Sabtu, 17 Mei 2008

..terburu-burunya penumpang, itu...

Hey Bung…

Semua juga kebagian..!!

 

Itulah kadang dalam pikiranku jika melihat sekian kejadian di depan mata, yang pasti berhubungan dengan emosi dari penumpang layanan transportasi di Indonesia..

 

 

Tersebutlah hanya 2 alat transportasi saja yang aku sikapi,.. yaitu Busway dan Pesawat..

 

Busway…

Kenapa aku ambil contoh busway..? Karena kendaraan ini setiap wiken pasti aku naiki jika aku harus bertranspotasi ke beberapa titik di Jakarta.

 

Ow..!

  1. Tahu sendiri lah di jam sibuk pasti halte busway sudah dipenuhi antrian untuk melanjutkan perjalanan ke halte berikutnya. Di tempat halte yang sempit berjejal dan kadang busway yang datang memang sudah penuh. Petugas pintu busway sudah berusaha membagi membagi calon penumpang dengan sebagian rupa. Supaya tidak terlalu penuh di dalamnya.

Hey Bung..! tapi masih ada yang dengan nekad menerobos pintu dan haluan dari petugas pintu busway.

Sehingga kadang ada yang terjepit pintu lah, terpeleset, terperosok.

Tanpa rasa bersalah hanya tertawa atau tersenyum saja jika berhasil memasuki busway.

Atau malah memang mereka berebuatn kursi, seperti berebutan kucing berebut ikan asin.

  1. Saat di dalam busway. Disaat kondisi tempat duduk penuh. Penumpang yang berdiri selalu berjubel di dekat pintu.

Hey Bung..! Masih banyak tempat longgar  di area depan dan belakang yang lebih nyaman untuk berdiri.

  1. Di halte sentral Harmoni. Di saat akan mendekati halte tersebut dan busway belum berhenti, banyak penumpang sudah bergegas mendekati pintu.

Hey Bung..! Semua juga pasti akan kebagian waktu buat turun dari bus, bus masih belum berhenti. Kondisi ini mengakibatkan begitu sesak dan penuh di dekat pintu busway.

Dan begitu bus berhenti, dan penumpang turun.. Oalah! Seperti berebutan mencari makanan. Semuanya mau ingin cepat keluar dan melanjutkan perjalanan dengan busway tujuan berikutnya. Bahkan ada yang berlari, dan nekad berdesak-desakan paksa. Tak tahu apakah disana ada wanita hamil, orang tua atau ada yang sakit.

 

 

Pesawat

Walaupun ga sesering naik busway. Tetapi sekian kali jika aku naik pesawat terbang, khususnya di area Jakarta. Kondisi ini sering aku temui.

 

Ow..!

  1. Saat penumpang menunggu di ruang boarding. Dan begitu ada arahan jika para penumpang bisa memasuki pesawat.

Waw..! Semua berebutan masuk, kadang antrian masuk tidak rapi dan terkesan amburadul dan semua ingin masuk ke pesawat pertama kali.

Gak peduli manusia di sekitarnya, apakah terdesak oleh badan dia, barang bawaan dia, tas koper yang ditentengnya..

Hey Bung..! Tiket sudah ada nomer seatnya..!

Kamu juga tidak akan ditinggal pesawat kok.

  1. Kondisi lebih parah lagi jika aku harus naik AirAsia. Memang no seat belum ada.

Waw! Begitu pintu ruang tunggu dibuka dan semuanya ingin menjadi orang pertama masuk pesawat. Berjejal dan bersedak.

Hey Bung..! Semua juga kebagian kursi  bukan..?

  1. Sudah tahu lah selama di pesawat tidak boleh menggunakan alat komunikasi, seperti HP.

Namanya juga manusia. Disaat pesawat sudah berjalan menjelang take off. Ada saja yang masih diam-diam curi waktu buat sms atau telpon. Dan kadang bunyi suara mereka kurang begitu penting yaitu “Hey.. aku sudah mau take off, nar tungguin di sana ya..”

Hey Bung..!! Sepertinya tidak ada waktu atau hal laen saja yang lebih penting..

  1. Masih berbincang soal HP di pesawat.

Disaat pesawat sudah landing dan kondisi masih belum berhenti sempurna.

Ehm.. ada penumpang yang langsung menyalakan HP.

Dering pembuka Nokia dan Sony Ericsson terdengar dimana-mana.

Tak sabar segera menelepon atau ber-sms dengan relasi, kerabat.

Kadag terdengar salam suara “Hey, aku sudah sampai nih.. ditunggu dimana..??”

Hey Bung..!! Ini pesawat belum berhenti. Apakah tidak ada waktu lain untuk hanya berbincang seperti itu.

Bunyi nada sms pun mulai bergema dimana-mana.

Dan pengalaman yang membuatku kaget.

Pernah disaat pesawat masih belum menyentuh tanah saat landing. Terdengar dering HP didalam tas di dalam tempat penyimpanan barang di bagian atas.

            Waw..!! Ceroboh..

 

 

 

Yah.. mungkin nanti harus lebih bersabar lagi untuk bisa leih toleransi,.. kembali..

28 komentar:

Annissa's Corner Boutique Distro Network mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

Annissa's Corner Boutique Distro Network mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

Annissa's Corner Boutique Distro Network mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

soraya lannazia mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

Wisnu Widiarta mengatakan...

soraya lannazia mengatakan...

adi denir mengatakan...

daysleeping - mengatakan...

Willy Husada mengatakan...

Ardi Daniman mengatakan...

Mohammad Ali Parawansa mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

Alvian Alvian mengatakan...

Amalatu . mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

Alvian Alvian mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...