Senin, 10 Desember 2012

Cerita gw dibalik BlackTrail Dayak Iban (Hari 1)




Selasa, 27 November 2012 akhirnya berangkat juga kami ke Dayak Iban.
Eits, cerita keberangkatan ini ga semulus yang dibayangkan sih ya.

Hari sebelumnya, alias Senin 26 November gw di kantor harus kelarin semua gawean untuk 4 hari kedepan gw cuti.
Ga kaget kan lah malam itu gw pulang kantor jam 9 malam,..
Pulang tidur? Ya nggak lah..

Gw packing! Ya malam itu gw baru packing temans, ngebongkar lemari, bawa baju ini itu, peralatan ini itu.

Dan ngumpulin perlengkapan yang dibawapun ga semudah yang dikira sih ya.

Dalam bayangan gw, ini perjalanan ke hutan di Kalimantan.
Dan setelah membaca panduan dan daftar barang yang harus dibawa juga termasuk disana da sleeping bag. Dan sleeping bag ini gw kaga punya...
Syukurlah, hari senin itu gw dapet pinjaman sleeping bag dari kawan kantor (thanks to Madun)

Mengumpulkan barang bawaan yang harus dibawa sesuai daftar yang diberikan panitia ditambah beberapa keperluan pribadi.

Heboh di kamar lah malam itu. Milih sweater, nyari-nyari senter dan rain cover buat ransel yang nyelip entah dimana, nyiapin gadget dan lain-lain.

Jam 11 malam beres dimasukin ke ransel tercinta ditambah tas selembang kecil 1. dengan sleeping bag menyita 1/3 isi tas ransel. Oalah.

Masih ada waktu sebentar buat gw kelarin gawean kantor, karena baru keinget masih ada pendingan gawean yang harus dikelarin.

Jam 12 malam dirasa semua beres, bersiap untuk tidur.

Lampu kamar dimatiin.
10 menit kemudian baru keinget kalo power bank gw harus di charge.
Arrghhh!!!!
Bongkar ransel ambil power bank dan di charge.
Okesip mencoba tidur soalnya jam 4 pagi harus ke airport. L

Mata udah merem dari tadi tapi entah kenapa ga bisa tidur.
Ke kanan, ke kiri.

Menit berjalan, melewati jam 1 malam gw masih belum bisa tidur.
Gawat, gimana ini kalo gw esok harinya kurang tidur, ntar ga maksimal perjalanan gw di BlackTrail ini.

Jam 1.30 pagi gw mencium bau kabel terbakar, saat itu gw masih sangat-sangat dasar dan belum tidur.

Pas mencari sumber bau itu.

Apa??!!!!

Kabel power bank gw terbakar! Terlihat percikan api..
Langsung .. tarik kabel colokan utama dan nyalain lampu kamar..

Duh!!! Lemes...
Bersyukur sekali saat terjadi itu gw belum tidur, coba ya kalau udah tidur, ga kebayang L

Merapikan semuanya dan gw mencoba tidur di jam 2 pagi..

Zzzzz...

Alarm berbunyi jam 3.45 pagi sengaja aku setel jam segitu.

Kali ini untungnya langsung  bangun ya, ga otomats matiin alarm dan tidur lagi.
Pagi buta dan menghitung jam kurang 2 jam gw tidur malam itu.. eh pagi itu..

Bergegas narik handuk.. hidupkan shower..
Bressss… air dingin menyergap pagi itu. Segar.. langsung melek!

Jam 4 kelar mandi.

Ganti baju, cek sekali lagi barang bawaan yang dibawa, dan nunggu shubuh sebentar lagi untuk sholat shubuh dulu.

Selesai itu semua tepat jam 4.15 keluar pagar dan taksi tersayang sudah nangkring depan rumah, semua pesanan jam 4.15 pagi.
Cusss.. ke bandara.

Sesuai jadwal sih berkumpul jam 4.30 di KFC T2F Bandara Soekarno Hatta.
Taksi melaju cukup cepat, maklum jalan tol sepi pagi buta itu, dan entah kenapa tetap mata ga bisa terpejam karena badan sudah segar efek mandi pagi buta.

Baiklah..
Perut terasa keroncongan yah, maklum dari malam gw belum makan. Pantes...

Jam 4.45 mendarat dengan manis di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta.
Gw anggota Tim 5 yang terkahir sampai, tapi untungnya kita masih menunggu panitai yang lain yang belum datang.

Dan, pagi itu dapet burger dong dari panitia buat sarapan pagi. Yess.. mengganjal perut lapar dari semalem nih ceritanya.

Pesawat kita pagi itu ke Pontianak adalah jam 6 pagi jadinya memang jam segitu kita sudah harus di bandara.

Jam 5.30 kita semua sudah berkumpul di gate keberangkatan.
Bersama panitia dan juga 4 kawan BlackTrail yang lain.

Kemana Nicholas Saputra,.. dia sudah berangkat hari sebelumnya ke Pontianak, karena mau bertemu kawannya dulu dan akan bertemu dengan kita di Bandara Supadio Pontianak.

Boarding jam 6 kurang 15 pagi.
Karena parking pesawat di remote area akhirnya kita naik bus ke pesawat.
Schedule take-off mundur 20 menit.

Berangkatlah kita ke Pontianak.

Tidur di pesawat? Pengennya karena ada acara bagi-bagi sarapan pagi di pesawat oleh mbak pramugari yang cantik, tidur di pesawat kali ini ga bisa.

Apalagi perjalanan hanya 1 jam 15 menit saja.

Jam 7.35 menit pagi kita mendarat di Bandara Supadio Pontianak.

Setelah ambil bagasi kita menuju ke Terminal Keberangkatan, karena kita harus berangkat ke Putussibau dengan pesawat KalStar jam 8.40 pagi itu.

Disana kita berjumpa dengan Nicholas Saputra, dan kami ngopi-ngopi dulu menjelang boarding sebentar lagi.

Jam 8.20 kami boarding.
Dan ini kali pertama gw naik pesawat baling-baling atau dengan type ATR- 42-300
Yah… cukup excited sih ya dan berdoa semoga cuaca bagus dan lancar sampai di Putussibau.

Duduknya bebas, dan gw kebagian di seat nomer 4 (kalo ga salah) barengan dengan Mas Yos dari L’Oreal.

Pengen sih tidur 1 jam gitu di pesawat ini, lumayan kan ya. Tapi oh ternyata… suara bising deru baling-baling pesawat ini membuat mataku tidak konsen untuk menidurkan diri.

Baiklah, saya tidak tidur, dan alhamdulilah cuaca cukup bagus pagi itu, sampai akhirnya landing di Putussibau 1 jam kemudian.
Walaupun disambut gerimis tapi lancar.

Kita sudah muali syuting selama di Bandara Pontianak dan dilanjutkan take kamera lagi di Bandara Pangsuma di Putussibau ini.

Setelah barang bagasi diambil dan total 4 mobil sudah menjemput, dank arena Nico juga dikerubutin fansnya (kenapa gw yang dikerubutin ya) kita segera meninggalkan bandara untuk menuju ke…… Sungai Utik. Sebuah nama dusun tempat Dayak Iban bertempat tinggal.

Di tengah perjalanan kita mampir dulu ke sebuah minimart, dan disarakan kita membeli apa yang perlu dibeli, seperti rokok, obat. Dan ada peserta yang terpaksa membeli sandal jepit karena sandal gunungnya hilang di bagasi L

Gw sih membeli obat masuk angin saja, kali aja disana cuaca sedang hujan dan gw ngelihat apa yang Nico beli teman… bantal.
Bantal bulat emotional series berwarna kuning yang skrg lagi ngetrend (gw juga punya sih dikamar :P)

Kita lanjutkan perjalanan kembali, 5 menit berjalanan sinyal telepon semua operator menghilang semuanya sampai kami berasa di Sungai Utik.
HP dan gadget mati.
Dan boro-boro bisa tidur ya,.. di dalam mobil kami ber 5 dan super duper ramai sekali.
Tertawa membahas ini dan itu, maklum tim 5 BlackTrail Dayak Iban ini ternyata semuanya gokil abis, sehingga ngantuk dan capeknya badan tak terasa jadinya.

Menjelang jam 1 siang kita sudah sampai di Sungai Utik dimana terdapat Rumah Betang dan disini kami akan menginap selama 2 malam.

Upacara penyambutan tamu segera dimulai.
Dan kami bebraris dan diarak memasuki rumah betang, menaiki anak tangga dan juga meminum minuman khas Dayak Iban yang rasanya seperti air tape. J

Kami masih melanjutkan upacaranya dan berkeliling di teras dalam Rumah Betang tersebut sejauh hampir 200 meter.
Di depan barisan kami terdapat barisan anak-anak yang menari-nari dan diiringi musik tabuh khas Iban.
Posisi gw saat itu dibelakang Nico dan kami harus kuat menahan gerahnya badan.
Karena siang hari, dan kami barjalan diantara orang-orang dan juga lampu kamera juga saat itu on.
Baiklah, setelah sesi tersebut selesai kami pun dipersilakan duduk. Dan disuguhi makanan kecil khas iban.
Apa makanan kecil itu?
Sederhana, ada ketan yang dibakar dan ada ketan yang digoreng. Mengenyangkan. Dan entah kenapa gw merasa lapar dan memakan kudapan itu sebanyak 3 potong.
J

Sambutan-sambuatan acara berlangsung lancar, dan saatnya makan siang.
Yess... gw tetiba melapar kembali kalau dengar kata-kata makan.

Menu makan siang kali itu dibagi 2 meja, yang halal dan non-halal.

Gw tentunya milih meja yang halal ya dengan menu full sayur mayur. Dan, gw acungin jempol.
Makanannya segar, enak walaupun sederhana.
Ada sayur pakis, sayur ketimun dan juga sayur ubi.
Serta ditambah sambal yang sangat pedas sekali.

Sambil kita makan siang, kita dihibur oleh tari-tarian anak kecil yang sangat piawai menari.

Berikutnya kami dibagi kamar masing-masing dan kami ber-5 BlackTrail Dayak Iban ditempatkan di bilik nomer 9.
Kami menempati ruang tamu yang sudah disulap menjadi kamar tidur kami.
Sebauh tempat berukuran sekitar 3x4 meter siap menjadi tempat kami ber 5 menghabiskan malam hari. Eaaa...

Dan tempat itu menurut gw jauh lebih nyaman dari bayangan gw.
Dalam hati, wah.. ini mah tidur ga perlu sleeping bag nih.
Walaupun beralaskan tikar buat aku pribadi sudah cukup nyaman dan tempatnya juga bersih.
Sistem sanitasi di rumah tempat kami tinggalpun bersih juga, kamar mandinya juga nyaman.

Istirahat kami siang itu di jam 2 siang, dan jam 4 sore kami harus berkumpul lagi untuk sesi acara selanjutnya.

Tidur? Tidak bisa... karena di ruangan itu kami ber-5 reramean lagi. Seru sekali.

Jam 4 pagi semua sudah siap.
Memakai kostum khas kelompok kami yang sudah kami persiapkan beberap hari sebleumnya.
Kostum dengan gambar karikatur kami ber5 tim BlackTrail Dayak Iban ditambah wajah Nicholas Saputra juga tentunya.
Karikatur kartun hasil besutan Tozan Mimba salah satu dari tim-5 yang merupakan (ternyata) seoarng cartoonist. Dan kaos dipersiapkan oleh Detri, yang ernyata juga mempunyai usaha konveksi di Bandung.
Perpaduan yang sangat sempurna

Sore itu kita ada scene mencari ikan di sungai dengan beberapa masyarakat Dayak Iban.
Yes… nyebur ke sungai. Hahahaha…

Sungainya berarus deras sore itu, tapi tidak dalam rupanya.
Dan gw membantu mencari ikan dengan menggunakan alat tradisional untuk mencarinya.
Susah..?
Iya, saya tidak dapat ikan sore itu. L

Berlanjut dengan pengambilan gambar satu per satu dari kami untuk membuat sebuah profile untuk tayangan acara Teroka itu.

Kelar itu semua, kami berencana mencari buah durian ke hutan.
Durian..? dalam bayangan gw saat itu sebuah kekhawatiran.
Gw biasanya mencium bau durian kadang sudah pening, kalau pun harus memakan buah itu, paling hanya 1-2 biji sudah cukup. Intinya ga terlalu maniak.

Kita berangkatlah ke hutan sore menjelang jam 5.
Di tengah jalan, kami bertemu dengan 2 ibu-ibu yang habis dari hutan dan memangkul keranjang penuh dengan buah durian.
Dan dengan baik dan ramahnya, ibu-ibu tadi menawarkan kami buah durian tersebut.
Tanpa perencanaan kamipun pesta durian disana.

Saat pertama menyantap buah durian berwarna kuning itu, kesan pertama saya adalah... Luar biasa lezat!!!
Enak.. sampai tak terhitung lupa habis berapa gw sore itu, mix antara durian kuning yang benar-benar lembut dan lezat dan durian putih yang kreamy dan milky.

Selesai berpesta durian yang mendadak itu, kami tetap masuk ke hutan walaupun sudah agak menggelap.

Dan karena hari sudah menjelang jam 6 sore dan kami sempat terpisah erbagi beberapa gerombolan akhirnya karena gelap juga kami memutuskan kembali ke Rumah Betang dengan tangan hampa tanpa durian.

Malam menjelang, kali itu genset dinyalakan
Dan terang benderang di rumah betang atau rumah panjang.

Sebagai informasi genset tidak selalu dinyalakan, karena keterbatasan solar dari segi harga dan juga jauhnya tempat membeli solar itu.

Selesai mandi, sholat dan makan malam bersama.
Kami semua berkumpul di teras dalam rumah betang dengan lampu minyak berjajar.

Lama itu kami mengadakan ramah tamah dengan warga rumah betang Dayak Iban.
Dipimpin oleh Pak Lurah Sungai Utik kami mengadakan diskusi dan tanya jawab sampai jam 9 malam.

Dan menjelang jam 10 malam, kami masuk ke bilik masing-masing dan merehatkan badan.

Kebayang kan capek dan ngantuknya gw malam itu.
Tapi yang pasti senang dan  seru sekali kegiatan hari 1 di BlackTrail Dayak Iban ini.

Jam 11 malam, gw sudah tertidur pulas..dan pulas...
Terbangun beberapa kali malam itu dengan suara hujan yang cukup deras.
Dinginpun cukup menyergap, untungnya sudah dipersiapkan baju hangat malam itu.

Hari pertama di Dayak Iban berjalan dengan lancar dan bersiap keesokan harinya dengan kegiatan yang tak kalah seru dan menyenangkan...


BERSAMBUNG

Tidak ada komentar: