Kamis, 22 Maret 2007

(semoga tak terlambat).. kreativitas di Playboy Indonesia (??)


 


 


 


 


 


 


Kontroversi penerbitan majalah Playboy Indonesia sempat turun dan naik di pasaran berita..


Entah karena memang proses penindakan hukumnya yang memang belum jelas kabar putusannya..


Atau malah sebagian orang sudah merasa bosan dengan kontroversi sedemikian rupa..??


Ide ini terbesit, setelah kemarin, melihat disalah satu pemberitaan di TV yang menayangkan proses persidangan dari salah satu pimpinan redaksi majalah ini…


 


Sedikit kilas balik soal permasalahan ini…


Baca pembahasan lain DISINI


 


Majalah yang terbit di awal bulan April 2006 sempat menjadi sorotan perhatian..


Mungkin dari namanya saja, sebuah brand majalah dari Amerika yang disana dikenal penuh dengan gambar wanita bugil..


 


Haruskah juga disamakan dengan keadaan disini…


 


Yang jelas beda.! Itulah komentar saya begitu membandingkan majalah Playboy versi Amerika dengan majalah Playboy versi Indonesia..


 


Foto yang ditampilkan jauh lebih terlihat anggun dan tidak norak di Playboy Indonesia.., sedangkan Playboy edisi Amerika.. ehm… apa mungkin ini selera..?? terlihat sedikit norak..


Walaupun dulu Tiara Lestari, orang Indonesia tentunya sempat menjadi cover majalah Playboy di luar negeri..


 


Kenapa kontroversi ini ada..???


 


Aku melihat.. itu berlebihan dan salah sasaran..


 


Majalah ini sudah diset sedemikian rupa dengan sebuah konsep yang pas memang untuk orang dewasa..


 


Sebuah bahasan yang tidak melulu mengenai sex, sex dan sex…


Coba tengok.. ada sekian artikel seperti musik, teknologi, budaya, wisata, dan hiburan lainnya…


Bandingkan dengan majalah atau tabloid lain..??


Ah… didalamnya penuh dengan  bahasan sex yang amatiran, plus iklan wanita panggilan, telpon premium untuk esek-esek, dan tanpa ada ilmu  dan pengetahuan yang tersaring…


 


Majalah ini terlalu porno..??


Hm.. yang jelas foto yang ditampilkan dengan model pilihan dan kualitas foto yang saya acuingin jempol..


Bandingkan dengan majalah atau tabloid lain yang penuh dengan wanita berbikini minim, dengan kualitas foto asal jepret, tampang yang pas-pas an, dan mengumbar jauh lebih besar yang namanya rangsangan…


 


Majalah ini membuat kisruh di masyarakat, tanpa ada pengontrolan..??


Majalah ini hadir dengan cover yang menurut saya jauh lebih sopan dibandingkan majalah lain. Sehingga saat terpambang di kios majalah, tidak terlalu mengundang perhatian..


Bandingkan dengan majalah atau tabloid lain yang dari cover saya sudah lebih erotis dengan foto dan model amatiran untuk mengundang birahi saja…


 


Majalah ini juga dibandrol dengan harga diatas 35.000 rupiah. Sebuah harga yang diatas rata-rata untuk 1 majalah.


Bandingkan dengan majalah lain dengan harga dibawah 30.000 sudah bisa mendapatkan majalah yang jauh lebih vulgar.


Bahkan tabloid-tabloid esek-esek amatiran.. dengan 5000 rupiah sudah bisa didapatkan.


Tentunya hal ini berhubungan dengan segmentasi pasar.


Harga 35.000 rupiah diharapkan jangkauan pasarnya lebih terbatas.


Beda dengan tabloid 5000 rupiah, anak SD pun uang sakunya bisa untuk membeli.


 


Oplah majalah dan kios penjualan majalah ini juga terbatas..


Walaupun ini bisnis, tetapi konsep eksklusifitas sebuah brand harus tetap dijaga…


Beda dengan majalah lain sengaja menjual murah, dengan iklan banyak tanpa kendali, kualitas foto yang biasa, asalkan untung besar… dengan berharap harga murah akan didapatkan pembeli yang banyak.. serta segmen pasar lebih meluas..


Ups.. kebayang dong jadinya…


 


 


Kalau hanya masalah moral yang dijadikan alasan..??


Berlandaskan pornografi yang disinyalir tersingkap dalam penerbitan majalah ini…


Sekian banyak jalur pornografi yang terjadi dimasyakat yang lebih mudah diberantas (kalau mau) untuk ditertibkan..


 


Lihat..!!!


Penjualan tablod, koran yang berbau pornografi.. di setiap lapak dan kios..  masih telrlau banyak beredar…


Penjualan VCD, DVD film biru.. dengan harga 5000 sudah bisa didapatkan dengan mudah.. sangat mudah.. di Glodok, UKI, ditawar2kan di stasiun, terminal, bahkan pesan lewat internet cukup mudah didapat…


Dari internet, lewat warnet dengan harga 3000 per jam pun mudah didapatkan dan diakses situs2 porno, video mesumm dan lain-lain


Lokalisasi-lokasasi, yang tentunya di setipa sudut kota pasti ada,.. . yang kadang terlupakan untuk dibenahi..


 


 


Kenapa justru, terlalu capek dan beringas untuk merusak kantor majalah itu sendiri..???


Yang harus merugikan masyarakat,.. membuat demo yang memacetkan kendaraan,..


Terpikirkah orang yang tidak tahu menahu akan masalah ini jadi korban akhirnya…???


 


 


Saat ini,.. sebuah tuntutan diberikan kepada Erwin Ardana.. pimpinan redaksi Playboy Indonesia.. dituntut hukuman 2 tahun penjara..


Hanya atas dasar dia sebagai pemimpin redaksi kah dia dituduh seperti itu..???


Ah Erwin,… (dulu pernah satu pesawat saat di Bali..) semoga kamu kuat menghadapi cobaan permasalahan ini…


 


Semoga dari permasalahan ini.. agak sedikit bisa membuka diri dan mata dari apa yang terjadi di Indonesia…


 


Semoga belum terlambat aku sedikit memeberikan dukungan.. tanpa harus melihat sisi lain…


Dukungan buat sebuah kreatifitas…


 

73 komentar:

Jazzterday PVJ mengatakan...

hagi hagoromo mengatakan...

Nita Sellya mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

Jazzterday PVJ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

Deedee Caniago mengatakan...

Jazzterday PVJ mengatakan...

Benny Pangadian mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

Jazzterday PVJ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

decy nug mengatakan...

Jazzterday PVJ mengatakan...

Benny Pangadian mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

Jazzterday PVJ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

dian renovtri mengatakan...

Vemiliam : ) mengatakan...

Benny Pangadian mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

dian renovtri mengatakan...

Benny Pangadian mengatakan...

dian renovtri mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

dian renovtri mengatakan...

dian renovtri mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

Benny Pangadian mengatakan...

hagi hagoromo mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

Keko Chez Umar mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

Teija Gumilar mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

donni said mengatakan...

donni said mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

nick hanif mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

Keko Chez Umar mengatakan...

Nico LoRa mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

Wikan Danar Sunindyo mengatakan...

yulianto yin mengatakan...

kris adi mengatakan...

Wikan Danar Sunindyo mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

Alvian Alvian mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

nari gunung mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

nari gunung mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

erwin the hero mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

yulianto yin mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

ardie dagronx mengatakan...

A J mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...

^Arifien Munandar^ mengatakan...