Rabu, 27 Februari 2008

(lagi) hati2 ya dengan penipuan kartu kredit

OOpss! masih ingat kan dengan postinganku sebelumnya...

YANG DISINI

Tahu ga sih.. hari ini mereka menelepon kembali.. dan begitu dia konform.. dengan ujung2 pertanyaan...

"Bapak masih aktif menggunakan kartu kredit Visa or Mastercard..??"

Jawabku.. "Maaf, saya bukan pengguna kartu kredit"

Wah... aku yakin kebohonganku ini tidak menimbulkan dosa besar, karena merekalah yang memulai dengan sekian penipuan dan kebohongan dulu.

Pokoknya kudu hati2 deeh.. mereka bermarkas di daerah Sarinah Thamrin, setelah aku lacak nomer teleponnya...

huh! tak tahu malu ..tak tahu dosa dengan melakukan penipuan..!

Semoga mereka mendapat azab yang setimpal nantinya..

 

btw, ini aku copykan Surat Pembaca dari detik.com

Dia adalah korban dari modus ini, yang sama persis yang aku alami..

Huhuhu!

Semoga bermanfaat..

------------------------

Hati-hati Penipuan Kartu Kredit Melalui Telepon
Pengirim: Agus Abdulloh Ma'mun

 foto<
http://suarapembaca.detik.com/content_image/2008/02/27/283/20080227-agus-d.jpg> Senin, 25 Februari 2008 sekitar jam 15.30 saya mendapat telepon dari Ibu Zenia mengaku dari VISA & MASTER CARD PUSAT JAKARTA. Dia bilang karena pemakaian kartu kredit bagus dan tidak pernah over limit, saya terpilih untuk mengikuti program WHITE CARD dari VISA & MASTER CARD PUSAT.

Dengan mengikuti program tersebut saya akan mendapatkan:
- Free tiket pesawat 2 orang untuk tujuan ke seluruh Indonesia PP.
- Voucher belanja minnimal Rp 300.000,- per bulan di tempat-tempat tertentu.
- Diskon 10% - 40% dengan menunjukkan White Card jika berbelanja dengan kartu kredit.
- Even bulanan dengan memberikan voucher dan even tahunan dengan memberikan tiket pesawat dan hotel gratis.

Untuk semua keuntungan di atas hanya membayar biaya administrasi satu kali seumur hidup sebesar Rp 3.900.000,-. Untuk pembayarannya bisa dicicil dengan menggunakan kartu kredit yang saya punya selama 10 bulan.

Kemudian saya diminta untuk memilih kartu mana yang akan saya pakai untuk membayar biaya tersebut. Kemudian dia mengarahkan saya untuk menyebut angka terakhir kartu saya dan masa berlakunya seolah-olah untuk konfirmasi seperti yang dilakukan petugas Card Center bahwa saya memang pemegang kartu yang sah. Karena dia sudah menyebut nomor awal kartu dengan benar dan saya anggap dia benar-benar dari Visa & Master Card Pusat. Saya menurut saja.

Kemudian dia minta mengirim faksimil kartu kredit beserta KTP saya. Sebelum saya mengirim faks yang dia minta, saya telepon ke bank penerbit kartu untuk menanyakan program White Card tersebut.

Alangkah terkejutnya saya karena menurut pegawai bank itu saya baru saja melakukan transaksi sebesar Rp 3.800.000,- via internet dengan PT BALE TOUR & TRAVEL. Padahal saya belum memberikan persetujuan dan Ibu Zenia tidak pernah bilang kalau akan langsung mendebet kartu saya. Akhirnya saya minta kepada bank penerbit kartu untuk membatalkan transaksi tersebut.

Sedetik kemudian Ibu Zenia telpon lagi menanyakan faks kok belum terima. Karena merasa dibohongi saya marah kepadanya. Tapi, dia mangkir dan bilang kalau saya tadi sudah bilang iya dan program tidak bisa dibatalkan.

Saya bilang bahwa saya sudah membatalkan ke bank penerbit, tapi dia ngotot bahwa program tidak bisa dibatalkan meskipun saya sudah menghubungi bank karena bank tersebut (Citibank) masih kalah dan kedudukannya di bawah ASOSIASI VISA & MASTER CARD tempat dia bekerja (Apa Maksudnya?).

Agus Abdulloh Ma'mun
Griya Kebobagung A1/01 Sukodono Sidoarjo
agus-makmun@xxxxxx.net
081230259xx