hari ini, sabtu di pertengahan bulan agustus 2010, lebih tepatnya puasa ramadhan di tahun ini baru jalan sekitar semingguan..

Dan bertepatan saya ada schedule mengunjungi Thailand dan Vietnam untuk event jalan-jalan bareng AirAsia di bulan ramadhan 2010.

Sebetulkan saya untuk trip kali ini berdua bersama rekan dari Jakarta, tapi karena rekan saya mengcancel perjalanan ini, akhirnya saya sendirian saja.

Lebih tepatnya hari ini saya ada ada flight ke Phuket dari Jakarta di jam 11.20 WIB.

Ya saya ke Phuket kembali, dan ini kunjungan saya ke 3 ke pulau kecil di sebelah selatan Thailand.

Pagi hari jam 10 saya sudah menginjakkan kaki di terminal 2D Bandara Soekarno Hatta, sesampainya disana saya mengambil uang di ATM dan menuju counter Bank Mandiri di dekat pintu masuk D4. Ini adalah counter favorit saya untuk penukaran uang di Bandara Soetta. Sayapun membeli 200 USD dengan mendapat rate Rp. 9.050 per USD.

Karena saya sudah web check ini sebelumnya, jadi saya hanya ke counter pembayaran aiport tax dan dilanjutkan ke free fiskal.

 

Pukul 10.30 saya sudah berada di antrian imigrasi, dank arena siang itu tidak begitu banyak penerbangan disbanding pagi, jadi antrian hanya 5 menit saja sudah bisa keluar dari jalur imigrasi.

Berbekal satu backpack menuju lah ke gate D3. Dan menunggu hanya beberapa menit saja, jam 11 pagi sudah boarding call. Alhamdulilah ontime kali ini.

Maklum penerbangan ke Phuket menggunakan 1st flight jam 7.55 dari Phuket ke Jakarta.

Jam 11.20 tepat pesawat FD3941 meningggalkan Jakarta dan menuju Phuket, dengan waktu tempuh 2 jam 50 menit.

FD ini adalah maskapai Thai AirAsia, jadi jangan kaget nanti jika di pesawat awak kabinnya adalah orang Thailand dan bahasanya juga memakai bahasa Thai dan Inggris.

Cuaca  cukup baik, dan sayapun bisa menikmati dengan selimut saya pesan di paket kenyamanan AirAsia.

 

Jam menjelang jam 2 siang, pesawat sudah akan landing, sepertinya cuaca di Phuket agak mendung.. yang biasanya pesawat menuju Airport Phuket dari sebelah selatan, sekarang dari sebelah utara. Memang ternyata mendung dan hujan.

Alhamdulilah landing dengan mulus di Phuket International Airport disambut guyuran hujan.

Tapi jangan kuatir, Phuket Airport sudah cukup bagus, setiap gate ada belalai nya jadi tidak terkena hujan.

Antrian imigrasi cukup panjang siang itu, maklum ada barengan 3 pesawat yang landing hampir bersamaan.

Begitu keluar dari imigrasi Phuket. Saya menuju deretan rak informasi booklet gratis di dekat pengambilan bagasi, dan mengambil map Phuket.

So jangan lupa kalo ke Phuket sebelum keluar airport ambil booklet sebanyak-banyaknya.. its free.!

Dan sebelum keluar, saya menyempatkan menghampiri stand salah satu provider telekomunikasi di Thailand untuk mendapatkan nomer gratis Thailand, jadi kita tinggal isi pulsa di 7/11 nantinya.

 

Begitu keluar bandara di Phuket, saya menuju penukaran uang dan menukar 100 USD ke THB (Thailand Bath) dan dapatlah saya 3175 THB. Cukup bagus rate nya.

 

Bergegas saya menuju loket minibus untuk menuju ke Patong dengan harga THB 150.

Menunggu mini bus penuh tidak sampai 10 menit, minubus pun berjalan meninggalkan bandara, dan masih hujan.

 

20 menit kemudian minibus berhenti di check point, sambil kita didata mau diantar kemana di Patong, saat itu saya akan menginap di Patong Premiere Resort.

Di check in point tersebut ada travel agent yang menawarkan paket tour selama di Phuket, sayapun menolak halus karena saya hanya semalam saja di Phuket.

Perjalanan dilanjutkan kembali dan masih sekitar 30 menit lagi.

Untunglah saya orang kedua yang diantar ke hotel, dan untungnya sesampai di Patong cuaca sudah cerah walaupun agak sedikit mendung.

Sesampainya di Patong Premiere Resort.. saya pun disambut dengan sapaan khas Thailand dan diberikan welcome drink serta handuk untuk mengusap keringat.

Karena saya sedang puasa, sayapun tidak meminum welcome drink tersebut dan ternyata resepsionis mengerti dengan keadaan ini.

 

Oya, di Phuket itu rata-rata untuk tarif hotel dan penginapan mempunyai 3 seasion yaitu Low Season (Mar-Okt), High Season (Nov-Des dan Jan-Apr), Peak Season (Des-Jan).

 

Untungna kemarin saya pas Low Seasion jadi harga kamar penginapan 50% dari High Season.

Hotel menginap saya cukup nyaman, dan unik.

Lokasinya di jalan utama di Phuket di 118 Rat-U-Thid 200 Pee Road. Ke pantai Patong hanya 100 meter.

Kamar yang nyaman dan kamar mandi ada bath up dan dari kamar mandi ada jendela ke kamar tidur J

Kamar dan interior hotel sebagian adalah dari kayu, jadi cukup unik. Ada kolam renang mungil asri.

Sore itu saya mandi dulu membersihkan tubuh dan langsung menuju ke pantai sekalian menunggu sunset dan berbuka puasa yang sebelumnya sudah membawa bekal air mineral dan beberapa potong kue yang saya bawa dari Jakarta.

Dan sebelumnya mampir buat isi pulsa nomer Thailaland sebanyak THB 100 agar bisa online unlimited seharian dan sms murah ke nomer Indonesia.

Di pantai sudah sangat ramai, ada yang berenang, berjemur, joging atau jalan.

Dan pemandangan segar dimana-mana. *halah

 

Setelah sunset menggelap saya melewati Bang La Road jalan yang penuh bar dan tempat hiburan di Patong.

Wow.. ramai... dan karena perut agak sedikit lapar, saya menuju Junceylon Mall untuk makan di Mc D.

Mall dengan tata letak unik yang didalamnya ada interior kapal laut dan air mancur.

Setelah makan dan kenyang, dilanjutkan dengan hunting beberapa kaos dan melihat lihat pernak-pernik di pasar malam belakang mall.

 

Jangan lupa kalo ke mall minta voucher diskon 5% untuk turis dan juja kalau belanja kita dalam satu struk lebih dari THB 2000 kita bisa refund VAT 7%, lumayan kan..?

 

Tak terasa sudah jam 10 malam, sayapun kembali berjalan menuju hotel melewati jalanan pinggir pantai.

Mampir dulu ke 7/11 untuk membeli kudapan dan air mineral.

Sesampainya di hotel, mandi berendam dan turun lagi, kebetulan di sekitar hotel banyak sekali tempat makan seperti warung tenda. Dengan harga-harga yang miring tentunya.

 

Pilihan tertuju pada warung Malaysia.. saya terpilihlah menu nasi goreng seafood dan jus nanas, oya di Thailand buah-buahan itu sangat murah dan banyak pilihan. Jadi kalau pergi ke Thailand sempatkan beli jus buah segar yak.

Seporsi nasi goreng dan jus nanas dihargai THB 70, dan ini adalah menu sahur saya malam itu. J

Menjelang jam 1 malam sayapun kembali ke hotel dan beristirahat, karena esok paginya saya berencana ke Pantai Karon.

 

Esok harinya, jam 8 saya menuju Pantai Karon naek tuk-tuk dengan tarif THB 60, sudah malas menawar pagi itu, maklum masih sepi jalanan.

Oya dari Patong ke Karon naek tuk-tuk sekitar 30 menit saja.

Tuk-tuk itu semacam bemo kalo di Indonesia.

Tapi jangan kuatir selin tuk-tuk disana juga bisa naek bus atau sewa motor.

Berjalan menyusuri pantai Patong sambil mendengarkan ipod. Berjalan dari ujung ke ujung sampai lebih dari 1 jam tak membosankan.

Dan menjelang jam 9, saya menghampiri kursi malas buat berjemur dan tidur rebahan. Dan menyewa dengan harga THB 100 sampai puas.

Saya pun menaruh barang bawaan disana dan tentu saja handuk berjemur dari hotel.

Udara  pagi itu cukup menyegarkan dan menyenangkan, pantai belum terlalu ramai.

 

Karena jam 12 siang harus check out dari hotel saya pun menuju hotel kembali, mandi dan bergeas check out.

 

Kebetulan di lobby hotel ada counter travel, disana saya memesan tiket minibus untuk transfer ke airport Phuket, seharga THB 250,.. lebih mahal THB 100 dibanding dari Airport ke Patong, tapi ini cukup lumayan lah dibanding harus naek taksi.

Tapi bisa sih naek bus ke airpot tapi harus ke Phuket town dulu, dan total waktu yangd iperlukan hampir 3 jam.

Kalau kesana ber 3 atau ber 4 mendingan naek taksi, karena taksi bisa ditawar sampai 400-500 dari Patong ke Airport.

 

Untuk menghabiskan siang itu, saya pun pergi ke Junceylon mall untuk mendinginkan badan, karena udara siang itu sangat terik sekali.

Di mall ini banyak sekali baju2 sport seperti Adidas, Nike, dll.

Disana saya putar dari ujung ke ujung. Dan ujung2nya saya berjalan-jalan menuju pasar dan pemukiman penduduk disana.

 

Jam 5 sore saya berjalan menuju hotel dan menunggu minibus yang mengantarkan ke airport Phuket jam 6 sore,

Tepat jam 6 sore, minibus menjemput di lobby hotel.

Penumpang penuh dan saya nomer 2 terkahir dijemput sebelum menjemput satu penumpang yang lain.

Dan setelah itu menuju ke Phuket International Airport, di jalan menuju bandara, bedug magrib berkumandang, maklum sebagian penduduk Phuket juga muslim karena memang Thailand Selatan cukup banyak juga muslim disana.

 

Kali ini memang cukup cepat saya berada di Phuket, ya.. hanya semalam saja. Tapi memang saya di Phuket hanya transit doang sebetulnya, tapi cukup lumayan lah, bisa semalem disini udah cukup.

 

Berbekal biscuit dan air mineral berbuka puasa sore itu. Mini bus agak lamban berjalan, lebih satu jam di jalan dan jam 7.30 sampai juga di Phuket Airport.

Suasana tidak terlalu ramai dan cerah, tidak seperti hari sebelumnya yang hujan.

 

Menyempatkan saya merokok beberap batang dulu diluar sebelum memasuki ruang check in.

 

Malam ini saya akan terbang ke Bangkok, dan dari Phuket ke Bangkok naek pesawat kurang lebih 1 jam 15 menit, seperti dari Jakarta ke Surabaya.

Dan pesawat saya saat itu jam 9 malam.

 

Dan karena kembali lagi saya hanya membawa backpack saja, saya memilih untuk self check ini disana.

Cukup menuju ke mesin self check in, masukkan kode booking, dan beres sudah keluar boarding pas, disana ada petugas yang jaga untuk verifikasi paspor, setelah distempel telah diverifikasi, saya pun menuju gate untuk menunggu boarding ke Bangkok.

Phuket ke Bangkok terhitung adalah perjalanan lokal dan bisa dipastikan 80% penumpang pesawat itu adalah orang Thailand J

 

Jam 9 lebih 15 akhirnya boarding dan siap-siap menuju Bangkok malam itu...

 

Ada apa di Bangkok..? Dan bagaimana pengalaman saya di Bangkok malam itu..?

Dan kemana lagi setelah di Bangkok dan berapa lama disana..?

 

Tunggu ya...

 

(bersambung)

Perjalanan menuju Soetta Airport hari itu (22 Oktober 2010)

Ya, hari ini aku rencana berlibur ke Padang, Sumatera Barat. Sekalian memenuhi undangan teman di Padang sekalian ngerayain ulang tahun bersama 2 orang yang tanggal lahirnya hampir bersamaan.
Karena tidak ada direct flight dari Jakarta ke Padang sekarang, jadi aku harus via Kuala Lumpur. Maklum, masih memakai free tiket dari AirAsia.
Dan flight ke Padang dari KL adalah jam 7 pagi, jadi aku sudah set ke KL pakai last flight hari ini.
Sudah terbiasa aku pakai web check in sebelum berangkat. Dan ini ternyata penyelamatku hari ini.
Jadwal flght ke KL adalah jam 20.30 dan boarding jam 19.50.
Jam 5 sore pas jam kantor habis, aku bergegas berangkat. Kali ini nebeng Maria pakai taksi, karena dia mau ke Thamrin. Rencana mau naik bus damri nyetop dari perempatan Rawasari, naik bus damri dari Rawamangun. Ini lebih simpel dan murah.
Sebelumnya saat sholat ashar jam 4, aku agak lega, karena cuaca cerah, ada matahari masih bersinar. Tapi, menjelang jam 4.30 sore sampai berangkat di taksi, awan hitam tiba2 menyelimuti langit. Wow! Keadaan berubah. Prediksiku bakal ada hujan deras.
Menjelang sampai di perempatan Rawasari terlihat dari jalur seberang bus damri berjalan memasuki gerbang tol.
What?!
Ketinggalan bus jam 5.
Untung pas di perempatan lampu pas merah, bergegas keluar taksi dan menyebrang di halte jalan sebelah. Thanks Mar atas tumpangannya.
Baru saja di halte bus. Tiba2 angin kencang berhembus. Debu dimana-mana. 5 menit kemudian hujan deras, plus angin plus petir. Sempurna pikirku.
Kecilnya halte bus tak dapat terasa sesak menampung belasan orang yg berteduh. Ditambah ada angin dalam derasnya hujan. Fiuh!
Langsung pakai jaket parasit, tapi celana akhirnya basah juga.
Lama menanti bus tak datang jua. Menit demi menit terasa lama.
Sampai akhirnya di jam 5.45 disaat hujan deras. Dari kejauhan aku melihat seperti ada bus damri melintas. Agak tak yakin awalnya. Tapi pas lewat di depan ternyata benar bus damri.
Ow ow. Dia berjalan kencang. Langsung aku lari mengejar bus dalam deras hujan.
200 meter lari mengejar bus sampai dia mau memasuki pintu tol dan mengurangi kecepatan. Yak, dapat!
Aku duduk di deret belakang yg kosong. Dengan keadaan basah dimana-mana.
Ngos2an? Jelas!
Membenahi baju basah dan mengecek isi tas yang kehujanan, untungnya aman.
Dingin di dalam bus menambah menggigil tubuhku. Huff!
Melepas sandal, dan menaikkan kaki di kursi biar hangat.
Begitu memasuki tol arah bandara, baru aku sadar. Macet luar biasa. O o..
Bus berjalan semeter dua meter per menit..
Sambil menikmati alunan musik di bus, tak terasa sudah jam 6.15. Dan bus masih di sekitar Honda di Yos Sudarso. Ow ow. Parah ternyata..
Mulai agak panik.. Sambil mengisi kepanikan dengan maen BB.
Tetap aja khawatir. Soalnya mendekati jam 7. Bus masih di kawasan Priuk.
Berdoa, dan mencoba sabar. Kalau ga jadi berangkat ya tak apa2, belum rejeki jalan2.
Jam 7.30 bus memasuki kawasan ancol, masih agak padat, walau udah agak lancar dibanding sebelumnya.
Disaat bus memasuki area Mangga Dua, dan waktu menunjukkan pukul 7.45 tiba2 jalanan lancar. Dan bus pun melaju kencang.
Mukjizat, alhamdulilah. Jam 8.00 tepat bus berhenti di terminal 2D International, setelah sebelumnya ke terminal 1 dulu.
Keluar bus, langsung tancap lari.
Ga berenti sampai depan pintu D2 untung pemeriksaan pertama.
Untung ga antri, jadi hitungan detik sudah ada di dalam ruang check in.
Secara sudah web check in, aku siapkan print out boarding pas.
Tapi ternyata counter AirAsia sepi. Dan ada tulisan CLOSED.
Aku mencari petugas yang ada. Ketemu!
Aku bilang, "Mas, flight ke KL belum berangkat kan?" ,"Sudah closed mas" jawabnya. "Tuh ada 3 orang juga terlambat check in, sudah boarding sekarang" tambahnya.
"Tapi aku sudah web check in mas, aku perlu bayar airport tax saja" kataku sambil menyodorkan boarding passku dan uang 150rb rupiah.
Yes!
Bergegas ke counter Bebas Fiskal.
Dan untungnya dari kantor aku sudah isi form keberangkatan dan kedatangan, karena aku punya stok kartu kosong, so membantu sekali juga.
Di depan loket pajak aku sodorin boarding pass dan kartu NPWP, hanya sekian detik karena ga antri dapat juga stiket bebas fiskal.
Next? Lari!
Ke imigrasi.. Yes, antrian masing2 barisan hanya 3-4 orang.
Berhasil dan lancar melewati imigrasi.
Next? Lari ke Gate D4.
Bentar lagi gate ditutup, rupanya pesawat ontime. Wow!
Cukup jauh dari imigrasi ke gate D4, karena gatenya di ujung buanget. Dan kembali melewati pemeriksaan x-ray kedua. Yes, lancar.
Terus lari..
Menjelang masuk gate D4 terlihat antrian boarding. Waktu menunjukkan jam 8.05. Wow, 5 menit dari saat turun bus. Amazing!
Sambil ngos2an masuk gate. Untung antrian masih ada. Aku duduk dulu mengatur nafas, dan masuk belakangan aja.
Sempetin update status sebelum matiin BB. Dan infoin teman minta maaf ga bisa nemuin di bandara, karena awalnya mau nemuin teman yang bekerja di bank mandiri di airport. Tapi sudahlah, ga cukup waktu.
Bergegas matikan hp dan masuk pesawat.
Wow!
Badan gemetaran, masih sedikit ngos2an.
Pesawat AirAsia AK389 akhirnya take off tepat jam 20.30 menuju Kuala Lumpur Malaysia.
Alhamdulilah, cuaca bagus di perjalanan. Jadi bisa leluasa menikmati Chicken BBQ dan Teh tarik di pesawat sambil dengerin ipod.
Pukul 23.30 waktu Malaysia pesawat landing.
Alhamdulilah selamat sampai KL.
Sekarang menunggu pesawat ke Padang jam 7.50 waktu KL dan diharap sampai di Padang jam 8 pagi WIB.
Now? Mau ngemper dulu di airport. Mau nemenin?
Good night!